System Prince Charming

System Prince Charming
D E L A P A N |Ciuman tidak langsung|


__ADS_3

"Baik, mari kita akhiri materi sampai disini saja, selamat siang,"


"Siang pak,"


Bel istirahat berbunyi. Freya mulai beranjak dari tempatnya menuju meja Jenneth sebelum ia dihentikan oleh teman-teman barunya. Terutama para laki-laki yang penasaran tentang dirinya.


Freya gelisah. Ia tak pernah berkontak langsung dengan banyak orang karena selama ini ia homeschooling. Saat masuk SMA ini barulah Freya bersekolah normal seperti anak lainnya hingga akhirnya kecelakaan dan koma.


Alasan Freya melakukan homeschooling karena ia selalu gugup dan takut jika bertemu orang baru. Jika terlalu takut detak jantungnya akan berdetak lebih cepat dan membuat ia sesak nafas.


Detak jantungnya berdetak cepat. Freya berusaha menenangkan diri dengan meremas rok nya kuat-kuat.


"Freya kamu berasal dari mana?"


"Apa kamu punya WeChat? Kamu cantik sekali,"


"Ayo berteman. Beritahu aku WeChatmu,"


Semuanya mengajukan pertanyaan yang membuat ia pusing. Freya ketakutan, ia tak pernah mengalami ini. Berkontak langsung dengan banyak orang juga rentetan pertanyaan ini membuat ia benar-benar ketakutan.


"A-aku— uhm,"


"Hey, jangan seperti itu. Kau membuatnya takut," Agam sudah tidak tahan mendengar itu semua segera berdiri di samping Freya. "Biarkan dia beradaptasi dulu," ucapnya lagi sedikit melirik.


"Ah, maafkan kami. Kami tidak bermaksud menakutimu," sahut salah satu laki-laki yang ada di antara kerumunan.


"Uhm, tidak apa," Freya membalas dengan suara pelan, berusaha menetralkan detak jantungnya yang cepat.


"Baiklah. Ayo pergi Freya," Agam langsung menarik tangan Freya menjauhi meja mereka yang penuh dengan para siswa.


"Eh? Oke, sampai jumpa lagi," Freya melambaikan tangannya kearah mereka dengan tersenyum tulus, berbalik menatap tangan yang digenggam oleh Agam.


Freya memerah. Belum pernah tangannya digenggam seorang laki-laki selain ayahnya.


.


.


Di koridor sepi Agam menghentikan langkahnya, berbalik kearah Freya yang berada di belakangnya dan tentu saja masih dengan menggenggam tangan mungil Freya.


"Uhm, bisakah kamu melepaskan tanganku," cicit Freya. Mungkin jika Agam tidak berada di dekatnya dia tak akan menyadari bahwa Freya sedang berbicara.


Sontak Agam melihat tangannya, segera melepaskan tangan Freya.


Ketika tautan tangan mereka terlepas, Freya langsung menutupi wajahnya yang memerah dengan tangan mungilnya. Sungguh, ia malu sekali.


Selang beberapa saat, Freya melirik Agam diantara sela-sela jari putihnya.


Ketika ia melirik, mata jernihnya bertemu dengan mata lembut Agam. Freya terkejut, kembali menutup wajahnya tetapi percuma karena rona merah menjalar ke telinga. Kali ini ia benar-benar sangat malu sekarang.


Semua tingkah Freya tak luput dari penglihatan Agam. Tentu saja itu membuat Agam yang melihat ikut merasa sedikit malu. Bahkan sekarang, dia berusaha menahan diri untuk tidak mengusap kepala Freya.


Telinganya memerah. Gadis ini benar-benar sangat imut!


[Ding! Minat cinta Agam Savian Dhananjaya + 8%]


Agam berdehem. Menghilangkan pikiran yang hinggap di kepalanya. "Apa kau lapar?" tanyanya berusaha mengalihkan perhatian.


"Ya? Uhm, ya," Freya mengangguk. Sedikit linglung karena ucapan tiba-tiba Agam.


Senyuman lembut kembali muncul di wajah Agam. "Kalau begitu ayo pergi ke kantin,"


Freya mengangguk lagi. Mengikuti dengan jarah 1 meter di belakang Agam. Jaga jarak, ada Corona soalnya.ggg. Mengingat kejadian tadi yang membuat wajahnya memerah. Agam yang melihat itu hanya tersenyum memaklumi.


"Bukan hanya apartement yang sama, ternyata kita satu sekolah juga ya," Agam memecah keheningan.


Freya tersentak. "Ah, iya."

__ADS_1


Agam tersenyum. "Jika kita sekelas kenapa kemarin kau memanggilku kakak? Memangnya wajahku terlihat tua?" ujarnya sedikit bercanda.


"Ah— i-itu, a-anu," Freya panik. Melihat Freya panik Agam tertawa.


"Aku hanya bercanda,"


Freya sedikit kesal namun merona disaat bersamaan. Melihat dan mendengar tawa Agam membuat detak jantung nya berdebar.


Setelah sampai di kantin, hampir semua orang yang berada di sana menatap kearah keduanya. Agam yang termasuk dalam jejeran most wanted dan Freya siswi baru yang telah mendapatkan gelar sebagai Dewi di sekolah dalam waktu singkat.


Meskipun Agam masih kelas 11, tetapi ia sudah terkenal dari adik kelas hingga kakak kelas karena sikap lembutnya membuat semua orang menyukainya dan jangan lupa ketampanannya.


Melihat mereka berjalan bersama membuat semua takjub akan kecantikan dan ketampanan itu. Avi-Alley. Mungkin fandom itu akan muncul setelah kejadian di kantin.


Berdiri di papan menu, Freya membeli pangsit daging dengan sup dan jus strawberry sedangkan Agam memesan nasi goreng dengan sebotol air mineral.


Menunggu sebentar. Tak ada pembicaraan diantara keduanya. Sampai pesanan datang, mereka langsung membawa makanan masing-masing ke meja di posisi dekat jendela yang kebetulan kosong.


Segera duduk, mereka menyantap makanan dalam diam. Suasana seperti ini sedikit membuat Freya tak nyaman.


Ia mendongak dan melihat ke sekeliling, menemukan bahwa Jenneth sedang memperhatikan mereka di pintu masuk kantin.


Freya yang melihat menjadi sedikit bersemangat, seolah-olah menemukan penyelamat. Ia melambai-lambaikan tangannya tak lupa tersenyum manis pada Jenneth, memberi kode untuk makan bersama.


Orang-orang disekitar Freya melihat senyum itu langsung terpana. Tak laki-laki ataupun perempuan, semua memerah. Bak boneka hidup, Freya membuat orang-orang ingin menculiknya dan mengurungnya di dalam rumah.


Jenneth menatap Freya lalu menatap Agam. Mencengkeram roknya menahan emosi yang tidak dapat dijelaskan di hatinya.


Setelah beberapa saat menenangkan diri, ia berjalan bersama teman-temannya untuk memesan makanan. Jenneth sepertinya tidak berniat untuk bergabung bersama Freya.


"Hei, itu Agam. Ayo kita duduk bersamanya," tunjuk teman yang berada di sampingnya berkata dengan semangat. Usut punya usut ternyata dia adalah salah satu dari banyaknya penggemar Agam si most wanted yang paling diminati dari sebagian besar siswi sekolah.


Jenneth ingin menolak, sebelum tangannya ditarik—diseret duluan oleh temannya itu. Ia hanya bisa mengikuti dengan pasrah.


"Permisi Agam. Boleh kami duduk disini?" tanya temannya sopan. Memang dia dan Jenneth berbeda kelas, jadi dia tak boleh kehilangan kesempatan untuk mendekati Agam, sang idola nya. Lelaki berhati lembut, itulah julukan Agam di sekolah. Yah, walau terasa geli namun itu apa adanya.


"Terimakasih,"


Jenneth yang terseret mau tidak mau duduk di kursi yang tersisa, tepat di sebelah kanan Freya.


"Kak Jen," Freya memanggil dengan antusias.


"Apa?" nada bicara Jenneth seperti biasa jika di dengar oleh orang lain, tetapi Freya tau sekarang Jenneth dalam suasana hati yang buruk.


Freya buru-buru menggelengkan kepalanya, berkata dengan pelan. "Tidak ada, maafkan aku," setelah itu dia menunduk, memakan makanannya.


Selama makan, Freya tidak memperhatikan hal lain, dia makan dengan cepat sampai membuatnya tersedak.


"Uhuk... uhuk...," mata jernihnya berembun, air mata langsung meluncur kebawah.


Agam yang berada didepannya tidak tega melihatnya tersiksa, berinisiatif untuk memberikan minum pada Freya. Tentu saja gelas minum milik Freya, tetapi Freya yang diberikan gelas minum tidak meraihnya, meraih botol minum yang berada di meja.


Tanpa basa-basi Freya langsung meminumnya tepat di bekas bibir Agam.


Agam membeku, apa itu yang disebut ciuman tidak langsung?


Berselang beberapa saat, tenggorokan Freya membaik. Menghela nafas lega lalu mendongakkan kepalanya.


Pada pandangan pertama dapat ia lihat wajah tertegun Agam, kedua gelas yang dipegangnya, dan terakhir melihat sesuatu yang dia pegang, botol air mineral.


Apa?! Matanya membulat setelah menyadari kesalahannya. Mata Freya berkedip. Ini... bukankan ciuman tidak langsung?! Pikirnya. Dan tentu saja Agam yang melihat ekspresi Freya juga menyadari apa yang ada dipikiran gadis itu.


Perlahan wajah Freya memerah seperti tomat. Malu karena menyadari ciuman tidak langsung itu. Tentu saja lagi-lagi ekspresi Freya tak lepas dari penglihatan Agam. Dia juga malu!


[Ding! Minat cinta Agam Savian Dhananjaya + 12%]


Jika kalian melihat wajahnya, tiada ada yang berubah tetapi jika diperhatikan lagi, telinganya memerah.

__ADS_1


Freya menutup wajahnya malu, diam-diam menyeringai.


Jenneth yang melihat mereka dari samping tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


.


.


Seharian ini suasana antara Freya dan Agam sedikit aneh. Semua itu terjadi karena kejadian saat makan siang tadi. Dan sedari itu pula Panpan tertawa terbahak-bahak.


[Host sangat hebat! Dengan bakat itu, host bisa menjadi aktris terkenal. Hidup host kan sudah penuh dengan drama]


Entah Freya yang merasa Panpan sedang memuji atau malah mengejeknya. Satu hal yang pasti ia memang hebat.


Puji aku, puji aku ...


"Sudah—sudah, system kapan plot pertama terjadi?"


[Ding! Besok. Dimohon kerjakan tugas dengan serius]


"He? Asal kau tau system, aku selalu serius. Hanya saja hidup itu harus dibawa enjoy jangan terlalu serius. Aku akan segera menyelesaikan tugasnya kok, kamu tenang saja. Hanya main-main sedikit," Panpan yang mendengar hanya menatap julid Freya.


[Mengerjakan serius bagaimana. Host bukannya memikirkan bagaimana cara membuat minat cinta bertambah malah mengadakan berbeque disini, Panpan benar-benar meragukan keseriusan host]


"Halah, diem kamu. Tau apa kamu?!" Freya menatap garang Panpan membuat sang empu menciut ketakutan.


"Sudahlah, aku ingin melihat status," Panpan menghela nafas lega.


[Nama : Freya (Alleya M)


 Misi    : Mengumpulkan minat cinta (Kehidupan kedua)


 Karma: (.../100.000)


 Poin   : 300


 Kecantikan : ?? (60% kecantikan) (85% keimutan)


 Ketertarikan : ?? (92% ketertarikan)


 Keberuntungan : 85%


 Minat cinta : (Agam) 30% /100%


 Shop>


 Skill>


  (Pengendalian emosi lv.2)


 Inventory>


Quest>


  (Quest utama : Rebut most wanted yang ada di hati sepupu)


  (Quest dadakan : Menjadi siswa baru disekolah kedua tokoh utama dan batalkan pertemuan mereka yang akan membuat persentase tokoh utama laki-laki menurun padamu)


Batas waktu : 5 bulan (4 bulan : 1 minggu)


 Waktu liburan : 100.000 tahun


 Dunia : Dunia Modern]


Note: Karena kemaren chapter nya pendek, aku kasih yang agak panjang deh di chap ini. Jangan lupa vote, coment dan share karena semakin banyak yang baca semakin aku semangat nulisnya. Selamat hari raya idul adha 🙏


_Ngebuat protagonis pria nge-blush ✅

__ADS_1


_Plot pertama(?)


__ADS_2