
[Keesokan paginya]
Sayup-Sayup suara kicauan burung membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur lelap, Cahaya mentari perlahan masuk dari celah-celah gorden, Menyinari sebagian wajah sang gadis. Sesaat raut wajah itu merengut merasa agak terganggu dengan cahaya mentari yang mengenai wajahnya.
Perlahan kelopak mata itu terbuka memperlihatkan Netra berwarna biru sebiru samudra. Dia perlahan bangun masih dengan ekspresi mengantuk, Menguap kecil dan merenggangkan badannya sesaat.
TAP! TAP! TAP!
SREK!
Dia meranjak dari kasur, Berjalan mendekati gorden dan membukanya. Tak lupa membuka jendela agar udara pagi masuk ke kamarnya, Rambutnya sedikit acak-acakan khas bangun tidur.
Sesaat Netra Chloe ngelirik Holy yang masih tidur di nakas, Dengan malas dia berjalan menuju kamar mandi, Ingin melakukan ritual paginya disana.
Tak sampai 15 menit Chloe sudah berpakaian kasual rapi dengan wajah yang tampak segar dari sebelumnya. Sweater lengan panjang berwarna coklat dengan kerah sedikit tinggi hampir menutupi tanda di lehernya, Dan celana panjang berwarna hitam sedikit longgar. Dia mengikat rambut panjangnya pony tail agar tak merasa gerah.
Dengan santai Chloe menuju keluar kamar, Berniat ke dapur untuk sarapan.
CKLEK!
CKLEK!
CKLEK!
Tidak disangka Chloe keluar kamar bersamaan dengan Devian dan Ian yang baru saja juga ingin pergi ke dapur. Sesaat ketiganya saling lirik.
"Pagi Devian, Ian," Sapa Chloe memulai obrolan.
"Pagi Kak Chloe," Balas Devian masih agak lesu dan mengantuk.
"Pagi," Sahut Ian dingin, Memutuskan mendahului Devian dan Chloe menuruni tangga.
Chloe ikut turun tangga disusul Devian, Meski ketiga sama-sama menuju dapur tak ada obrolan yang terjadi selain sapaan pagi hari.
*****************
[Dapur]
Aroma masakan tercium jelas saat Chloe sampai di dapur, Terlihat anggota lain sudah berkumpul di meja makan. Dan Aiden yang sedang memasak (Chloe harap menu nya bukan sayur tomat dan jus jambu lagi).
Dia segera duduk di kursi pilihannya, Semuanya pun sudah duduk di kursi masing-masing, Sibuk dengan kegiatan masing-masing selagi menunggu Aiden selesai masak.
Sejenak hanya terdengar keheningan di sana, Sebagai seseorang yang tak terlalu suka kesunyian. Chloe memutuskan membuka obrolan.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan setelah sarapan?" Tanya Chloe sambil memandangi satu persatu para anggota.
"Setelah ini Kakak harus membantu di Cafe, Sudah lama kakak tidak memastikan laporan Cafe selama beberapa bulan," Jawab Felix tanpa menoleh, Sibuk dengan HP nya.
"Aku lagi mager aja, Pengen tidur lagi habis ini," Raizel sesaat menguap kecil, Menyembunyikan wajahnya diantara lipatan tangan.
"Setelah ini aku mau ngumpul sama teman-temanku," Devian menyandarkan punggungnya.
"Tidak ada, Beberapa hari gak ada misi dari pemilik Asrama," sahut Ian dingin.
TING!
Rion menunjukkan layar HP nya, Seperti biasa tak membuka suara.
[Hari ini aku libur]
Chloe cuma manggut-manggut, Kalo Aiden jangan ditanya lagi. Dia pasti setiap hari selalu sibuk di Asrama, Entah membereskan Asrama, Memasak, Atau menyiram tanaman di kebun. Ya, Setiap anggota punya kesibukan masing-masing, Jarang kumpul bersama. Kalau kumpul pun cuma saat makan saja.
Tak lama setelah obrolan singkat itu Aiden selesai memasak, Dia menghidangkan menu yang berbeda dibanding kemarin.
"Untung menu nya kali ini bukan sayur tomat dan jus jambu lagi," Pikir semuanya merasa lega (Kecuali Aiden).
Mereka pun makan dalam diam, Tak saling bicara lagi.
*******************
__ADS_1
[Kebun]
Chloe menyiram tanamannya, Disampingnya terdapat Felix yang sedang memetik beberapa buncis untuk stok persediaan di Cafe nya.
"Kak Felix, Bagaimana part time ku di Cafe? Aku sudah lama gak kerja," Chloe menoleh, Memulai obrolan.
"Hm...Karna Chloe sudah berada di Asrama dan mungkin akan mendapat misi dari pemilik Asrama. Lebih baik Chloe gak kerja lagi di Cafe kakak," Jelas Felix tak mengalihkan pandangannya dari buncis yang tumbuh menjalar.
"Hee? Kenapa? Terus aku dapat uang dari mana dong? Terus kalau aku pengen beli perlengkapan kuliahku gimana? Belum lagi kebutuhan pribadiku," Rengek Chloe dengan ekspresi cemberut.
Felix terkekeh sesaat, Mencubit pipi adiknya gemas.
"Dasar kau ini, Kan kakak sudah bilang masalah biaya sekolahmu biar kakak yang tanggung. Untuk keperluan pribadi sudah disiapkan pemilik Asrama, Kau tak perlu khawatir,"
"Huh! Serius!? Pemilik Asrama yang menyiapkan?" Chloe menepuk tangan Felix yang masih cubit pipinya.
Pemuda bersurai coklat dengan Netra Aqua itu mengangguk kecil sambil melepaskan cubitannya.
"Iya, Anggap aja Service tambahan dari pemilik Asrama sebagai ganti tinggal disini,"
"Hohoho, Enak dapat gratisan semua," Chloe tertawa senang, Yang mendapat gelengan dari Felix.
"Siapa bilang semua itu gratis? Sebagai gantinya kan kau harus ngerjain misi dari pemilik Asrama, Dan setiap misi yang diberikan gak boleh protes,"
"Hee, Itu aku juga tau kak. Asal Misi nya gak yang aneh-aneh aja,"
Felix hanya tersenyum, Dia berdiri dari jongkoknya karna sudah merasa cukup dengan buncis yang dipetiknya.
Namun suara yang cukup kencang mengagetkan keduanya, Suaranya berasal dari halaman depan Asrama. Bahkan mungkin suara itu bisa didengar seluruh penghuni Asrama.
NNGGGIIINGG!
"PARA PENGHUNINYA PADA KEMANA NIH! MANA SAMBUTANNYA!?"
"Astaga!"
"Apaan dah ribut-ribut!? Dapat Toa dari mana juga?" Gerutu Chloe, Yang mendapat angkatan pundak dari Felix.
"Entah, Kayaknya enggak beres nih. Lihat yuk," Ajak Felix yang diangguki oleh Chloe.
Keduanya pun meletakkan alat penyiram dan sekeranjang buncis di dapur lalu segera berlari kecil menuju halaman depan Asrama.
TAP! TAP! TAP!
Mereka sampai di depan Asrama, Tampak penghuni lainnya juga baru datang (Kecuali Aiden). Di sana terdapat sebuah mobil sedan hitam terparkir dengan dua pria yang baru saja keluar dari dalam mobil. Salah satu pria di sana tampak memegang alat pengeras suara, Dan pria satunya hanya berdiri diam di samping mobil.
"Ada apa ribut-ribut?" Tanya Chloe setelah berlari beberapa meter.
Perhatian pria pemegang alat pengeras suara beralih pada Chloe, Dia tersenyum lebar melihat sang gadis.
"Halo, Aku kembali wahai para anggota ku," Kata pria itu senang.
"Sumpah, Pemilik Asrama gaje," Pikir Devian sweetdrop.
Sesaat Chloe terdiam mematung, Dia sangat mengenali ciri-ciri pria pemegang pengeras suara itu. Surai berwarna hitam dengan Netra orange yang mencolok.
"Dia....Pemilik Asrama ini!? Justin Garfield!?" Pikir Chloe yang terkejut dengan kehadiran Justin disana.
***********************
[Ruang tamu]
Semua penghuni sekarang sudah berkumpul bersama pemilik Asrama yang diketahui ternyata adalah Justin Garfield. Disana Justin duduk di kursi kebanggaannya, Disisi Justin tampak Si supir berdiri dengan tegap. Namun Netra sang supir terus menatap tajam Chloe.
Sejujurnya Chloe menyadari tatapan tajam dari sang supir yang berdiri di sisi Justin, Tapi Chloe berusaha mengacuhkannya walau merasa tak nyaman.
"Holy, Itu kenapa pria yang berdiri di samping Justin terus menatapku tajam begitu? Kok aku jadi merasa seram ya?" Kata Chloe dalam hati, Sedikit melirik sang supir yang terus menatap tajam dirinya.
"Entahlah, Kalau dilihat dari tatapannya sih. Kayaknya dia gak suka kamu deh Chloe," Balas Holy bergidik pundak.
__ADS_1
Chloe cuma diem aja, Gak berani lagi lirik-lirik si supir di samping Justin lagi.
Hingga akhirnya keheningan itu dipecahkan oleh pemilik Asrama sendiri alias Justin.
"Baiklah, Pertama-tama kuucapkan selamat datang kepada dua anggota baru kita. Aku akan memperkenalkan diriku dan No.1, Sebagian memang sudah tahu kalau aku pemilik Asrama ini tapi akan kuperkenalkan ulang khusus untuk kedua anggota baru kita,"
Justin bersidekap sesaat, Melipat kedua tangannya depan dada dengan senyum tipis.
"Namaku Justin Garfield, No.0 sekaligus pemilik Asrama," Justin kemudian melirik Sang supir yang berdiri di sampingnya. "Dan ini No.1 Tangan kananku sekaligus Bodyguardku,"
Sang supir sedikit membungkukkan badannya dengan ekspresi datar. "Namaku Ezra Miracle, No.1 sekaligus Tangan kanan dan Bodyguard Tuan Justin,"
Sesaat Netra Ezra melirik Chloe dan Rion dengan tatapan tajam dan sinis. "Senang bertemu dengan kalian berdua, Anggota baru,"
"Kenapa dari tadi natap tajam ke aku terus!? Kayaknya Pak Ezra benar-benar gak suka aku berada di sini deh," Batin Chloe meringis dalam hati, Sesaat mengangguk kecil dengan perkenalan Justin dan Ezra.
Sedangkan Rion mengangguk kecil, Sebagai balasan atas perkenalan itu.
Chloe mengangkat satu tangannya sesaat, Membuat beberapa pasang mata menatapnya.
"Ada yang ingin kau tanyakan Chloe Amberly?" Kata Justin dengan ekspresi penasaran.
"Boleh aku izin memanggil pemilik Asrama dengan panggilan Pak Justin? dan No.1 dengan panggilan Pak Ezra? Kurasa kalian lebih tua dariku beberapa tahun, Bukankah lebih enak di dengar begitu?" Kata Chloe polos dan tenang, Mengingat Justin sekarang adalah pemilik Asrama ini, Tentu Chloe harus memanggilnya dengan panggilan yang sopan.
Sejenak ruangan itu menjadi sunyi, Justin masih bersidekap lalu tak lama terdengar tawa kecil darinya.
"pffttt! Pak? Panggilan itu terdengar lucu meski kita hanya beda berapa tahun. Tapi kurasa boleh juga, Kau tidak keberatan kan Ezra?" Justin menoleh pada Ezra yang berdiri di sampingnya.
"Ya, Saya rasa tak masalah. Selama panggilan itu membuat Tuan Justin nyaman," Kembali netra Ezra melirik Chloe tajam.
"Baiklah, Hanya itu yang ingin kusampaikan. Terima kasih sudah mau menyempatkan diri untuk berkumpul, Kalian bisa kembali ke kamar masing-masing,"
Justin meranjak dari duduknya, Sebelum pergi sesaat dia menoleh pada semua anggota yang masih duduk disana.
"Untuk masalah misi atau pembagian tugas, Kita bisa lanjutkan besok. Hari ini kalian istirahatlah,"
TAP! TAP! TAP!
Justin melangkah pergi menuju kamar bagian dalam, Meninggalkan semua anggotanya di ruang tamu bersama Si No.1 alias Ezra.
Sejenak semuanya terdiam setelah kepergian Justin lalu tak lama Ian duluan meranjak dari sana, Dan disusul Anggota lainnya.
Chloe bersama Rion ingin ikut pergi ke kamar masing-masing, Namun Ezra segera mencegat keduanya dengan ekspresi Serius.
"Rion, Chloe! Tunggu sebentar!" Pinta Ezra sambil menghalangi langkah keduanya.
Sesaat Chloe dan Rion saling pandang, Kembali memandang Ezra.
"Ada apa Pak Ezra?" Tanya Chloe heran.
Ezra menatap tajam sesaat. "Kuperingatkan untuk kalian berdua, Jangan pernah mengganggu istirahat Tuan Justin atau Membuat kekacauan di Asrama ini yang bisa menyebabkan kesehatan Tuan Justin terganggu. Kalau sampai kalian berbuat ulah, Lihat saja nanti!"
Ancam Ezra sangat serius, Sesaat giginya bergemeletuk kesal. Dan melangkah pergi meninggalkan Chloe dan Rion yang terdiam kebingungan.
Setelah kepergian Ezra barulah Chloe ngomong. "Rion, Apa kau paham kenapa Pak Ezra begitu? Dia sangat aneh,"
Rion hanya menggidikkan pundaknya lalu mengetik pesan di HP nya.
TING!
[Entahlah Nona Chloe, Mungkin Pak Ezra hanya khawatir saja dengan Pak Justin. Itu wajar terjadi jika kita sudah kenal lama dengan orang tersebut]
Chloe cuma manggut-manggut walau sejujurnya dia tak paham.
"Baru bertemu pertama kali saja Pak Ezra sudah begini. Bagaimana dengan kedepannya? Hah, Asrama ini semakin banyak keanehan saja," Pikir Chloe sambil menggelengkan kepalanya.
Dia dan Rion pun pergi ke kamar masing-masing, Menunggu esok hari untuk langkah selanjutnya.
TBC
__ADS_1