System Prince Charming

System Prince Charming
Raizel Freymon dan Justin Garfield


__ADS_3

BBRRAAKK!


Kututup pintu kamarku dengan cepat sedikit menimbulkan bunyi nyaring, napasku tak beraturan akibat terus berlari sepanjang jalan pulang tanpa henti. Astaga tadi mengerikan sekali. Ruangan itu dipenuhi oleh orang-orang aneh.


Dengan cepat aku menyalakan AC otomatis karna merasa gerah, lalu aku segera duduk di kasurku sambil melepaskan tas selempangku.


"Holy!" kata ku kesal memanggil System yang kini terbang mendekat. Dia nyengir sesaat.


"Kenapa tidak bilang kalau misi nya se susah itu!?"


"Tadi katanya cuma minta tanda tangan kecil, jadi ya udah. Chloe juga menerima misi nya kok. Kenapa sekarang malah menyalahkan Holy," Holy protes sambil menjentikkan jarinya, meniru gerakkan ku saat di Studio tadi.


"Aku lupa, bukan misi nya yang susah. Tapi cara mendapatkannya yang harus kuat mental. Manalagi yang bermata orange itu kelihatan seram," kata ku sambil menepuk jidatku agak keras.


"Nah, itu tau,"


Aku menghembuskan napasku kasar, lalu kuhempaskan tubuhku ke kasur. Aku teringat dengan ancaman Pria itu, Apa dia akan benar-benar mengawasi ku ya? Aku sangat takut jika itu benar terjadi, hidupku benar-benar tak tenang mulai sekarang.


"Haduh, bagaimana ini? Aku takut ancamannya akan menjadi kenyataan. Kenapa saat keadaan ku terdesak tadi, Holy tidak membantu sih?"


"Maaf, Chloe. Sejujurnya aku ingin membantu Chloe tadi. Tapi aku sadar dia sepertinya bukan orang biasa, karna Aura nya juga sangat suram dan berbeda. Aku jadi ikut takut seperti Chloe, tapi tenang jika ancaman nya jadi kenyataan, aku akan meminta program untuk membuatkan beberapa senjata dan mode bela diri untuk pelindung Chloe kalau terjadi apa-apa,"


"Aku udah punya bela diri Holy," sahutku malas, tapi aku juga agak tertarik dengan bela diri dan senjata yang dimaksud.


"Tapi bela diri ini berbeda dari dunia asli mu Chloe, bela diri ini mencakup semua bidang kayak karate, pencak silat, dan bela diri yang lainnya. Dengan begitu bela diri Chloe semakin kuat,"


"Wah, bagus tuh. Oke sekarang aku sudah tenang," Aku lega kalau system akhirnya menambahkan beberapa pertahanan diri untukku.


Tapi aku juga penasaran dan merasa agak ganjil dengan ancaman dari pria bernetra orange itu, kalau mereka hanya Grup idol biasa pasti nya mereka tidak masalah kalau ada satu atau dua ataupun lebih Fans yang nekat masuk ke back stage demi mendapatkan tanda tangan atau berfoto bersama tanpa ada ancaman. Namun aku merasa grup idol ini seperti menyimpan suatu rahasia, sampai pria bernetra orange itu mengancamku segala.


Seakan mereka takut rahasia yang mereka simpan terbongkar dan tersebar ke publik, bahkan aku masih ingat semua orang di ruangan itu menatapku tajam dan menusuk, itu artinya mereka pasti bukan grup idol biasa kan? pasti ada yang mencurigakan dari mereka. Kurasa Pria bernetra orange itu pimpinan atau Direktur dari Grup HE@VEN. Mungkin juga CEO entahlah, yang pastinya aku merasa begitu.


"Selamat Chloe, sekarang mode air mengalir sudah terbuka dan kebun buat tanaman sudah ada di halaman belakang rumah mu, mereka siap ditanami apa saja. Biodata target ke-3 dan ke-4 juga sudah terbuka,"


Lamunan ku buyar setelah mendengar suara Holy, aku mengagguk kecil.


"Poin hati target ke-3 dan ke-4?"


"Sayang sekali kau tidak mendapatkan nya Chloe,"


"Hah!? Kenapa? Ini tidak seperti biasanya, padahal saat bertemu dengan Devian dan Kak Felix aku mendapatkan poin hati mereka kok,"


"Apa kau tidak sadar Chloe? Aura mereka suram-suram dan tidak bersahabat. Kita kayaknya datang di waktu yang salah, makanya sikap mereka seperti tidak suka dan dingin padamu saat kau datang ke ruangan mereka,"


"Tapi si rambut hijau dan Al tadi, mereka gak gitu kok pas aku datang. Bahkan yang rambut hijau tadi menawariku untuk berfoto bersama," Aku mengernyitkan alisku tak percaya, kalau sebenarnya si rambut hijau dan Al sejujurnya tidak suka dengan kedatanganku. Terlebih si Al tadi kan sempat menggodaku juga.


"Jangan lihat buku dari sampul nya Chloe, seperti itulah si rambut hijau dan Al tadi. Mereka hanya pura-pura terlihat ramah dan periang hanya di depan Fans mereka, dibalik sifat mereka yang seperti itu sejujurnya sifat asli mereka bukan itu malahan lebih buruk dari sifat yang ditunjukkan Raizel dan Revan tadi. Jadi kurasa kalau ketemu mereka lagi, Chloe harus hati-hati, soalnya Holy merasa Grup HE@VEN bukan grup idol biasa,"


Napasku tercekat mendengarnya, aku sudah menduga dari awal kalau Grup HE@VEN bukan grup sebaik kelihatannya, ditambah dengan ancaman dari pria bernetra orange itu dan tatapan sinis dari Revan sudah memperkuat dugaanku. Dan masalah nya kini tanpa sadar aku sudah terseret dalam rahasia mereka yang bahkan aku tidak tahu apa yang mereka rahasiakan dan sembunyikan.


Seketika aku langsung meringkuk dalam selimutku, rasa cemas, gelisah, takut, dan gusar semuanya menjadi satu. Membuat tubuhku rasa nya langsung down. Holy menepuk-nepuk kepalaku mencoba menenangkan. Aku menjadi takut keluar rumah besok.


"Sudah-sudah, jangan dipikirkan Chloe. Ada Program dan System yang membantu dan melindungi Chloe selama disini,"


"Ak-Aku tidak tahu harus melakukan apa agar pikiran ini tidak menghantui ku terus," gumamku penuh gelisah, menyembunyikan semua tubuhku dalam selimut.


"Hm...bagaimana kalau Chloe lihat dulu biodata kedua target, mungkin bisa membuat Chloe sedikit tenang,"


TING! TING!


Baru saja aku ingin mengikuti saran Holy untuk melihat biodata target, 2 pesan dari program tiba-tiba muncul.


From: Program

__ADS_1


To: Chloe


Satu mode kembali terbuka:


1.) Mode: Pekerja yang Cekatan (Note: Membuat kecepatan bekerja 3x lebih cepat dari sebelumnya).


2.) Mode: Air Mengalir (Note: membuat karakter Chloe bisa menangis dalam kendali Program dan system untuk menarik simpati orang-orang).


3.) Mode: ????


4.) Mode: ?????


5.) Mode: ?????


"Ya elah, ini nama nya mode caper. Aku nangis sendiri juga bisa kali tanpa kendali dari program dan System," Pikirku Sweetdrop ria setelah membaca mode 2 yang kudapatkan, kayaknya aku gak suka mode ini tapi ya sudahlah. Se tidaknya aku sudah lebih tenang dari sebelumnya.


Ku usap layarku untuk membaca pesan lainnya.



Nama: Raizel Freymon


Umur: 18 tahun


Ciri-Ciri: Memiliki rambut berwarna hitam bercampur coklat, Netra berwarna ungu muda, Suka membawa Headphone, dan tinggi 185 cm.


Note: Raizel adalah anak blasteran inggris dan jepang. Keluarga nya juga berasal dari keluarga terpandang, Raizel memiliki sifat cuek dan dingin, dia dijuluki kulkas berjalan oleh teman-temannya. Selalu memasang wajah datar, tidak pernah terlihat tersenyum dari kecil setelah insiden yang terjadi pada ibunya, kadang kala Raizel menunjukkan wajah suram. Raizel anak kedua dari 2 bersaudara, sejak kecil cita-cita nya menjadi seorang idol. Dia giat berlatih bersama teman-temannya hingga di usia nya yang ke-17 tahun dia menjadi idol terkenal. Tidak ada yang tahu keluarga Freymon bekerja dalam bidang apa, tapi gosip yang menyebar mengatakan bahwa keluarga Freymon sebenarnya berkerja sama dengan Mafia dan menjadi penyeludup barang mencurigakan untuk dikirim ke pasar gelap. Mungkin maksud gosip itu keluarga Freymon menjadikan perdagangan gelap sebagai pekerjaan mereka.



Nama: Justin Garfield


Umur: 20 tahun


Note: Justin adalah anak tunggal di keluarga Garfield, ayah dan ibunya sudah tiada sejak umur nya 15 tahun. Saat ini Justin tinggal bersama kakek dan nenek nya, dia juga memiliki perusahaan sendiri yang bernama 'JG Entertaiment Group' dimana perusahaan itu menampung para calon idol hingga debut dan terkenal. Justin adalah CEO di Perusahaan nya itu. Justin memiliki penyakit kepribadian ganda, dan bermuka dua, Mentalnya dinyatakan agak bermasalah. Jadi kadang sewaktu-waktu sifat Justin terlihat cuek dan tidak peduli, dan kadang-kadang menjadi sadis dan Psikopat. Hobi nya mengoleksi banyak pisau dan benda tajam lainnya. Dia kadang juga menyukai rasa sakit alias masokis. Saat ini meski Justin sudah menjadi CEO muda, dia masih kuliah semester 2. Berpura-pura menjadi Normal adalah keahlian Justin sebagai pewaris dari Garfield.


"Ini kenapa target ke-3 sama ke-4 Dark (gelap) semua latar belakang mereka?" Kutatap horror biodata Kak Raizel, termasuk Kak Justin yang paling aneh.


"Memang begitu kok Chloe, mereka memang salah satu karakter utama pria nya," Holy ikut memperhatikan biodata target di HP ku.


"Ck! Boleh tidak target ke-4 diganti, kayak nya Kak Justin perlu di periksa ke psikiater. Mentalnya agak bermasalah tuh," Sindirku mengingat ancaman pria bernetra orange yang ternyata bernama Justin Garfield ini.


"Tidak boleh! Program pasti akan menolak permintaanmu!"


"Huh, game ini jadi tidak menarik lagi setelah alurnya berubah. Aku bahkan jadi melupakan cerita aslinya," agak kesal, kuletakkan HP ku di nakas. Belum genap seminggu aku tinggal di dunia ini, aku sudah merasa bosan.


"Memangnya apa yang kau harapkan?"


"Hidup damai tanpa ada gangguan, dan Alice menggantikan posisiku untuk menaklukan ke-5 pria ini,"


"Itu sama saja kau ingin Chloe Amberly mati bodoh!" Holy dengan gemas dan kesal menjitak kepalaku dengan tangan kecilnya, walau tidak ada rasa sakit apapun di kepalaku ketika di jitak.


"Ah, aku lebih ingin kembali ke raga asliku. Kangen sama keluargaku di dunia asli," Rengek ku sambil berguling-guling di kasurku.


"Kalau begitu minta Program untuk memindahkan jiwa mu ke raga mu kembali,"


"Memangnya bisa?" tanyaku heran, aktivitasku langsung terhenti.


"Bisa, tapi Chloe gak akan bisa hidup lagi selama nya," Holy dengan santainya memakan sepotong kue, sedikit berlepotan.


"Sama aja aku udah koit kalau gitu! Ah sudahlah, lebih baik aku tidur,"


Jengah dengan pembicaraan yang absurd ini, Aku segera memejamkan mataku masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


***************


"Maaf kak Chloe, hari ini kita batalin dulu ya pergi ke Restorannya. Soalnya hari ini aku ada Perform di kota sebelah,"


"Oke, gak apa-apa. Lain kali juga bisa,"


"Kak Chloe memang pengertian, nanti aku kasih bonus tambahan,"


Seketika aku mendengus mendengar suara jahil dari Devian, teringat dengan kejadian di atap sekolah.


"Gak! Aku gak mau dapat bonus lagi darimu. Awas kalau bilang yang enggak-enggak," ancamku kesal.


"Hehehe, baiklah. Sampai jumpa kak Chloe,"


"Hm, sampai jumpa,"


Panggilan itu berakhir, aku menyimpan HP dalam saku lalu menghembuskan napas kasar.


"Akh...aku sudah capek-capek datang ke Bioskop buat beli tiket agar enggak perlu mengantri lagi setelah dari Restoran, tapi Devian malah membatalkan janji nya sendiri. Menyebalkan sekali kau Devian!" Runtukku dalam hati, padahal kupikir lumayan bisa menghemat uang ku karna Devian bakalan traktir makanan tapi malah jadi begini.


Sekarang aku berada di dalam bioskop, usai membeli tiket untuk dua orang. Karna Devian sendiri yang bilang setelah dari Restoran kami akan nonton di bioskop tapi malah dibatalin. Percuma jadinya aku bangun pagi-pagi, niatnya pengen sarapan malah gak jadi.


Kupikir bisa makan enak...hiks.


Dengan langkah lesu aku menuju pintu keluar, tapi Netra biru ku melihat seseorang yang familiar. Itu Alice, dia sedang duduk sendirian di salah satu kursi, sambil memainkan HP nya dan tangan satunya memegang minuman.


Merasa kembali bersemangat aku segera mendekati Alice yang sendirian.


"Alice!"


Segera gadis bersurai coklat panjang itu menoleh saat namanya kupanggil.


"Ah, Chloe. Tidak kusangka kita akan bertemu disini," Alice dengan gembira memelukku erat, begitu pun denganku.


"Yah, aku juga,"


"Chloe kenapa bisa sendirian di bioskop?"


"Gara-gara Devian nih, dia membatalkan janji nya. Padahal aku sudah beli tiket buat kami berdua," Kataku agak kesal, sesaat kulihat Ekspresi Alice tampak senyam-senyum.


"Kalian kencan?" tanya nya dengan nada menggodaku.


"Tidak, Devian mengajakku cuma buat traktir makanan karna aku pernah menolongnya dari para Fans yang mengejarnya,"


"Oh, kirain," Alice mengangguk pelan, sesaat nada nya terdengar kecewa. Aku heran sebenarnya apa yang Alice harapkan dari ku dan Devian?


Kami mengobrol sambil berjalan agar tidak memakan banyak waktu.


"Terus ngapain Alice sendirian disini, Mana kak Leo?"


"Oh, ada kok. Kak Leo lagi ke toilet tadi, kami baru saja selesai nonton,"


Aku mengangguk kecil, Netra biruku melirik dua tiket bioskop di tanganku, Apa aku kasih saja ya pada Alice? Soalnya mau ngajak siapa aku pun gak tahu, kayaknya kupikir-pikir dari pada sayang dibuang mending tiketnya ku kasih ke Alice, biar dia nonton sama Kak Leo. Walau kayaknya batas waktu tiketnya masih 3 hari lagi sih.


"Alice, ini aku mau kasih–"


BBRRUUKK!


Perkataanku terpotong ketika Alice tidak sengaja menabrak seseorang, minuman Alice tumpah mengenai Jas hitam milik orang itu. Karna tidak memperhatikan jalan dan malah menoleh padaku, Alice jadi menabrak orang lain.


Seketika Aku dan Alice diam mematung, Aku yakin sebentar lagi kami pasti dalam masalah.


Chloe POV END

__ADS_1


TBC


__ADS_2