System Prince Charming

System Prince Charming
Misi Untuk Ian


__ADS_3

[Istirahat ke-2]


KKRRIINNGG!


"Hah, akhirnya selesai juga," Devian memasukkan semua peralatan tulisnya dalam tas. Kemudian Netra coklat muda nya melirik Chloe yang sedang menyembunyikan wajah di antara lipatan tangan.


"Kak Chloe, mau ikut nongkrong denganku?" Devian sedikit mengguncangkan bahu Chloe agar merespon.


Chloe menatap Devian dari balik lipatan tangannya, ekspresi sang gadis terlihat lesu dan mengantuk. Wajar Chloe ngantuk karna Jam sudah menunjukkan pukul 1 Siang. Ditambah 2 jam lagi Chloe harus pergi bekerja.


"Gak ah, aku lagi mager. Lagian kalau gak sama Alice dan Evelyn aku gak mau pergi keluar kelas," Sahut Chloe malas, kemudian Chloe menopang dagu dengan satu tangannya.


"Hm...ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu. Kalau terjadi sesuatu bilang saja padaku kak Chloe," Devian meranjak dari duduknya sambil memasang Headphone di kupingnya. Menoleh sesaat pada Chloe.


"Oke," Chloe mengancungkan jempol nya beberapa detik. Setelah nya kembali bermalas-malasan.


Devian pun berjalan keluar kelas, beberapa siswa-siswi juga pergi entah kemana. Tak berapa lama Ian yang duduk di belakang Chloe ikut meranjak.


Seperti biasa di tangan sang pemuda terdapat Light Novel yang di bawa nya tadi pagi, tanpa berkata apa-apa pemuda bersurai hitam itu melewati meja Chloe keluar kelas entah kemana.


Chloe hanya melirik sesaat setelah Ian melewati meja nya, Pemuda bernetra merah itu masih diam saja sejak tadi pagi. Heran deh, Kenapa Chloe harus punya target rata-rata kalau ngomong irit banget, kayak kalau mau bicara itu harus bayar apa? Kadang Chloe merasa pusing menghadapi ke-5 Pria itu dengan karakter unik mereka masing-masing.


"Hah, hidupku sudah rumit di dunia asli. Makin rumit lagi dalam game, Apa tidak ada satu hari pun untukku liburan? Rasanya kepalaku bisa pecah kapan saja," gumam Chloe sambil memijit keningnya yang sedikit pusing karna memikirkan perilaku ke-5 karakter utama pria.


"Lagipula kenapa masih ada ujian dadakan dalam game ini sih!?"


"Kau mau naik kelas gak Chloe? Kalau gak ada ujian, kau akan terus tinggal di kelas ini. Bagaimana pun kehidupan dalam game ini sama persis dengan kehidupan di dunia asli mu," Jelas Holy mendudukkan dirinya di meja Chloe.


"Aku tahu, hanya saja sekarang lebih sering diadakan ujian lisan. Materi nya sekarang sudah membahas tentang soal-soal. Aku sudah berusaha semampuku untuk memahami nya, tapi tampaknya otakku yang gak kuat buat nampung lagi," Keluh Chloe dalam hati, kini dia menyandarkan punggungnya dalam sandaran kursi.


"Hehehe keseringan masuk ruang BK pas masih di dunia asli jadi otak Chloe cuma penuh dengan masalah, beda sama Chloe Amberly yang bersungguh-sungguh belajar demi bisa masuk sekolah ini lewat jalur beasiswa," Sang System terkekeh kecil memperhatikan Chloe yang mendelik padanya.


"Diam kau Holy! nanti kujadikan sate terbang baru tau rasa!"


"Iiih, Chloe ketularan Psikopat nya Justin,"


Dengan acuh Chloe memutuskan memejamkan matanya sebentar, rasa kantuk nya seperti tak tertahan kan lagi.


PIP!


"Chloe bangun, ada misi dari Program," Holy menepuk pelan pipi Chloe, sesekali Holy akan menarik helai rambut Chloe agar bangun.


Sukses tindakan Holy membuat Chloe membuka matanya, dengan cepat tangan sang gadis menggenggam tubuh kecil Holy dengan tatapan menyalang layak nya hewan buas.


"Misi apa lagi!? Baru juga mau tidur, Holy!" Kata Chloe gemas, dan jengkel karna tidurnya terganggu.


"Huuwaa...jangan salahin Holy, salahin Program aja sono! Dia yang ngasih tugas di waktu yang gak tepat. Lepasin Holy, nanti Holy jadi gepeng habis di genggam sama Chloe," Holy panik dan pura-pura menangis dengan air mata buaya nya. Takut beneran di jadi'in sate terbang sama Chloe.


"ish, ngeselin banget. Sumpah rasanya mau langsung pulang aja ke rumah," Kata Chloe pelan dengan lesu, melepaskan Holy dari ganggaman nya. Holy langsung terbang setinggi mungkin menjauhi Chloe, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Untung Holy gak beneran jadi gepeng tadi.


"Misi nya buat Ian bicara minimal 3 kata, gampang kan? Cuma 3 kata doang kok, boleh lebih. Tahu kan Ian kalau ngomong irit banget, jadi khusus misi kali ini dipermudah,"

__ADS_1


"Apa nya yang mudah!? Dari awal aku masuk game ini aja misi nya gak ada yang bener, pasti misi kali ini sama sulitnya kayak misi yang lain," Protes Chloe mendelik pada Holy.


"No no no, kalau gak dicoba mana tau,"


"Tadi pagi pas Dia memperkenalkan diri, dia ngomong kok,"


"Itu tidak termasuk hitungan! Sudah, jangan banyak alasan lagi. kerjakan misi nya, lebih cepat lebih baik," Holy mendorong pelan punggung Chloe yang masih duduk malas.


"Chloe, ayolah...Jangan mager napa,"


"Hadiah nya?"


"Mode teleport dan stok makanan selama 6 bulan,"


Chloe sedikit terkejut, Mode Teleport? Itu artinya dia bisa berpindah tempat dengan cepat tanpa menggunakan tenaga sama sekali, akhirnya mode keinginan Chloe saat minggu pertama terkabul juga. Dengan bagitu Chloe bisa berpindah-pindah dengan cepat tanpa diketahui orang lain.


"Hohoho, baiklah. Ini baru kesepakatan yang menarik," Rasa kantuk Chloe langsung hilang entah kemana, dan menjadi agak bersemangat.


Chloe pun segera keluar kelas mencari Ian di ikuti oleh Holy.


***************


[Rooftop sekolah]


Usai mencari sekeliling sekolah, Chloe menemukan Ian sedang duduk membaca Light Novel tepat di samping pagar pembatas. Ekspresi sang pria terlihat datar dan tak memiliki emosi.


Sejujurnya Chloe agak ragu mendekati Ian karna teringat kejadian kemarin, dimana Ian hanya diam saja ketika Chloe bertanya. Hm....tapi karna hadiah misi ini agak menggiurkan untuk Chloe, dengan sedikit keberanian Chloe mendekati Ian.


TAP! TAP! TAP!


"Hai Ian, Kita bertemu lagi. Aku yang kemaren menolong mu, namaku Chloe Amberly. Semoga kita bisa berteman,"


Chloe mengulurkan tangannya berniat menjabat tangan Ian, namun sang pemuda tidak merespon nya sama sekali. Jangan kan merespon, Menjabat tangan Chloe saja tidak. Pria bernetra merah itu masih fokus dengan Novel nya.


"Gak berhasil," Holy menggeleng pelan sambil memakan kue yang entah dapat dari mana.


Chloe menarik tangannya kembali karna tidak mendapat respon dari Ian, kemudian Netra biru nya melirik tempat kosong di samping Ian.


"Boleh aku duduk disini?"


Masih tidak mendapat respon, Chloe menghela napas. Sang gadis langsung duduk di samping Ian, tidak peduli sang pemuda merasa risih atau tidak, Chloe juga menjaga jarak sekitar 50 cm jadi mereka tidak akan duduk berdekatan.


"Novel apa yang kau baca?" Sejenak Chloe tertarik dengan Novel yang dibaca sang pemuda, kemudian Chloe membaca judul di cover Novel itu.


"Darkness and Light," gumam Chloe pelan setelah membaca judul Novel tersebut.


"Kau suka dengan novel seperti itu ya, apa genre nya mistery dan horror? Kalau kau suka genre novel kayak gitu, aku juga sangat menyukai nya. Kadang aku juga suka genre drama, Romantis, dan Fantasy. Kesukaan kita sama ya, sama-sama suka Novel," Chloe berusaha tersenyum ceria, tapi tampaknya sang pemuda masih diam saja fokus dengan Novel nya tanpa menghiraukan Chloe sama sekali.


Kening Chloe berkedut kesal, Sejak tadi dia ngomong panjang x lebar. Tidak ditanggapi terus, rasanya Chloe seperti bicara dengan tembok saja.


"Sialan, ngomong apa kek! Jangan diam aja, udah capek-capek aku ngomong panjang tau! Dasar muka tembok," Pikir Chloe yang semakin kesal, memaki sang Pria dalam hati.

__ADS_1


"Ppfftt...sabar Chloe, coba lagi. Kali aja beruntung," Holy menahan tawa mendengar julukan sang pria dari Chloe.


Chloe menghela napas berat, menahan rasa kesal dalam dirinya. Mengingat kan diri bahwa dia hanya perlu 3 kata dari sang pria setelah nya dia akan pergi dari sana.


"Btw, bagaimana hari mu di sekolah ini? Apakah nyaman? Oh iya, kalau kau butuh Tour Guide untuk keliling sekolah, kau bisa bilang padaku. Kalau kau mau sih," Kata Chloe basa-basi, Ini kalimat terakhir dari Chloe. Kalau sampai Ian tidak menanggapi nya lagi, Chloe akan menyerah dan pergi dari sana.


BUK!


Diluar dugaan, Ian tiba-tiba menutup buku Novel nya sedikit kencang hingga menimbulkan bunyi. Netra merahnya masih menatap buku novel di tangannya sesaat, Sampai akhirnya Netra merah itu menatap Netra biru Chloe dengan tatapan kosong sedikit tajam.


"Bisakah kau pergi! Pengganggu!" Nada bicara Pria bernetra merah itu terdengar tajam dan tidak suka. Merasa risih karna Chloe terus menerus mengajak nya bicara.


Awalnya Chloe tidak menyangka Ian akan menanggapi nya dengan kata-kata yang menusuk, tapi sang gadis menyampingkan hal itu dan Tersenyum lebar. Akhirnya sang pemuda mau membuka suara nya walau Chloe agak merasa tersinggung, namun rasa senang nya lebih besar dari rasa tersinggungnya.


"Akhirnya lebih dari 3 kata," batin Chloe senang masih tersenyum lebar.


"Yes berhasil Chloe, ayo cepat pergi," Holy ikut girang mendengarnya.


"Baiklah, aku akan pergi. Terima kasih Ian," Sahut Chloe senang sedikit membungkuk pada Ian yang menatapnya datar.


Lalu Chloe buru-buru pergi keluar dari area Rooftop dengan bahagia meninggalkan Ian sendiri disana, Sedangkan Netra merah darah milik Ian hanya memandangi kepergian Chloe dalam diam.


"Cewek aneh," gumam Ian dengan raut wajah datar.


Ian sama sekali tidak peduli dengan tingkah Chloe yang aneh, dia memilih melanjutkan membaca Novel nya.


DDRRTT!


Namun tak berapa lama Ian merasa HP nya bergetar, sang pemuda memandangi layar HP nya tanpa Ekspresi lalu mengangkat panggilan itu.


"Apa ada hal yang mencurigakan dari anak itu?" Suara serak dan berat Justin terdengar dari seberang telepon.


"Tidak ada, dia hanya bertingkah aneh setelah ku usir," jawab Ian datar.


"Bertingkah aneh seperti apa yang kau maksud?"


"Tersenyum sendiri dengan wajah bahagia saat aku mengusirnya,"


"Hm...begitu, baiklah. Awasi dia terus, jangan sampai lengah,"


"Kau bisa mengawasi nya sendiri, bukannya saat ini kamera Drone mu ada disini. Itu artinya kau juga mengawasiku kan?"


Ian sejak awal sudah menyadari kamera Drone milik Justin sudah mengikutinya ke sekolah seharian ini.


"Hahaha, seperti biasa kau selalu teliti Ian. Aku hanya akan mengawasi di luar sekolah, sisa nya adalah tugas mu. Aku tidak mau anggota kesayangan ku ini kenapa-napa saat di sekolah," Justin tertawa kecil di seberang telepon.


"Aku bisa melakukan nya sendiri,"


"Hm...baiklah, sesuai yang kau mau. Ingat jangan sampai lengah karna kita tidak tahu apa yang sebenarnya nona kecil itu lakukan,"


"Hm...,"

__ADS_1


Panggilan itu pun berakhir secara sepihak, Ian menatap Novel nya sebentar. Dan kembali membaca nya dalam keheningan.


TBC


__ADS_2