System Prince Charming

System Prince Charming
P R O L O G


__ADS_3

...Happy reading...


Di era sekarang siapa yang tak menginginkan kehidupan mewah? Semua orang ingin itu termasuk aku. Aku bersyukur bisa dilahirkan di keluarga yang mapan dan dilimpahkan kasih sayang.


Sebagai anak bungsu dan perempuan satu-satunya, aku sangat di manja oleh semua orang. Mempunyai 3 kakak laki-laki yang sangat perhatian membuatku tak perlu merasakan apa itu sakit. Aku pikir dengan keluargaku sekarang aku akan selalu hidup bahagia.


Tapi ternyata itu hanyalah pikiran sesaat. Setelah kehadiran seseorang, perlahan mereka mengabaikan ku. Putri yang mereka limpahkan kasih sayang telah dilupakan. Adik yang mereka jaga telah diabaikan.


Perlahan semua kasih sayang yang diberikan olehku diberikan padanya. Aku seakan tidak pernah ada di keluarga itu lagi.


Saat umurku berusia 13 tahun mama dan papa membawa seorang gadis perempuan dengan pakaian kumuh mereka berkata akan mengadopsinya. Awalnya aku bahagia saat akan mempunyai seorang adik walau bukan kandung. Tapi entah bagaimana perlahan semua berubah. Mama dan papa semakin jarang meluangkan waktu mereka untukku.


Pernah aku ingin bertanya tapi adikku mengatakan untuk tidak mengganggu mereka.


"Mereka sibuk kak, jangan membebani mereka," begitu katanya. Aku menurut biar bagaimanapun mereka sudah membiayai semua kebutuhanku dan keluarga ini. Aku tak ingin menambah beban mereka.


Sebulan... Dua bulan... satu tahun... Mereka sudah tak pernah memperhatikanku. Yang hanya diperhatikan hanya adikku. Aku mencoba memaklumi mereka karena adikku dulunya tak pernah mendapat kasih sayang orang tua. Tapi lama-lama mereka kadang membentakku jika aku bertanya kenapa mereka tak pernah memperhatikanku.


"Kamu sudah besar! Jangan jadi manja!"


Saat itu aku menangis. Itu kali pertama aku menerima ucapan keras dari papa. Papa yang aku anggap sebagai sosok paling lembut di dunia membentak ku. Aku tak percaya itu.

__ADS_1


"Sudahlah kak, papa mungkin lelah setelah pulang bekerja," ucapan adikku saat itu membuat aku kembali bangkit. Aku saja yang terlalu terbawa hati sampai tak memikirkan keadaan papa.


Sejak saat itu aku terus menerus menerima saran adikku. Tentang semua cara berpakaian, cara bersikap, dan lain-lainnya. Aku berpikir bahwa adikku lah yang terbaik. Tapi aku tak sadar jika sejak saat itu pula semua orang menjauhiku termasuk ketiga kakakku.


Mereka lebih memperhatikan dan menyayangi adik angkat mereka dibandingkan aku yang faktanya adik kandung mereka. Aku bagaikan orang asing yang tinggal disana.


Pernah aku berpikir apakah aku terlalu membebani mereka? Apa aku mempunyai salah kepada mereka hingga mereka mengabaikan ku? Itulah yang aku pikirkan. Tapi aku terlalu naif untuk mengetahui kebenarannya. Aku hanya menganggap mereka harus memberi lebih kepada adikku.


Tapi sejak kehadiranny semua berubah. Mama dan papa mengabaikan ku, ketiga kakak laki-laki ku juga tak mempedulikan ku. Sering kali aku mendapat perlakuan kasar oleh mereka dengan mengatakan hal yang tak pernah aku lakukan.


"Kamu jangan pernah menghina Letta! Dia adalah putri keluarga kami!"


Aku masih mengingat jelas bagaimana perlakuan mereka. Jika Letta putri kalian lalu aku siapa?!! Ingin rasanya aku memaki mereka, tapi apalah daya aku tak bisa.


"Dasar anak tak tau diri! Sudah beruntung kami membesarkanmu! Lihat pakaian mu! Seperti seorang penggoda!"


Mama berkata seperti aku bukan anaknya. Dapat ku lihat mereka semua menatap benci kearah ku. Semuanya tak percaya lagi padaku. Aku sudah mengalami itu beberapa kali, tapi aku tetap saja naif! Aku selalu berpikir bahwa Letta itu hanya gadis polos tak tau tentang kejamnya dunia. Gadis seperti itu cocok untuk dimanfaatkan tapi nyatanya aku lah yang dimanfaatkan.


Setiap hari yang kudapat hanya hinaan sementara Letta selalu mendapatkan sorotan. Aku sama sekali tak iri tapi semuanya mengatakan hal sebaliknya. Aku hanya diam karena Letta mengatakan bahwa aku hanya harus diam. Aku bagaikan boneka yang selalu menuruti perintah Letta saat itu.


Lalu tiba hari aku yang saat itu dinner dengan kekasihku tak menyadari bahwa aku di bawa ke sebuah gudang usang. Disana aku melihat Letta yang sedang duduk tenang melihat kearah ku dengan senyum manis.

__ADS_1


Kupikir Letta disana menungguku tetapi aku malah mendapat pengakuan yang mengejutkan. Dia merencanakan ini semua sejak pertama kali datang ke rumah ku. Merencanakan bersama ibu kandungnya untuk menguras seluruh harta papa dengan menjadi anak angkat yang polos. Dari menyingkirkan ku hingga membuat semua orang bertekuk lutut di hadapan nya.


Dan yang lebih parahnya lagi kekasihku yang aku cintai dan percayai telah mengkhianati ku. Orang yang membuatku nyaman ternyata adalah kekasih dari adikku sendiri. Aku pikir hanya dia yang berpihak padaku saat semua orang berbalik arah ternyata tidak!


Rumor yang beredar dikalangan remaja itu juga adalah perbuatan Letta. Semua yang terjadi padaku dikarenakan satu orang yaitu Letta!


Letta dan Rio-kekasihku adalah orang yang sangat aku percayai di dunia ini. Tetapi ternyata orang yang ku percayai adalah musuh yang sesungguhnya.


Letta telah merebut segalanya dariku. Bermula dari keluarga, kasih sayang, lalu setelahnya kekasihku? Apakah semua ini yang aku dapatkan?


Aku kecewa... Aku kecewa pada diriku yang terlalu naif. Seandainya sejak dulu aku sudah menyadarinya mungkin aku bisa membuat Letta membuka kedoknya.


Aku harus memberitahu keluargaku dengan begitu Letta tak akan berhasil mencapai tujuannya. Begitulah yang aku pikirkan. Tapi sekali lagi itu hanyalah angan-angan belaka. Aku yang saat itu mencoba kabur dari mereka langsung tertabrak mobil yang melaju dengan cepat.


Aku hanya ingin memberitahu mereka bahwa apa yang mereka lihat bukanlah yang sesungguhnya, itu saja.


"Mama, papa, Kak Sam, Kak Ger, Kak El, maaf. Freya minta maaf," Maaf karena aku terlalu naif sampai membuat keluarga kita seperti ini. Hanya itu yang bisa aku ucapkan disaat terakhir sampai menutup mata dengan air mata menetes di pipiku.


'Jika aku bisa aku ingin merebut segalanya menjadi milikku. Tak peduli siapapun itu. Aku ingin semua merasakan apa yang aku rasakan. Selama ini aku selalu bersikap naif tetapi mulai saat ini aku Freya akan bersikap seperti antagonis. Merebut semua milik protagonis utama menjadi milikku. Ini lah yang aku inginkan,'


Itulah yang aku gumam kan dengan segenap hati sampai kegelapan merenggut paksa kesadaran ku.

__ADS_1


Note : ****Lanjut atau berhenti? Jika**** ada kesalahan mohon maafkan author. Karena author masih pemula jadi tolong kritik dan saran sangat diperlukan. Terima kasih...


__ADS_2