System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Kampus


__ADS_3

[Pagi harinya]


Kicauan burung menghiasi pagi ini, Dengan semangat hari pertama kuliah Chloe bangun pagi-pagi. Dia segera membuka jendela kamarnya lebar-lebar, Menghirup udara pagi sesaat. Lalu memulai olahraga kecil.


Tak lama setelahnya Chloe bergegas mandi, Tak lupa memeriksa peralatan tulis dan ranselnya yang sudah dia siapkan sore kemarin.


Tidak sampai 15 menit Chloe sudah menyelesaikan ritual paginya, Dia segera memakai Outfit yang membuatnya nyaman bergerak bebasbx.



(Outfit Chloe buat ke kampus 👆)


Dia juga memakai jaket kesayangannya, Dan ransel berisi perlengkapan alat tulisnya. Chloe menatap penampilannya sendiri di cermin.


"Yup sudah siap, Hehehe. Sepertinya aku cukup keren hari ini," Kata Chloe agak narsis yang membuat Holy memutar bola matanya bosan.


"Idih percaya diri banget," Holy bergidik sambil menahan tawa. Sesaat membuat Chloe cemberut.


"Biarin, Ya udah. Cepetan sini sebelum terlambat," Chloe menepuk-nepuk pundaknya, Holy segera terbang mendekati Chloe dan duduk di pundak sang gadis.


Dengan bergegas Chloe keluar dari kamar, Tak lupa dia menutup pintu kamarnya kembali.


BLAM!


Sejenak Chloe memandangi pintu kamar anggota lainnya yang satu lantai dengannya, Tampaknya anggota lain belum bangun atau sudah pergi duluan ke dapur. Terbukti pintu kamar mereka yang masih tertutup.


Chloe bergegas menuruni tangga, Sesampainya di lantai dasar (Ruang tamu) sang gadis melangkah mendekati pintu dapur yang terhubung dengan ruang tamu. Gadis bersurai biru itu memegangi daun pintu bermaksud membuka pintu dapur namun tiba-tiba tangan lainnya ikut memegangi daun pintu bersamaan dengan Chloe (Sebenarnya pintu dapur tinggal di dorong karna gak dikunci).


TEP!


TEP!


Alhasil keduanya tanpa sengaja saling tatap, Sedikit terkejut karna secara bersamaan memegang daun pintu. Seketika Chloe tanpa sadar meneguk selivanya kasar, Diantara banyaknya anggota lain. Kenapa dia harus berpapasan dengan Ezra!? Lihatlah bagaimana kondisi pemuda bersurai hitam dengan netra hijau emerland itu sekarang.


Rambut hitam yang sedikit acak-acakan, Dan kantung mata sedikit hitam yang melingkar di bawah matanya macam panda. Sudah bisa ditebak kalau Ezra kurang tidur, Meski wajah sang pemuda segar bugar mungkin habis mandi namun tidak menghilangkan kantung mata yang tercetak jelas di bawah mata sang pemuda. Terlebih kini Ezra kembali mengeluarkan aura kebencian dengan netra hijau emerland nya yang menatap Chloe tajam dan menusuk.


"Apa lihat-lihat!?" Kata Ezra ketus.


"Eh? Umm...Enggak pak, Gak ada apa-apa," Balas Chloe cepat, Dia berkeringat dingin sambil menggeleng pelan sesaat.


"Cih!" Ezra memalingkan wajahnya, Dia membuka pintu dapur berniat menuju meja makan namun suara seseorang di belakang mereka menghentikan langkahnya.


"Wah, Kalian datang bersamaan ya. Kalian benar-benar cocok sebagai partner. Untungnya aku gak salah pilih,"


Suara itu lantas membuat Chloe dan Ezra menoleh, Justin terlihat berdiri di belakang mereka dengan senyum tipis. Lengkap dengan pakaian kantorannya, dengan jas hitam formal dan dasi yang selalu dipakai Justin saat ke kantor.


"Tuan Justin!"


"Pak Justin!"


Tanpa sadar Ezra dan Chloe mengatakan secara bersamaan, Lantas Ezra segera membuka pintu dapur lebar-lebar agar Justin bisa leluasa masuk. Ezra bergegas berdiri disamping daun pintu dan sedikit membungkukkan badannya dengan hormat tak lupa meletakkan tangan kanannya di sisi kiri pundaknya layaknya pelayan.


"Silakan masuk Tuan Justin, Anggota lain sudah menunggu,"


Justin mengangguk pelan, Dia melangkah masuk. Sesaat Netra orangenya melirik Chloe.


"Chloe, Kenapa diam saja? Ayo cepat masuk. Yang lain sudah menunggu," Ajak Justin tanpa menoleh.


"Eh, Iya," Sejujurnya Chloe agak bingung dengan tingkah Ezra yang menurutnya agak berlebihan, Terlalu menghormati Justin sebagai tuannya.


Dengan langkah ragu Chloe mengikuti Justin, Sesaat kepalanya menoleh menatap Ezra yang sudah berdiri tegap kembali usai Justin lewat. Terlihat tatapan Ezra bak elang, Dan aura benci yang masih melekat pada sang pemuda.


"ukh...Kuharap Pak Ezra gak ngamuk setelah ini," Pikir Chloe sesaat bergidik.


Setelah Justin duduk di tempatnya, Chloe bergegas duduk di kursinya juga. Mood nya agak Sedikit turun karna berpapasan dengan Ezra tadi namun untungnya semangat kuliah pertamanya masih ada. Seenggak Chloe masih memiliki semangat untuk kuliah, Dia gak mau malu-maluin saat Mos nanti.


Tak lama hidangan yang dibuat Aiden selesai, Mereka makan dengan tenang tanpa berisik.


***************


Selesai makan Chloe teringat kalau dia gak punya tumpangan ke kampus, Mau pesan taksi takutnya gak sempat karna harus buru-buru. Apalagi jarak Asrama yang berada di tempat terpencil ini dengan Kota cukup jauh. Kayaknya terpaksa dia harus numpang dengan anggota lain.

__ADS_1


Chloe teringat dengan Raizel yang hari ini juga mau ke kampus, Ah mungkin dia bisa numpang mobil Raizel dulu lalu pulangnya baru naik taksi.


"Raizel tunggu!" Pinta Chloe segera meranjak dari duduknya saat ngeliat Raizel ingin pergi bersama anggota lainnya.


Merasa terpanggil Raizel menoleh, Dia tampak sudah siap dengan ranselnya ingin ke kampus juga. "Ya, Ada apa Sweety?"


"Etto...Boleh aku ikut numpang denganmu, Berangkatnya aja pas pulangnya aku bisa naik taksi atau bus. Boleh ya?" Pinta Chloe agak canggung.


Sejenak Raizel terdiam, Netra ungu mudanya berbinar senang. Kesempatan yang bagus menurut Raizel, Karna dengan begitu dia bisa berduaan dengan Chloe tanpa halangan dari anggota lain. Refleks Raizel mengangguk cepat.


"Boleh–"


"Chloe, Kau pergi bareng aku dan Ezra aja,"


Belum sempat Raizel menyelesaikan kalimatnya, Justin sudah memotongnya dengan cepat. Serentak Raizel dan Chloe menoleh menatap Justin.


Berbeda dengan Ezra yang ekspresinya agak berubah terkejut kemudian menjadi muram.


"Tapi Tuan Justin, Arah kampus si tengil itu dengan perusahaan anda berbeda," Jelas Ezra mencoba agar Justin berubah pikiran.


"Hm...Bukannya searah ya, Kita bisa lewat jalan lain agar searah. Jadi kita akan mengantar Chloe dulu baru ke kantor,"


Ezra ingin menyahut lagi, Namun dia mengurungkan niatnya. Dia tahu Justin adalah tipe orang yang keras kepala, Apa pun keinginan Justin harus dipenuhi atau tidak boleh di bantah. Ezra paham, Sejauh manapun dia mencoba mengubah pikiran tuannya, Justin akan tetap dengan pendiriannya. Maka dari itu Ezra hanya bisa menunduk dengan muram dan sedih.


"Baiklah Tuan," Lirih Ezra yang hanya bisa di dengar Justin.


Tentu saja sejak tadi Chloe memperhatikan obrolan antara Ezra dan Justin. Sejujurnya Chloe juga gak ingin satu mobil dengan Justin terlebih dengan Ezra yang tak menyukai keberadaannya. Lantas Chloe menggeleng.


"Umm...Makasih atas tawarannya Pak Justin, Tapi lebih baik aku berangkat bareng Raizel aja. Lagipula kami searah, Aku gak ingin membuat Pak Justin dan Pak Ezra repot," Balas Chloe dengan senyum kikuk, Dia menarik-narik pelan ujung lengan pakaian Raizel. Mengkode agar segera pergi dari sana bersama sang pemuda.


Merasa mendapat kode dari Chloe, Raizel mengangguk setuju. "Iya benar Justin, Lebih baik Chloe bareng aku aja. Kami kan searah dan sama-sama ingin ke kampus. Udah ya, Kami berangkat dulu. Takut telat,"


Raizel segera menarik tangan Chloe menjauhi area dapur itu, Bergegas keluar dari sana. Namun deheman Justin menghentikan langkah keduanya.


"Ehem! Raizel! Ingat peraturan Asrama ini," Dehem Justin agak kencang agar Raizel dan Chloe bisa mendengarnya.


Seketika Raizel tanpa sadar mengepalkan satu tangannya, Giginya sedikit bergemeletuk kesal.


Sesaat Netra ungu mudanya bertemu dengan Netra ungu tua milik Aiden yang sejak tadi sedang cuci piring sambil mendengar obrolan mereka. Sesaat Raizel merasakan rasa sakit dan panas di perutnya bagian kanan. Dia memegangi perutnya dengan satu tangan.


"Ck! Aiden mengaktifkan tandanya. Aku gak bisa kayak gini terus, Kalau berdiam diri disini kami bisa terlambat," Pikir Raizel memandang Justin yang meranjak dari kursi, Tampak berjalan mendekati mereka.


"Raizel, Kau baik-baik?" Tanya Chloe cemas menyadari raut wajah Raizel yang tampak sedang menahan sakit.


"Aku baik-baik saja, Tapi maafkan aku Chloe. Lebih baik kau ikuti permintaan Justin, Kita tidak bisa melanggar perintahnya," Bisik Raizel pelan yang hanya bisa didengar Chloe.


Sejenak Chloe agak terkejut, dari tingkah Raizel yang sedang memegang perut dan terlihat menahan sakit. Chloe tebak pasti ada yang tidak beres dengan sang pemuda.


"Jangan bilang tanda itu ada diperutmu, Dan saat ini Aiden mengaktifkannya karna kita melanggar peraturan," Tebak Chloe ikut berbisik dan diangguki Raizel.


"Astaga,Yang benar saja!? Hah, Pak Justin benar-benar keras kepala," Pikir Chloe kesal.


Dia juga merasa kasian dengan Raizel yang terlihat menahan sakit, Akhirnya Chloe mengalah. Dan dia putuskan untuk mengikuti perintah Justin dari pada membuat Raizel menderita.


"Hah, Baiklah. Raizel duluan saja, Aku akan numpang dengan Pak Justin," Sesaat Chloe menghela napas pasrah, Kalau terus berada di Asrama ini dia bisa terlambat.


"Kau yakin?"


"Iya, Dari pada kau nahan sakit gitu,"


Akhirnya setelah diskusi sebentar, Raizel pergi duluan meninggalkan Chloe bersama Justin dan Ezra. Chloe hanya memandang kepergian Raizel, Lalu tak lama dia menoleh pada Justin yang baru saja melewatinya.


"Ayo cepat ke mobilku, Sebelum kau terlambat," Kata Justin dingin sambil melewati Chloe diikuti Erza.


Mau tak mau sang gadis akhirnya mengikuti Justin dari pada dia terlambat kalau terus menolak ajakan pemuda bernetra orange itu.


***************


Sesampainya di halaman depan Asrama, Ezra segera membuka pintu mobil untuk dimasuki Justin. Lalu netra hijau emerlandnya melirik Chloe tajam seperti biasa.


"Kau ingin duduk di jok mana saja terserah," Kata Justin pada Chloe sambil mendudukkan tubuhnya di jok belakang mobil, Tempat Ezra membuka pintu untuknya.

__ADS_1


Chloe menatap sesaat netra Ezra yang masih menatapnya tajam, Seketika dia teringat dengan ancaman pemuda bersurai hitam itu. Pengen duduk di samping Justin tepat di jok belakang, Nanti si Ezra bisa ngamuk. Kalau duduk di jok depan samping Ezra, Aura benci Ezra itu terlalu mengerikan menurut Chloe.


Duh posisi Chloe saat ini serba salah banget, Udah bener dia tadi minta tumpangan ke Raizel tapi malah di paksa Justin buat numpang ke mobil dia. Bikin Chloe gemetar aja.


"Huft...Aku gak bisa terus diam begini, Bisa-bisa makin lama aku sama mereka berdua, Ya udah deh cari aman aja. Meski gak aman-aman amat," Pikir Chloe pasrah, Sesaat menghela napas.


"Aku duduk di jok depan aja samping Pak Ezra," Tanpa menunggu jawaban lagi, Chloe bergegas membuka pintu mobil bagian depan sendiri lalu masuk ke sana, Dia memilih dekat depan pintu mobil lebih tepatnya nempel biar gak dekat-dekat dengan Ezra.


BLAM!


Ezra menutup pintu mobil bagian belakang setelah Justin masuk, Sesaat netranya melirik Chloe datar yang sudah memasuki mobil. Kemudian dia segera memasuki mobil bagian kemudi. Tepat di samping Chloe.


"Awas aja kalau duduknya dekat-dekat denganku," Pikir Ezra dingin, melirik Chloe disampingnya yang menempel pada pintu mobil.


Tak lama pemuda bersurai hitam itu menyalakan mesin mobil, Sesaat menunggu mobil panas setelah dinyalakan.


Justin bersidekap menyandarkan tubuhnya pada jok mobil, Netra orangenya memandang punggung kedua anggotanya yang duduk di depan. Dilihat dari cara duduk mereka yang saling berjauhan membuat Justin heran.


"Ada apa dengan mereka berdua? Apalagi Chloe, Kenapa dia malah duduknya nempel-nempel sama pintu mobil. Seolah-olah gak ingin dekat-dekat Ezra?" Pikir Justin heran yang menyadari ada afmoster yang tak mengenakkan dari Ezra dan Chloe.


Setelah memanaskan mobil sesaat, Mobil itu pun berlahan bergerak menuju jalan raya di depan Asrama. Meninggalkan area Asrama yang semakin jauh.


*****************


[Perjalanan, Kota]


Hanya terjadi keheningan dalam mobil sedan hitam itu, Tak ada yang bersuara satu kata pun disana. Selama perjalanan menuju kampusnya, Chloe memilih memandang suasana kota pagi hari yang begitu indah menurutnya melalui jendela kaca mobil.


"Udah lama gak ke kota, Ternyata ada sedikit perubahan di kota. Aku aja baru nyadar sekarang," Pikir Chloe memandangi gedung-gedung yang menjulang tinggi.


Tak lama Chloe merasa HP nya bergetar, Sepertinya ada pesan masuk. Dengan segera Chloe mengambil HP nya dan melihat siapa yang mengirim pesan.


TING!


From: Alice


To: Chloe


Chloe kau dimana? Kami sudah sampai depan gerbang kampus nih. Bentar lagi Mos nya mulai lho.


Dengan cepat Chloe mengetik balasan untuk Alice.


From: Chloe


To: Alice


Aku lagi di perjalanan. Bentar lagi sampai kok, Tunggu ya.


Setelahnya Chloe buru-buru menyimpan HP nya dalam saku jaket, Dia segera memperhatikan sekitar Kota. Netra nya menangkap gedung tinggi dengan area yang luas. Itu dia kampusnya.


Mobil perlahan memasuki area kampus melewati beberapa mahasiswa yang juga ingin masuk. Tak lama mobil berhenti di halaman kampus.


Chloe bergegas keluar dari mobil, Sebelum menutup pintu dia menatap Ezra dan Justin yang berada dalam mobil.


"Makasih Pak Ezra dan Pak Justin udah mau mengantarku. Nanti aku ke kantor pakai taksi aja," Chloe tersenyum ceria sesaat.


Ezra gak menjawab, Jangankan menjawab noleh pun enggak. Hanya Justin yang mengangguk kecil sebagai jawaban.


"Sama-sama, Uang saku mu bagaimana? Udah bawa?" Tanya Justin datar.


"Udah, Aku juga bawa bekal (Buatan Aiden). Kalau begitu aku permisi Pak Justin, Pak Ezra," Chloe segera menutup pintu mobil setelahnya.


BLAM!


Mobil sedan hitam itu perlahan bergerak meninggalkan Chloe disana, Keluar dari area kampus. Setelahnya Chloe menatap gedung utama kampus yang menjulang tinggi di depannya.


"Kampus utamanya keren banget, Eh aku lupa. Tadi mau pergi bareng Alice dan Evelyn. Aku cari mereka dulu deh," Pikir Chloe sambil celingak-celinguk mencari keberadaan kedua temannya itu.


Chloe pun pergi mencari Alice dan Evelyn di dekat gerbang kampus tak lupa menghubungi keduanya agar tahu posisi mereka sekarang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2