
[Asrama]
Perlahan kelopak mata itu terbuka memperlihatkan netra berwarna biru laut, Sejenak sang gadis terdiam menatap langit-langit kamar dan menatap sekelilingnya.
"Ini kamarku?" Pikir Chloe masih memandangi kamarnya sesaat sebelum dia putuskan untuk bangun dari rebahannya. Sang gadis memegangi kepalanya yang agak pusing sebentar.
Lalu netranya melirik nakas yang di atasnya terdapat segelas air mineral dan sebotol obat merah entah sejak kapan berada disana. Tanpa pikir panjang Chloe mengambil sebutir obat dan meminumnya bersama air mineral.
TAK!
Chloe meranjak dari kasurnya mendekati meja rias, Menatap penampilannya di cermin. Surai biru yang acak-acakan dengan netra biru laut. Sesaat Chloe mendesah kecewa.
"Yah, Jiwaku balik lagi ke raga Chloe Amberly. Jangan-jangan yang semalam cuma mimpi?" Kata Chloe kecewa, Kemudian dia mengusap lehernya dimana bekas gigitan Aiden berada.
"Tapi kalau ada bekas gigitan Aiden begini bukan mimpi namanya. Huft...Artinya aku balik ke raga asliku cuma sekali, Itupun di dimensi lain," Sejenak Sang gadis mendengus kecil, Dia tidak tahu gimana nasib pedangnya di dimensi lain itu.
Setelahnya dengan cepat Chloe menoleh menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi, Seketika netranya melotot horror lalu histeris kaget.
"Ah...Aku terlambat!"
TAP! TAP! TAP!
Alhasil Chloe kalang kabut merapikan buku-buku dalam ransel nya, Lalu menyiapkan pakaiannya dan segera menuju kamar mandi.
************
[Dapur]
DAP! DAP! DAP!
BRAK!
"Selamat pagi semuanya!" Seru Chloe langsung membuka pintu dapur dengan kencang. Membuat para anggota lainnya menoleh.
Sang gadis buru-buru menuju kursinya dan duduk disana. Dengan napas terputus-putus.
"Aku gak terlambat kan?"
"Selow kak Chloe, Masih sempat kok. Buru-buru amat," Kata Devian santai.
"Gak terlambat kok Chloe," Raizel menatap Chloe sesaat.
"Terus Aiden kemana? Kok gak keliatan?" Tanya Chloe menyadari tidak ada kehadiran Aiden di dapur.
"Dia sedang dalam masa pemulihan jadi seharian ini dia gak keluar kamar. Dia hanya membuatkan kita roti bakar," Kata Justin sambil mengoleskan selai ke roti bakarnya.
"Apa kau tahu apa yang terjadi dengan Aiden, Sampai-sampai dia terluka parah begitu Chloe?" Tanya Felix menatap adiknya yang membuat Chloe tersentak sesaat.
"Kulihat kemarin malam hanya kau dan Aiden yang tidak ada di Asrama," kata Ian datar memakan sarapannya.
"Aku gak tau tuh, Dari kemarin aku tidur di kamar," Bohong Chloe berusaha tenang.
Sejenak ruangan itu menjadi hening, Hanya Ezra dan Rion yang memilih diam menyimak obrolan mereka sambil makan sarapan masing-masing. Justin selaku pemilik Asrama menghela napas sesaat.
"Ya sudah, Anggap saja pembicaraan ini sudah selesai. Lagipula Aiden akan baik-baik saja setelah pemulihan. Cepat habiskan sarapan kalian!" Perintah Justin yang diangguki semua anggotanya.
Kemudian suasana ruang makan itu kembali hening seperti sebelumnya.
*************
[Kampus]
"Belajar yang rajin ya, Ingat setelah pulang kuliah dan kantor nanti langsung pulang ke Asrama," Nasihat Felix sambil tersenyum ramah dan mengusap surai adiknya sebelum pergi.
"Iya kak, Tenang aja. Chloe bakal belajar yang rajin kok," Sahut Chloe ceria kemudian dia keluar dari mobil.
BLAM!
"Dah!" Chloe melambai sesaat dibalas lambaian Felix dalam mobil.
Tak lama mobil Felix melaju pergi meninggalkan area kampus Chloe. Chloe hanya memandang sesaat kepergian Felix lalu melangkah menuju kampusnya.
*************
Pelajaran telah berakhir, Para mahasiswa berhamburan keluar kelas termasuk Chloe sendiri. Sejenak dia menatap jam arloji nya yang menunjukkan pukul 3 Sore. Segera Sang gadis menuju gerbang universitas sekaligus menunggu taksi pesanannya.
Tak sampai beberapa menit taksi itu pun datang dan mengantar Chloe menuju kantor tempat Justin berada.
Hanya membutuhkan waktu setengah jam bagi Chloe, Dia sudah sampai depan kantor. Usai mambayar ongkos, Dengan langkah santai sang gadis memasuki dalam gedung menaiki lift menuju ruang staff.
TING!
Sesampainya di ruangan Staff Chloe bergegas mengganti pakaiannya, Tak lupa pakai ID card. Dia segera membawa alat kebersihannya usai ganti pakaian menuju lantai 7. Sedangkan Gracia yang Chloe dengar cewek itu sedang absen dari OG lainnya.
__ADS_1
***************
Sret! Sret! Sret!
Dengan teliti sang gadis mengelap lantainya dari sudut tembok sampai tengah ruangan. Masih banyak para karyawan yang hilir mudik namun hanya sebagian.
Tak lama si Pak G.M alias Ethan William datang sambil membawa tumpukan berkas di tangannya, Pria itu tampak melewati lantai yang barusan Chloe pel, Namun karna tak hati-hati Pria itu tergelincir dan membuat dirinya jatuh bersama berkas-berkas di tangannya.
BRUK!
"Aaawww!"
"Pak G.M!" Chloe yang menyadari Ethan jatuh bergegas menolong sang pria. Dia meninggalkan pelnya bersama ember kotor.
TAP! TAP! TAP!
"Pak, Bapak gak papa? Apa ada yang sakit?" Tanya Chloe panik sambil membantu Ethan berdiri.
"Ah, Saya gak apa-apa kok. Cuma terkilir dikit," Kata Ethan tersenyum, Dia berdiri tegap agak tertatih. Salahnya juga sih karna gak liat ada tanda lantai basah.
Ethan segera membereskan berkas-berkas yang berserakan di lantai, Chloe ikut membantu dan mengangkat sebagian berkas.
"Saya bantu bawa ya pak?"
"Apa gak merepotkan? Tugasmu masih banyak lho,"
"Gak apa-apa Pak, Nanti saya bisa balik lagi,"
"Ya udah, Kita antar ke lantai 9,"
"Siap,"
Chloe dan Ethan pun pergi menaiki lift sambil membawa berkas-berkas tersebut.
***********
Usai membantu ngantar berkas Chloe pun pergi, Tak lupa dia pamit sama Ethan. Chloe berniat kembali menaiki lift untuk menyelesaikan tugasnya yang tertunda tadi namun tiba-tiba dia mendengar suara wanita asing lewat di depannya bersama wanita lainnya yang mengikuti dari belakang.
"Nona Michelle, Sekarang jadwalnya bertemu Klien di Cafe. Apa anda akan pergi kesana sekarang?" Tanya seorang wanita yang tampaknya adalah sekretaris dari Wanita di depannya.
"Tidak, Mundurkan saja jadwalnya ke besok. Aku masih harus mantau perusahaan anak itu," Kata wanita di depan dengan gayanya yang angkuh.
"Baik Nona Michelle,"
PLUK!
"Eh? Nona Michelle? Nama itu terdengar tidak asing," Pikir Chloe memandangi kepergian kedua wanita yang memasuki lift. Netranya pun tak sengaja menangkap sebuah benda yang jatuh dari salah satu wanita tadi.
Chloe segera mendekati benda itu dan memungutnya, Dia menatap benda itu sesaat. Sebuah gantungan kunci dengan satu kunci yang terpasang disana.
"Jangan-jangan kunci ini milik salah satu wanita tadi, Aku harus mengembalikannya," Gumam Chloe menoleh ke lift namun sayangnya lift itu sudah tertutup. Tapi Chloe sempat melihat angka lantai yang terlihat jelas di atas lift.
"Mereka menuju parkiran mobil, Aku harus cepat sebelum terlambat,"
Dengan tergesa-gesa Chloe segera menuju lift menyusul dua wanita tadi bersama gantungan kunci di tangannya.
***************
[Parkiran Mobil J.G]
TAP! TAP! TAP!
Chloe noleh kanan kiri mencari keberadaan kedua wanita tersebut, Satu persatu dia mendatangi mobil disana. Sampai akhirnya dia melihat dua wanita tadi berada di salah satu mobil tak jauh dari lokasinya.
Sang wanita angkuh sudah masuk ke dalam mobil, Sedangkan Wanita satunya yang berstatus sebagai sekretaris berniat menuju bagian kemudi. Chloe bergegas memanggil wanita sekretaris itu.
"Nona! Nona yang disana. Tunggu!" Teriak Chloe sambil berlari menuju Sekretaris wanita.
Merasa terpanggil wanita sekretaris itu menoleh, Dan menemukan Chloe berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa. Sejenak Chloe menarik napas untuk mengisi pasokan oksigennya yang mulai menipis.
"Ada apa ya?" Tanya Sang sekretaris dengan ramah.
"Ano...Apakah kunci ini milik Nona? Soalnya saya lihat tadi kunci ini jatuh," Jelas Chloe sambil menunjukkan gantungan kunci berbentuk Cerry pada Sang sekretaris.
"Oh iya, Benar. Ini kunci mobil saya, Terima kasih sudah mengembalikannya," Sekretaris itu tersenyum senang menyadari kunci mobilnya telah kembali.
"Sama-sama, Kalau begitu saya permisi," Balas Chloe ikut tersenyum, Sesaat netra birunya bertatapan dengan Wanita satunya yang duduk di bagian jok belakang mobil. Tatapan wanita itu tampak mengintimidasi pada Chloe entah apa yang ditatap sang wanita angkuh itu.
Saat gadis bersurai biru itu berbalik, Wanita angkuh tadi memanggilnya.
"Hei Kau! Yang pakai seragam hijau tadi!"
Sontak Chloe menoleh, Menatap sang wanita angkuh. Sambil menunjuk dirinya sendiri. "Saya?"
__ADS_1
"Ya, Kemarilah,"
Walau bingung sang gadis tetap mengikuti perintah wanita itu, Dia mendekati kaca mobil tempat wanita angkuh itu duduk.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Dari penampilanmu sepertinya kita pernah bertemu," Sesaat Netra sang wanita melirik ID Card yang Chloe pakai. "Namamu Chloe Amberly Huh?! Status OG disini?"
"Iya benar nona. Nama saya Chloe Amberly, Mungkin Nona ini adalah Nona Michelle yang pernah menolong saya di rumah sakit waktu itu. Kalau tidak salah anda mendonorkan darah anda ke saya," Jelas Chloe sambil tersenyum. Walau pada awalnya Chloe juga merasa familiar dengan nama wanita ini tapi akhirnya dia mengingatnya.
"Huh! Ternyata Anak badung waktu itu ya. Aku memang gak tahu apa yang terjadi padamu waktu itu gadis kecil, Tapi setidaknya melihat keadaanmu saat ini donor darahku gak sia-sia," Wanita angkuh itu, Menoleh ke depannya. Menatap kemudi mobil.
"Saya tahu di dunia ini tidak ada yang gratis, Jadi apa yang anda inginkan dari saya?" Tanya Chloe serius.
Sejenak wanita itu terdiam, Dia sama sekali tak menoleh pada Chloe. Tatapannya hanya fokus pada kemudi mobil yang kini diisi oleh sekretarisnya.
"Simpan pertanyaanmu itu untuk nanti, Aku punya firasat kita akan bertemu lagi lain kali," Wanita angkuh itu memakai kacamata hitamnya, Lalu tampak merogoh sesuatu dalam paper bag di sampingnya. "Ambil ini,"
HUP!
Wanita itu melempar sebuah apel pada Chloe yang refleks langsung di tangkap oleh sang gadis. Sejenak Chloe menatap buah apel di tangannya.
"Sekretaris Sarah, Kita pergi sekarang,"
"Baik Nona,"
Deru mobil pun terdengar lalu tak lama mobil yang dinaiki kedua wanita tadi melaju pergi meninggalkan area parkir mobil J.G Entertainment. Bahkan Chloe belum sempat berterima kasih pada wanita angkuh tadi atas apel pemberiannya.
Sang gadis sesaat hanya bisa menatap kepergian dua wanita itu, Dia kembali menatap apel di tangannya.
"Nona itu yakin sekali kalau aku dan dia bisa bertemu lagi lain kali? Dia dapat kepercayaan kayak gitu dari mana?" Gumam Chloe heran. "Btw, Entah kenapa saat melihat Nona Michelle aku seperti merasa dekat dengannya. Aneh sekali,"
Gadis itu kemudian bergidik bahu, Mengacuhkan semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya tentang Nona Michelle yang barusan dia temui. Dia menyimpan apelnya dalam saku celana, Memutuskan untuk memakannya nanti.
******************
Seharian ini gadis bermarga Amberly itu terus melakukan pekerjaannya, Sesekali dia rehat sejenak lalu kembali menyelesaikan tugasnya.
Saat ini Chloe baru selesai mengantar kopi pesanan salah satu karyawan disana. Dia berniat menuju lantai 3 untuk mengembalikan nampan di tangannya. Namun Netra birunya tak sengaja melihat Ezra bersama Ethan sedang ngobrol sambil jalan, Entah apa yang keduanya obrolkan.
Tak lama seorang karyawan laki-laki datang dengan segelas minuman di tangannya melewati belakang Ezra dan Ethan, Jelas terlihat ada unsur sengaja disana. Dengan sengaja Karyawan laki-laki itu pura-pura tersandung dan menumpahkan minumannya hampir mengenai Ezra.
BRUK!
Melihat hal itu Chloe segera berlari menuju Ezra dan menggunakan nampan di tangannya sebagai temeng untuk melindungi Ezra dari tumpahan minuman itu.
TAP! TAP! TAP!
"Pak Ezra, Awas!" Mendengar suara Chloe, Ezra menoleh dan melihat tumpahan minuman itu menuju arahnya lalu melihat Chloe yang berusaha melindunginya dengan nampan.
WWUUSSHH!
PYAR!
KRIK! KRIK! KRIK!
Para karyawan lain pun menatap kejadian tadi, Beberapa dari mereka berbisik-bisik. Sontak Chloe menarik nampannya kembali, Dia langsung meringsut mundur menjauhi Ezra dengan keringat dingin.
"Ah, Aku sudah berusaha melindungi Pak Ezra. Tapi tampaknya tumpahan minuman itu tetap mengenainya," Pikir Chloe sambil bergidik ngeri menatap tumpahan minuman itu yang kini menempel di Jas yang dikenakan Ezra. Bahkan aura Ezra kini berubah suram dan mengerikan.
"Kau!" Ezra menatap nyalang pada Karyawan laki-laki yang jatuh di dekatnya. Karyawan itu gemetar ketakutan berusaha bangun.
Ethan yang merasakan keadaan semakin memburuk langsung dengan sigap menahan kedua pundak Ezra yang sudah mengamuk marah.
"Lari! Selamatkan nyawamu!" Seru Ethan pada Karyawan laki-laki tersebut sambil masih menahan kedua pundak Ezra. Sontak karyawan itu langsung lari menjauh.
"LEPAS! BIAR KUHAJAR DIA! KEMARI KAU SIALAN!" Amuk Ezra marah, Berusaha memberontak dari tahanan Ethan. Ingin mengejar karyawan tadi.
"Sabar Zra, Sabar!" Kata Ethan berusaha menenangkan Ezra yang masih ngamuk.
Sedangkan Chloe yang masih berdiri disana melirik beberapa karyawan yang terkikik, Melihat kejadian Ezra yang masih ngamuk. Samar-samar bisikan mereka menyapu pendengarannya.
"Kerja bagus karyawan tadi, Pak Ezra ngamuk tuh. Nanti kita beri tepuk tangan buat dia,"
"Hehehe, Jahilin Pak Ezra seru juga," bisik karyawan lainnya yang masih terkikik pelan.
Sejenak Chloe menghela napas, Dia berbalik menjauhi tempat tersebut.
"Hah...Sudahlah, Lebih baik aku mengembalikan nampan ini. Yang penting aku sudah berusaha menolong Pak Ezra," Pikir Chloe sejenak kembali menoleh ke tempat Ezra.
Disana Ezra sudah mulai tenang namun ekspresinya masih marah, Dan Ethan yang masih berusaha menenangkan Ezra. Sang gadis pun melangkah pergi meninggalkan tempat kejadian.
TBC
__ADS_1