
Di Alam Mimpi, tujuh Dewa menggabungkan kekuatan mereka menjadi satu dimana saling melesatkan serangan tersebut ke arah badai kekacauan. Ledakan sebelumnya mengucang langit berbintang di hamparan luas Alam Mimpi.
Demon God Dreamland masih bersikap tenang, dimana ia hanya mengeluarkan kekuatan standar, dan belum serius dalam menyerang Qin Chen dan yang lainya.
Namun begitu, kekuatan standarnya bisa di lawan oleh mereka semua disana. Dengan tatapan dirinya yang dingin, ia melihat ke arah Qin Chen yang tengah berdiri dihadapannya.
"Nak ... Kau sungguh sombong, dengan 6 Dewa disampingmu, mereka tidak akan bisa mengalahkanku di Alam ini. Menyerahlah, dan serahkan nyawamu padaku!" Setiap kata-katanya mengeluarkan bencana alam di sekitarnya.
"Bahkan jika mereka tidak membantu, membunuhmu bukanlah apa-apa dimataku! Kau seperti semut yang bisa kuinjak menggunakan kakiku!" Balas Qin Chen dengan membalikan serangan gemuruh kepadanya.
Para Dewa sudah merasakan bahwa bocah di hadapannya mencari kematian miliknya sendiri, dimana ia benar-benar membuat Demon God Dreamland semakin marah.
Dari kejauhan, cahaya berwarna putih seputih mutiara melesat ke arah mereka semua. Itu adalah Dewi Suci, dimana ia merasakan bahwa Aura putra kandungnya ada di sana.
Kaisar Naga Qin merasakan Aura istrinya yang ke tempat mereka, ia tahu bahwa istrinya pasti juga merasakan kehadiran Aura yang sangat akrab dalam diri Qin Chen.
Dalam generasi pertama, terdapat beberapa mahkluk yang diciptakan oleh sang penguasa seluruh Alam, dimana ia menciptakan mereka untuk mengisi langit berbintang.
Karena kejadian di masa lampau, membuat mereka terpaksa menggunakan pecahan tubuh mereka untuk membawa putra mereka menjauh dari kekacauan langit berbintang dulu.
Setibanya Dewi Suci disamping Kaisar Naga Qin, kini ia menatap suaminya yang juga sama-sama tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, dan tentang apa yang mereka rasakan.
"Sayang, apa dia ... " Dewi Suci menunjuk ke arah Qin Chen dimana ia mengeluarkan Aura Naga Azure murni.
Para Dewa sekitarnya bisa merasakan Aura Naga disana, namun semuanya itu menjadi keanehan bagi mereka, sehingga melihat Dewi Suci yang tiba-tiba datang ke tempatnya.
"Awalnya aku sempat terkejut merasakan hal itu, dilihat dari pandangannya, ia tidak tahu tentang siapa kita sebenarnya." Ujarnya.
Dewi Suci, ia tidak bisa menahan rasa rindunya terhadap putranya, dimana ia lalu mendekati Qin Chen dengan perlahan. Para Dewa lainnya mundur, dimana Qin Chen mengangkat alisnya karena bingung.
__ADS_1
Wanita itu lalu berdiri di sampingnya, dimana Qin Chen berbicara. "Siapa anda? Lebih baik menjauh, disini berbahaya untuk seorang wanita, jika anda sama-sama egois dengan wanita dibelakang saya, kematian akan menjemput."
Dewi Suci yang mendengar itu, ia terdiam sesaat mengingat bahwa sekarang ini putranya sudah tumbuh dewasa dan sangat kuat, ia akan menyembunyikan bahwa ia adalah ibunya sebenarnya. "Kenapa kamu ada disini? Kekuatanmu jauh di bawah Yin'er,"
"Ini adalah urusanku, sebaiknya anda berlindung di belakang, Demon God sialan di atas sana tidak akan mau memberikan waktunya lagi." Balas Qin Chen dengan lembut.
Mendengar itu, ia tersenyum melihat putranya tumbuh, lalu melayang ke belakang dirinya dimana ia tidak ingin putranya terluka. Dewi Suci mengedipkan matanya ke arah suaminya, dimana ia memberikan isyarat.
[Tuan, Qin Qui menyarankan anda untuk menciptakan Hukum Ruang dan Waktu, dimana Tuan bisa menggunakan Hukum tersebut untuk membalikkan serangan dan lain sebagainya.]
Saat mendengar hal itu, pikirannya teringat tentang materi-materi tentang Ruang dan Waktu dan konsepnya seperti di Bumi, ia benar-benar akan menciptakan Hukum Ruang dan Waktu.
'Bantu aku'
Saat mengatakan hal tersebut, Qin Chen berdiam diri disana tanpa bergerak sama sekali, dalam hal ini kekuatan yang Qin Chen milik tidak bisa menciptakan sebuah Hukum, karena itu ia sendiri akan pergi ke dalam pikirannya untuk menciptakan hukum.
Tubuhnya tanpa jiwa, dimana Qin Qui lalu merasuki tubuhnya untuk mengendalikan tubuh Qin Chen sepenuhnya, dimana kilauan cahaya melesat ke depan menghancurkan Lautan bintang.
Demon God Dreamland merasakan guncangan Alam Mimpi, ia bisa merasakan bahwa ada entitas yang lebih mengerikan baru saja masuk ke dalam Alam Mimpi miliknya.
"Siapa kau! Cepat tunjukkan wujudmu!" Raungan Demon God Dreamland mengucang langit berbintang, disaat ia melihat ke arah langit berbintang.
Para Dewa sekalian bingung, dan pada saat itu Qin Qui mulai berbicara dengan suara khas miliknya. Dimana ia lalu mengatakan.
Atas kehendak Tuan, maka kekosongan Alam Mimpi akan hancur!
Atas kehendak Tuan, maka Hukum akan di binasakan!
Atas kehendak Tuan, maka mahkluk tertinggi akan di lenyapkan!
__ADS_1
Atas kehendak Tuan, maka orang-orang yang disayanginya dalam pelindungnya!
Dan atas perintah Tuan, entitas tertinggi harus di lenyapkan!
Saat kata-kata itu diucapkan, setiap kata maupun kalimat yang Qin Qui katakan mengandung ayat-ayat yang meledakan jutaan langit berbintang. Mereka semua mendengar suara perempuan yang keluar dari mulutnya Qin Chen.
Demon God Dreamland mendengar perkataan Qin Qui, ia bisa merasakan bahwa Alam Mimpi miliknya mengalami bencana besar, dimana jutaan Langit Berbintang runtuh dalam hitungan detik.
"Siapa kau!"
Suaranya menggema membuat frekuensi tinggi menerjang mereka semua, sayangannya hanya menggunakan ujung jari Qin Qui, serangan tersebut terbelah menjadi dua bagian.
"Dibawah kehendak Tuan, mahkluk rendahan harus mengetahui Langit dan Bumi!"
Qin Qui, ia lalu mengangkat tangannya kedepannya, dimana ia tengah mengendalikan seluruh Dimensi yang ada, tentunya itu adalah hal yang mustahil bagi para Dewa.
Dibawah telapak tangannya, seluruh Dimensi yang tak berujung seperti gelembung sabun yang bisa di ledakan dengan satu jarum tajam. Tangan kirinya melambaikan ke depan mengakibatkan kehampaan abadi terhempas.
Gemuruh guntur-guntur mengguncang Alam Mimpi, bukan hanya Alam Mimpi, Alam Dewa, Surga, Transenden, Immortal maupun rendah, semuanya ikut terguncang hebat.
Guncangan tersebut menciptakan distorsi Ruang dan Waktu, dan mengakibatkan Lautan kehampaan maupun kekosongan mulai runtuh dengan Aura kegelapan masuk ke dalam menghancurkan isi bagian dalam Alam Mimpi.
"Dibawah kehendak Tuan, mahkluk rendah harus di hukum!"
Matanya memancarkan kilauan cahaya yang membentang dengan senyuman tipis di wajahnya, ia kini benar-benar membuat permainan yang tidak akan di lupakan oleh Demon God Dreamland.
Dalam genggaman tangannya, ada Dimensi yang bisa diukur oleh angka, dimana jari kirinya di jentikan sehingga Demon God Dreamland menghilang dari Alam Mimpi!
Itu bukanlah menghilang, tapi ia tertelan oleh Dimensi buatan Qin Qui yang mengurungnya di dalam Dimensi yang bisa di ukur oleh angka, dimana Qin Qui akan mengecilkan Dimensi itu secara perlahan-lahan.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*