
Alam Immortal tertinggi, sempat dikenal dengan sebutan Ayah dari para Immortal, Alam Immortal tertinggi merupakan tempat para yang Abadi berkumpul untuk melanjutkan perjalanan menuju Kedewaan.
Dikatakan bahwa Ayah dari para Immortal memiliki 2 ras Utama di dalamnya, Abadi, dan Roh. Kedua ras tersebut menguasai Alam berbeda-beda, Abadi yang menguasai Alam Immortal tertinggi. Sedangkan ras Roh, mereka menguasai Alam Roh, dimana tempat jiwa-jiwa yang telah mati berada disana.
Kedua ras tersebut pernah berperang hingga menyebabkan populasi kedua ras tersebut berkurang besar, dalam waktu Jutaan tahu kemudian. Kedua ras tersebut sudah memulihkan kembali kekuatan, dan sekaligus mahkluk di kedua ras tersebut sudah meningkat
Sampai sekarang, kedua ras masih saling berperang satu sama lain, perang kali ini bukanlah perang panas, melainkan perang dingin yang dilakukan Alam Roh terhadap Alam Immortal tertinggi.
***
Alam Immortal, Bintang Seribu
Satu hari telah berlalu setelah deklarasi Qin Chen kepada seluruh Alam Immortal rendah, dimana ia mendeklarasikan namanya sendiri di seluruh Alam Immortal rendah untuk membuat mereka semua mengetahui pemimpin tunggal di seluruh Alam Immortal rendah.
Dalam hal ini, Qin Chen berada di dalam kamarnya dengan disampingnya terlihat seorang wanita cantik tengah tidur dengan lelap, wanita itu tidak lain adalah Su'er sedang tertidur pulas.
Sedangkan untuk putrinya, ia memiliki ruangan sendiri di ruangan lain selain tempat Qin Chen sekarang ini, didalam ruangannya terdapat banyak sekali boneka-boneka, dan berbagai barang yang manis untuknya.
Sedari kecil tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang Ayah, sekarang, ia mendapatkan perhatian dari seorang Ayah yang sangat baik. Meksipun umur mereka berdua sama-sama 18 tahun.
Tubuhnya berusia 18 tahun, tapi jiwanya berusia 100 tahun, akan sulit baginya untuk membedakan berapa usianya sebenarnya. Jika benar 18 tahun, berarti ia akan sama dengan putrinya.
Dan jika itu 100 tahun, maka usianya masih pantas di sebut Ayah. Meskipun begitu, Qin Chen tidak bisa menutupi kemungkinan, bahwa dirinya berusia 18 tahun dengan penampilan yang begitu tampan, hingga memikat Ratu Es.
__ADS_1
Semalaman, Qin Chen terbaring dengan membaca buku sihir, buku Sihir dengan harga ratusan juta triliun untuk ia pelajari. Dimana semuanya ia lakukan untuk Su'er, agar ia bisa berlatih sihir dengan baik.
'Aku sudah menghapal semua Skill Sihir ... Seharusnya dengan ini, aku bisa mengajari Su'er cara menggunakan Sihir menggunakan energi Alam, atau energi sekitarnya.'
Qin Chen berbicara di dalam hatinya, saat malam itu menghapal buku, ia terus mendapatkan sebuah godaan surgawi di depan matanya, ingin melahap! Tapi, Qin Chen tidak memiliki keberanian.
Bukan karena ia takut, melainkan sebuah alasan lainnya, dimana tidak bisa diceritakan oleh sebuah kata-kata saja. Saat ini, Qin Chen berada di sampingnya, ia lalu memiringkan tubuhnya dengan perlahan.
Tangannya diletakkan di atas wajahnya, dengan lembut Qin Chen mengelusnya untuk mendapatkan kenyamanan. "Jika dari awal, aku memiliki kekuatan untuk mengubah Dunia, atau menciptakan kembali dunia baru ... Aku ingin sekali membawamu kesana, dan hidup bahagia berdua untuk selamanya ... "
Suaranya membuat Su'er tidak bisa berkata-kata, Su'er sebenarnya sudah terbangun dari tadi, ia tidak bergerak sama sekali untuk menunggu reaksi Qin Chen kepadanya.
Disaat Qin Chen masih dibumi, ia memang mendambakan Su'er, dan ingin memilikinya untuk dirinya sendiri selamanya. Tapi kenyataan itu sirna, disaat Qin Chen mati karena kecerobohan semata yang ia buat sendiri.
"Jika aku bisa memutar kembali waktu ... Aku akan memutarnya, lalu pergi ke tempatmu untuk mendapatkanmu sepenuhnya ... Sekarang, aku sudah memiliki tanggung jawabku sebagai seorang pria, aku memiliki seorang putri yang berusia sama sepertiku ... " Dalam terbitnya matahari menyinari bumi, Qin Chen masih berbicara sendiri dengan lembut mengelus wajahnya.
Qin Chen sudah dari tadi berbicara sendiri di dalam kamarnya, hingga Su'er pura-pura terbangun dari tidurnya yang pulas, ia dari tadi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Qin Chen kepadanya.
Su'er mengusap matanya, lalu melihat Qin Chen di hadapannya. Melihat Qin Chen sekarang ini, ia merasa hatinya bercampur aduk dengan perasaannya.
"Qin Chen ... Apa kamu berbicara denganku tadi? Karena, aku mendengar suara seseorang berbicara tentangku ... " Su'er berpura-pura bertanya kepada Qin Chen sekarang ini.
"Tidak ada, hanya aku yang berada ditempat ini ... Aku hanya mengelus wajahmu yang halus, karena aku sangat merindukannya ... " Sama halnya dengan Qin Chen, ia menyembunyikan perkataannya sebelumnya.
__ADS_1
"Jadi begitu ... Apa sekarang kamu akan melatihku? Karena aku ingin sekali belajar tentang kekuatan Sihir ... Dengan kekuatan Sihir, aku bisa membantumu dari jarak jauh ... " Baru bangun dari tidurnya, Su'er mengatakan ingin belajar cara menggunakan sihir di dunia ini.
Qin Chen sudah berjanji kepadanya untuk mengajarinya cara menggunakan sihir, melihat kegigihan Su'er, dan semangat membaranya membantu ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Berdiri dari tempat tidur, lalu mereka berdua berjalan menuju tempat lapangan latihan, di lapangan tersebut terdapat kursi penonton yang begitu besar.
Setibanya di tempat altar pertandingan, Qin Chen berdiri dengan menggunakan pakaian berwarna biru muda. Qin Chen melihat sekeliling, dimana sekelilingnya memiliki energi Qi yang begitu murni berada di sekitarnya.
'Sungguh Istana yang aneh! Karena aku bisa merasakan energi Qi murni, ' Qin Chen berada di sekitar energi murni, ia melihat sekelilingnya hanya ada kursi penonton.
Menganggap Istana Kaisar miliknya aneh, mereka berdua berdiri di tengah-tengah altar pertarungan antara pasukan maupun prajurit yang ia miliki sendiri.
"Su'er ... Sekarang kita berada di Altar pertarungan antara pasukan maupun prajurit, dimana mereka bertarung dengan segala kekuatan yang mereka miliki untuk melindungi istana mereka, rumah mereka!" Qin Chen berbicara dengan nada yang cukup keras di akhir kalimatnya.
"Sebelum aku melatihmu menggunakan sihir, kita akan pergi dari Alam ini menuju Alam Immortal tertinggi ... Dimana, Alam tersebut adalah pusat para yang Abadi berkumpul untuk menjadi seorang Dewa." Menjelaskan tentang yang Abadi kepada Su'er di sampingnya.
"Apa kita akan pergi ke lagi? Bukankah kita baru saja sampai disini ... Apa kamu tidak ingin berjalan-jalan sebentar lagi ... " Su'er menjawabnya dengan nada yang bingung.
"Aku memang sempat kepikiran untuk tinggal di sini beberapa waktu lagi ... Tapi, aku memiliki masalahku sendiri, hingga membuatku harus secepatnya naik ke Alam Immortal Tertinggi." Qin Chen masih merahasiakan tentang istri kecilnya di dunia buatannya.
Su'er melihat wajah Qin Chen seperti menyembunyikan sesuatu, dengan jelas wajahnya bisa terlihat gugup hingga membuat Su'er curiga kepada Qin Chen. Tidak bisa menahan rasa penasarannya, Su'er lalu bertanya langsung kepada Qin Chen. "Apa kamu memiliki istri lain? Selain ibunya Yin'er? Jika benar ... Kenapa kamu menyembunyikannya?!"
Mendengar pertanyaan Su'er, Qin Chen tidak bisa berkata-kata lagi, ia melihat wajahnya yang gugup, dimana semakin membuat Su'er penasaran dengan Qin Chen yang sekarang ini.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*