
Saat perpustakaan terlihat di bintang tersebut, seluruh kultivator bisa merasakan Aura yang begitu hebat di pancarkan, merasakan hal tersebut membuat seluruh kultivator hebat pergi menuju sumber Aura berada.
Karena di perpustakaan tersebut akan bisa memberikan pencerahan Duniawi untuk para kultivator, jika mendapatkan pencerahan Duniawi, maupun Immortal. Mereka semua bisa meningkatkan kekuatan maupun naik ke Alam Immortal tertinggi untuk menjadi seorang Dewa yang sesungguhnya.
Qin Chen disana masih dalam proses menyimpan perpustakaan yang begitu besar, dimana membutuhkan waktu yang cukup untuk menyimpan perpustakaan tersebut ke dalam inventory miliknya.
Penghalang perpustakaan mulai retak seperti akar-akar pohon yang cukup besar, retakan tersebutlah yang membuat Aura yang begitu besar terpencar keluar.
"Qin Qui butuh berapa lama untuk melahap segalanya?" Tanya Qin Chen.
[ 30 Menit Tuan, karena Qin Qui masih harus mengubahnya sebagai artefak agar bisa di masukkan ke dalam inventory. ]
"Jadi begitu, baiklah aku akan melindungi disekitarnya agar tidak ada yang menganggu." Ucap Qin Chen dengan serius.
Tangan kanan yang melahap perpustakaan, dan tangannya kirinya mulai memperlihatkan tulisan kuno yang tak berujung. Tulisan tersebut berterbangan membentuk lingkaran yang mengelilingi mereka, dan juga perpustakaan di hadapannya.
Melihat Qin Chen yang masih diam disana, tiba-tiba ia bersuara. "Penghalang Langit Surgawi!"
Wushh!
Cahaya emas sekali lagi muncul dengan membuat sebuah lingkaran besar yang membentang luas di sekeliling perpustakaan kuno. Disana mulai terbentuk sebuah Piramida yang begitu besar, dimana itu adalah penghalang yang Qin Chen ciptakan sendiri.
Array Surgawi yang ia gunakan untuk melindungi mereka dari serangan musuh, karena Qin Chen sedang tidak mau di ganggu oleh siapapun disaat ia sedang melahap harta berharga.
Yin'er terbang mendekati ayahnya yang berada di sana, lalu melihat ayahnya dari samping dimana Qin Chen berdiri tenang tanpa berkedip, ia melihat ke arah putrinya yang berada di sampingnya.
"Ada apa Putri kecil?" Tanya Qin Chen.
"Tidak apa-apa, hanya ingin melihat apa yang ayah lakukan sekarang ini." Ujarnya.
"Ayah sedang menyimpan perpustakaan kuno ke dalam penyimpanan ayah, jadi ayah memberikan Array Surgawi untuk melindungimu, dan Su'er. Karena ayah sedang tidak bisa di ganggu untuk beberapa menit kemudian."
Qin Chen memberikan alasan apa yang ia lakukan sekarang ini, karena ia mungkin akan meminta bantuan kepada putrinya untuk mengurus beberapa mahkluk kecil yang akan datang menyerang mereka.
__ADS_1
Yin'er memahami apa yang di katakan oleh ayahnya, dimana ia harus melindungi mereka berdua dari musuh-musuh yang akan datang nantinya.
"Serahkan semuanya pada Yin'er, Ayah. Yin'er akan melindungi ayah dan bibi Su'er.." Ucapnya dengan penuh semangat.
"Putri pintar.." Balas Qin Chen sambil memberikan elusan lembut di kepalanya.
Yin'er yang senang dengan wajahnya yang memerah karena tertawa kecil, ia selalu di manjakan oleh ayahnya yang sekarang ini. Karena di tempat Ibunya, ia selalu berlatih menjadi kuat untuk menjadi putri Phoenix es.
Sekarang di tempat ayahnya, ia bisa dengan bebas bermain berlatih dan melakukan hal yang ia sukai. Karena ia akan di latih oleh Ayahnya, disaat ayahnya mendapatkan energi bintang yang bisa meningkatkan kekuatannya.
Qin Chen yang masih Melahap Perpustakaan Kuno dengan bantuan Qin Qui yang sekarang ini dalam proses penyimpanan, dimana satu-persatu para kultivator berdatangan ke tempat Qin Chen berada sekarang.
Su'er mulai mengeluarkan payung miliknya untuk berwaspada atas penyerang yang akan mereka lakukan, Yin'er bersikap seperti Qin Chen, ia hanya tersenyum tipis dengan matanya memandang mereka dengan rendah.
***
Di tempat Qin Chen, dalam beberapa menit saja sudah berkumpul banyak kultivator hebat mengelilingi penghalang yang Qin Chen buat sebarusan.
Mereka semua melihat di dalam ada 3 orang yang sedang melayang, dimana satunya adalah pria yang seperti sedang menghisap perpustakaan ke dalam tangannya.
"Pemimpin.. penghalang ini setidaknya di tingkat Surgawi, karena senjata kelas Dewa tidak bisa menghancurkannya." Ucap pria berjubah merah kepada orang yang berdiri dengan gagah.
"Huhmm.. kelas Surgawi? Jangan bercanda denganku! Tidak ada yang bisa membuat Array sekelas Surgawi di bintang ini!"
Pria itu menentang keras gagasan bahwa penghalang itu sekelas Surgawi, karena ia mengetahui tidak ada master Array yang bisa membuat Array sekelas Surgawi di bintang tersebut.
Ia yang berdiri dengan gagahnya, kini mulai mengepalkan tangannya untuk menghancurkan penghalang tersebut. Dengan tangannya di tarik kebelakang, lalu di lepaskan ke arah penghalang tersebut.
Energi yang besar keluar dari tangannya, dimana energi itu melesat menuju penghalang yang dibuat Qin Chen. Saat energi itu mengenai penghalang, sebuah ledakan terjadi di samping penghalang.
Boom!
Ledakan tersebut mengakibatkan para kultivator lainnya ikut menyerang penghalang tersebut, Qin Chen melihat mereka semua, lalu menghela nafasnya.
__ADS_1
"Haaa.. putri kecil, bisa kamu urus mereka semua? Jangan biarkan mereka kabur dari sini.." Ucap Qin Chen kepada putrinya.
"Baik Ayah!"
Putrinya hanya melayang sedikit kedepan, lalu mengangkat tangannya sedikit ke atas dengan suara yang begitu mendominasi. "Langit membeku!"
Tiba-tiba, dari atas langit mulai mengeluarkan Aura yang begitu dingin, hingga membuat sekujur tubuh mereka membeku satu-persatu. Teriakan belari bisa terdengar di lyar penghalang yang Qin Chen ciptakan.
Putri dari Phoenix es tentunya bisa membekukan langit maupun Surga dengan kekuatan yang ia miliki, bukan hanya Putri dari Phoenix es, ia juga Putri dari Phoenix api, yang belum di ketahui asal usul identitas asli ayahnya.
"Cepat lari! Wilayah ini akan membeku!" Teriak orang-orang disana.
Datang dengan semangat, mereka semua sekarang kabur dengan ketakutan, di tangan Yin'er, mereka hanyalah semut kecil yang tidak tahu diri, dan tidak tahu mana langit dan bumi.
"Meluas!"
Membeku!
Wilayah sekitarnya terselimuti dingin yang abadi, banyak orang-orang yang mati membeku akibat kekuatan Yin'er yang mengendalikan es. Ayah dan anak memang sama-sama kejamnya, mereka tidak memikirkan hal sekitarnya karena semua yang berada dibawahnya adalah semut.
Su'er hanya bisa terdiam melihat orang-orang yang berjatuhan kebawah setelah tubuh mereka membeku, saat jatuh bukannya selamat, melainkan tubuh mereka hancur menjadi butiran-butiran kelereng.
Saat ia melihat ada beberapa orang yang lolos, Su'er mengangkat tangannya ke arah mereka dengan energi berkumpul di ujung jarinya. "Jangan lari!"
Swoosh!
Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan tinggi menjumpai orang-orang yang lolos dari kedinginan yang abadi. Saat serangan mengenainya, mereka semua meledak hingga mati di tempat.
Qin Chen tercengang melihat Su'er menyerang mereka, karena ia belum pernah melihat Su'er membunuh manusia, saat bersamanya, ia hanya membunuh zombie-zombie, dan monster saja.
'Sungguh menarik! Su'er sudah mulai berubah dari sebelumnya.. Hmmm.. dengan begini, aku tidak khawatir lagi jika aku pergi jauh dari tempatnya.' Pikirnya.
Melihat keduanya menyerang mereka yang berdatangan sebelumnya, ia tersenyum karena tidak mengeluarkan banyak tenaganya untuk membunuh mahkluk kecil, meskipun ia memang tidak pernah mengeluarkan sedikitpun tenaganya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*