
WWUUSSHH!
Sesaat Chloe merasakan hembusan angin kecil di sekitarnya, Angin dan cahaya silau itu menghilang. Sang gadis membuka mata dan menemukan dirinya berada di tempat asing.
Tempat itu penuh dengan tabung besar seukuran manusia berisi air, Entah dia berada dimana tapi yang pastinya menurut Chloe tempat itu seperti tempat laboratorium penelitian. Banyak kabel-kabel besar saling terhubung satu sama lain.
"Tempat macam apa ini?! Mengerikan sekali," Gumam Chloe sambil menatap tabung-tabung kosong di sekitarnya itu.
Tak lama netranya melihat sebuah tabung besar berisi manusia, Dengan penasaran Chloe mendekati manusia itu. Melihat lebih dekat, Sesaat tangannya terulur menyentuh kaca tabung itu.
Di badan manusia itu terhubung dengan kabel-kabel yang entah berasal dari mana. Terdapat selang oksigen yang terhubung dengan manusia tersebut. Chloe mencari nama dari tabung itu, Dia menemukan nama sebuah Code tepat di bawah tabung.
"Eksperimen code M-26?" Chloe memiringkan kepalanya heran menatap code yang baru saja di bacanya. Bergumam bingung. "Ini nama orangnya atau eksperimennya?"
"Hm...Jangan-jangan mereka menculik para manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, Lalu mengubah para manusia itu menjadi robot atau manusia modifikasi?! Hiiih! Kok seram banget," Chloe bergidik ngeri membayangkan kalau itu benar-benar terjadi.
Disaat Chloe bergulat dengan pikiran negatifnya, Tiba-tiba saja dia mendengar suara dentuman besar di belakangnya. Bahkan Chloe juga merasakan tanah yang dipijaknya agak bergetar saat dentuman itu muncul.
BBRRAAKK!
BUM!
NNGGIIINNGG!
Tak lama suara alarm terdengar dari tempat itu, Chloe melihat seorang pria berlari menembus tubuhnya. Sejenak netranya membulat kaget saat melihat pria itu berlari pergi entah kemana.
"Eh?! Itu kan Aiden!"
TAP! TAP! TAP!
"Cepat beritahu anggota lain! Code M-30 kabur!" Tak lama beberapa pria berpakaian ala Professor ikut lari mengejar Aiden. Salah satu pria itu menghubungi rekannya yang lain.
Chloe yang merasa tidak beres bergegas ikut lari mengikuti jejak Aiden, Entah kemana sang gadis hanya mengikuti saja. Keluar dari tempat aneh sekaligus mengerikan itu.
************
Perjalanan itu memakan waktu agak lama, Chloe harus mengejar Aiden sampai melewati hutan belantara. Walau sejujurnya Chloe merasa kewalahan karna lari Aiden lebih cepat darinya.
Hingga akhirnya mereka keluar dari hutan itu dan tahu-tahu malam sudah berganti menjadi pagi. Chloe menghela napas, Mengisi paru-paru nya yang kehabisan oksigen. Untungnya Aiden sudah berhenti lari dan pria itu menuju danau untuk membasuh wajahnya.
Langkah sang gadis mendekati Aiden yang sudah dewasa, Usia pria itu berkisar 24-25 tahun menurut Chloe. Sejenak sang gadis berjongkok di samping pemuda bersurai ungu campur hitam itu. Menatap wajah Aiden dari pantulan bayangan danau.
"Aku paham sekarang, Ternyata kekuatanmu itu berasal dari eksperimen yang dilakukan orang-orang itu. Pantas mereka membawamu entah kemana sewaktu kau kecil," Kata Chloe sambil manggut-manggut.
Aiden hanya diam saja menatap pantulan wajahnya di danau, Tentu saja Aiden tidak bisa mendengar suara Chloe. Tak lama tiba-tiba Aiden mengeluarkan senjata cakarnya dari tangan kanan, Menatap senjatanya dalam diam. Chloe otomatis ikut menatap apa yang dilakukan Aiden.
"Bertahun-tahun aku menjadi eksperimen orang-orang aneh itu, Mereka yang menjadikanku kelinci percobaan. Tapi setelah eksperimen mereka berhasil, Mereka ingin mengambil kekuatan ini dariku untuk kepentingan mereka sendiri," Aiden tersenyum sinis, Mengarahkan cakarnya pada salah satu pohon disana.
"Dasar munafik!"
CRAS!
BUM!
KKRRAAKK!
Seketika pohon yang menjadi target Aiden meninggalkan bekas cakar cukup besar di sisinya dan tak lama pohon itu tumbang hingga menghantam tanah di bawahnya.
Chloe ternganga saat kekuatan Aiden menghantam pohon itu hingga tumbang, Bulu kuduknya meremang seketika.
"Ya ampun, Kekuatan Aiden 2X lipat lebih menyeramkan saat dia marah. Bisa-bisa dia menjadi buronan pemerintah kalau tidak bisa mengendalikan kekuatannya," Pikir Chloe ngeri sambil mengusap kedua lengannya yang meremang.
Aiden menoleh menatap jalanan kota yang hanya berjarak 30 meter dari mereka berdiri, Dia melangkah pergi menuju kota tak lupa menghilangkan cakarnya. Chloe hanya mengikuti sang pemuda, Meski dalam hati dia bertanya-tanya hubungan masa lalu Aiden dengan dirinya.
Jalanan kota begitu ramai dengan Transportasi yang lalu lalang, Banyak juga para pejalan kaki lalu lalang di trotoar jalan. Aiden melangkah berbaur bersama pejalan kaki lainnya. Sesaat Netra ungu tua itu melirik beberapa toko yang mereka lewati dengan ekspresi datar.
Tak lama kakinya berhenti melangkah di depan sebuah toko kue, Aiden menatap toko kue itu dalam diam dengan pancaran sorot mata yang tidak bisa ditebak. Chloe menatap Aiden sesaat lalu menatap toko kue secara gantian.
"Apa Aiden lapar? Dia terus menatap toko kue itu," Pikir Chloe heran, Sang gadis melambaikan tangannya di depan wajah Aiden. Namun tak ada respons apapun dari sang pria.
Sejenak terdengar helaan napas dari Aiden sendiri, Setelah itu kakinya kembali melangkah pergi meninggalkan area toko kue itu. Kembali berbaur bersama para pejalan kaki lainnya.
************
[Taman]
Di sebuah taman sepi dan sunyi, Aiden berhenti berjalan. Dia mendudukkan dirinya di salah satu bangku taman itu. Menatap kosong pemandangan taman di depannya.Sedangkan Chloe memilih duduk di rerumputan, Bermain dengan ranting kecil yang dia dapatkan di tanah.
__ADS_1
"Tidak ada makanan yang bisa kudapatkan disini,"
Chloe noleh pelan menatap Aiden setelah tak sengaja mendengar gumaman sang pemuda. Mencibir pelan.
"Siapa suruh kabur gak bawa uang," Balas Chloe pelan menusuk-nusukkan ranting di tangannya ke tanah.
Keheningan menyelimuti tempat itu hingga akhirnya Aiden melihat beberapa tanaman tumbuh di taman. Salah satunya adalah tanaman kesukaannya yaitu mawar biru.
Kakinya melangkah mendekati semak mawar tersebut lalu memetik dua tangkai mawar, Mawar merah dan biru. Aiden kembali duduk di bangkunya usai memetik dua mawar itu, Memainkannya di tangan.
Netra ungu tua milik Aiden menatap sendu dua tangkai mawar di tangannya, Mungkin teringat dengan keluarganya dulu. Aiden terdiam lama di taman itu hingga akhirnya terdengar suara langkah kaki kecil mendekati Aiden.
TAP! TAP! TAP!
"Paman! Kenapa paman sendirian disini?"
Mendengar suara anak kecil di dekatnya membuat Aiden menoleh dengan ekspresi datar, Menatap seorang anak perempuan dengan surai hitam potongan panjang dan netra merah seperti batu ruby, Anak itu juga memakai syal berwarna merah maroon. Dia memegang sebuah boneka kecil dan sebuah roti di tangannya. Tatapan netra merahnya menatap polos Aiden.
(Chloe Watson usia 5 tahun👆)
Berbeda dengan Chloe, Gadis itu tersentak saat suara anak kecil itu menyapu pendengarannya. Suara itu terdengar familiar bagi sang gadis. Refleks Chloe menoleh dan menemukan anak kecil tersebut tengah menatap Aiden. Seketika Chloe terkejut setengah mati.
"Tu-Tunggu dulu! Itu aku?! Aku waktu kecil?! Bagaimana bisa aku bertemu Aiden saat usia ku 5 tahun, Aku sendiri bahkan tidak ingat pernah bertemu dengannya," Chloe tak habis pikir dengan masa lalu Aiden.
Chloe sangat mengenali anak kecil yang mendekati Aiden itu, Anak itu adalah gambaran dirinya sewaktu kecil namun Chloe tidak ingat pernah bertemu Aiden dulunya.
"Apa ini artinya aku bukan pertama kali masuk dalam dunia game ini?! Artinya aku pernah masuk ke dunia ini bahkan sebelum misiku dimulai," Pikir Chloe masih dalam keterkejutannya, Dia mendekati Aiden dan Chloe kecil agar mendengar pembicaraan mereka lebih jelas.
Aiden hanya menatap dalam diam Chloe kecil, Lalu menghela napas pelan. Menjawab dengan datar. "Pergilah bocah! Tempat ini bukan tempat yang aman untuk bermain bagi anak kecil sepertimu,"
"Terus kalau bukan tempat yang aman, Paman ngapain sendirian disini?" Tanya Chloe kecil polos, Memeluk erat bonekanya.
"Bocah sepertimu tau apa?!" Aiden menatap dingin Chloe kecil di dekatnya. Nada suaranya agak meninggi. "Jangan ikut campur urusan orang dewasa!"
Mendengar nada Aiden yang agak meninggi membuat Chloe kecil takut, Badan anak kecil itu agak gemetar dan kepalanya menunduk takut. Tangannya semakin erat memeluk bonekanya. Memilih diam tak bersuara lagi.
Aiden terdiam menyadari dia hampir membentak anak kecil tak bersalah di depannya, Pemuda itu menghela napas. Mengusap tengkuknya canggung, Bingung harus bicara apa dengan anak kecil di dekatnya.
Selama bertahun-tahun Aiden tak pernah berhadapan dengan anak kecil apalagi sampai ngajak ngobrol begini, Jadi Aiden cukup bingung harus bersikap seperti apa. Sejenak dia kembali menghembuskan napas lalu tangannya terulur mengusap surai hitam milik Chloe kecil.
Chloe kecil mendongak ketika tangan Aiden mengusap surai miliknya, Perlahan senyum Chloe kecil kembali mengembang ceria dengan semangat.
"Chloe Watson, Dan nama paman?"
"Aiden. Dimana orang tuamu?"
"Senang bertemu paman Aiden," Kata Chloe kecil ceria yang hanya mendapat anggukan dari Aiden. "Aku juga tidak tahu paman. Aku tidak bersama orang tuaku, Sepertinya aku nyasar. Orang tuaku gak ada disini,"
Aiden mengerutkan alisnya, Merasa heran anak sekecil Chloe bisa jalan-jalan tanpa pengawasan kedua orang tuanya. Lalu dimana orang tua anak ini?
Perlahan Aiden mengalihkan tangannya menyentuh kening Chloe kecil, Mencoba mencari ingatan anak itu tentang keberadaan orang tua Chloe kecil, Dia menutup matanya sesaat. Tak lama Aiden membuka kedua matanya kembali setelah proses pencarian itu selesai, Ekspresinya agak terkejut sesaat namun dia kembil memasang ekspresi datar setelahnya.
"Anak ini dari dunia yang berbeda, Bagaimana bisa dia nyasar sejauh ini?! Bahkan sangat jauh dari kedua orang tuanya. Pasti dia tidak sengaja memasuki sebuah portal penghubung antar dimensi," Pikir Aiden mulai paham kenapa Chloe kecil bisa berada di tempat itu.
"Paman! Paman Aiden!" Chloe kecil melambaikan tangannya di depan wajah Aiden, Membuat lamunan Aiden buyar. Netra ungu tuanya menatap Chloe kecil datar.
"Apa?"
"Paman mau roti, Chloe bagi dua ya," Dengan ceria Chloe kecil membagi dua roti di tangannya. Lalu menyodorkan sebagian rotinya pada Aiden.
Aiden diam sejenak menatap roti yang di sodorkan padanya, Tangannya perlahan menerima potongan roti tersebut. Sesaat kepalanya menoleh pada Chloe kecil yang sudah duduk di sampingnya. Anak itu tengah asyik makan roti bagiannya.
Aiden mulai menyantap roti bagiannya, Walau dia masih merasa penasaran bagaimana cara Chloe kecil menemukan portal penghubung antar dimensi. Netranya sesaat kembali melirik Chloe kecil disampingnya, Sekarang anak itu tampak asyik bermain dengan bonekanya.
Entah kenapa Aiden merasa nyaman dengan Chloe kecil, Anak kecil itu juga berbaik hati memberikan sebagian roti untuknya tadi. Walau mereka baru saja kenal, Tapi Aiden merasa lebih tenang saat bersama Chloe kecil.
Aiden mengambil setangkai mawar merah yang barusan dia petik, Perlahan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum lembut. Lalu dia menoleh sambil menatap Chloe kecil yang masih bermain dengan bonekanya.
"Chloe Watson,"
"Ya paman?"
Chloe kecil menoleh ketika Aiden menggenggam satu tangannya, Pemuda itu juga tersenyum lalu menuntun tangan Chloe kecil untuk menggenggam setangkai mawar merah di tangannya. Meski Chloe kecil hanya menatap Aiden polos karna tak paham apa yang ingin Aiden lakukan. Aiden merendahkan dirinya agar sejajar dengan tinggi badan Chloe kecil.
__ADS_1
"Chloe Watson, Kalau kau sudah dewasa nanti. Maukah kau menjadi pendamping hidup Paman?"
Disisi lain, Chloe yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Aiden dan dirinya waktu kecil langsung syok saat suara Aiden menyapu pendengarannya. Tidak terpikirkan olehnya kalau Aiden akan melamarnya saat dia masih kecil walaupun harus menunggu dirinya dewasa juga tapi kan Chloe tetap gak nyangka.
"Astaga! Aiden jangan bilang kau pedo?! Yang benar saja?! Masa ngelamar anak kecil sih?" Kata Chloe histeris sambil merinding, Dia mengusap kedua lengannya kaget.
Kembali ke sisi Aiden dan Chloe kecil. Chloe kecil menatap bingung setangkai mawar yang kini berada di tangannya, Menatap Aiden sesaat.
"Paman ngasih bunga ini untukku?"
"Iya," Aiden masih tak melepaskan genggamannya dari tangan Chloe kecil.
"Wah, Makasih paman. Tapi arti 'pendamping hidup' itu apa ya?" Chloe kecil masih menatap bingung, Aiden hanya tersenyum kecil lalu mengusap surai hitam milik Chloe kecil.
"Nanti saat kau sudah dewasa, Kau akan tahu artinya," Aiden berdiri lalu menoleh. "Ayo ikut paman, Sudah saatnya kau pulang,"
"Hm...Iya," Chloe kecil dengan ceria mengikuti Aiden sambil memeluk erat bonekanya dan menggenggam mawar di tangannya.
Mereka bergandengan pergi menuju suatu tempat. Jika orang-orang melihat mereka, Maka mungkin orang-orang itu akan berpikir Aiden dan Chloe kecil adalah ayah dan anak.
Baru saja beberapa langkah mereka pergi menjauhi area taman, Namun sekelompok orang-orang berjas putih ala Professor muncul sambil membawa senjata. Refleks Aiden dan Chloe kecil berhenti, Aiden segera menyembunyikan Chloe kecil di belakangnya agar terlindungi dari orang-orang itu.
"Akhirnya ketemu juga Kau Code M-30," Kata salah satu orang-orang berjas putih itu. Dia melirik Chloe kecil yang berada di belakang Aiden.
"Oh, Ternyata kau membawa bahan eksperimen baru ya," Pria itu tertawa senang sambil bertepuk tangan sesaat. "Bagus, Bagus sekali,"
Aiden menatap tajam masih bersiaga sekaligus waspada pada orang-orang disekitarnya, Auranya berubah suram. "Dia bukan bahan untuk eksperimen! Jika kalian berani menyentuh anak ini, Aku akan membunuh kalian semua!"
"Cih, Kau tidak bisa melakukan apapun tanpa diperintah oleh Ketua. Semuanya tangkap mereka berdua!" Kata pria itu yang otomatis para bawahannya langsung menuruti perintah tersebut.
Chloe kecil gemetar ketakutan sambil memegang erat ujung pakaian Aiden, Netra merahnya berkaca-kaca. "Paman, Aku takut,"
Aiden tersentak saat merasakan genggaman erat Chloe kecil di ujung pakaiannya, Dia refleks memeluk Chloe kecil lalu menggendong anak itu dan lari menjauh dari sana.
"Tenang, Kau akan aman Chloe,"
Aiden terus berlari sambil menggedong Chloe kecil, Menuju sebuah tempat. Dia berbelok memasuki sebuah gang sempit, Namun sayangnya ternyata gang itu buntu. Aiden benar-benar panik, Dia menurunkan Chloe kecil. Lalu menjajarkan tubuhnya dengan anak itu sambil memegang kedua pundak Chloe kecil.
"Chloe, Dengarkan paman. Paman akan mengaktifkan sebuah portal agar kau bisa pulang. Jika portal itu sudah terbuka, Kau harus masuk kedalamnya. Mengerti?!" Kata Aiden serius, Menatap netra merah Chloe kecil lekat.
"Iya, Paman," Dengan patuh Chloe kecil mengangguk. Hampir ingin menangis karna saking takutnya tadi.
Aiden terdiam dia mengusap sudut mata Chloe kecil dengan ibu jarinya, Perlahan Aiden menempelkan keningnya dengan kening Chloe kecil. Memejamkan mata sesaat.
"Paman harap kita akan bertemu lagi saat kau sudah dewasa. Paman akan menjemputmu lagi nanti. Paman sayang padamu Chloe Watson," Lirih Aiden pelan merasa sedih karna akan berpisah dengan Chloe kecil.
"Aku juga sayang paman, Terima kasih sudah membantuku Paman Aiden," Chloe kecil menangkup pipi Aiden dengan kedua tangan kecilnya, Tersenyum manis lalu mengecup pelan pipi Aiden.
Cup!
Seketika perasaan yang sudah lama mati itu kembali muncul dalam diri Aiden, Perasaan hangat menjalar di seluruh tubuhnya. Detak jantungnya perlahan tak terkendali, Pipinya merona tipis ketika mendapat kecupan di pipi oleh Chloe kecil.
Aiden sangat tahu kalau usia mereka terpaut jauh, Namun dia merasa sudah jatuh dalam pesona seorang Chloe Watson. Anak kecil yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu ini membuat Aiden bisa merasakan perasaan hangat itu lagi. Meski kini mereka juga harus berpisah.
Pemuda bersurai ungu itu mendekap tubuh Chloe kecil untuk terakhir kalinya, Walau sebagian dirinya merasa tak rela melepaskan kepergian Chloe. Namun kini dia harus melakukannya karna nyawa Chloe kecil lah taruhannya.
"Paman akan menunggumu Chloe," Lirih Aiden sedih. Menenggelamkan wajahnya pada pundak Chloe kecil.
Setelah pelukan singkat itu, Aiden berdiri lalu mulai mengalirkan kekuatannya pada tembok untuk membuka portal penghubung dimensi. Tak lama muncul sebuah portal hitam tanpa dasar dari tembok, Portal itu berputar layaknya rotasi bumi.
Dengan senyum tipis Aiden mendorong pelan pundak Chloe kecil, Mengkode agar Chloe kecil segera memasuki portal itu. Perlahan langkah kaki Chloe kecil membawanya menuju portal, Sesaat Chloe kecil menoleh ke belakang untuk menatap Aiden yang berdiri dalam diam.
Merasa sedih karna akan meninggalkan Aiden, Chloe kecil berlari kembali menuju sang pemuda lalu memeluk balik. Sontak Aiden tersentak namun kemudian dia tersenyum sambil membalas pelukan Chloe kecil.
"Paman Aiden, Makasih banyak. Kalau Chloe balik lagi kesini saat sudah dewasa, Chloe bakalan cari paman," Kata Chloe kecil dengan senyum ceria.
"Iya, Paman juga bakal nungguin Chloe kok,"
Usai pelukan perpisahan itu, Chloe kecil kembali menuju portal. Dia melambai pelan pada Aiden sesaat, Aiden hanya membalas lambaian itu. Akhirnya Chloe kecil menghilang memasuki dalam portal seiring tertutupnya pintu portal itu. Dan Aiden yang hanya bisa menatap kepergian Chloe kecil.
Chloe terdiam menatap perpisahan antara dirinya dan Aiden, Hingga akhirnya sinar cahaya itu muncul dan membuat Chloe harus menutup matanya. Dia tak tahu lagi apa yang terjadi dengan Aiden setelah kepergiannya sewaktu kecil itu.
__ADS_1
TBC