
3 Tahun yang lalu,
Di sebuah pinggir jembatan yang tidak terlalu ramai akan orang-orang yang berjalan. Jembatan itu berwarna merah, dengan arsitektur bangunan yang bagus.
Di pinggir jembatan itu, bisa terlihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian putih, dengan celana bokser. Wajahnya yang penuh akan luka pukulan, meksipun ia memiliki kemapuan Hacker, ia hanya membalasnya dengan cara internet.
Ia yang duduk di samping wanita cantik, dimana wanita itu sedang memberikan perawatan pertama kepada Qin Chen. Ia membersihkan luka tersebut menggunakan air dingin.
Qin Chen menahan rasa perih, dimana Su'er tengah membersihkan lukanya. Ia membersihkan luka Qin Chen dengan lembut sambil melihat Qin Chen yang tengah menahan rasa sakit.
Ia melihat ke arah Su'er yang tengah membersihkan luka di wajahnya, Qin Chen yang berbicara dengan polosnya, "Apa kamu menyukaiku Su'er?"
Mendengar perkataan Qin Chen, Su'er disana langsung mengusap-usap luka di wajah Qin Chen dengan kasar, hingga membuat Qin Chen merasakan sakit.
"Aduh..duh... sa-sakit..." Teriak kesakitan Qin Chen.
"Biarin! Siapa juga yang menyukaimu, dasar pria lemah!"
Su'er yang mengatakan dengan nada yang marah kepada Qin Chen, ia mengusap-usap wajahnya dengan kesal kepada Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen hanya diam disana merasakan rasa sakit, yang dimana lukanya diusap-usap oleh Su'er dengan kesal. Setelah mengusap-usap dengan lama, Su'er mulai kembali pelan membersihkan lukanya.
"Hmph! Makanya jangan mengatakan apa yang tidak kamu lakukan!"
"Baik-baik.."
Qin Chen sekarang hanya diam hingga luka-luka sudah selesai di bersihkan oleh Su'er. Mereka berdua duduk di pinggir jembatan, dimana sudah disediakan tempat duduk yang bisa digunakan 2 orang.
Mereka duduk disana dengan tanpa ada satu orangpun yang melakukan pembicaraan, Qin Chen disana melihat langit yang cerah, dimana ia sangat berterimakasih kepada Su'er.
"Jika sudah lulus, aku akan mengumpulkan banyak uang untuk ......"
***
Di sebuah tempat dimana Qin Chen yang tengah melesat menuju tempat orang tersebut, disana ia menerjang langsung pintu-pintu yang menghalanginya.
__ADS_1
Boom!
Pintu-pintu meledak dengan sangat besar, Qin Chen langsung masuk melihat pria menjijikkan tengah bermain dengan seorang karyawan di dalam ruangannya.
Melihat orang yang telah menghilangkan barang yang sangat berharga bagi Qin Chen, ia melesat dengan cepat menendang dada pria tersebut dengan kerasnya.
Buk!
Suara tendangan Qin Chen membuat ia terlempar ke kaca lantai sepuluh dari gedungnya. Pada saat ia terlempar dengan tanpa pakaian, tubuhnya menghantam kaca tersebut hingga retak.
Crack!
Qin Chen yang melihat ia sudah terlempar keluar, ia langsung melesat mendekati orang itu untuk menghajarnya secara brutalnya. Sayatan demi sayatan Qin Chen lontarkan ke tubuhnya hingga pada saat.
Dimana Qin Chen menerjang kembali orang tersebut dengan keras ke kota, tidak peduli latar belakangnya, karena sudah berurusan dengan Qin Chen. Berarti mereka sudah siap untuk mati.
Pada saat ia terlempar jauh ke kota, disana mulai terjadi sebuah ledakan.
Boom!
"Arkkkkk!"
Kemarahannya di lampiaskan kepada orang yang telah menghilangkan barang buktinya, ledakan tersebut menghancurkan 5 gedung di sekitarnya dengan lubang besar.
Korban jiwa pada berjatuhan, Dewa Kematian mencatat banyak jiwa yang akan ke Neraka. Sekaligus gaji Dewa Kematian akan naik, karena mendapatkan jiwa yang banyak, mungkin jabatannya akan naik menjadi menteri.
Setelah melihat pria itu, ia langsung mendekati orang yang ia hajar barusan. Ia yang sudah didekatnya, laku mengangkat kepalanya dengan menatap dengan jijik.
"Han Lunguo, sudah lama aku ingin menghajar pria bajing*n seperti kau! Sekarang, kau malah membuatku marah dengan cara melenyapkan semua bukti kecelakaan pesawat keluargaku!"
Han Lunguo, ia melihat ke arah Qin Chen dengan pandangan buram. Qin Chen lalu mengangkat tangannya ke atas dengan menghantam kepalanya dengan keras.
Duarr! Crack!
Kehancuran semakin besar, dengan semakin banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Setelah melihat Han Lunguo mati, ia mulai melayang ke atas dengan melihat sekitarnya, karena ia tidak melihat Su'er di dalam gedung.
__ADS_1
"Dimana dia? Apa dia telah pergi?"
[ Setelah perkataan Tuan tadi, ia berlari keluar dari gedung dengan wajah yang penuh air mata. Sepertinya Tuan melupakan sesuatu yang penting lagi. ]
Qin Chen mendengar penjelasan Qin Qui, ia menjadi bingung dengan perkataan Qin Qui. Karena Qin Chen tidak tahu tentang janji apa, lalu ia pergi dari sana memikirkan apa yang dibilang oleh Qin Qui.
Ia melesat pergi terbang menuju tempat pinggir Danau, dimana disana tempat yang tenang dan bisa membuat Qin Chen tenang, dan ia bisa mencerna semua penjelasan Qin Qui.
***
Setelah sampai di Danau yang tidak ada orang-orang disana, ia mulai turun ke bawah untuk melanjutkan pencarian tentang keluarganya, dan sekaligus mencerna penjelasan Qin Qui tentang Su'er.
Ia yang duduk di pinggir danau dengan sebuah batu di bawahnya, ia duduk dengan wajahnya yang tenang tanpa ada sebuah sedikitpun senyuman di wajahnya.
"Keluarga Han! Apa mereka juga terangkut dengan kecelakaan pesawat itu, jika benar mereka terlibat, aku tidak akan membiarkan mereka semua lolos dari Kematian!"
Qin Chen yang tengah terduduk, ia langsung melesat menuju tempat pemakaman keluarganya, meksipun belum ditemukan tubuh mereka berdua, tapi sudah sangat lama mereka menghilang, dan membuat sebua batu nisan untuk mereka.
Dibalik pergunungan, dimana letak rumah Qin Chen yang lama, disana ia melihat sebuah patok batu nisan, tanpa ada penghalang, Qin Chen menuju ketempat tersebut.
Ia lalu berjalan mendekati dua pemakaman tersebut, lalu perlahan duduk dengan tenang tanpa mengeluarkan air mata. Karena Qin Chen seperti tidak bisa menangis lagi.
"Ayah.. Ibu.. Putra kalian sudah kembali ke tanah kelahiran.. Jika kalian mendengar perkataanku, aku janji akan menemukan kalian berdua, aku juga akan mencari tahu siapa dalang yang membuat kecelakaan pesawat tersebut."
Qin Chen menundukkan kepalanya, ia meminta Qin Qui untuk memberikan ia bunga untuk memberikan kepada kedua orang tuanya yang telah tiada akibat kecelakaan pesawat.
Disana, ia membersihkan makam tersebut dengan tangannya sendiri, dengan perlahan ia membersihkan bagian belakang Pemakaman yang ia buat sendiri.
Krakk!
Suara retakan sebuah kayu terdengar di telinganya, Qin Chen mengingat kembali apa yang ia kubur disana tidak ada, hanya pakaian kedua orang tuanya yang menandakan tempat mereka.
Qin Chen dengan cepat menggali tempat tersebut, dengan selesainya menggali, ia melihat sebuah kota kayu dengan ukiran Naga, kayu tersebut mempunyai energi Spiritual yang sangat besar.
Qin Chen lalu mengangkatnya ke atas, dengan menutup galian tersebut. Setelah di tutup, Qin Chen melihat bahwa kotak tersebut di segel oleh kekuatan yang hebat, dan segel tersebut dibuat untuk mempertahankan kekokohan kotak sekaligus menekan Auranya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*