System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 3) Memberitahu kebenaran


__ADS_3

Setelah acara selesai, Chloe mengantar Ezra sampai memasuki mobil. Gadis itu tersenyum.


"Aku pulang dulu," Kata Ezra usai memasuki mobilnya.


"Iya, Hati-hati dijalan pak," Chloe melambai pelan, Ezra hanya mengangguk dan menjalankan mobilnya keluar halaman mansion Michelle.


Usai mengantar kepergian Ezra, Si gadis memasuki mansion Michelle.


Blam!


Gadis itu mengendarkan pandangannya dan menemukan Michelle dan Maximillian brother sedang bersantai di sofa. Tampak beberapa sampah cemilan berserakan di meja, Dia mendekati keluarganya itu.


"Chloe duduk sini," Ajak Ivy menepuk tempat kosong disampingnya, Setelah menyadari kehadiran Chloe.


Chloe duduk disamping Ivy. "Dimana kak Ray dan kak Eli, Kok gak kelihatan?"


"Entah, Lagi di ruangan mereka paling," Kenzo mengangkat pundaknya tak tahu, Dia memakan cemilannya.


"Jadi sebenarnya aku ingin memberitahu sesuatu," Kata Ivy tiba-tiba lalu menoleh pada Chloe yang mencomot permen. "Gak apa-apa kan kalau aku beritahu Chloe, Soalnya kayaknya kak Rafael, kak Azura, kak Xavier, kak Vallen, Dan aku sudah tahu. Tinggal yang lain belum,"


Mendengar hal itu membuat Chloe menoleh sambil menatap heran. "Memberitahu apa?"


"Itu soal kekuatanmu–"


Refleks Chloe membungkam mulut Ivy dengan tangannya sebelum Ivy menyelesaikan kalimatnya, Netra biru si gadis tampak terkejut. Seketika Revan mendelik memeperhatikan tangan Chloe yang membekap mulut Ivy.


"Heh! Apa-Apaan tanganmu itu! Lepas gak!" Revan ingin menepis tangan Chloe tapi ditahan Ash yang terlihat kebingungan.


"Kekuatan apa?" Tanya si pria bersurai hijau.


"Oh kekuatan aneh itu ya," Celetuk Vallen yang mengingat kekuatan Chloe dan Ezra saat mereka melawan Victor, Dia menopang dagunya sambil tersenyum misterius. "Benar juga, Dapat dari mana ya kekuatanmu itu Chloe? Jujur saja aku yang melihatnya pun merasa kalau kekuatanmu itu keren, Tapi sayangnya juga berbahaya, Kau jadi terlihat seperti monster saat memakai kekuatan itu,"


"M-Monster? Hah? Jangan-jangan kau jelmaan monster!" Al seketika menunjuk-nunjuk wajah Chloe, Dia menatap terkejut.


"Chloe, Semua itu gak benar kan?" Ash memandang cemas, Rasanya dia tak percaya.


Chloe menjauhkan tangannya dari mulut Ivy, Gadis itu tertunduk lesu. Ivy yang mendengar tuduhan Al seketika menggeleng panik.


"B-Bukan, Chloe bukan monster. Kekuatannya itu keren, Dia bahkan bisa menyembuhkan luka luar hanya dengan sentuhan. Dia pernah menyembuhkan lukaku," Bela Ivy.


"Mana mungkin manusia bisa memiliki kekuatan, Omong kosong macam apa ini?!" Tepis Leon tak percaya.


"Ivy, Jangan membela bocah itu! Apa kau tidak ingat kau hampir terbunuh karna dia lengah!" Tunjuk Revan marah.


"Revan tenanglah," Kata Rafael.


Alex berdiri lalu mendekati Chloe dan mencengkeram pundak si gadis. "Kau selalu diam ketika ditanya! Jawab saja, Apa susah nya sih?! Dengar ya, Zaman sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya kekuatan atau apapun itu. Tapi kau memilikinya, Aku tanya dimana kau mendapatkannya atau kau benar-benar jelmaan monster hah?!" Bentak Alex.

__ADS_1


Chloe mendongak mendengar bentakkan itu meski pundaknya dicengkeram Alex. "Kata pak Ezra aku tidak boleh menceritakan pada siapapun apalagi dengan orang yang belum kupercayai, Meski kalian sekarang keluargaku tapi aku masih belum bisa mempercayai kalian. Habisnya sikap kalian jauh berbeda dengan anggota asrama,"


"Yang benar saja, Jadi kau tidak ingin memberitahukannya pada kami?!" Kata Leon jengkel.


Chloe mengangguk, Tak lama Xavier membuka suara.


"Kalau tidak salah bukannya temanmu yang bernama Ezra itu juga mendapat kekuatan kan? Dia mendapatkan kekuatan itu dari mu. Kami hanya ingin tahu asal kekuatan itu dari mana," Kata Xavier.


"Dari salah satu anggota asrama, Plus aku bukan monster. Aku manusia asli yang hanya kebetulan saja jadi pewaris kekuatan itu,"


Alex melepas cengkeramannya mendengar penjelasan Chloe, Dia mulai berpikir siapa anggota asrama yang dimaksud.


"Aku suka kekuatan healing mu Chloe, Bisa langsung sembuh tanpa diobati dulu," Kata Ivy dengan netra berbinar yang membuat Revan berdecih melihatnya.


"Terima kasih," Chloe hanya tersenyum mendapat pujian dari Ivy.


"Bagaimana kalau soal kekuatanmu ini tersebar Chloe? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Leo penasaran.


"Kalian akan mati," Chloe tersenyum lebar. "Soalnya kalian sudah tahu asal kekuatanku dari mana, Pemilik asli kekuatan ini tidak akan membiarkan siapapun hidup kecuali orang yang dia pecayai,"


"Hah?! Kau mengancam kami maksudnya?!" Revan tersulut emosi, Ingin menghajar Chloe tapi ditahan lagi oleh Rafael dan Ash.


"Jangan mengada-ngada," Kenzo hanya tersenyum tipis meski begitu terselip nada kesal dari suaranya.


Sang gadis terkekeh kecil lalu menggeleng. "Aku hanya bercanda, Jangan diambil hati. Hehehe, Aku gak sebodoh itu untuk membunuh keluarga angkatku,"


"Lho emangnya kenapa?" Al mengernyitkan alisnya.


Chloe memasang pose berpikir dan membalas pertanyaan Al. "Soalnya kalau pak Ezra, Dia bakal marah-marah yang pastinya. Terus jawabannya pasti galak-galak, Aku dulu bahkan pernah diceramahi sama dia karna membuat pak Justin sempat pingsan, Dan juga dia orangnya agak kasar,"


Tanpa sadar Chloe mengusap lengannya yang dulu sempat keseleo karna pernah didorong Ezra, Sewaktu dirinya masih bekerja di J.G Entertainment.


"Auranya juga sangat suram dan menakutkan, Setiap kali aku melihatnya membuatku merinding. Chloe pasti pernah merasakannya kan?" Kata Ivy mengusap lengannya yang tiba-tiba merinding.


"Iya, Awal pertama kali bertemu dengannya. Memang menakutkan, Apalagi saat aku dekat dengan pak Justin. Dia terus menatap tajam padaku, Persis seperti kak Revan dan kak Alex," Chloe melirik dua orang yang dia sebutkan tadi.


"Apa maksudmu! Kau mengejek ku hah?!" Alex menarik kerah pakaian Chloe kasar, Dia mencengkeram erat dengan tatapan tajam.


"Tidak, Tapi itu kenyataannya. Perilaku kak Alex sama seperti pak Ezra dulu. Aku hanya mengatakan apa adanya, Karna itu aku berusaha mendekatkan diri sama pak Ezra sampai dia perlahan berubah sekarang. Maka dari itu, Kak Alex...," Chloe memegang tangan Alex yang masih mencengkeram kerahnya, Sang gadis menatap serius.


"Kau tidak bisa terus-terusan bersikap seperti ini, Hanya karna kau takut seseorang mengambil apa yang kau sayangi bukan berarti kau harus bersikap kasar seperti ini. Kau hanya perlu berusaha percaya dan berusaha meraihnya. Hanya itu nasehat yang bisa kuberikan untuk kak Alex,"


Berbekal kesimpulan yang Chloe ambil dari sikap Ezra dulu karna Ezra juga pernah bersikap kasar padanya, Membuat Chloe mengambil kesimpulan yang sama saat berhadapan dengan Alex, Kesimpulan bahwa takut seseorang mengambil apa yang dia sayangi.


Perlahan cengkeraman itu melonggar, Tubuh Alex membeku. Chloe masih memegangi tangan Alex hingga Alex melepaskan cengkeraman nya.


"Jadi karna itu dia agak berubah sekarang," Alex menatap Chloe kini nada suaranya sedikit melunak tidak tinggi seperti tadi, Kemudian pria benetra orange itu bersidekap sambil menghembuskan napas. "Hah, Aku tidak tahu apa yang menarik darimu,"

__ADS_1


Dia memalingkan wajah memandang ke arah lain. "Setelah mendengar penjelasanmu tadi, Memang benar dulu dia sikapnya kelewatan kasar dan hanya kalem jika didekat Justin. Aku sebagai sahabat mereka berdua juga bingung dengan perilaku Ezra, Dia juga tidak terlihat dekat perempuan mana pun, Hanya selalu menempel pada Justin, Bahkan tidak ada perempuan yang tahan dengan sikapnya,"


"Tapi sekarang setelah melihat perubahannya dan dekat denganmu, Kupikir kau berhasil membuat sikapnya agak berubah, Sepertinya hanya kau yang tahan dengannya. Makanya...," Alex kembali menoleh pada Chloe, Ekspresinya tampak sedikit malu. Sepertinya gengsi. "Terima kasih, Aku senang kalau dia sudah mulai merubah sikapnya sekarang,"


Alex berbalik tanpa memandang Chloe. "Tolong jaga Ezra, Kurestui kalian berdua,"


Setelahnya Alex melangkah pergi, Meninggalkan para Michelle dan Maximillian brother yang memandangnya bingung termasuk Chloe yang melongo.


"Restu apa?!" Ulang Chloe heran, Dia memandang para Michelle dan Maximillian brother yang dibalas gelengan oleh mereka semua.


"Wow, Baru kali ini aku mendengar Alex bicara seperti itu," Celetuk Vallen.


Chloe hanya diam mengerjapkan mata, Dia masih bingung restu apa yang dimaksud Alex.


Kemudian si gadis kembali tersadar, Dia lupa kalau harus menemui Ray dan Eli. Chloe berbalik dan sedikit membungkukkan badannya pada para keluarganya itu.


"Aku pergi dulu semuanya,"


Tanpa menunggu jawaban, Chloe bergegas pergi.


***************


[Ruangan Elizabeth]


Tok! Tok! Tok!


"Masuklah,"


Mendengar sahutan dari dalam lantas Chloe membuka pintu dan menyembulkan kepalanya, Memastikan keberadaan Ray dan Eli.


"Apa aku mengganggu kalian berdua?"


Chloe melangkah masuk lalu menutup pintu memandangi Ray dan Eli yang duduk di sisi kasur.


"Tidak, Duduklah dulu," Kata Ray sambil tersenyum. Chloe duduk sambil menghembuskan napas kecil.


"Ada apa kemari?" Tanya Eli penasaran.


"Ada yang ingin kuberitahu, Sebuah kebenaran," Kata Chloe agak gugup.


Keduanya memutuskan diam, Membiarkan Chloe melanjutkan perkataannya.


"Aku tahu ini sulit dipercaya, Tapi kurasa sudah waktunya kalian tahu. Sebenarnya aku bukanlah Chloe Amberly yang asli. Jiwaku terseret ke dalam dunia ini dan masuk ke raga Chloe Amberly untuk menyelesaikan misi yang dia berikan. Namaku sebenarnya adalah Chloe Watson," Kata Chloe mantap dan serius.


"....?!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2