System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 3) Akhirnya bertemu


__ADS_3

[Beberapa hari kemudian...]


Chloe melakukan rutinitasnya seperti biasa selama beberapa hari, Saat ini kelasnya sedang libur karna mempersiapkan acara festival yang akan diadakan 3 hari lagi.


Selama menikmati hari libur Chloe memutuskan memutuskan berjalan-jalan di sekitar Mansion sembari olahraga kecil. Sesekali ia menghirup udara segar, Menikmati hari yang menurutnya sangat indah


Senyum terus mengembang di bibirnya, Seolah suasana ikut mendukung. Semilir angin bertiup menerbangkan helai-helai surai milik Chloe, Ditemani mentari yang bersinar cerah di atas kepalanya. Sungguh pagi yang indah.


"Hah~Segarnya~" Chloe merentangkan kedua tangan sambil memejamkan mata sesaat.


Tap! Tap! Tap!


Derap langkah kaki terdengar mendekat, Disusul suara lembut yang menyapu pendengaran sang gadis.


"Ternyata kau disini Chloe,"


Chloe menoleh mendengar namanya dipanggil, Melihat sosok Elizabeth berdiri tak jauh darinya. Eli melangkah mendekati gadis bersurai biru itu, Menatap penampilan Chloe sejenak.


"Ada apa Nona Michelle mencariku?" Chloe menghadap Eli.


"Kau punya waktu luang kan hari ini?"


"Ya,"


Eli membenarkan letak kacamata hitamnya sesaat, Melipat kedua tangannya depan dada. "Kebetulan aku ingin mengajakmu bertemu seseorang,"


"Seseorang, Siapa?"


Senyum misterius mengembang di bibir Eli. "Kau akan tahu nanti, Yang terpenting kau siap-siap dulu. Aku akan menunggu di ruang tamu,"


Eli berbalik melangkah pelan, Sebelum ia benar-benar meninggalkan Chloe. Sesaat kepalanya menoleh. "Jangan lama-lama,"


Eli pergi dari sana meninggalkan Chloe dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benak gadis bersurai biru itu.


Chloe menunduk dalam diam, Menatap kakinya sendiri. "Seseorang? Terdengar mencurigakan. Tapi aku juga penasaran," Gumamnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


******************


Ting!


Eli bersidekap sembari menyesap secangkir teh yang disediakan untuknya, jemari lentiknya sesaat mengusap layar handphone miliknya. Membaca sebuah pesan yang baru saja muncul.


Senyum tipis tersungging di bibirnya saat membaca pesan tersebut, Seolah hatinya tergelitik untuk terus tersenyum. Pesan dari pacarnya, Ah tidak! Lebih tepatnya tunangannya. Sosok pria yang telah mencuri hatinya.


Tap! Tap! Tap!


"Nona Michelle,"


Mendengar marganya dipanggil, Membuat Eli menatap ke arah sumber suara. Menemukan Chloe yang baru datang menuruni tangga, Ia menyipitkan matanya menatap penampilan Chloe setelah gadis bersurai biru itu sudah berada dihadapannya.


Merasa diperhatikan membuat Chloe heran, Tanpa sadar satu alisnya terangkat. "Apa ada yang salah dengan penampilanku?"


"Ah, Tidak. Penampilanmu sudah bagus kok," Eli berdiri dari duduknya, Ia menyimpan handphone dalam saku rok. "Kalau begitu, Ayo pergi,"


"Iya,"


Chloe memandang punggung Eli yang sudah berjalan lebih dulu didepannya, Walau tanpa berkata-kata pada akhirnya ia mengikuti Eli. Meski dalam pikirannya masih bertanya-tanya siapa yang akan ia temui nanti.


**************


Blam!


Tap!


Chloe berdiri terpaku menatap Mansion mewah dihadapannya, Bahkan Mansion itu sama mewahnya dengan Mansion Michelle family. Lagi-lagi dirinya akan berhadapan dengan orang kaya ya? Dilihat dari Mansionnya sih kayaknya iya.


Sesaat Chloe menoleh menatap Eli yang berdiri disampingnya, Lihatlah bagaimana tampang wanita itu yang langsung menunjukkan wajah angkuh. Tanpa sadar gadis bersurai biru mengeratkan genggaman pada tas selempang yang ia bawa.


"Nona Michelle, Kenapa kau membawaku kesini?"


"Dia tinggal disini, Jadi tentu saja dia ingin bertemu secara personal," Jelas Eli melangkah angkuh memasuki halaman Mansion mewah itu.


"Um...," Sekali lagi Chloe mendongak memastikan Mansion dihadapannya sebelum memutuskan mengikuti Eli, Meski dirinya sedikit merasa grogi.


Ting~ Tong~


Bel kecil berbunyi nyaring setelah Eli menekannya, Sedangkan Chloe berdiri disamping sang wanita sembari melihat sekitarnya.


Sejenak hanya kesunyian menyambut mereka, Eli berdecak kesal. Ia kembali menekan bel untuk kedua kalinya.


Ting~ Tong~


Tak lama samar-samar suara langkah kaki terdengar mendekat dengan tergesa-gesa, Semakin lama suara langkah kaki itu semakin terdengar jelas hingga pintu dihadapan mereka akhirnya terbuka

__ADS_1


Cklek!


Seorang wanita berpakaian pelayan muncul dari balik pintu, Senyum ramah terbit dari bibir wanita itu saat melihat kedatangan Eli dihadapannya. Sejenak wanita tersebut membungkuk 90°.


"Selamat datang Nona Michelle. Tuan Muda sudah menunggu anda di dalam," Sapa pelayan itu ramah.


Eli mengangguk pelan sembari membenarkan letak kacamata hitamnya, Dia melepas mantel yang dipakainya lalu memberikan pada pelayan itu. Chloe hanya memperhatikan dalam diam.


"Silakan Nona," Kata sang pelayan membiarkan Eli melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga.


Kemudian netra pelayan itu tertuju pada Chloe yang masih terpaku di tempat, Padahal Eli sudah berjalan jauh lebih dulu didepannya.


"Nona, Mau saya bawakan juga tasnya?" Tawar pelayan itu ramah membuat Chloe agak tersentak.


"Ah, Makasih tawarannya. Tapi aku bisa bawa sendiri," Tolak Chloe secara halus sembari tersenyum gugup. "Kalau begitu aku susul Nona Michelle dulu. Permisi,"


"Baiklah,"


Chloe bergegas pergi meninggalkan sang pelayan di lantai dasar, Dengan terburu-buru dirinya menaiki anak tangga agar bisa menyusul Eli secepat mungkin.


Tap! Tap! Tap!


******************


Sesampainya di lantai atas, Chloe menemukan Eli sudah berdiri di depan sebuah ruangan. Wanita bersurai coklat panjang itu bersidekap sembari menatapnya lekat. Chloe mengatur napasnya sejenak sebelum mendekati Eli.


"Apa ada masalah di lantai dasar tadi?" Tanya Eli tanpa intonasi, Secara tak langsung menanyakan kenapa gadis itu agak terlambat mengikutinya.


"Tidak ada, Aku hanya bicara sebentar dengan pelayan tadi, Makanya agak telat nyusul,"


Eli menatap diam sejenak, Kemudian dia mengetuk pintu disampingnya. Memastikan apakah pemilik ruangan berada di dalam atau tidak.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" Suara dari dalam menyahut sampai terdengar oleh Eli dan Chloe.


"Ini Eli," Balas Eli dengan nada malas.


"Masuklah!"


Setelah diizinkan masuk, Eli segera membuka gagang pintu dan memasuki ruangan dengan perlahan. Chloe dibelakang Eli hanya mengikuti, Sesaat ia mengintip untuk melihat isi ruangan itu.


Blam!


Sesosok pria tampak duduk tenang disana sambil menyesap secangkir kopi, Ekspresi nya tampak damai. Setelah meletakkan cangkir ke tempatnya, Pandangan Pria itu beralih menatap Eli dan Chloe yang baru masuk.


"Eli, Akhirnya datang. Aku menunggumu sejak tadi," Sapa sang pria masih tersenyum.


"Ya ya ya, Aku tahu kau rindu padaku. Tapi ingat tujuanku disini bukan hanya bertemu denganmu," Balas Eli sambil melepas kacamata hitamnya, Memperlihatkan wajah cantik bak patung porselen. Ia duduk di sofa yang sudah disediakan, Meski belum dipersilahkan oleh sang pria.


Sang Pria hanya tertawa pelan, Kemudian netranya beralih menatap Chloe yang masih berdiri diam ditempat. Gadis itu tampak bingung harus melakukan apa disana, Sejenak Pria itu tersenyum ramah.


"Kamu...Duduklah disana. Biar kita bisa bicara dengan baik,"


Mendapat perintah dari sang pria, Chloe lantas mendudukkan dirinya di salah satu kursi. Menatap bingung sekaligus penasaran mengapa dirinya diajak kesini oleh Elizabeth.


Sesaat seisi ruangan menjadi hening, Sang pria menautkan kedua tangannya sembari menatap lurus pada Chloe dengan senyum ramah.


"Pertama-tama, Perkenalkan namaku Ray Maximillian. Pemilik perusahaan Maximillian Grup dan juga salah satu pendiri dari Guard High School,"


Chloe tersentak sesaat, Tidak menyangka ia akan bertemu salah satu pendiri dari sekolah SMA nya dulu. Sungguh dirinya sangat beruntung, Namun Chloe tidak pernah sekalipun mendengar nama perusahaan Maximillian Grup, Atau mungkin dirinya yang kurang pengetahuan tentang dimensi ini?


"Hebat, Pendiri Guard High School semuda ini?! Benar-benar tidak disangka," Pikir Chloe kagum, Kemudian ia tersenyum cerah.


"Sebuah keberuntungan bisa bertemu dengan anda," Kata Chloe senang, Ray hanya balas tersenyum.


"Kamu pasti Chloe Amberly kan?" Tanya Ray masih tersenyum.


"Ya, Itu nama saya. Bagaimana anda tahu?"


Ray diam sejenak, Senyum ramah masih tertampang di wajahnya. "Kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku meminta Eli untuk mengajakmu kesini,"


Balasnya tanpa msnjawab pertanyaan Chloe, Ray menyesap tehnya sebelum kembali melanjutkan perkataannya.


"Ada beberapa hal yang perlu kau tahu, Mungkin aku harus menceritakan semuanya," Hembusan napas terdengar dari Ray, Dia kembali menautkan jari-jari nya. Kini wajah tampan itu tidak menunjukkan tanda-tanda tersenyum melainkan tatapan serius.


"Apa semuanya berhubungan denganku?" Chloe tiba-tiba menjadi gugup saat tatapan serius Ray tertuju padanya, Sedangkan Eli masih duduk tenang sembari menyesap teh yang sudah disediakan.


"Ya, Mungkin kau akan merasa terkejut mengetahui beberapa faktanya. Tapi semua keputusan itu ada ditanganmu," Ray kembali menghembuskan napas, Berusaha terlihat tenang meski jantungnya berdebar cemas.


"Sebelum itu aku ingin bertanya satu hal, Apa kau saat ini sedang mencari seseorang atau mungkin keluarga kandungmu?"


Netra biru Chloe membulat terkejut, Tubuhnya seakan kaku sesaat. Sebelum kepalanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Sepertinya anda tahu sesuatu tentang saya," Chloe menyipitkan matanya, Menatap serius Ray.


"Selama ini aku selalu memantaumu dari jauh, Memperhatikan aktivitas apa saja yang kau lakukan. Tapi selama beberapa bulan aku kehilangan jejakmu," Ray menjeda perkataannya sejenak.


"Awalnya aku tidak tahu siapa kamu, Awalnya aku merasa tidak memiliki ingatan yang buruk. Tapi Suatu hari aku tidak menyangka kejadian itu akan menimpaku, Membuat kepalaku terbentur cukup keras. Mulai saat itu berbagai ingatan yang tidak kuketahui mulai bermunculan di pikiranku,"


"Kukira selama ini aku adalah anak tunggal, Tapi semakin lama ingatan-ingatan itu muncul, Aku menyadari bahwa aku sebenarnya tidak sendirian, Aku memiliki adik," Netra Ray meredup, Ia semakin menautkan jari-jarinya.


"Aku ingat saat tragedi penculikan yang menimpaku dan adikku, Kami dikejar-kejar orang-orang jahat. Dan saat aku jatuh, Wanita gila itu muncul! Mengambilnya dariku, Dia memisahkan ku dengan adikku," Tanpa sadar Ray mengepalkan tangannya.


Sedangkan Chloe diam mendengarkan, Dirinya tertegun sejenak.


"Apa sebenarnya yang ingin dia sampaikan? Tiba-tiba bercerita tentang ingatannya seperti ini," Pikir Chloe bingung masih belum bisa menangkap maksud sang pria menceritakan masa lalu itu padanya.


"Meninggalkanku kedinginan disana, Aku sudah berusaha minta tolong tapi dia tidak menghiraukanku. Hanya membawa adikku saja, Kupikir hari itu akan menjadi hari terakhirku, Tapi sekarang aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup, Meski harus mengalami trauma berat karna insiden itu,"


Chloe sama sekali tidak berniat memotong cerita sang pria, Bahkan Elizabeth masih duduk tenang ikut mendengarkan.


"Hingga hari-hari berlalu, Aku berusaha mencari keberadaanmu. Bertahun-tahun, Sampai akhirnya aku menemukanmu bersekolah di Guard High School. Melihat dari rupa wajah dan sifatmu yang mirip denganku, Kupikir hanya kebetulan saja. Hingga suatu hari aku mendengar kalau GHS mendapat masalah dari anak-anak geng motor dari sekolah sebelah karna merasa tidak terima kalah saat olimpiade,"


"Waktu itu, Mereka bilang beberapa siswa disana juga menjadi korban. Dan kebetulan kau menjadi salah satu pasien di rumah sakit itu, Karna saat itu kau juga membutuhkan donor darah, Jadi sekalian saja aku meminta Eli untuk mendonorkan darahnya padamu,"


"J-Jadi, Donor darah itu bukan keingingan Nona Michelle sendiri?!" Chloe memandang horror sekaligus kaget.


"Kau jangan salah paham, Itu keinginanku sendiri kok. Tanpa Ray minta pun akan kulakukan karna saat itu aku juga ingin berbagi pada orang yang membutuhkan darahku. Entah kebetulan atau apa, Golongan darah kita sama. Jadi tanpa berlama-lama kukasih saja sebagian darahku," Sela Eli menyesap tehnya.


Tak!


"Sekalian waktu itu aku minta kepada dokternya untuk tes DNA darahmu. Aku cukup terkejut dengan hasilnya, Bahkan Ray juga," Eli tersenyum tipis membuat pandangan Chloe beralih padanya.


"Kau bilang Kalung itu pemberian ibu kandungmu," Pandangan Eli tertuju pada kalung yang dipakai Chloe. "Boleh aku pinjam sebentar?"


"Eh? Ya...," Dengan ragu-ragu Chloe melepas kalung berlogo 'C.M' Miliknya dan menyerahkan pada Eli. Eli menerimanya dengan senang hati sebelum menatap kalung itu lekat-lekat.


"Lihatlah Ray, Begitu mirip dengan kalung punyaku kan?" Eli menyerahkan kalung tersebut lalu menunjukkan kalung yang dipakainya.


Ray diam sesaat dengan tatapan semakin sendu, Kemudian ia membuka kalung itu yang ternyata dibaliknya terdapat sebuah foto kusam, Namun masih terlihat jelas oleh Ray. Chloe pun tidak pernah tahu kalau kalung itu ternyata bisa dibuka, Ia pikir kalung itu hanya kalung biasa.


Jari Ray mengusap foto itu dengan rasa sayang. "Ini bukan mirip lagi, Melainkan memang kalung yang mama berikan turun temurun untuk adikku. Dan kalung ini sepasang dengan punyamu Eli, Karna mama juga memberikannya padamu,"


Eli tersenyum lalu ikut membuka kalung miliknya yang berlogo 'E.M', Memperlihatkan potongan foto kusam yang jika digabungkan dengan foto di kalung Chloe maka akan membentuk sebuah foto keluarga dimana Ibu dari Ray dan Ibu Eli berfoto bersama.


"Benar, Aku sudah menyimpannya sejak lama. Aku sangat berterima kasih dengan tante karna sudah percaya padaku," Balas Eli ikut mengusap foto di kalungnya.


"Foto, Kalung, Rupa wajah dan sifat, Serta DNA. Tidak salah lagi kau orang yang selama ini kucari," Pandangan Ray beralih pada Chloe, Menatap lembut sang gadis.


Chloe semakin bingung dengan situasi disekitarnya, Kebingungan ini membuatnya sontak berdiri dari tempatnya.


"Tunggu! Apa maksudnya ini! Tiba-tiba bilang adik, DNA, Rupa wajah, Foto di balik kalung, Cerita masa lalu! Sebenarnya apa maksud kalian?!" Chloe mengeratkan genggamannya pada tas selempangnya.


"Aku selama ini memang sedang mencari keluarga kandungku! Tapi aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba kalian menceritakan semua ini padaku?!" Tambah Chloe, Nada suaranya sedikit meninggi dengan penuh pertanyaan besar di benaknya.


Ruangan itu kembali hening, Ray berdiri dari kursinya. Mendekati Chloe perlahan sambil menggenggam kalung Chloe di tangannya.


"Sepertinya kau masih bingung ya dengan ceritaku," Langkah sang pria berhenti tepat dihadapan Chloe. "Dimasa lalu, Aku kehilangan adikku saat insiden penculikan itu. Dan selama bertahun-tahun aku mencarinya. Aku juga sudah mendapat informasi dari pihak Panti Asuhan yang merawatnya, Setelah kucari tahu. Dia ditemukan dalam keadaan menyedihkan, Dan juga mendapat trauma yang sangat dalam,"


Deg!


"Panti Asuhan?! Ceritanya sama persis dengan surat yang kutemukan saat itu, Surat dari orang tua angkat Chloe Amberly," Pikir Chloe, Ia mendongak menatap Ray yang lebih tinggi darinya.


Jantungnya berdebar kencang saat Ray melanjutkan perkataannya.


"Apa kau tidak sadar wajah kita sangat mirip? Dan juga traumamu itu pasti karna ulah wanita gila itu,"


"Wanita gila?" Seketika bayang-bayang wajah dari wanita menyeramkan itu terlintas di benak Chloe, Membuat raut wajah sang gadis agak pucat.


"Aku mengerti, Pasti kau sangat ketakutan ya saat bertemu wanita itu?" Senyum lembut tertampang jelas di wajah Ray.


"Dia tahu semuanya, Bahkan tentang penculikan yang terjadi pada Chloe Amberly?! Kalau begitu jangan bilang dia....,"


Jantung Chloe semakin berdebar kencang, Menatap netra milik sang pria. Tubuhnya mulai gemetar.


"Jangan bilang kau adalah....,"


"Ya," Perlahan Ray meraih tangan kanan Chloe, Dan dengan lembut menempelkan tangan sang gadis ke pipinya. Meresapi kehangatan dari tangan gadis itu. "Aku adalah kakak kandungmu, Ray Maximillian. Dan margamu yang asli adalah Chloe Maximillian,"


Deg!


Chloe diam terpaku, Tubuhnya membeku seakan tak bisa digerakkan saat pernyataan Ray menyapu pendengarannya. Netra birunya membulat terkejut menatap Ray, Dan disaat yang bersamaan Chloe merasakan rasa sesak sekaligus sakit di jantungnya.


".....!"


Elizabeth hanya diam ditempat, Memperhatikan Chloe dan Ray. Ia tak ingin ikut campur dan memilih membiarkan Ray menyelesaikan masalah keluarganya dengan Chloe.

__ADS_1


"Sekarang keputusan ada ditanganmu Chloe. Tinggal bersama kakak disini atau pergi dan tidak bertemu kakak lagi selamanya?"


TBC


__ADS_2