System Prince Charming

System Prince Charming
Pemberontakkan Felix


__ADS_3

[Cafe]


KKRRIINNGG!


"Selamat datang Felix, Dan selamat datang Chloe," Kata Finnian dengan ramah, Membuka kan pintu untuk Felix dan Chloe.


"Terima kasih Finni," Balas Felix dengan senyum.


"Terima kasih kak Finni, Aku kangen kak Finni karna beberapa hari aku sempat libur," Kata Chloe ceria, Tersenyum lebar menatap Finnian.


"Hehehe, Kakak juga kangen Chloe. Tapi kakak paham kok, Chloe sibuk sama Ujian kelulusan," Finnian tersenyum balik. Lalu memandang Felix yang memperhatikan para pengunjung.


"Felix kau mau pesan apa? Sepertinya ada hal serius yang harus kau bicarakan dengan Chloe. Nanti akan kuantar pesanan ke ruanganmu,"


Sejenak Felix tersentak tidak menyangka Finnian bisa menebak tujuannya berada di Cafe. Felix ingin menjawab namun Finnian langsung menyelanya.


"Aku tahu itu dari gerak-gerikmu, Biasa nya saat hampir jam kerja kau akan langsung pergi ke ruangan Staff dan mengganti pakaianmu. Kalau ada urusan penting biasa nya kau diam dulu memperhatikan pengunjung seakan memastikan sesuatu, Benar kan?" Celetuk Finnian.


"Wah, Tebakan Kak Finni sangat tepat. Iya kan Kak Felix?" Chloe menoleh, Sambil menyenggol pelan lengan Felix.


Sedangkan pemuda bernetra Aqua itu terkekeh kecil. Dan mengangguk menyetujui perkataan Chloe.


"Ternyata kau benar-benar memperhatikanku Finni, Baiklah aku pesan dua cangkir Coffe latte, Antar ke ruanganku ya,"


"Tentu saja aku memperhatikanmu, Kau kan sahabatku," Finnian mendengus kecil sebagai tanggapan, Kemudian dia mengancungkan jempolnya. "Oke, Akan segera kusiapkan,"


Finnian pun pergi dari hadapan Felix dan Chloe, Felix kembali melanjutkan jalannya menuju ruangan khusus diikuti Chloe.


****************


"Jadi, Apa yang ingin kakak bicarakan?" Chloe mulai serius, Usai meminum Coffe latte nya yang baru saja diantar Finnian.


Felix masih diam mencoba membuat dirinya sedikit rilex dengan meminum Coffe Latte, Dia menautkan kedua jari-jari tangannya usai meletakkan cangkir tersebut di meja. Sedikit keraguan timbul di hatinya, Felix menghembuskan napas kecil. Sekarang dia siap menerima semua konsekuensi nya setelah menceritakan rencana Justin.


"Sebenarnya selama ini kau selalu diawasi oleh mata-mata Justin, Mereka terus mengawasi dimana pun kau berada dan termasuk aktivitas mu," Ekspresi Felix tampak serius.


Chloe sudah tahu hal itu dari Justin sendiri saat mengancamnya, Jadi Chloe tidak terlalu kaget. Hanya saja mendengar kata dimana pun membuat Chloe curiga.


"Tunggu! Berarti mereka juga mengawasiku saat aku di kamar mandi!" Kata Chloe spontan, Dia agak merinding jika membayangkan hal itu benar-benar terjadi.


"Uhuk!" Holy tersedak saat memakan kue, Hampir saja ingin tertawa mendengar ucapan ambigu Chloe.


Seketika aura tegang dalam ruangan itu sedikit mencair dan malah tergantikan dengan aura canggung dan malu dari Felix, Pemuda bernetra Aqua itu melirik ke arah lain menghindari tatapan Chloe. Pipi nya sedikit merona tipis dengan tautan jarinya yang semakin erat.


"T-Tentu saja tidak! Mengawasi bukan berarti harus melanggar batasan juga. Maksudku mereka hanya mengawasimu dari luar tanpa mengganggu privasi mu," Sahut Felix sedikit gugup, Kemudian dia berdehem kecil untuk menghilangkan aura kecanggungan di sekitar mereka.


"Oh begitu ya, Syukurlah. Aku masih aman," Sesaat Chloe menghembuskan napas lega. Ya aman dari tatapan liar mata-mata Justin maksudnya.


Felix hanya tersenyum hambar, Kembali melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Justin bukan hanya memerintahkan untuk mengawasimu tapi dia juga memerintahkan untuk membunuhmu, Jadi kakak ingin kau selalu hati-hati Chloe, Mereka bisa saja berada di sekitarmu dan akan membunuhmu kalau kau lengah," Peringat Felix, Kembali serius.


Chloe tersentak, Dia tidak menyangka kalau Justin benar-benar akan berbuat sejauh itu untuk menghancurkannya. Apa si Justin ini adalah monster berdarah dingin? Sampai Segitu bencinya dia pada Chloe.


"Kenapa bisa begitu!? Apa alasan sebenarnya dia ingin membunuhku kak? Aku bahkan hanya tidak sengaja memukulnya, Itu pun cuma dua kali saat di bioskop,"


Felix terdiam, Meminum Coffe nya sesaat sebelum menjawab pertanyaan Chloe. Dia juga bertanya-tanya dalam hati apa alasan Justin mengawasi dan ingin membunuh Chloe. Selama Felix berada di pihak Justin, Justin tidak pernah sekalipun memberitahukan alasannya itu.


"Entahlah, Kakak juga tidak tahu. Kakak akan berusaha mencari informasi alasan nya ingin membunuhmu, Selama itu kau jaga diri baik-baik. Atau mungkin besok kakak sewa saja Bodyguard untuk menjagamu?" Kata Felix sambil bersidekap, Memikirkan rencana ke depannya.


"Bukannya itu terlalu berlebihan kak? Aku malah semakin tidak nyaman kalau diawasi banyak orang," Chloe menggeleng pelan tanda tak setuju, Walaupun dia merasa was-was juga kalau-kalau mata-mata Justin ada di sekitarnya.


"Tapi kakak khawatir," Felix memandangi Chloe sedih, Dia tidak ingin adiknya terluka lagi.


"Aku bisa jaga diri kak, Jangan khawatir aku bukan anak kecil lagi,"


"Baiklah kalau begitu,"


Felix pasrah, Dia juga tidak ingin terlalu mengekang adiknya. Kemudian Felix membuka laci meja kerjanya, Tampak mengambil sebuah berkas berisi biodata seseorang. Lalu menyodorkannya ke hadapan Chloe.


"Ini biodata mu Chloe, Kakak mendapatkannya dari mata-mata Justin yang selalu mengawasimu. Yah lebih tepatnya kakak mencurinya saat dia lengah,"


Chloe memperhatikan dalam diam biodata yang disodorkan ke hadapannya. Membaca secara teliti berkas tersebut. Mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, daftar riwayat hidup, dan nama kedua orang tua Chloe Amberly. Semuanya terdapat dalam berkas itu, Membuat Chloe melotot ngeri.


"Astaga Chloe, Lihat lah dalam berkas-berkas itu! Justin ini penguntit atau bukan sih!? Semua biodata mu lengkap sekali dalam berkas itu," Tunjuk Holy terperanjat kaget saat membaca biodata Chloe.


"Justin sungguh sangat mengerikan, Dia benar-benar sudah gila sampai berbuat sejauh ini," Balas Chloe dalam hati.


"Kak Felix mencurinya!?"


"Benar, Biodata itu adalah riwayat hidup mu Chloe. Seharusnya tidak boleh seorang pun tahu daftar riwayat hidup mu selain dirimu sendiri. Makanya Kakak berusaha menghilangnya, agar biodatamu tidak bocor kemana-mana, Kau bisa menyimpannya karna berkas itu adalah hak mu,"


Chloe tersenyum manis, Merasa beruntung memiliki kakak yang peduli dan perhatian seperti Felix. Rasanya Chloe ingin memeluk Felix saat itu juga, Tapi dia terlalu malu untuk memulai duluan.


"Terima kasih kak, Btw kakak kenal kak Justin dari mana?"


Felix tersentak sesaat, Dia lupa kalau Chloe sama sekali tidak pernah melihatnya dekat dengan Justin.


"Kakak kenal karna dia adalah teman bisnis kakak dulunya," Bohong Felix, Berusaha tidak dicurigai Chloe. "Oh, iya. Chloe kenal Raizel dan Ian kan?"


"Kenal, Memangnya kenapa kak?"


"Karna kau tidak ingin kakak menyewa Bodyguard, Kau datang saja pada mereka Kalau kau merasa nyawa mu dalam bahaya karna mata-mata Justin. Raizel dan Ian pasti akan membantumu kok,"


"Tunggu dulu! Kakak kenal Raizel sama Ian dimana? Apa kalian bertiga berteman?" Chloe tersentak bingung karna Felix selain kenal Justin, Ternyata Felix juga mengenal Raizel dan Ian.


"Iya kami berteman, Jadi kalau sewaktu-waktu kakak tidak bisa menjagamu. Kamu datang saja ke mereka. Kakak akan berusaha menghentikan Justin, Dan mencari informasi tentangnya," Kata Felix serius.


Sang gadis semakin merasa bingung, Sebenarnya konflik apa yang terjadi di antara ke-5 karakter utama pria ini!? Mereka terlihat seperti saling berhubungan, Chloe jadi merasa pusing dan rumit.

__ADS_1


"Tapi aku merasa sedikit tidak suka dengan Raizel kak, Dia memanggilku Sweety padahal aku sudah bilang tidak ingin jadi pacarnya," Gerutu Chloe teringat pertemuan terakhirnya dengan Raizel saat di pesta sang pemuda. Sesaat Chloe mengerutkan alisnya tak suka.


Felix menghela napas kecil, Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. "Kakak tahu kau tidak suka dengan Raizel, Tapi percaya lah dia akan menjagamu sama seperti kakak. Tenang saja, Kalau dia macam-macam padamu kakak akan menghajarnya. Abaikan saja panggilan Sweety darinya,"


Chloe menyerah mendengar bujukan Felix, Dia mengangguk pasrah . Mengikuti perintah sang kakak.


Sejenak ruangan itu menjadi hening, Usai pembicaraan yang serius itu. Chloe meminum Coffe nya sampai habis, Mengurangi ketegangan yang sempat muncul.


Lalu Chloe meranjak dari duduknya, Mengambil cangkir nya dan cangkir Felix yang isinya sudah habis.


"Aku akan berhati-hati mulai sekarang, Aku akan jadi anak yang baik kak. Kalau begitu aku kerja dulu ya,"


Felix hanya mengangguk kecil, Membiarkan Chloe membereskan cangkirnya dan Keluar dari ruangannya. Toh sudah tidak ada yang perlu mereka bicarakan lagi, Lagipula Chloe sudah berjanji akan hati-hati padanya.


BLAM!


Felix memejamkan mata memikirkan langkah selanjutnya.


Rencana selanjutnya Felix akan berpura-pura tetap berada di pihak Justin agar tidak dicurigai oleh Justin bahwa dia sebenarnya sudah memberontak. Selama masa pura-pura itu dia akan berusaha mencari informasi tentang Justin dan alasan Justin kenapa ingin membunuh Chloe.


Tapi sebelum memulai rencana nya, Dia harus berdiskusi dulu dengan Raizel dan Ian tentang pemberontakkan mereka. Sayangnya Ian saat ini masih berada di rumah sakit. Untungnya Felix sudah mendapat kan alamat rumah sakit tempat Ian di rawat dari kepala sekolah Chloe.


Pemuda bernetra Aqua itu mengambil HP nya dan mencoba menghubungi Raizel yang mungkin sudah mendapat waktu istirahat dari pekerjaannya.


PIP!


"Ada apa?" Sesaat Felix bisa mendengar sedikit suara riuh dari seberang telepon.


"Segera temui aku di rumah sakit xxxx, Sekalian kita jenguk Ian. Ada hal penting yang harus kita bertiga bicarakan, Ini tentang rencana pemberontakkan kita," Kata Felix to the point.


"Hm...Aku segera ke sana, Tunggu di lobby rumah sakit,"


"Oke,"


PIP!


Panggilan terputus secara sepihak, Felix menyimpan HP nya dalam saku celana dan mengambil jaketnya. Meranjak keluar dari ruangannya.


*************


"Finnian, Aku percayakan padamu mengurus Cafe hari ini. Ada urusan penting yang harus ku kerjakan," Kata Felix setelah di dekat Finnian yang sedang mencuci piring di dapur.


"Baiklah, Serahkan padaku,"


"Dan tolong jaga Chloe ya, Selalu awasi dia kalau-kalau dia terluka atau semacamnya,"


"Oke, Tenang saja. Adik angkatmu akan baik-baik saja disini,"


Hanya Finnian satu-satu nya barista yang tahu kalau Chloe menjadi adik angkat Felix, Jadi dia merasa juga punya tanggung jawab untuk menjaga Chloe seperti adiknya sendiri.

__ADS_1


Felix mengangguk setelah mempercayakan Finnian untuk menjaga Cafe nya, Lalu dia segera pamit pada Finnian dan pergi keluar dari Cafe.


TBC


__ADS_2