System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 3) Ivy Michelle


__ADS_3

Waa! Waa!


Suara-suara gaduh terdengar sepanjang koridor kampus, Tak sedikit mahasiswa dan mahasiswi lalu lalang di sekitar sana, Temasuk Chloe yang saat ini sedang berjalan menuju kampus kedokteran. Kebetulan kampus Jurusan Hukum dengan Jurusan Kedokteran berdekatan, Karna itu Chloe memutuskan kesana untuk menemui Alice dan Evelyn, Sekaligus mengajak mereka makan siang bersama.


Langkah kakinya berhenti di sebuah ruangan kelas, Sesaat Chloe mengintip sekedar memastikan apakah Alice dan Evelyn berada disana. Benar saja, Tak berselang lama Chloe menemukan Alice dan Evelyn yang sedang mencatat sesuatu di buku tulis mereka, Mungkin mencatat materi yang ada di papan tulis.


"Alice, Evelyn," Sapa Chloe memasuki ruang kelas, Hanya ada Alice dan Evelyn disana jadi Chloe tidak perlu merasa gugup saat memasuki kelas orang lain yang bukan kelasnya.


"Sebentar Chloe, Dikit lagi selesai," Balas Alice tanpa menoleh, Tatapannya fokus pada buku catatan miliknya.


"Oke,"


Chloe dengan santai mendudukkan diri pada kursi didekatnya sembari menatap papan tulis yang berisi berbagai coretan kalimat.


"Selesai!" Seru Evelyn menutup bukunya dengan senyum penuh kemenangan, Dirinya lebih dulu selesai dibanding Alice. Setelah merapikan buku dan alat tulisnya, Evelyn menoleh pada Chloe.


"Eh, Chloe. Kau bawa bekal gak?"


"Enggak, Tadi pagi gak sempat buat,"


"Gimana kalau mulai besok kita bawa bekal aja? Menghemat juga kan," Ajak Evelyn.


"Setuju, Bosan sama makanan kantin yang itu-itu aja," Sahut Alice ikut menyetujui setelah merapikan buku catatan miliknya.


"Oke deh, Besok bakal kubawa," Chloe ikut mengangguk setuju lalu meranjak dari tempat duduknya disusul Alice dan Evelyn.


"Yuk, kantin," Ajak Alice gembira sambil menggandeng tangan Chloe dan Evelyn.


Keduanya hanya menggangguk menerima ajakan Alice, Mereka pergi ke kantin bersama-sama.


**************


[Kantin Kampus]


Tak!


Setelah mereka menemukan tempat duduk dan membawa makanan masing-masing, Alice memulai obrolan sambil menumpahkan saus di kentang goreng miliknya.


"Eh, Kudengar sebentar lagi kampus kita bakal ngadain festival lho,"


"Tau dari mana?" Tanya Evelyn melirik Alice sesaat, Dia mengaduk-aduk jus apelnya.

__ADS_1


"Tadi pagi gak sengaja lewat ruangan dosen, Gak sengaja dengar mereka rencananya mau bikin setiap jurusan kampus punya perwakilan festival masing-masing,"


"Kan masih rencana, Belum tentu bakal ditetapkan festivalnya," Sahut Chloe ikut menimpali, Setelahnya memakan burgernya.


"Ya, Semoga aja kampus kita benar-benar ada festivalnya. Biar kalau saat kita udah lulus nanti ada kenang-kenangannya," Jelas Alice antusias.


"Emangnya kelas kalian bakal bikin acara apa kalau festivalnya benar-benar ada? Cafe, Rumah hantu, atau Pameran lukisan kayak jurusan seni?" Tanya Chloe sambil meminum soda nya.


"Hm...Gak tau juga sih, Kayaknya bakalan voting untuk buat acaranya. Iya kan Evelyn?" Alice menoleh pada Evelyn disampingnya dan langsung diangguki oleh gadis bersurai coklat potongan pendek itu.


"Yup, Bener,"


Chloe cuma manggut-manggut, Lalu netra birunya melirik jam arloji miliknya yang menunjukkan pukul 2 siang, Sontak sang gadis buru-buru menghabiskan makan siangnya sambil berseru pada Alice dan Evelyn.


"Hei, Sebentar lagi pelajaran selanjutnya dimulai!" Kata Chloe.


Alice dan Evelyn sontak memandang jam arloji masing-masing, Keduanya refleks memakan hidangan mereka dengan lahap. Dikejar waktu karna sebentar lagi waktu istirahat mereka akan habis.


***********


[Sore harinya]


Langit mulai berwarna orange kemerahan menandakan matahari senja akan tenggelam. Chloe yang sudah menyelesaikan kuliahnya hari ini sedang berada dalam taksi, Menuju sekolah tempat Ivy berada. Karna ini sudah menjadi tugasnya untuk menjemput Ivy.


Sore hari dimana sudah waktunya para pelajar untuk pulang, Otomatis sekolah itu begitu sunyi bahkan tidak terlihat tanda-tanda keberadaan pak satpam yang biasanya bertugas menjaga sekolah.


Tap! Tap! Tap!


Langkah kakinya bergema sepanjang lorong, Sesekali netra birunya memandang tulisan-tulisan pintu yang dia lewati, Mencari keberadaan kelas Ivy. Chloe sudah mendapat informasi dari Elizabeth sebelumnya kalau kelas Ivy berada di lantai 3 dengan name tag kelas XII-C.


Setelah membutuhkan beberapa menit mencari tangga, Chloe mulai menaikinya setiap langkah secara perlahan. Ah dirinya mulai merasa merinding karna sendirian disini, Tidak ada suara-suara lagi di sekolah itu yang terdengar selain langkah kakinya sendiri.


Sesampainya di lantai paling atas, Chloe kembali melanjutkan pencariannya. Selama beberapa menit dirinya mengitari lorong kelas sampai akhirnya Chloe menemukan kelas yang dicarinya. Secara perlahan Chloe membuka pintunya, Menelusuri seisi kelas dengan matanya mencari keberadaan Ivy.


Sampai akhirnya pandangannya tertuju pada sosok gadis bersurai ungu potongan pendek yang sedang duduk dibangkunya, Kepalanya tertunduk menatap lantai dibawahnya.


Chloe mendekati Ivy dengan hati-hati sampai netranya melihat dengan jelas, Banyak serat-serat potongan penghapus menempel di helai-helai rambut Ivy bahkan sampai puncak rambutnya. Pandangan Chloe beralih memandang meja Ivy yang dipenuhi coretan kata-kata kasar.


"Ivy, Kau baik-baik saja?" Tanya Chloe khawatir, Dia menyingkirkan serat-serat penghapus yang menempel di rambut Ivy dengan hati-hati.


Namun Ivy tidak bergeming, Dia hanya diam saja dengan pandangan kosong. Dari situasi ini Chloe sudah bisa menebak kalau Ivy habis mendapat pembullyan dari seseorang. Tangan Chloe terulur mengusap rambut Ivy dengan lembut.

__ADS_1


"Ivy, Ayo pulang,"


Mendengar ajakan Chloe, Ivy hanya melirik kosong. Sebelum dia meranjak dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Chloe. Chloe hanya diam dengan sikap Ivy, Dia melirik tas Ivy yang tertinggal.


Sang gadis merogoh sesuatu dalam ranselnya, Dia menuangkan minyak angin ke tisu yang dibawanya lalu menghapus coretan-coretan di meja Ivy dengan tisunya. Setelah selesai Chloe membawa tas Ivy tak lupa membuang tisu bekas itu ke tempat sampah. Dia bergegas keluar menyusul Ivy yang menghilang entah kemana.


*****************


[Mansion Michelle]


Azura Michelle, Pria bersurai hitam dengan netra biru. Pria yang sering menebarkan senyum ramah pada semua orang, Kini senyum itu tertuju pada sebuah benda yang sejak tadi dalam genggamannya. Tangannya tak henti membuat benang yang tadinya kusut menjadi sebuah boneka rajutan berukuran kecil, Tidak peduli ujung jarum yang tajam terkadang melukai tangannya, Yang terpenting dia ingin hasil karyanya ini cepat selesai agar bisa segera diberikan pada seseorang yang dia sayangi.


Blam!


Senyum itu luntur seketika saat mendengar suara pintu yang dibanting dengan derap langkah kaki menggema seisi ruangan, Azura menoleh mendapati adik bungsunya, Ivy. Baru saja memasuki Mansion. Senyum lebar terbit di bibirnya saat adiknya itu berjalan mendekat, Sontak ia berdiri menyambut kedatangan sang adik.


"Ivy!"


Azura kira Ivy akan mendekatinya namun ternyata perkiraannya salah, Ivy berjalan melewatinya begitu saja seolah menganggap suaranya hanya angin lalu. Senyumnya kembali luntur, Azura menatap nanar sang adik yang sudah berlalu jauh darinya. Netra birunya tiba-tiba meredup sedih dengan sikap sang adik yang tidak menghiraukannya.


Pandangannya beralih menatap boneka rajutan yang hampir selesai di tangannya. Ah, Padahal dirinya berniat memberikan boneka itu pada Ivy, Tapi sepertinya kondisi Ivy saat ini tidak begitu baik. Azura hanya menghembuskan napas pasrah.


Blam!


"Kak Azura, Sedang apa disini?"


Azura menoleh mendapati Chloe yang baru saja memasuki Mansion dengan membawa tas Ivy ditangannya, Sang pemuda memasang senyum palsu.


"Aku hanya menunggu kedatangan kalian sekaligus bersantai disini," Bohongnya masih memasang senyum palsu. Pandangan Azura beralih menatap tas Ivy di tangan Chloe. "Ngomong-ngomong, Ivy terlihat aneh tadi. Apa terjadi sesuatu padanya saat kau menjemputnya?"


Chloe menatap ragu mengingat banyak coretan di meja Ivy, Belum lagi serat-serat potongan penghapus yang sengaja di tempelkan ke rambut Ivy. Menyadari raut wajah ragu dari Chloe membuat Azura diam sejenak sebelum kembali melanjutkan perkataannya.


"Tidak perlu dijawab, Aku sudah bisa menebaknya kok," Azura mengambil boneka rajutannya dari atas meja. "Aku pergi dulu,"


"Ah, Iya,"


Chloe memandang kepergian Azura yang tampak sedih, Sebelum tak lama Chloe melihat Azura membuang sesuatu ke tempat sampah dan berlalu begitu saja. Sejenak Chloe melirik peralatan jarum dan benang yang tergeletak di meja.


Gadis bersurai biru itu mendekati bak sampah dimana Azura membuang sesuatu sebelumnya, Dia meraih sebuah boneka rajutan berukuran kecil didalamnya, Sesaat ia menggeleng pelan.


"Hah~ kenapa dibuang? Padahal boneka ini hampir jadi, Warnanya juga bagus. Kan sayang," Gumam Chloe sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan boneka rajutan itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2