System Prince Charming

System Prince Charming
Raizel vs Ian (Two cool boy)


__ADS_3

[Istirahat ke-2]


Saat ini Chloe memilih berada sendirian di perpus, Setelah kejadian di kantin saat jam istirahat pertama. Dia berharap tuh 5 pria gak ganggu dia disini, Gedeg dimana-mana ada mereka mulu.


"Capek aku, Capek. Tiap ada mereka pasti bawaannya sial mulu," Gerutu Chloe sambil meletakkan kepala nya lesu di meja Perpus. Sumpah dia malu banget pas kejadian di kantin itu.


Sampai-sampai pas masuk Laboratorium, Enggak ada yang ngomong lagi setelah kejadian di kantin, Dan itu bikin suasana laboratorium Awkward banget.


"Emang feeling mu pas sebelum masuk raga Chloe Amberly kuat banget ya. Di awal-awal udah gak yakin bisa menaklukan ke-5 pria itu. Meski sekarang udah ada beberapa yang takluk. Tapi yang masih keras kepala ada juga sih, Contohnya Devian sama Justin," Kata Holy memandangi Chloe yang lesu.


"Hm...Kadang aku merasa gak enak juga dikelilingi sama cowok, Jadi gini ya rasanya jadi Alice dalam game kalau seandainya Alice benar-benar ketemu 5 pria itu,"


"Wkwkwk, Ngerasain jadi di posisi Alice," Holy tertawa kecil, Memilih rebahan di meja.


Bosan karna berdiam diri gak jelas, Chloe meranjak dari duduknya. Mendekati beberapa rak buku yang menarik perhatiannya sambil menunggu bel selanjutnya berbunyi.


"Sastra, Geografi, Sejarah, Dan...Oh novel?" Gumam Chloe setelah Netra birunya tak sengaja menangkap tulisan buku disetiap rak.


Sayangnya rak berisi novel itu berada di rak yang paling tinggi, Dan tentunya melewati tinggi badan Chloe.


"Tau aja tinggi badanku gak sampai 200 cm," Sesaat dia mendengus, Berjinjit berniat mengambil salah satu buku novel di rak paling atas.


Namun tiba-tiba lengan seseorang melingkar di perut nya, Seketika Chloe langsung panik apalagi kini tubuhnya terangkat ke udara hingga kakinya tidak menapak lantai lagi. Sebagai gantinya kini tangan Chloe bisa menggapai novel incarannya.


"Cepat ambil! Aku bantuin nih,"


Suara seseorang di belakangnya terdengar familiar bagi Chloe, Sejenak gadis bersurai biru itu sedikit menoleh pada pemilik suara itu.


"Raizel!?"


"Hm...,"


Mendengar jawaban itu, Buru-buru Chloe mengambil novelnya. Tak lama tubuhnya diturunkan kembali oleh Raizel. Sayangnya Raizel tidak melepaskan pelukannya segitu saja, Malah kini pemuda bersurai hitam campur coklat itu semakin mengeratkan pelukannya, Mendekatkan diri dengan punggung Chloe karna saat ini sang gadis tengah membelakangi nya. Tubuh Chloe yang agak kecil, Membuat Chloe hampir sepenuhnya tenggelam dalam pelukan Raizel.


"Terima kasih atas bantuan tadi, Tapi bisakah kau lepaskan pelukanmu?" Sesaat Chloe mendengus, Mencoba melepaskan lingkaran tangan Raizel di perutnya.


"Gak mau,"


Raizel menundukkan kepalanya, Meletakkan dagu nya di atas kepala Chloe. Mentang-mentang tinggi iya kan?.


"Ish...Kalau ada yang lihat bagaimana?" Rasanya Chloe gemes sendiri pengen nampol si Raizel.


"Biarin, Malah bagus kalau ada yang lihat. Biar iri," Balas Raizel tanpa mengubah posisinya sedikit pun.


"Ni anak bawaannya nempel mulu dah, Tiap ketemu pasti langsung nempel kayak perangko," Pikir Chloe yang mulai kesal karna Raizel tak kunjung melepaskan pelukannya.


"Lepas Rai! Aku mau baca buku,"


"Gak mau! Nanti kau kabur,"


"Suer, Aku memang mau baca buku. Ngapain aku diperpus kalau gak belajar,"


"Bohong, Terakhir kali kau kabur pas aku jemput di depan rumahmu," Raizel semakin mengeratkan pelukannya, Tidak membiarkan Chloe pergi.


Seketika Chloe langsung mangap gara-gara hampir kehabisan oksigen. "Huh, Raizel lepasin! Kau mau membunuhku ya?"


"Oh ya? Beneran kehabisan oksigen?"

__ADS_1


"Mau ku sleding dulu, Baru mau lepas?" Balas Chloe yang udah kesal, Lagian peluk aja lama amat.


"3 menit lagi...Eh enggak 3 jam lagi,"


Keburu koit si Chloe kalau pelukannya sampai 3 jam.


"Kalian sedang apa?"


Suara Ian mengagetkan Chloe tapi tidak untuk Raizel yang masih tenang-tenang saja memeluk Chloe. Keduanya menoleh menatap Ian yang berdiri di ambang pintu perpus, Tatapan pemuda bernetra merah itu tampak tak bisa ditebak melihat posisi Raizel yang masih memeluk Chloe.


"Mampus, Ada si Ian. Tuh kan, Kubilang juga apa," Pikir Chloe histeris dalam hati. Dirinya terdiam membeku dengan keringat dingin mengalir di keningnya.


Buru-buru Chloe kembali melepaskan kedua tangan Raizel namun tampaknya Raizel masih tak ingin melepaskan pelukannya, Dia hanya menatap datar Ian.


"Mo-Moonshi...," Kata Chloe pelan, Menatap Ian dengan tatapan meminta bantuan.


"Apa? Mau gangguin!?" Raizel menatap sinis Ian yang masih berdiri diam di ambang pintu.


Sejenak Ian terdiam, Sorot matanya tak terbaca. Kaki nya bergerak melangkah mendekati Raizel dan Chloe. Melepaskan kedua tangan Raizel secara paksa, Tapi Raizel tetap bersikeras tak ingin melepaskan pelukannya. Begitu pun dengan Ian yang masih berusaha melepaskan tangan Raizel.


"Lepas!"


"Enggak mau!"


"Lepas gak! Sebelum wajahmu babak belur," Ancam Ian dingin.


"Coba saja kalau bisa," Tantang Raizel.


Ian berdecak kesal, Bahkan dia tak segan sampai melukai tangan Raizel dengan jari kukunya. Sesaat Raizel tersentak kaget merasakan tangannya mendapat luka gores dari kuku tajam Ian.


"Apa yang kau lakukan!?"


"Gak mau!"


Kening Chloe sesaat berkedut kesal, Jika tidak dihentikan maka kedua lelaki ini akan terus berdebat.


"Cukup! Raizel lepasin!" Tak tahan akhirnya dengan sekali sentakan dari Chloe dibantu Ian. Pelukan Raizel terlepas juga.


Kini Chloe berdiri di antara keduanya dengan napas memburu menahan kesal.


GREP!


"Ikut aku!" Tiba-tiba Ian memegang tangan kanan Chloe, Berniat membawa sang gadis keluar dari Perpus.


GREP!


"Kau mau bawa Chloe kemana hah!" Tak ingin kalah, Raizel ikut memegang tangan Chloe bagian kiri. Menarik sang gadis mendekat padanya.


"Bukan urusanmu! Lepas!" Ian menatap Raizel tajam.


"Gak akan! Sebelum kau memberikan alasan kenapa ingin membawa Sweety!"


"Apa pedulimu!"


"Tentu saja aku peduli, Dia akan menjadi calon pacarku,"


"Tch! Calon pacar!? Kau hanya terobsesi padanya," Kata Ian yang mulai sinis. Memajukan tubuhnya menghadap Raizel, Begitu pun dengan Raizel.

__ADS_1


"Ini bukan Obsesi lagi! Aku...," Sejenak Raizel terdiam, Tak ingin melanjutkan kata-katanya.


"Mantan pacarmu, Lea. Bagaimana dengan?" Ian menatap datar, Sengaja memancing amarah Raizel. "Bukankah dulu kau juga terobsesi padanya di awal-awal kalian bertemu?"


Sesaat ekspresi Raizel berubah drastis, Terdiam membeku. Kemudian dia menunjukkan ekspresi marah plus mengernyitkan alisnya.


"Sudah kubilang jangan sebut-sebut nama dia depanku! Aku benci padanya!" Bentak Raizel, Netra ungu muda nya menajam menatap Ian yang berekspresi dingin.


"Kau kalah, Tch! Mudah sekali terpancing," Sindir Ian datar, Lalu menarik Chloe mendekat padanya.


"Ayo pergi Sunshin, Kau sudah tidak punya urusan lagi dengannya," Tambah Ian menarik Chloe untuk mengikutinya.


"Aduh, Tunggu dulu!" Chloe panik dan bingung, Pertengkaran Ian dan Raizel membuatnya pusing menghadapi kedua cowok yang terkenal cool ini.


"Tidak bisa! Kau tidak bisa seenaknya membawa Sweety begitu saja," Raizel kembali menarik tangan Chloe satunya. Kini terjadi aksi saling tarik-menarik di antara Ian dan Raizel.


"Memangnya kau siapa? Ibunya?" Ian perlahan mulai terpancing emosi karna Raizel terus mencegahnya membawa Chloe.


"Bukan! Tapi aku Suaminya!"


"Dalam mimpi!"


Kedua cowok cool ini saling tatap dengan tajam, Seakan ada aliran listrik diantara keduanya. Keduanya sama-sama tidak melepas pegangan tangan mereka dari tangan Chloe. Membuat kepala Chloe nyut-nyutan, Saking pusingnya menghadapi tingkah kekanakan dari kedua lelaki ini.


"Teman-teman tenang lah, Bisa kalian lepas dulu tangan kalian?" Bujuk Chloe, Namun bujukan sang gadis tidak didengarkan oleh keduanya yang sibuk saling tatap.


Raizel vs Ian, Siapakah yang akan menang?


"Awas lho, Kelamaan saling tatap nanti malah saling suka," Canda Chloe sambil terkekeh, Yang langsung ditatap oleh kedua lelaki di depannya.


"Hah! Idih amit-amit," Kata Raizel yang sontak bergidik ngeri.


"Tch! Najis. Aku masih normal," Desis Ian tajam.


"Ya udah, Kalau begitu lepasin tangan kalian,"


"Gak!" Kata Ian dan Raizel kompak.


"Rasain, Wkwkwk," Holy malah ketawa, Sambil makan popcorn. Menikmati drama dihadapannya tak lupa memakai kacamata bioskop entah dapat dari mana.


Chloe mendelik sebal pada Holy yang tidak membantunya dan malah dengan santainya menonton perkelahian antara Raizel dan Ian.


"Hm...Begini aja, Dari pada kita ribut gak jelas. Mending kita suruh Chloe milih, Gimana?" Usul Raizel pada Ian yang terdiam, Memikirkan usulan Raizel.


"Hah! Gimana, Gimana? Suruh milih apaan dah?" Pikir Chloe heran, Memandangi kedua lelaki di hadapannya.


"Oke," Ian hanya mengangguk datar.


Kemudian kedua nya menatap Chloe yang terlihat masih kebingungan, Raizel menunjuk dirinya sendiri lalu beralih menunjuk Ian.


"Kau pilih ikut dengan siapa Sweety? Aku atau Ian?" Kata Raizel datar.


"Pilih saja Sunshi, Jangan membuat kami menunggu lama," Ian menatap dingin dengan Netra merahnya tajam.


Seketika Chloe langsung kicep, Tau begini dia gak usah ke perpus tadi. Kalau ujung-ujung nya bakal ketemu juga sama ni dua cool boy.


"Pliss deh, Mereka gak kasihan apa sama aku yang udah capek kabur-kaburan terus, Lama-lama ku sleding juga mereka berdua," Pikir Chloe yang merasa lelah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2