
Mereka bertiga yang telah keluar dari dalam ruangan tadi, kini berjalan melanjutkan perjalanan menuju harta karun yang Qin Chen ingin dapatkan untuk koleksinya.
Sepanjang perjalanan, ia yang berjalan sambil di peluk oleh putrinya di sebelah kanannya, disana putrinya memeluk ayahnya dengan senyuman senang.
"Kalau begini terus, ayah akan mencarikan putri kecil ayah pasangan..." Ucapnya dengan suara lembut.
"Hmph! Tidak mau! Yin'er hanya mau bersama dengan ayah! Selamanya..." Balasnya dengan nada tidak suka dengan pria lainnya.
Qin Chen yang mendengar itu, ia lantas Terkejut mendengar pengakuannya terhadap Qin Chen, Qin Chen lalu menghela nafasnya dengan pendek untuk berbicara kepada putrinya.
"Haish.. Baiklah, jika itu pilihan Yin'er, ayah tidak akan memaksamu, karena itu adalah pilihanmu untuk masa depanmu.." Ujarnya.
"Hmmmm..."
Ia tidak bisa berkata apa-apa, kini berjalan menuju tempat hara tersebut berada, Qin Chen tidak sempat untuk berbicara banyak kepada wanita tersebut. Kini orang yang ia inginkan telah pergi meninggalkan kehidupannya.
Qin Chen yang melihat Su'er berjalan sedikit di belakangnya, dimana ia membuat Qin Chen semakin bersalah, karena ia tidak menepati janjinya sebelumnya.
Dengan lembut, Qin Chen menyapanya untuk meminta Su'er berjalan di sampingnya. "Su'er, kemarilah... Jalan di sampingku..."
Ia yang mendengarnya lalu menjawab, "Tidak... Aku lebih baik berjalan di sini,"
Mendengar perkataan Su'er, Qin Chen lalu berhenti dengan paksa di tarik ke depan, tepatnya di samping Qin Chen agar ia bisa berjalan di sampingnya.
Ia yang dipaksa di tarik membuat ia terkejut, karena Qin Chen memaksanya untuk berjalan di sampingnya. Qin Chen lalu mengangkat tangannya ke atas dengan lembut mengelus kepalanya, dengan wajahnya yang sedikit mendekati lehernya.
"Aku tidak mau hubungan kita pudar, karena kamu melihat apa yang kulakukan, tapi yang jelas aku akan menepati janjiku, pada waktu yang tepat saja.." Ucap Qin Chen dengan suar yang menyeringai di lehernya.
"Aku tidak marah dengan semuanya, entah kenapa aku hanya ingin sendiri untuk beberapa waktu... Tapi aku tahu, disini sangat berbahaya, berbeda dengan Bumi..." Ujarnya menjawab pertanyaan Qin Chen.
Qin Chen tertegun dengan jawabannya, ia lalu menariknya ke dalam pelukannya, ia mengedipkan matanya kepada putrinya untuk memberikan waktu berbicara kepada Su'er.
__ADS_1
Putrinya yang tahu kodenya, ia tersenyum dengan memalingkan wajahnya menunggu ayahnya selesai berbicara dengan Su'er, disana Qin Chen yang berdiri di sampingnya, ia lalu melihat lebih dekat lagi.
Huft...
Qin Chen di depan Su'er, bahkan wajahnya satu sentimeter lagi akan menyatu dengan sempurna, bibir mereka berdua perlahan saling menyentuh sama lainnya.
Perlahan mereka saling berbagi kenikmatan, dimana putrinya ada di belakangnya sekarang ini. Ia tahu kodenya jadi, ia tidak mau mencampuri urusan ayahnya dengan Su'er di sana.
Hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat dedaunan berjatuhan ke bawah dengan terbawa angin, Qin Chen yang sedari tadi menciumnya, kini ia melepaskannya dengan Su'er yang sudah memerah di wajahnya.
Pikirannya sudah kacau, karena itu adalah ciuman pertamanya yang di ambil Qin Chen, bahkan ia tidak pernah melakukannya apapun hal aneh di Bumi.
Qin Chen yang telah memberikan ciumannya, karena itu adalah bukti bagi Qin Chen yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi sebelumnya.
Ia perlahan mendekati telinganya, disana ia berbicara dengan suara yang lembut. "Su'er, aku akan mengambilnya setelah kita disini sudah selesai, aku sudah berjanji kepada paman dan bibi untuk melindungimu, menjagamu, maupun membahagiakanmu... "
Qin Chen tidak mau melukai perasaannya lagi, karena sudah cukup baginya menderita 3 tahun lamanya, dan sekarang Qin Chen mau membahagiakannya karena ia adalah seorang dimana disaat Qin Chen butuh, ia selalu ada di sampingnya.
"Sekarang, kita akan melanjutkan perjalanan menuju harta karun, karena setelah mendapatkan banyak harta karun, aku akan menyelesaikan tujuanku untuk menguasai Alam Immortal rendah ini." Kata Qin Chen dengan pelan.
"Ba-baik..."
Ia lalu tersenyum manis dengan memegang tangan kanan Su'er menggunakan tangan kirinya, sekarang Qin Chen membalikkan tubuhnya dengan lembek mengelus kepala putrinya.
Merasakan ada yang menyentuh kepalanya, ia lalu memalingkan wajahnya ke arah belakang dimana ayahnya tengah mengelus kepalanya. "Apa ayah sudah selesai?" Tanya putrinya.
"Ya, ayah sudah selesai, sekarang kita akan mencari harta karun.." Ujarnya.
Putrinya mengangguk kecil, ia lalu berjalan bersama ayahnya untuk mendapatkan harta berharga di setiap peta, disana terlihat seorang pemuda yang memegang tangan seorang wanita di sebelah kirinya, dan seorang gadis cantik memeluk tangannya.
Kedua sisi di kelilingi wanita cantik, siapa lagi kalau bukan Qin Chen. Qin Chen yang sekarang tengah berjalan menuju tempat dimana harta itu berada, kini ia melihat sekitarnya yang masih cukup jauh untuk sampai.
__ADS_1
"Jaraknya cukup jauh, dengan berjalan kaki akan membutuhkan 4 Jam lagi dari sini, jika terbang hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai." Ucap Qin Chen dengan suara yang terdengar rendah.
"Tidak apa-apa, lebih baik jalan kaki untuk menyehatkan tubuh, ketimbang kita terbang menuju tempat dimana harta itu berada." Sahut Su'er dengan perkataan Qin Chen sebelumnya.
"Benar Ayah, lebih baik jalan kaki, karena Yin'er masih ingin memeluk Ayah Yin'er yang baik, tampan, dan penyayang ini..." Putrinya seperti sedang memuji ayahnya yang berada tepat di sampingnya.
"Baiklah.. "
Qin Chen tidak bisa menolak lagi, karena ketika dua wanita di sampingnya tidak mau cepat-cepat sampai di dungeon tersebut, karena mereka masih menikmati perjalanan mereka bertiga di hutan warna.
Di jalan, Qin Chen yang berjalan bersama mereka bertiga di kedalaman hutan, dimana mereka bertiga tidak sengaja bertemu dengan hewan yang tengah bertarung satu sama lainnya.
Hewan tersebut adalah monster iblis Harimau, dan iblis serigala. Dua monster iblis saling bertarung hingga mengakibatkan sebagian hutan hancur berantakan, dengan sebuah api yang berkobar dimana-mana.
Melihat tersebut, Qin Chen dengan meniup api tersebut dengan hembusan angin yang keluar dari mulutnya, tidak membutuhkan waktu lama. Angin yang kuat mulai terasa di sekujur tubuh mereka berdua.
Wushh!
Angin kencang tersebut memadamkan api yang berkobar-kobar di hutan, Qin Chen yang malas melihat kedua monster tersebut, ia dengan sengaja membunuhnya menggunakan bilah Angin.
Srash! Srash!
"ROARRR!"
Suara mereka berdua yang begitu keras hingga penjuru hutan, dimana ada banyak sekali monster-monster lainnya berkeliaran di hutan, mereka semua yang mendengar suara tersebut, kini mereka semua berdatangan ke sumber suara tersebut.
Qin Chen yang merasakan ada banyak Aura membunuh yang mulai berdatangan di segala sisinya, kini ia menatap ke sekitarnya dengan tatapan membunuh kembali.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1