
Pagi hari yang cerah disertai sinar matahari yang menyegarkan bagi sebagian orang, Chloe dengan hati riang menyiram sebagian tanamannya yang sudah memiliki tunas. Bukan hanya tanaman sayur dan buah, Chloe juga menanam beberapa bibit bunga mawar, Dan kini sebagian bunga nya sudah ada beberapa yang mekar.
"Wah, Sungguh bunga-bunga ini sangat harum," Kata Chloe usai mencium wangi salah satu bunga mawar, Sang gadis tersenyum senang.
Beberapa kupu-kupu juga bermunculan menghinggapi mawar-mawar itu, Chloe hanya membiarkannya. Toh asal kupu-kupu nya gak ngerusak tanamannya aja.
"Chloe, Cepatlah! Nanti kau terlambat ke sekolah," Teriak Holy dari ambang pintu.
"Iya, Bentar. Masih ada 45 menit lagi kok," Chloe bergegas mengambil alat penyiramnya. Memasuki ruang dapur dan meletakkan alat penyiramnya di sudut ruangan.
Dia mencuci tangannya di wastafel, Lalu menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri. Hanya memakan waktu 15 menit bagi Chloe masak. Selesai dengan urusan di dapur, Chloe segera mengganti pakaiannya dengan pakaian seragam.
TING!
Aktivitas sang gadis terhenti sejenak, Mengetahui sebuah pesan masuk dari HP nya. Selesai memakai seragam dan pakai blazer serta mengikat rambut nya twin tail. Dia segera membaca pesan tersebut.
From: Program
To: Chloe
Selamat anda mendapatkan seragam detektif, Sudah tersedia di lemari anda. Dan anda juga sudah membuka mode terakhir.
1.) Mode: Pekerja yang Cekatan (Note: Membuat kecepatan bekerja 3x lebih cepat dari sebelumnya).
2.) Mode: Air Mengalir (Note: membuat karakter Chloe bisa menangis dalam kendali Program dan system untuk menarik simpati orang-orang).
3.) Mode: Mengalihkan berita (Note: Menghilangkan/Mengganti berita tentang hal yang tidak di inginkan Karakter Chloe untuk disiarkan di depan publik, dalam media elektronik misalnya TV, HP, Tablet, dan media elektronik lainnya).
4.) Mode: Teleport (Note: Karakter Chloe bisa berpindah ke tempat yang di inginkan, mode ini hanya bisa di pakai 5 kali dalam seminggu).
5.) Mode: Aura Tipis (Note: Membuat keberadaan atau Aura karakter Chloe tidak diketahui oleh orang lain, Biasanya mode ini dipakai untuk bersembunyi agar tidak terlihat atau diketahui orang lain).
Chloe meneliti sesaat Mode terakhir yang dia dapatkan, Keren sih tapi kegunaan dari mode terakhir masih ambigu menurutnya.
"Sembunyi dari apaan coba? Memangnya aku maling apa!? Sampai harus sembunyi segala," Kata Chloe sweetdrop ria, Sang gadis menggeleng pelan. Dia menyimpan HP nya lalu mengambil ransel tak lupa memasukkan bekal ke dalamnya.
Yah mungkin Mode terakhir akan berguna suatu saat nanti, Usai memakai sepatunya. Dia segera keluar dari rumah diikuti Holy, Tak lupa mengunci pintu rumahnya.
Pagi yang cerah begini tidak akan dia sia-sia kan untuk olahraga, Chloe menuju garasi berukuran sedang disamping rumahnya berniat menaiki sepeda yang kebetulan bekas peninggalan orang tua Chloe Amberly. Namun belum sempat sang gadis membuka garasi, Tiba-tiba saja terdengar suara deru motor berhenti tepat di depan rumahnya.
TIN! TIN! TIN!
Tentu saja suara klakson yang nyaring itu sontak membuat Chloe menoleh menatap sang pengendara asing tak tahu malu yang membuat keributan di pagi hari tepat di depan rumahnya. Sesaat alisnya mengernyit karna sang pengendara masih berada di atas motor sport nya.
Deru mesin itu pun terhenti saat sang pengendara mematikan mesinnya, Pengendara itu membuka helm memperlihatkan surai hitam campur coklat miliknya yang sedikit acak-acakan. Memakai jaket dengan logo Universitas bagian dada kiri (Entah Universitas mana, Chloe gak tahu).
Chloe menyipitkan matanya saat sang pengendara mendekat dengan ekspresi datarnya, Tidak salah lagi. Si pengendara itu adalah Raizel Freymon. Pagi-pagi kayak gini Chloe sudah berhadapan dengan salah satu pemeran utama pria, Parahnya dia juga lupa mengembalikan jas milik Raizel yang dipakainya saat pesta ulang tahun sang pemuda.
"Raizel, ngapain ke rumahku?" Chloe sebisa mungkin untuk tidak ketus pada Raizel, Mengingat percakapannya dengan Felix beberapa hari yang lalu.
"Jemput pacar, Sweety," Raizel dengan tenang menyandarkan punggungnya pada pagar rumah Chloe.
"Siapa?"
"Tentu saja kau! Siapa lagi!?"
Seakan Chloe merasakan keningnya berkedut kesal, Gadis bersurai biru itu hanya tersenyum suram. Berapa kali dia harus bilang pada Raizel bahwa dia bukan pacar sang pemuda!? Kenapa Raizel selalu tak mendengar tolakkannya sih! Perlukah Chloe berteriak tidak suka berulang kali pada Raizel agar sang pemuda mengerti?
"Darimana kau tahu alamat rumahku?" Sejenak Chloe mencoba menenangkan diri, Setidaknya dia tidak perlu terbawa emosi dan malah akan memperburuk suasana hatinya saja.
__ADS_1
"Dari warga sekitar, Aku sempat bertanya-tanya dimana alamat rumahmu," Bohong Raizel, Menutupi bahwa sebenarnya dia tahu dari hasil memata-matai Chloe.
"Hah~....," Chloe menghela napas sesaat, Berpikir jernih sebentar. Dia tidak ingin terlambat ke sekolah hanya karena meladeni Raizel terlalu lama.
"Dengar Raizel, Dari perasaanku dan hatiku yang paling dalam. Sejujurnya aku tidak suka terhadapmu apalagi dengan tingkahmu yang seenaknya itu! Mengklaim bahwa aku pacarmu, Tentu saja aku menolak. Sejak awal aku sudah tidak suka padamu, Kau hanya terobsesi dan bukan benar-benar suka padaku," Sejenak Chloe menjeda perkataannya, Menarik napas perlahan.
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu tertarik padaku, Tapi seperti yang kubilang aku tidak suka terhadapmu. Jadi tolong berhenti menganggapku pacar karna perasaanku bertolak belakang denganmu! Dan jangan mengusik kehidupanku lagi!" Tambah Chloe dengan tatapan dingin dan nada datar yang ditujukan pada Raizel.
Raizel sesaat terdiam, Netra ungu muda nya melebar sejenak mendengar penuturan Chloe. Hanya sesaat kemudian pemuda bersurai hitam campur coklat itu kembali memasang ekspresi tenang dan datar. Perasaan Chloe bertolak belakang dengannya? Dan sejak awal sang gadis tidak menyukai kehadirannya? Tapi sekarang perasaannya bukan sekedar Obsesi belaka.
"Perasaanku ini sekarang bukan–"
"Stop! Kau tidak perlu membahas ini lagi, Urusan kita sudah selesai. Yang penting kau sudah tahu bagaimana perasaanku terhadapmu. Jadi tolong jangan usik aku lagi," Chloe menggeleng pelan, Memotong perkataan Raizel.
Seketika untuk pertama kalinya bagi Chloe, Raizel menunduk dengan perubahan ekspresi yang cukup drastis kini ekspresi sang pemuda tampak suram, murung, dan sedih. Tidak berkata apa-apa lagi setelahnya. Chloe terdiam, Sejenak rasa bersalah hinggap di hatinya saat melihat ekspresi bad mood dari Raizel. Oh apakah kata-kata nya tadi keterlaluan? Ini pertama kalinya Chloe melihat ekspresi bad mood dari Raizel, Dan dia malah membuat sang pemuda makin suram, Murung, Dan sedih karna keheningan yang tercipta di antara mereka.
Ingin rasa nya Chloe menjedukkan kepalanya ke tembok saat ini, Dengan blak-blakan tanpa memikirkan perasaan Raizel dia malah mengutarakan semua yang dirasakannya terhadap Raizel hingga membuat sang pemuda seperti ini. Chloe meruntuki dirinya sendiri dalam hati.
"Ah! Apa yang ku katakan!? Aku malah membuat Raizel bad mood, Aku membuatnya sedih. Apa yang kau lakukan, Dasar Chloe bodoh!" Histeris Chloe dalam hati, Kini pikirannya agak kacau dan sedikit panik. Mereka masih berdiri di depan rumah Chloe dalam keheningan.
Lihatlah, Sekarang Raizel lebih mirip seekor kucing yang kehilangan tuannya dengan ekspresi suram, Murung, Dan sedih yang semakin menjadi-jadi. Wajah pemuda bersurai hitam campur coklat itu tampak tertekuk hingga helai-helai rambutnya sedikit menutupi wajah.
"T-Tunggu sebentar," Kata Chloe panik, Segera berlari memasuki rumahnya kembali usai membuka pintu dengan cepat tanpa mendengar jawaban Raizel.
Tak lama dia kembali kehadapan pemuda bersurai hitam campur coklat itu, Tak lupa mengunci kembali pintu rumahnya. Di tangannya terdapat jas hitam milik Raizel, Dilipat sangat rapi dengan aroma parfum setrika (merek D*wnie sama M*lto), Tentu saja Chloe sudah mencuci jas itu sebelumnya.
"Ano...Makasih sudah meminjamkan jas mu sebelumnya, Ini ku kembalikan. Aku juga sudah mencucinya dan setrika sampai rapi. Sekali lagi makasih, Aku permisi. Aku harus segera pergi ke sekolah, dah,"
Chloe mengembalikan jas itu dan diterima oleh Raizel tanpa bersuara. Sesaat Chloe membungkukkan badannya sedikit, Lalu lari kecil pergi dari sana. Untuk saat ini tindakkan yang paling aman adalah kabur, Dari pada nanti dia diamuk sama Raizel. Yah walaupun Chloe gak pernah liat Raizel ngamuk sih. Mood nya untuk naik sepeda hilang sudah, Chloe jadi mager olahraga sekarang karna kedatangan Raizel.
Sedangkan Raizel hanya diam memandangi kepergian Chloe yang sudah semakin menjauh, Netra ungu muda nya menatap jas ditangan lalu mendekatkan jas tersebut ke indra penciumannya.
****************
[Halte]
"Huh, Hampir saja. Untung Raizel gak ngejar, Bisa habis aku kalau dia sampai ngamuk gara-gara perkataanku barusan," Chloe ngos-ngosan mengatur napasnya yang gak beraturan, Mendudukkan dirinya pada kursi halte sambil menunggu kedatangan bis.
Sesaat dia menyeka keringatnya memakai sapu tangan, Menatap sekelilingnya yang dipenuhi pejalan kaki berlalu lalang.
Tak sampai 5 menit, Bus yang ditunggu akhirnya datang. Chloe barsama pejalan kaki lainnya bergesak-gesakan memasuki bus tersebut. Dengan susah payah yang akhirnya membuahkan hasil, Chloe mendapatkan tempat duduk paling ujung yang untungnya berdekatan dengan jendela, Jadi dia tidak akan merasa panas disana.
"Hah, Tidak kusangka kedatangan Raizel sedikit menghambatku," Pikir Chloe sesaat menghela napas.
"Dia cuma berniat baik ingin mengantarmu Chloe, Kau malah menghindarinya. Padahal kan lebih enak duduk santai di motor ketimbang harus berdesak-desakan dalam bus ini," Protes Holy mendengus kecil, Sambil duduk di pundak Chloe.
"Kadang aku merasa risih karna dia mengusikku, Padahal sudah berulang kali dibilangin kalau aku bukan pacarnya tapi malah tetap ngeyel," Chloe mengerucutkan bibirnya kesal.
"Seenggaknya gak tiap hari, Kalau tiap hari baru kau bisa bilang dia mengusik kehidupanmu,"
"Aku gak percaya tuh, Udahlah biarin aja. Aku gak nyesal kok naik bis," Sang gadis mengakhiri percakapan itu dengan sedikit menguap, Dia menutup mulutnya sesaat walau sudah tidur lebih awal, Chloe tetap merasa ngantuk entah kenapa.
Sosok pria paruh baya yang duduk di sampingnya berjarak 2 meter menarik perhatiannya, Sejak tadi Chloe lihat pria itu tampak meliriknya. Bahkan sedikit demi sedikit bergeser mendekati Chloe, Sang gadis mendelik menyadari ada yang tidak beres dengan sang pria. Dia mencoba menjauh tapi pria paruh baya itu tetap mendekat dengan tangan yang ikut bergerak mendekat juga.
Kini Chloe sudah terpojok, Badannya sudah menempel pada dinding bus.
"Sial, Pria ini pasti mau berbuat yang enggak-enggak. Lebih baik aku turun sekarang, Sekolahku juga sudah tidak terlalu jauh," Pikir Chloe dalam hati.
"Hei, Kenapa gak dihajar aja Chloe! Lihat, Dari tampang pria itu saja sudah ketahuan kalau dia mau berbuat macem-macem ke kau," Holy nunjuk-nunjuk wajah pria paruh baya itu.
"Nanti dikira cuma salah paham aja gimana? Aku yang bakal malu kalau langsung hajar orang tanpa bukti,"
__ADS_1
"Oh, Iya ya. Ya udah pilih yang aman aja," Holy akhirnya mengangguk setuju.
Chloe bergegas berdiri berniat menuju supir bus untuk di turunkan sebelum pria paruh baya itu melakukan sesuatu terhadapnya, Namun tiba-tiba datang seorang pemuda dengan wajah yang ditutupi masker dan topi sedikit turun hingga Chloe tidak bisa melihat wajah pemuda itu. Sang pemuda langsung dengan cepat mendudukkan Chloe kembali di kursi dan duduk di samping sang gadis berdempetan, Sangat dekat malahan.
Pemuda dengan masker dan topi itu duduk di tengah-tengah antara Chloe dan pria paruh baya tadi, Membuat pria paruh baya itu kesal karena niat buruknya tadi terhalang oleh sang pemuda.
Chloe mendelik menatap pemuda yang tidak dikenalnya tiba-tiba mendorongnya duduk kembali, Padahal Chloe sudah berniat ingin turun dari bus itu.
Sang pemuda menoleh pada pria paruh baya yang kini berada di sampingnya.
"Maaf ya pak, Saya harus duduk disini. Soalnya Istri saya lagi gak enak badan, Makanya dia milih duduk disini biar adem," Kata pemuda itu yang langsung membuat Chloe dan Holy melotot dan tercengang mendengarnya.
"Iya gak apa-apa, Saya juga biasa nya suka menemani Istri saya kok kalau dia lagi gak enak badan," Kata pria paruh baya itu terkekeh pelan. Yang hanya dibalas anggukan dari sang pemuda.
"Kalian nikah muda ya? Saya liat Istri anda kayak masih anak SMA," Tanya Pria paruh baya itu sambil melirik Chloe, Tentu saja sang pemuda langsung menghalangi pandangan pria paruh baya itu dengan badannya agar pria paruh baya tidak menatap terlalu lama.
"Iya, Kami baru nikah seminggu yang lalu," Jawab pemuda bertopi itu datar. Dan diangguki oleh sang pria paruh baya.
Chloe semakin mengerutkan alisnya, Merasa marah karna dia tidak mengenal sang pemuda tapi pemuda itu sudah bilang bahwa dia Istrinya. Yang benar saja!?
"Hei! Seenaknya bilang–"
Sang pemuda langsung menoleh dan membekap mulut Chloe hingga perkataan Chloe terpotong. Dia menurunkan masker nya hingga Chloe bisa melihat dengan jelas rupa sang pemuda. Surai hitam campur coklat dengan ekspresi datar itu, Sang pemuda melepaskan bekapannya dari mulut Chloe. Tentu saja Chloe sangat kaget dan tak percaya.
"R-Raizel!" Kata Chloe sesaat menurunkan nada suara nya, Takut kalau-kalau ada paparazi di sekitar bus itu. "Bagaimana bisa kau berada dalam bus ini?"
"Aku mengikutimu," Raizel menatap datar, Menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Apa!? Tapi kenapa? Bagaimana dengan motor mu?"
"Kau pikir aku akan membiarkan dirimu pergi sendiri!? Aku khawatir terjadi sesuatu terhadapmu Sweety. Soal motor, Aku sudah meminta Bodyguardku untuk mengurusnya," Meski sekilas, Tapi terlihat sorot cemas dari Netra ungu muda milik Raizel.
"Ya ampun, Raizel...," Rasanya Chloe tak punya kata-kata lagi untuk mengomentari tindakkan Raizel. Sang gadis menghela napas, Namun sejujurnya dia cukup merasa berterima kasih karna sekarang Raizel berada di sampingnya.
"Terima kasih atas yang tadi, Dan maaf sudah membuatmu sedih sebelumnya," Chloe agak menunduk, Masih merasa sedikit bersalah karna membuat sang pemuda sedih.
Satu tangan Raizel terangkat ke udara, Mengusap surai biru milik Chloe yang membuat sang gadis mendongak.
"Tidak apa-apa, Walau awalnya aku agak terkejut tadi. Tapi aku menyadari perasaanmu bertolak belakang denganku, Aku sadar mungkin karna aku memiliki obsesi yang tinggi, Membuatku buta akan penolakkanmu. Dan malah membuatmu tidak nyaman dan terusik dengan kehadiranku, Maaf," Nada Raizel sedikit lirih, Dia berhenti mengusap rambut Chloe.
Chloe tersenyum lembut, Menepuk pelan tangan Raizel sambil menggeleng pelan. "Hehehe, Tak apa. Yang penting kau sudah menyadarinya, Jangan diulangi lagi ya. Bagaimana kalau kita mulai dari teman dulu?"
Raizel mengangguk patuh layaknya kucing pada tuannya, Meski tanpa ekspresi apa pun. "Tentu, Kita sekarang berteman. Tapi bolehkan aku tetap memanggilmu Sweety sebagai panggilan kesayangan?"
"Boleh saja, Asal tindakkanmu enggak terlalu berlebihan sih,"
"Akan kuusahakan,"
"Btw, Kurasa panggilan Istri tadi terlalu berlebihan," Protes Chloe pelan, Agar pria paruh baya di samping Raizel tidak mendengarnya.
"Enggak apa-apa, Mungkin suatu saat nanti kau memang bakal jadi Istriku," Raizel melirik Chloe yang sesaat merona tipis.
Sang gadis mendengus kecil, Lalu dia meninju lengan pemuda bersurai hitam campur coklat itu tak terlalu kencang.
"Ngarep aja bisanya, Belajar dulu yang rajin sana! Baru mikirin nikah,"
"Ugh...Iya iya, Galak banget sih," Raizel mencibir, Sedangkan Chloe hanya terkekeh pelan.
Menurut Chloe, Bersama Raizel tidak buruk juga meski sikap sang pemuda kadang-kadang mengjengkelkan. Namun hari ini Chloe sangat berterima kasih dengan sandiwara Raizel meski sandiwara nya abnormal menurutnya.
TBC
__ADS_1