System Prince Charming

System Prince Charming
Hari Pertandingan


__ADS_3

[Hari—H Perlombaan]


Suara riuh memenuhi ruang GYM Sekolah Guard High School, Dimana sekolah itu menjadi tuan rumah bagi perwakilan-perwakilan sekolah lain. Bahkan ada perwakilan dari Sekolah Florion High School, Sekolah tetangga sebelum Ian pindah ke Sekolah Chloe dan Devian.


Semua penonton Siswa-Siswi menyoraki perwakilan sekolah mereka masing-masing, Memberi sorakan penyemangat agar bisa menjadi tuan rumah selanjutnya. Host dan beberapa Judge sudah berapa di tempat masing-masing.


Termasuk Ian dan Chloe yang masih bersiap-siap di ruang peristirahatan, Sebagai Partner dan perwakilan sekolah tentunya mereka harus pemanasan dulu sebelum memulai pertandingan.


"Ian, Bagaimana keadaanmu? Apa masih sakit? Kalau masih jangan dipaksakan," Kata Chloe sambil sedikit merenggangkan otot-otot lengannya.


Ian hanya melirik sesaat, Lalu Netra merahnya kembali fokus pada ikatan sepatunya.


"Lumayan baik, Fokus saja pada pertandingan," Balas Ian dingin, Usai mengikat tali sepatunya.


"Ya ya ya, Baiklah. Sesuai yang kau katakan saja," Chloe menggeleng pelan, Mengambil raket nya.


Sesaat Ian merenggangkan jari-jari tangannya agar bergerak sedikit bebas.


"Btw, Kau kan pindahan dari sekolah Florion High School. Aku ingin tahu, Apa siswa-siswi disana hebat dalam olahraga tenis?"


"Tidak, Mereka lebih mengunggulkan Olahraga Basket dibanding Tenis. Jadi kurasa mereka lawan yang ringan," Balas Ian meranjak berdiri dari duduknya mengambil raket, Lalu keluar dari ruang peristirahatan.


Chloe manggut-manggut pelan mengerti, Lalu ikut keluar dari ruangan tersebut.


***************


"Chloe, Ian. Semangat!"


Teriakan menggelegar dari sisi lapangan membuat Chloe dan Ian menoleh, Chloe tersenyum menyadari bahwa Alice dan Evelyn lah yang berteriak menyoraki mereka berdua. Sedangkan Ian hanya diam saja menatap datar tanpa minat.


Alice dan Evelyn melambaikan tangan mereka dengan semangat, Senyum lebar terpatri di bibir masing-masing. Chloe mengangguk kecil, Membalas dari jauh.


Chloe dan Ian pun berjalan mengambil posisi masing-masing di lapangan, Sesuai posisi mereka saat latihan. Berhadapan dengan dua Siswa dari sekolah Florion High School.


Wasit menatap kedua Kubu itu bergantian, Lalu langsung membunyikan peluit nya tanda pertandingan di mulai.


PPRRIITT!


Pihak lawan mulai memukul bolanya, Ian segera sigap memukul balik. Chloe disamping hanya bersiaga kalau-kalau bola tersebut menuju arahnya.


**************


Sorak-Sorak para penonton masih terdengar nyaring dalam GYM itu, Napas kedua kubu sudah tidak beraturan. Saling menjatuhkan satu sama lain. Ditambah skor mereka yang seri semakin membuat situasi memanas antara dua kubu.


Chloe memandang lawan mereka, Sesaat sang gadis menarik napas dalam-dalam mengisi paru-paru nya yang mulai kehabisan oksigen. Netra biru nya melirik Ian, Begitu pun dengan Ian yang melirik Chloe. Seakan mereka berdua tengah bertukar pikiran, Kedua nya sama-sama mengangguk.


Ian melambungkan bola itu, Mengopernya pada Chloe. Dengan gesit Chloe menerima nya, Memukul dengan kencang hingga membuat lawan mereka kesulitan meraih bola tersebut. Akhirnya bola itu melewati garis lawan, Dan terdengar suara peluit di bunyikan oleh wasit.


PPRRIITT!


"Pemenangnya perwakilan dari Guard High School!"


"HOREEE!"


Suara sorak-sorak semakin riuh dari kelas Chloe maupun kelas lain, Karna sekolah mereka menang lagi. Alice dan Evelyn juga terlihat berpelukan haru mendengar sekolah mereka menang.


Chloe tersenyum lemah, Saat ini dia merasa lelah. Netra nya menoleh pada Ian yang hanya diam di tempat sambil mengatur napas. Sang gadis meraih kedua tangan Ian, Tersenyum lembut dengan bahagia karna ini pertama kalinya dia dan Ian menjadi perwakilan sekolah sekaligus memenangkan perlombaan.


"Ian, Kita menang! Aku senang sekali," Kata Chloe gembira, Masih memegangi kedua tangan Ian.


Ian menatap dalam diam kedua tangannya yang digenggam oleh Chloe. Dalam hatinya dia juga merasa agak senang karna bisa memenangkan pertandingan, Tapi Ian lebih memilih memendam kesenangannya dalam hati.

__ADS_1


Chloe pun menarik Ian menuju ke arah para Judge yang sudah memanggil mereka sedari tadi.


Ian dan Chloe menerima medali dan penghargaan atas kemenangan mereka, Semua teman-teman sekolah mereka termasuk Alice dan Evelyn turut senang.


***************


[Rooftop]


Chloe meminum air mineralnya sambil menikmati semilir angin yang menerbangkan helai-helai rambutnya. Memandangi seluruh area sekolah dari atas atap.


"Ah, Memang lebih enak berada di Rooftop setelah pertandingan," Pikir Chloe sambil menyandarkan punggungnya di pagar pembatas usai minum.


Sedangkan Ian di samping Chloe, Seperti biasa hanya membaca light novel nya. Sesekali tangan pemuda bernetra merah itu mencomot kue dalam bekal yang barusan Chloe bawa.


"Ian, Kenapa kau suka sekali berada di sini?" Tanya Chloe, Memecah keheningan di sekitar mereka.


"Kau bisa merasakannya sendiri," balas Ian cuek, Tanpa mengalihkan pandangan dari novel nya.


"Karna disini sejuk?"


"Hm,"


Chloe manggut-manggut paham, Mencomot kue buatannya. Memakan dalam diam.


"Btw, Saat aku jatuh di tangga. Terima kasih sudah menolongku,"


"Hm,"


Chloe mendengus kecil, Dia kadang merasa jengkel dengan jawaban Ian yang tidak dia mengerti.


"Bisakah beri aku jawaban yang lain selain 'Hm'!?"


"Tidak!"


Chloe mengambil kue yang tinggal satu dalam kotak bekalnya, Namun ternyata Ian juga ingin mengambilnya. Tentu saja Chloe menatap Ian heran, Sedangkan Ian menatap nya dengan tatapan datar. Melihat kue terakhir itu berada di tangan Chloe.


"Habis?"


"Iya iyalah, Nih tinggal satu," Kata Chloe sambil menunjukkan kue di tangannya, Dengan wajah tanpa dosa ingin memakan kue tersebut.


"Minta," Ian mengalihkan pandangan dari light novel, Menatap kue di tangan Chloe dengan tatapan yang sulit diartikan.


Chloe melirik kue nya sesaat, Ternyata Ian suka juga toh. Chloe kira Ian tak menyukai kue buatannya.


"Suka juga ternyata, Kukira gak suka. Nih," Kata Chloe sambil membagi kue tersebut menjadi dua, Menyerahkan sebagian potongan kue itu pada Ian.


"Kapan aku bilang gak suka," Ian mengambil potongan itu dan memakannya dengan ekspresi tenang.


"Kalau mau aku bisa buatkan lagi lebih banyak, Tapi bayar," Kata Chloe dengan nada bercanda, Terkekeh pelan sesaat sambil memakan kue bagiannya.


"Cih, Pecicilan,"


"Enak aja aku dibilang pecicilan! Kau juga sama, Bilangnya mau mengikuti perlombaan tenis asal di bayar. Kan sama aja," Balas Chloe mengerutkan alisnya.


"Itu beda,"


Chloe menggeleng pelan, Lalu mengambil botol air mineral dan kotak bekal nya yang sudah habis. Meranjak dari duduknya.


"Au ah gelap, Aku pergi dulu,"


"Hm,"

__ADS_1


Chloe pergi dari sana meninggalkan Ian sendiri, Sedangkan Ian kembali melanjutkan membaca light novel nya.


*****************


[Class]


"Kak Chloe, Habis pulang sekolah kita pergi ke Restoran yuk," Ajak Devian usai Chloe menyimpan air mineral dan kotak bekalnya.


Sesaat Chloe memandangi Devian yang tersenyum senang.


"Boleh aja, Tapi kau yang traktir ya," Menurut Chloe, Siapa yang mengajak dia lah yang harus mentraktir Chloe. Lumayan uang nya gak boros pas di Restoran nanti.


"Sip lah, Biar aku yang urus masalah biaya," Devian mengangguk kecil masih tersenyum, Sesaat menyerigai licik.


"Btw, Dalam rangka apa dulu nih?"


"Hm...Anggap aja kemenangan atas sekolah kita sekaligus menepati janjiku dulu yang sempat di tunda,"


"Oh, Baiklah,"


"Ya udah, Aku pergi dulu Kak Chloe,"


Chloe hanya mengangguk membiarkan Devian pergi ke luar kelas, Lalu Chloe duduk di kursinya ingin tidur sebentar.


**************


[Rooftop]


Devian dengan santai membuka pintu atap, Menemukan Ian duduk sendiri di sana. Dia mendekati Ian dengan langkah tenang, Semilir angin kecil yang menerbangkan sedikit blazernya tidak dia pedulikan.


"Mau apa kesini!?"


Tanpa menoleh pun, Ian tahu kalau yang mendekati nya adalah Devian. Pemuda bernetra merah itu menutup light novel nya. Memandang tajam Devian yang sudah berdiri di dekatnya.


"Hanya berkunjung saja, Kupikir gak ada orang disini," Sahut Devian tenang memasukkan kedua tangannya dalam saku celana, Tersenyum miring.


Ian masih diam, Tak bergeming dari tempatnya. Netra nya menatap gerbang sekolah dari jauh.


"Kalau tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan, Lebih baik kau pergi," Sahut Ian dingin tanpa menoleh.


Devian terkekeh pelan sesaat, Masih memandangi Ian.


"Ternyata pikiranmu semakin peka saja,"


"Aku tidak suka basa-basi! Langsung intinya saja!" Potong Ian cepat, Netra merahnya memandang tajam Netra Coklat muda milik Devian.


"Cih, Baiklah. Setelah pulang sekolah, Kau ikuti kami diam-diam. Aku sudah mengajak kak Chloe ke Restoran, Jadi persiapkan dirimu,"


Ian memalingkan wajahnya, Tidak ingin mendengar apapun lagi dari Devian. Dia tahu rencana Devian akan dilakukan cepat atau lambat.


"Jangan terlambat! Atau kau akan kehilangan jejak kami," Tambah Devian datar, Usai selesai dengan urusannya Devian pergi dari sana.


BLAM!


Ian masih diam teringat dengan permintaan Felix saat menemui nya di rumah sakit.


"Tolong jaga Chloe, Hanya kau yang bisa kami percayai Ian. Aku dan Raizel akan berusaha mencari informasi tentang Justin. Jadi selama kami mencari informasi itu, Jagalah Chloe saat di sekolah maupun di luar sekolah. Devian tidak bisa diharapkan karna dia sangat memihak dan royal pada Justin. Tolong ya Ian,"


Itulah sekelebat ingatan Ian tentang permintaan Felix padanya, Ian menyadari bahwa Felix tampaknya sangat menyayangi Chloe. Hubungan keluarga yang rumit menurutnya.


"Hah...Merepotkan sekali kau Devian," Gumam Ian pelan, Menghela napas kecil.

__ADS_1


Dia meranjak dari duduknya, Keluar dari area Rooftop.


TBC


__ADS_2