
Tanah Kuno adalah tempat rahasia di Alam Immortal, tanah tersebut berada di tengah danau dimana melayang dengan jembatan tanah yang abadi meskipun dihancurkan oleh kekuatan hebat.
Di sekitarnya hanyalah daun berwarna kecoklatan, lalu dengan rerumputan penuh dengan warna hijau tua, seolah-olah tempat itu benar-benar kuno di bandingkan dengan misteri lainnya.
Meskipun begitu, tempat tanah Kuno sangatlah sulit di temukan dengan mata kepala para Dewa, dikarenakan tempat itu adalah tempat suci bersemayam kekuatan maha hebat di masa ini.
Namun, saat ledakan itu terjadi, kekuatan itu jatuh ke reruntuhan kuno di dalam tanah kuno, dimana disanalah tempat bersemayamnya kekuatan yang hebat dibicarakan.
Asal usul kekuatan itu diketahui, karena sebuah bintang ramalan jatuh di arah tepat dimana Qin Chen berada sekarang ini, dimana itu adalah tanah kuno yang diramalkan.
Ditempat Qin Chen berada, ia melihat sekitarnya berwarna tua dan kecoklatan, warna itu membuat mata Qin Chen terbuka cukup lebar, bukan karena terkejut, melainkan mengingat sesuatu.
Namun, ingatan itu tidak kunjung selesai. Qin Chen lalu berjalan kedepan dengan langkah kaki kecil, sambil mewaspadai di sekitarnya jika ada musuh tiba-tiba menerjangnya.
'Qin Qui, apa aku hanya mengikuti tanah ini berada?'
[Benar Tuan, tidak salah lagi ... Ini adalah tempat pecahan Primordial milik Tuan berada. Di masa lalu, tanah kuno menghilang karena waktu, dimana tanah ini lenyap oleh sesuatu yang tidak diketahui.]
'Jadi, apa ini alasannya aku tiba di masa lalu? Apa karena untuk mendapatkan satu pecahan Primordial milikku?'
[Kemungkinan besar benar, karena mengingat pecahan ini menghilang, dan Tuan tidak akan bisa mendapatkannya di masa depan.]
'Baiklah, jika itu yang kamu katakan, aku akan menyelesaikannya dan kembali ke masa depan, monster-monster disana sedang menunggu kejutan dariku!'
[Tentu Tuan.]
Qin Chen melanjutkan perjalanan menuju di depannya, ia mengikuti tanah kuno sambil mengangkat tangannya menyalakan api kecil untuk penerangan disana.
Berjalan melewati hutan, lalu mengikuti jalan melalui tanah di atas Danau, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, selama untuk kembali ke masa depan, ia akan melakukannya.
***
__ADS_1
Di atas jembatan tanah, Qin Chen melihat di sampingnya Danau yang penuh dengan bunga teratai hijau dan ikan koi yang berwarna emas, ikan tersebut memiliki energi yang cukup untuk bertahan hidup di kejamnya Dunia.
Tidak ingin merusak ekosistem alam, Qin Chen berjalan kembali ke depan. Dari kejauhan, Qin Chen melihat bangunan kuno berdiri dengan gagah berani meksipun rapuh.
"Bangunan kuno? Apa ini semacam Istana? Reruntuhan? Atau Dungeon? Labirin?"
Qin Chen hampir menyebutkan banyak hal tentang bangunan tersebut, dan pada akhirnya di hentikan oleh Qin Qui.
[Reruntuhan Kuno.]
Saat berjalan mendekati bangunan tersebut, Qin Chen berhenti di depan pintu masuk reruntuhan tersebut dengan kepalanya mendongak sedikit keatas melihat tulisan di atas sana.
"Di antara ribuan Dewa, hanya ada satu orang yang bisa mengambilnya, di antara ribuan langit berbintang, hanya ada satu langit mengelilingi langit lainnya."
Qin Chen sedikit bingung dengan tulisan di atas pintu masuk reruntuhan di depannya, tulisan tersebut terukir dengan tulisan kuno, dan memiliki arti mendominasi seluruh langit.
Berpikir bahwa setiap reruntuhan kuno di Alam yang lebih tinggi akan memiliki kata-kata seperti ini, ia menjadi semakin penasaran dengan Primordial miliknya di dalam sana.
Meksipun begitu, bahan itu memiliki batas waktu yang harus di ganti setiap akan hancur, itu seperti kutukan, namun itu bukanlah kutukan yang sudah di atur oleh orang lain.
Qin Chen lalu masuk ke dalam ruangan gelap gulita tanpa penerangan, ia menggunakan bola api menerangi sekitarnya, Qin Chen lalu berjalan menelusuri lorong reruntuhan tersebut dengan bijak memilih jalan menurut naluri hati.
"Apa di dalam sini memiliki keamanan sendiri? Seperti monster ataupun iblis kecil yang muncul untuk menyerang penyusup? Seperti adegan sebelumnya, dimana tempat labirin Dewi Bulan menyebalkan itu ...
Jika aku sampai di Alam Surga, tempat pertama kali yang akan aku kunjungi adalah tempat Dewi Bulan, lalu aku akan memberikannya hukuman berat seberat-beratnya!
Tapi, jika itu aku di wilayahnya, jika tidak ... Aku akan berpetualang mencari tempat wilayah wanita itu, meksipun aku tahu namanya, bagiku dia tetaplah wanita misterius yang membuatku berjalan menjadi yang terkuat."
Qin Qui hanya diam mendengar ocehan Qin Chen di dalam reruntuhan, ia berjalan mengikuti naluri saja dan pada saat bertemu dengan simpang tiga di depannya ia berhenti.
"Kanan? Kiri? Depan? Yang mana aku pilih?"
__ADS_1
[Semuanya sama saja, Tuan. Mungkin hanya ada beberapa jebakan saja.]
Suara di kepalanya terdengar seperti sedang tidak senang, Qin Chen menjadi bingung dengan Qin Qui, ia lalu berjalan tetap lurus kedepan karena tujuannya tidak pernah belok sana belok sini.
Maju pantang mundur, itu adalah jalan miliknya sendiri.
Setelah mengambil keputusan, ia melanjutkan perjalanannya kedepan menuju tempat yang belum ia ketahui sebelumnya. Dalam gelapnya ruangan, hanya terdengar suara tetesan air, dan suara-suara menyeramkan lainnya.
Roh-roh jahat melayang untuk membuat Qin Chen tersesat ke jalan yang salah, namun semuanya dihapuskan oleh Qin Chen dengan kemampuan cahaya Dewa.
Setelah satu jam berjalan di dalam lorong, akhirnya ia sampai juga di depan pintu dua kali lipat lebih besar dibandingkan pintu masuk sebelumnya, dalam benaknya sekarang ini.
'Apa aku jalan masuk ke bawah tanah ya ... Karena dari tadi aku merasakan jalan lurus, tapi oksigen disini sangatlah tipis!'
[Tuan masuk ke dalam Ilusi mata, dimana hanya melihat jalan lurus, namun sebenarnya Tuan berjalan kebawah tanah, dan seolah-oleh Tuan hanya melihat semuanya adalah datar.]
"Jadi begitu! Jadi, selama ini aku mencari tahu bahwa Bumi itu datar ternyata benar ya ... Selama ini, bumi itu datar, dan manusia disana terkena ilusi dan mengira bumi itu bulat! HM! HM! Aku sekarang aku paham."
[ ... ]
[Tidak seperti itu Tuan. Bumi tetaplah bulat, hanya di dalam reruntuhan ini saja yang terlihat datar walaupun sebenarnya Tuan berjalan kebawah.]
"Hmph!" Qin Chen cemberut dengan perkataan Qin Qui saat ini, karena ia hanyalah bercanda dengan semuanya. "Padahal aku hanya bercanda, karena suasana disini sangatlah sunyi, dan tidak ada teman untuk berbicara."
[Maafkan saya Tuan, sangat sulit bagi saya untuk mencerna semua pemikiran Tuan saat ini, karena imajinasi Tuan sudah melebihi ekspektasi milik saya sekarang ini.]
"Tidak apa-apa, aku paham dengan semuanya, sekarang tujuanku adalah dalam ruangan ini, ada apa didalam sana? Musuh! Atau teman!"
Qin Chen lalu berjalan kedepan, dan menyentuh pintu besar tersebut dengan kedua tangannya, dan secara perlahan-lahan mendorong kedepan hingga terbuka lebar.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*