
Sepanjang hari Devian selalu mengikuti Chloe, entah kantin, Perpus, Taman, dan sebagainya. Ngemis-ngemis minta Chloe jadi pasangannya buat Pesta nanti, Namun Chloe selalu menolak dan menghindari Devian. Bukan hanya Chloe yang diminta jadi partner Pesta tapi Ian juga kena imbasnya. Seperti yang Devian lakukan saat ini.
"Ian, Mau ya," Kata Devian mengikuti Ian yang berjalan menuju Perpus (Perpustakaan).
Ian hanya diam dengan ekspresi datarnya, Mengacuhkan suara Devian.
"Ian, Pliss...,"
Masih tidak ada tanggapan dari Ian. Sang pemuda bernetra merah tetap berjalan santai, Tidak peduli Devian terus mengikuti nya atau tidak.
Devian mendengus karna terus di acuhkan, Dia tiba-tiba saja mempercepat jalannya dan tanpa peringatan langsung merangkul leher Ian dengan senyum penuh kemenangan sambil mencubit pipi pemuda bernetra merah itu. Sedangkan Ian sukses berhenti berjalan, Tubuhnya hampir limbung karna ulah Devian yang merangkul lehernya.
Ian menggertak kesal, Dengan cepat langsung menggunakan satu tangannya memukul dagu Devian.
(Kira-kira begitulah posisi Ian dan Devian👆).
BBUUAAKK!
Rangkulan itu terlepas, Devian mundur menjauhi Ian beberapa langkah. Mengusap dagu nya yang sempat terkena pukulan, Sesaat meringis.
Ian menatap dingin, Bahkan lebih dingin dari sebelumnya dengan Netra merah nya yang berkilat menahan kesal.
"Apa kau tidak mengerti tolakanku sebelumnya!? Sekali tidak ya tidak! Jangan paksa aku untuk mengikuti perintahmu, Devian," Kata Ian dingin. Memasukkan kedua tangannya dalam saku celana, Masih memandang tajam Devian.
"Cih, Kau sekarang sudah berbeda dibanding dulu. Aku curiga kau mulai memberontak sekarang," Devian menyerigai kecil.
"Jangan samakan aku dengan robot, Aku bukan budak kau dan Justin," Balas Ian sinis, Berbalik dan mulai kembali melanjutkan perjalanannya.
"Apa ini karna Kak Chloe yang mengubahmu?" Devian masih mengikuti Ian.
"Bukan urusanmu!"
"Heh, Apa kau yakin tidak ingin punya partner malam ini?"
Ian kembali diam mengacuhkan Devian, Dia sudah jengah meladeni pemuda bersurai hitam kecoklatan itu.
"Apa kau tidak ingin mengajak Kak Chloe?"
"....."
Hanya terdengar langkah kaki di koridor yang sepi itu, Devian masih setia mengikuti Ian layaknya anak ayam mengikuti induknya.
"Kalau tidak mau, Aku duluan yang akan mengajak Kak Chloe,"
"Terserah! Dan berhenti mengikutiku!" Sahut Ian tajam, Sesaat menatap Netra coklat muda milik Devian. Lalu kembali pergi menjauh.
Sedangkan Devian memilih diam di tempat tanpa mengikuti Ian lagi, Merenung memandangi kepergian Ian. Devian bergegas pergi berlawanan arah dengan Ian.
**************
[Kantin]
Seperti biasa kantin selalu penuh dan gaduh dengan keberadaan Siswa-Siswi yang lapar. Di sebuah meja terdapat 3 orang gadis yang asyik membahas banyak hal sambil memakan sarapan mereka.
"Sudah dengar belum, Kalau kepala sekolah mengadakan pesta Universary yang ke-50?" Tanya Evelyn memandangi kedua temannya, Sesekali menggigit kue pastel nya.
"Sudah kok, Aku yang pastinya bakal datang sama pacarku alias Kak Leo," Kata Alice dengan aura yang berbunga-bunga khas orang bucin.
"Hm...Sudah, Cuma aku masih pikir-pikir bakal dateng atau gak, soalnya aku kan kerja part time. Takutnya gak diizinin libur sama bos ku," Chloe memakan sandwich sambil merenung.
__ADS_1
"Datang aja lah, Pesta ini kan cuma terjadi setahun sekali. Lagipula sebentar lagi angkatan kita akan lulus, Rugi kalau gak ikut bersenang-senang. Bersenang-senang sebelum memasuki dunia perkuliahan itu wajar," Jelas Evelyn sambil menepuk pundak Chloe dengan gembira.
"Sejujurnya aku setuju dengan Evelyn, Tapi aku juga gak mau memaksa Chloe. Kasihan Chloe nanti," Celetuk Alice, Memandangi Evelyn dan Chloe gantian.
"Eh, Tapi bukannya pesta ini wajib diikuti semua Siswa-Siswi disini?"
"Yup benar, Kayaknya kau memang harus libur kerja sehari deh," Sahut Evelyn tenang.
"Tuh kan," Chloe menghembuskan napas lelah, Menopang dagu dengan satu tangannya. "Kalau diharuskan datang bersama pasangan harus wajib ya?"
"Kudengar-dengar sih enggak, Yang penting datangnya yang harus wajib, Kalau mau datang bersama pasangan atau sendiri itu mah bebas," Jawab Alice meminum jus nya.
"Chloe nanti mau datang sendiri atau enggak?" Evelyn mengalihkan perhatiannya pada Chloe yang sibuk makan.
"Sendiri, Yang penting dateng. Kalau Evelyn?"
Sejenak Evelyn terdiam, Netra coklatnya sibuk lirik kanan-kiri seolah-olah sedang mencari sesuatu, Kemudian Netra nya menangkap sosok pemuda berkacamata yang duduk sendirian tak jauh dari meja Mereka.
Evelyn meranjak dari duduknya, Mendekati pemuda itu tanpa menjawab pertanyaan Chloe. Alice dan Chloe saling pandang, Netra mereka mengikuti pergerakan Evelyn. Baru beberapa detik, Alice tampak menyadari sesuatu. Gadis bersurai coklat panjang itu terlihat tersenyum, Berbeda dengan Chloe yang terbengong dan heran dengan tingkah Evelyn.
"Apa aku ketinggalan berita?" Tanya Chloe sesaat menatap Alice di sampingnya.
"Cowok itu," Tunjuk Alice ke meja dimana cowok yang sedang mengobrol dengan Evelyn berada. "Adalah cowok yang ditaksir Evelyn, Dia sekelas dengan kami. Dan beberapa kali aku sempat memergoki Evelyn curi-curi pandang ke cowok itu,"
"Bukankan cowok itu terlihat seperti kutu buku?" Chloe kembali menoleh pada Evelyn dan cowok yang ditaksir Evelyn.
"Sekilas memang terlihat begitu sih, Tapi aslinya dia hobi Berenang dan dia sudah mengikuti klub renang sejak kelas 10. Cuma anaknya memang agak pendiam dan pemalu,"
"Oh, Kurasa cowok itu terlihat seperti good boy. Kuharap dia bisa membuat Evelyn bahagia, Kalau mereka berdua pacaran," Kata Chloe manggut-manggut sambil menghabiskan Sandwich nya.
"Aku juga berharap begitu," Alice menghabiskan minumannya, Menyetujui perkataan Chloe.
"Jadi?" Alice mengangkat sebelah alisnya meminta penjelasan dari Evelyn.
Evelyn meletakkan sebuah potongan kertas dengan tulisan nomor, Ekspresinya terlihat berseri-seri.
"Aku mendapatkan nomornya, Kami sepakat akan pergi bersama malam ini," Kata Evelyn masih berseri.
"Wow, Keren. Bukankah itu bagus? Kita bisa melakukan Double date setelah pesta mungkin,"
"Entahlah, Aku tidak yakin Alice. Kami masih belum terlalu kenal lama, Yah walaupun aku sudah tahu beberapa tentangnya,"
"Hehehe, Santai saja. PDKT nya jangan terlalu terburu-buru, Kau harus membiarkan perasaan itu tumbuh seiring berjalannya waktu,"
"Hm...Kurasa kau benar, Aku akan berusaha," Kata Evelyn dengan senyum manis dibalas kekehan kecil dari Alice.
Chloe yang diam sebagai pendengar, be like: "Apalah dayaku yang jomblo ini, Hidup ku gini amat yak".
Holy yang duduk di pundak Chloe menahan tawa ngeliat ekspresi Chloe yang hanya tersenyum kecut bagai habis makan jeruk asam.
Sang gadis bersurai biru itu meranjak, Tak ingin mengganggu obrolan antara Alice dan Evelyn.
"Alice, Evelyn. Aku duluan ya, Mau ke kelas,"
"Oke, Nanti kita ketemu lagi di pesta," Kata Alice mengancungkan jempol nya.
"Oke, dah," Evelyn hanya mengangguk.
Chloe tersenyum tipis sebagai balasan, Lalu pergi dari area kantin.
__ADS_1
****************
[Koridor]
Dengan santai Chloe melangkah, Sesekali gadis bersurai biru itu bersenandung kecil. Holy masih setia duduk di pundak Chloe, Dan kali ini makan permen.
"Yakin pergi ke pesta sendirian?" Holy melirik Chloe.
"Iya, Yang penting kan datang. Nanti aku bakal minta izin sama Kak Felix,"
PIP!
"Oh, Salah satu target ada yang mendekat,"
"Siapa?"
"Devian,"
Mendengar nama Devian, Chloe sontak menghentikan langkahnya. Teringat seharian ini Devian selalu mengikutinya sampai memohon-mohon agar menjadi pasangannya nanti malam.
Sesaat sudut bibir Chloe berkedut kesal mengingat tingkah Devian yang lumayan aneh hari ini, Seolah-olah gak punya penyesalan sama sekali karna waktu itu pernah meracuni Chloe.
"Kak Chloe~"
Suara Devian yang terdengar dari jauh, Refleks Chloe mengambil langkah seribu. Namun belum melangkah, Devian menahan pundaknya dengan senyum lebar. Merangkul lehernya sok asik.
"Kak Chloe, Mau ya?" Kata Devian mengganti ekspresi nya dengan ekspresi memelas.
"Apaan sih!? Kubilang enggak dan tidak akan pernah! Kau paham gak sih!" Kata Chloe kesal, Dengan cepat melepaskan rangkulan Devian. Memberi jarak pada sang pemuda.
"Tapi aku cuma ingin kak Chloe yang jadi–"
"Cari cewek lain aja sana! Keputusanku gak bakalan berubah," Potong Chloe cepat, Kali ini disertai amarah.
"Kak Chloe gak suka kalau aku berada di sekitar Kak Chloe ya?" Devian menunjukkan raut sedih.
Chloe sangat kesal, Mengepalkan kedua tangannya tanpa peringatan langsung meninju tepat di perut Devian. Tak lama Chloe juga memukul wajah sang pemuda hingga Devian terjatuh, Tak siap dengan serangan yang diberikan oleh Chloe secara tiba-tiba.
Devian memegangi perut serta keningnya yang sedikit berdarah, Menatap tak percaya Chloe yang memukulnya. Mulutnya terkunci rapat.
Chloe mendekati Devian, Menarik kerah seragam sang pemuda dengan kasar. Netra biru nya berkilat penuh kekesalan dan amarah.
"Apa kau tidak punya penyesalan secuil pun, Hah!" Bentak Chloe marah. "Setelah kejadian Restoran itu, Kau masih berani menunjukkan wajahmu di depanku!"
"Kau pikir aku akan melupakan kejahatan yang sudah kau lakukan!? Aku tidak akan bertanya lagi alasannya kenapa, Lebih baik kau menjauh dan jangan pernah menunjukkan wajahmu di depanku lagi!" Chloe masih memegang kerah seragam Devian, Kali ini lebih erat dan kencang.
"Dengar! Mau bagaimana pun caramu membujukku, Aku tidak akan pernah merubah keputusanku. Jadi lebih baik kau cari cewek lain saja sebagai pasanganmu dan jangan dekati aku lagi!"
Masih dikuasai amarah, Chloe melepaskan kerah Devian dengan kasar. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun usai mengeluarkan semua unek-unek nya, Chloe melangkah pergi meninggalkan Devian.
Sedangkan Devian masih diam ditempat, Mematung karna syok. Tidak percaya kalau Chloe marah bisa semenyeramkan itu.
"Penyesalan!? Tidak ada yang perlu kusesali karna aku punya alasan sendiri melakukan itu," Gumam Devian, Dia perlahan berdiri dari jatuhnya. Membersihkan debu yang menempel di celananya.
Meski pukulan Chloe masih dia rasakan sakitnya, Devian mengusap sudut bibirnya yang sempat berdarah dengan ibu jari.
"Kuat juga, Ini bukan pertama kalinya Kak Chloe memukulku,"
Devian menghembuskan napas kasar, Memasukkan kedua tangannya dalam saku celana.
"Hah, Ya sudahlah. Tidak ada yang mau jadi partner ku. Aku akan pergi sendiri nanti,"
__ADS_1
Pemuda bersurai hitam kecoklatan itu melangkah pergi menjauhi area koridor.
TBC