
Qin Chen yang tadi menghantam wajah Kaisar Timur ke Tanah dengan sangat keras mengakibatkan Kehancuran Besar di Benua Timur. Daya ledakan yang di hasilkan oleh pukulan nya membuat Ketiga Benua mengalami dampak ledakan itu sendiri.
Hembusan angin nya saja sudah meratakan kota-kota yang berada di dekatnya, dengan Angin begitu besar membuat korban jiwa di ke-tiga Benua sangat banyak. Gelombang Tsunami yang di hasilkan Qin Chen juga tidak main-main. Tsunami dahsyat melanda Kota di benua Selatan hingga beberapa kota hancur karena Tsunami.
Ledakan tadi membuat Tanah di Benua Timur menjadi berlubang sangat dalam, dan pusat lubang itu ada di istana kaisar Timur pusatnya Benua. Cahaya tadi di gantikan dengan asap-asap yang begitu tebal menyelimuti seluruh Benua Timur.
Qin Chen berada di bawah Tanah, tepat nya di pusat lubang yang ia buat begitu besar di Benua Timur. Ia sudah melampiaskan semua amarahnya pada Kaisar dengan menghajar Kaisar menggunakan tangannya sendiri. Lubang yang ciptakan sedalam puluhan ribuan Kilometer dari permukaan dan membentang luas di Benua Timur.
Semua aliansi dari Kekaisaran Timur tidak ada satupun orang yang selamat dari ledakan Qin Chen. Langit-langit yang tadi gelap karena Guntur Qin Chen, sekarang Langit menjadi cerah menampilkan Langit berwarna biru cerah tanpa awan sedikitpun.
[ Selamat Tuan membunuh... ]
[ Selamat Tuan... ]
Suara sistem yang berdering sedari tadi saat ledakan besar terjadi, Qin Chen hanya diam saja mendengar suara sistem yang berdering di dalam pikirannya. Dengan Kematian Kaisar Timur, ia sudah sangat puas bisa menghajar dengan tangannya.
Qin Chen perlahan terbang ke atas dengan pandangan tenang, ia tenang karena sudah melampiaskan Amarah nya kepada Kaisar. Di atas langit yang sangat jauh dari ledakan tersebut, terlihat Roh wanita di atas sana, roh itu memegang Jui Lui agar tidak terjatuh ke Bawah. Dalam ledakan tadi Roh itu menyembuhkan Jui Lui dengan memotong Poin Tukar milik Qin Chen tanpa di beritahukan.
Ia akhirnya keluar dari gumpalan kabut yang tebal lalu naik ke tempat yang tinggi, ia melihat ibunya di ketinggian Langit bersama Roh sistem menunjukkan senyuman senang. Dengan begitu ia melesat cepat ke tempat ibunya untuk melihat keadaan nya.
Sesampainya ia di tempat Ibunya, Jui Lui melihat putranya yang sudah baikan dan tidak menunjukkan penampilan yang sangat menyeramkan tadi, ia melihat wajah senang putranya bingung lalu bertanya. "Chen'er.. kenapa kamu terlihat senang?" Tanya ibunya yang polos Kepada Qin Chen.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan ibunya, ia langsung menjawab dengan senang. "Karena ibu baik-baik saja, jadi Chen'er sangat senang melihatnya." Ujar Qin Chen dengan lembut.
Jui Lui terkejut mendengar jawaban putranya, dengan Qin Chen mendekati ibunya lalu memegang nya dan meminta Roh sistem masuk ke dalam tubuhnya. Karena ia belum mempunyai Penampilan dan masih berwujud sebagai Roh cahaya. "Bu.. mari kita pulang" Ajak Qin Chen sambil tersenyum.
Dengan angguk kecil mereka akhirnya pergi dari sana untuk meninggalkan puing-puing kehancuran besar di Benua Timur. Qin Chen terbang dengan kecepatan menengah nya, karena kecepatan itu sudah cukup untuk sampai di Kota Xilinan dalam beberapa Menit.
Sepanjang perjalanan menuju Kota Xilinan, ibunya melihat Benua Timur bukan lagi menjadi Benua Timur, sekarang menjadi Tanah kehancuran ataupun Neraka bagi Mahluk Hidup. Ia melihat kanan dan kiri semuanya hancur dengan api berkobar dimana-mana. Larva dan gunung-gunung yang hancur di sepanjang pengelihatanya.
Kehancuran itu ia Lihat sudah sangat jauh dari wilayah Kekaisaran Timur. Luas lubang yang Qin Chen ciptakan sangat lah luas, hanya beberapa Kilometer wilayah yang tidak terkena dampak ledakan nya.
Saat ia melihat putranya di samping, ia sedikit terkejut dengan semuanya. Mulai kehancuran Benua Timur dan semua orang-orang di Benua Timur tidak terlihat karena Benua Timur sudah porak-poranda oleh Kehancuran.
Meski penampilan Qin Chen tenang, tapi lingkaran cahaya nya masih terlihat di belakangnya. Lingkaran cahaya itu belum ia ketahui dari tadi, karena sedang sibuk dengan urusan nya sendiri sehingga ia lupa untuk melihat deskripsi tentang kekuatan barunya.
Kota Xilinan.
Di Kota Xilinan, keluarga Qin sudah sehat semuanya meski ramuannya tidak cukup, mereka membantu orang-orang Klan Qin untuk mendapatkan pengobatan. Di sana Ru'er hanya bisa duduk di atas Xiao Laohu untuk menakut-nakuti mereka, ia melakukan itu karena takut di culik dengan orang-orang disana.
Yu Lin sebagai manager Paviliun Bulan Sabit, ia membantu orang-orang untuk mendapatkan perawatan, meski ia bukan keluarga Qin, tapi melihat Qin Chen yang sedang Murka ia sangat ketakutan dan takut menyinggung nya, dengan begitu ia membantu Klan Qin untuk merawat orang-orang.
Untung nya Kota Xilinan dan Xilunan tidak terkena dampak ledakan besar tadi, karena letak kedua Kota itu cukup Jauh dari wilayah terjadinya ledakan besar. Qin Chen dan Jui Lui di atas langit yang terbang sudah beberapa Menit akhirnya mereka sampai di Kota Xilinan.
__ADS_1
Melihat kota masih berlumuran darah dimana-mana membuat Jui Lui memalingkan wajahnya, ia menutup matanya karena tidak tega melihat kematian di depannya. Dengan cepat Qin Chen pergi ke Klan Qin untuk melihat keadaan orang-orang disana.
Di kediaman Qin.
Mereka melihat Qin Chen kembali dengan membawa Jui Lui di sampingnya terkejut, mereka tidak menyangka melihat Qin Chen menghancurkan Benua Timur demi menyelamatkan ibunya. Tapi hati seorang anak kepada ibunya sangat lah besar, maka dari itu mereka memaklumi sikap dan perbuatan Qin Chen.
Qin Chen turun sambil membawa Jui Lui turun kebawah secara perlahan, hingga beberapa detik akhirnya ia menginjak tanah kediaman Qin yang sudah hancur. Disisi lain, Ru'er melihat Kakak nya kembali langsung berlari mendekati nya.
Dengan cepat ia memeluk Qin Chen dengan erat, melihat Gadis kecil itu memeluk Qin Chen membuat Jui Lui terkejut melihatnya. "Hu..hu.. Ru'er kira kakak tidak kembali, Ru'er takut disini.." Suara yang kecil terdengar di telinga Qin Chen.
Ia mengangkat tangannya lalu meletakkan di atas kepal Ru'er, dengan lembut mengelus kepalanya. "Bukankah.. Kakak baik-baik saja? Jika ada yang menggangu Ru'er Hajar saja mereka.. atau minta Xiao Laohu untuk menggigit mereka.." Balas Qin Chen dengan nada pelan.
Ia mengusap wajahnya di pakaian Qin Chen dengan pelan, jika di lihat dari sudut manapun Ru'er tampak imut saat ia takut seperti ini. "Sudah-sudah.. Kakak sudah disini, Ru'er bisa memperkenalkan diri kepada ibu Kakak, lalu Pria Tua disana itu Ayah Kakak." Ucap Qin Chen sambil menunjuk ke arah Qin Tianqi.
Qin Tianqi lantas Terkejut mendengar dia dikatakan Pria Tua oleh Qin Chen. "Apa! Siapa yang kau panggil Pria Tua? Bocah Nakal!" Ujarnya yang terkejut dengan spontan berbicara.
"Pufttt.. hahaha!" Jui Lui tidak bisa menahan tawanya disana, ia tertawa dengan senang melihat kedua orang yang ia cintai.
...
*Thank You For Reading*
__ADS_1