System Prince Charming

System Prince Charming
Ada apa dengan Felix?


__ADS_3

"Poin hati Devian naik 7 poin, sedangkan Poin hati Ian turun 2 poin," Kata Holy terbang di samping kepala Chloe sambil menunjukkan Hologram poin.


Poin Hati ke-5 karakter utama pria:


1.) Devian Orlindo: 25 Poin


2.) Felix Edricson: 15 poin


3.) Raizel Freymon: 0 Poin


4.) Justin Garfield: 0 poin


5.) Ian Maxwell: 1 poin


"Huft...Poin Ian menurun 2 poin ya, dia memang tipe orang yang gak suka di ganggu. Kak Raizel, Kak Justin, dan Ian mereka tipe-tipe karakter yang sulit di dekati," Chloe menghela napas kecil, sesekali kaki nya akan menendang kecil kerikil yang menghalangi jalan nya.


"Mau bagaimana lagi, tidak apa-apa mengorbankan 2 poin demi misi. Nanti bisa di naikin lagi"


"Kuharap begitu Holy," Sahut Chloe dalam hati pasrah.


TING!


Chloe berhenti sebentar, menatap layar HP nya.


From: Program


To: Chloe


Satu mode kembali terbuka:


1.) Mode: Pekerja yang Cekatan (Note: Membuat kecepatan bekerja 3x lebih cepat dari sebelumnya).


2.) Mode: Air Mengalir (Note: membuat karakter Chloe bisa menangis dalam kendali Program dan system untuk menarik simpati orang-orang).


3.) Mode: Mengalihkan berita (Note: Menghilangkan/Mengganti berita tentang hal yang tidak di inginkan Karakter Chloe untuk disiarkan di depan publik, dalam media elektronik misalnya TV, HP, Tablet, dan media elektronik lainnya).


4.) Mode: Teleport (Note: Karakter Chloe bisa berpindah ke tempat yang di inginkan, mode ini hanya bisa di pakai 5 kali dalam seminggu).


5.) Mode: ?????


"Masa cuma 5 kali dalam seminggu sih!?" Chloe mengernyitkan alis nya saat membaca pesan dari Program.


"Ya, memang begitu. Ingin mager? No no no tidak bisa Chloe, bagaimana pun kau harus bergerak juga. Jadi cewek jangan malas," Holy menggeleng sambil berkacak pinggang.


"Huh, nasib banget jadi karakter game disini," Chloe mendengus sesaat, menyimpan HP nya. Dan kembali melanjutkan perjalanan.


*************


[Coffe Bitte]


KKRRIINNGG!


Aroma kopi tercium sangat jelas saat Chloe memasuki area Cafe, dia mengedarkan pandangannya menatap seluruh pengunjung Cafe yang sangat banyak.


Seperti biasa, para Barista tampak sibuk hilir mudik mengantar dan mencatat pesanan. Chloe agak sedikit menarik topi nya ke bawah, berniat menyembunyikan sebagian wajah nya lalu langkah nya menuju meja pesanan.


Felix sedang berdiri di belakang meja pesanan sambil membuat kan segelas kopi, tatapan Netra Aqua nya tampak serius berkonsentrasi dengan pekerjaan nya saat ini.


Sang gadis sudah berdiri di depan meja pesanan sambil memperhatikan Ekspresi serius Felix, kemudian tangannya sedikit melambai tepat dihadapan sang pemuda.


"Um...kak Felix, bolehkan aku bekerja sekarang?"


Felix tersentak sesaat, agak kaget karna kehadiran Chloe yang sudah berada di depannya walau terhalang meja pesanan. Netra Aqua nya kemudian memperhatikan sang gadis yang hanya setinggi dada nya.


"Oh, Chloe. Tentu saja, silahkan untuk ke ruangan Staff untuk mengganti pakaian mu," balas Felix dengan ramah dan senyuman nya.


"Baiklah," Chloe membalas senyum Felix sesaat.


Gadis bersurai biru itu melangkah kan kakinya memasuki ruangan Staff, mengganti pakaian nya sebentar. Usai siap, Chloe langsung mengerjakan pekerjaannya.


Mencatat dan mengantar pesanan bolak-balik, sesekali Chloe akan membantu mencuci peralatan makan. Sebisa mungkin Chloe terus tersenyum ramah pada pelanggan yang berdatangan.


TAK!


"Ini pesanan anda tuan, silahkan dinikmati," Kata Chloe dengan senyum ramah nya.


"Hm...,"


Pria itu hanya menoleh sesaat pada makanan yang diantar Chloe, lalu pandangannya beralih pada Chloe yang masih tersenyum.

__ADS_1


"Wah, sasaran empuk nih," batin sang Pria dengan pikiran licik nya.


"Hei, bisakah nona menemani saya makan? Rasanya pasti akan lebih enak kalau nona menemani saya," Pria asing itu memandangi chloe dengan tatapan liar.


Sesaat Chloe mengernyitkan alis nya, perasaan nya menjadi was-was. Chloe bisa saja langsung pergi tanpa menanggapi perkataan sang pria, tapi karna Pria ini adalah pelanggan Cafe dan pelanggan adalah Raja maka Chloe masih menahan diri untuk tidak langsung menonjok wajah sang pria karna perkataannya.


"Ah, maaf tuan tapi saya masih banyak pekerjaan," Chloe menolak halus.


"Ah, cuma sebentar kok. Nanti saya bilangin ke Owner kamu buat minjam kamu sebentar. Saya bosan melihat pelayan laki-laki di Cafe ini, Karna sekarang kebetulan ada pelayan perempuan kamu mau kan menemani saya?"


Holy bergidik sendiri mendengarnya, Sedangkan Chloe sudah memasang wajah muram, menatap menyalang Pria asing di depan nya.


"Ayo, sebentar aja. Nanti Uang nya saya tambahin," Pria asing itu memegang salah satu tangan Chloe erat, agar Chloe tidak kabur.


Chloe tersentak kaget, Netra nya melotot memandangi tangannya yang di pegang tanpa seizin nya. Rasa kesal dan marah bercampur menjadi satu.


"Sudah Saya bilang kalau saya, tidak mau!" Nada Chloe agak meninggi, sambil berusaha melepaskan tangannya dari pegangan sang pria. Chloe tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti kejadian memukul Justin di Bioskop kemarin, dia masih menahan diri untuk tidak memukul Pria di depannya secara langsung.


Suara Chloe menarik beberapa pengunjung disana, termasuk para barista yang sedang hilir mudik.


BBRRAAKK!


Felix tiba-tiba saja sudah berdiri di samping Chloe sambil pura-pura mengelap meja Pria asing itu, Dan memasang senyum ramahnya. Membuat meja pria asing sedikit bergetar karna gebrakan kecil dari Felix.


"Maaf mengganggu kenyamanan anda tuan, tapi barista saya ini sedang banyak pekerjaan. Jadi biarkan dia pergi ya," Kata Felix dengan ramah.


"Huh, memangnya kau siapa!? Berani nya mengganggu ku," Sahut Pria itu sinis. Masih belum melepaskan pegangan tangannya dari tangan Chloe.


Pemuda bersurai Coklat tua itu pun membungkukkan sedikit badannya, berbisik tepat di kuping Pria asing itu.


"Kau tahu kan marga Edricson? Aku berasal dari keluarga itu. Jadi lebih baik kau cepat pergi dari sini, sebelum kau kehilangan kedua kaki dan tangan mu itu. Dan jangan pernah kembali lagi," Bisik Felix penuh penekanan. Kemudian menjauhkan wajah nya dari sang Pria.


Sontak Pria asing itu langsung melepaskan genggaman nya pada tangan Chloe, Wajah sang Pria memucat dan badannya bergetar ketakutan. Lalu tanpa berkata apa-apa langsung buru-buru keluar Cafe.


"Datang lagi ya tuan, terima kasih sudah menyempatkan diri ke Cafe kami," Kata Felix Ramah dengan nada suara yang sedikit tinggi agar Pria asing yang sudah keluar Cafe itu mendengarnya.


Kemudian sang pemuda sedikit membungkukkan badannya pada pengunjung Cafe. "Maaf, membuat kenyamanan semua nya terganggu. Silakan kembali melanjutkan aktivitas kalian,"


Semuanya kembali ke aktivitas masing-masing, Sedangkan Chloe menatap heran Felix. Apa yang sebenarnya Felix bisikkan pada Pria asing itu? sampai-sampai wajah Pria asing itu langsung pucat dan buru-buru pergi dari sini.


"Um...Kak Felix, apa yang–"


Felix menggenggam tangan Chloe yang barusan di genggam Pria asing tadi dengan lembut, Menarik Chloe berlahan agar Chloe mengikuti nya. Sengaja memotong perkataan Chloe, agar tidak mencurigai nya.


Walau agak heran, Tanpa Protes Chloe mengikuti langkah Felix yang entah membawa nya kemana.


Mereka sampai di dapur, Felix segera mencuci tangan Chloe yang bekas genggaman pria asing tadi dengan sabun di wastafel dan membilasnya dengan air.


"Hah!? Kenapa tanganku di cuci Kak Felix? Aku kan sudah cuci tangan tadi," Chloe menatap horror tangannya yang di cuci Felix.


"Biar Kuman dari Pria tadi gak ikut sama Chloe, aku khawatir nanti Chloe jadi sakit gara-gara kuman dari Pria tadi,"


Chloe hanya bisa Sweetdrop ria, merasa aneh dan heran dengan perkataan Felix yang ambigu.


Usai mencuci nya. Felix dengan hati-hati dan telaten mengeringkan tangan Chloe pakai tisu. Sang pemuda tersenyum puas sesaat. Setelah semuanya selesai.


"Selesai, Chloe bisa kembali bekerja. Lain kali Chloe terima pesanan dari pelanggan perempuan aja, kalau pelanggan laki-laki biar Barista lain yang urus," Nasihat Felix dengan senyum nya.


"Oh, um...Baiklah, aku akan lebih hati-hati lain kali Kak Felix. Terima kasih," Chloe mengangguk patuh, sambil hormat layaknya tentara hormat pada komandannya.


Felix hanya tertawa kecil, dan mengusap surai biru milik Chloe gemas.


"Adikku sangat menggemaskan, Kakak sangat menyayangi Chloe,"


Gadis bersurai biru itu tersenyum lebar, menerima perlakuan Felix dengan senang hati. "Aku juga sayang kak Felix,"


Betapa Chloe merindukan kedekatan kakak adik ini, rasanya Chloe sudah menganggap Felix seperti kakak kandungnya sendiri.


Kemudian Chloe langsung pamit agar kembali mengerjakan tugasnya.


***************


[9.00 P.M]


Waktu nya Cafe untuk tutup, mereka semua membereskan sisa-sisa piring yang tertinggal.


Chloe mengistirahatkan dirinya sejenak di salah satu kursi Cafe, menyandarkan tubuhnya dengan letih. Netra nya kemudian melihat Finnian dan Barista Cafe lainnya tampak bersiap-siap untuk pulang. Sedangkan Chloe sendiri belum mengganti pakaiannya.


"Jangan lupa Felix, hari ini giliranmu membersihkan Cafe. Jangan pulang dulu," Kata Finnian, salah satu barista temannya Felix, pada Felix yang saat itu sedang menjemur Kain lap.

__ADS_1


"Iya, iya. Ini aku lagi bersihin Cafe,"


"Ya udah, kami pulang dulu. Sampai jumpa,"


"Sampai jumpa,"


Teman-teman Felix pun pergi meninggalkan Felix dan Chloe, Sedangkan Chloe menatap dalam diam penuh bingung. Giliran Felix membersihkan Cafe? Apa sang pemuda tidak pulang? Kasihan sekali membersihkan Cafe sendirian.


PIP!


"Chloe, ada misi dari Program,"


"Hm...,"


"Bantu Felix membersihkan Cafe, kasian tuh,"


"Okelah,"


Chloe berdiri dari duduknya, mendekati Felix yang saat itu sedang membereskan sisa-sisa piring.


"Kak Felix, mau aku bantu?"


Felix tersentak saat mendengar suara Chloe di belakangnya, Netra Aqua nya menatap Chloe kaget sekaligus heran.


"Chloe, Kau belum pulang? Ini sudah malam loh, gak baik cewek di luar sendirian malam-malam,"


"Aku kan gak sendirian, kan aku sama Kak Felix," Sahut Chloe terkekeh kecil, berhasil membalikkan perkataan Felix. Felix yang mendengarnya tersenyum kecil, dan menggeleng pelan.


"Tetap aja bahaya Chloe, Kalau terjadi sesuatu bagaimana?"


"Kak Felix kan sudah janji padaku, berjanji akan melindungi ku dari apa pun yang akan menyakitiku. Aku percaya Kak Felix orang yang baik," Chloe tersenyum lebar memandang Felix.


Sesaat Felix terdiam, senyum di wajahnya luntur. Orang yang baik? Dia? Kalau saja Felix menunjukkan sikap lebih dari penjahat sekalipun, Mungkin Chloe akan mengatakan kebalikannya. Beberapa detik Netra Aqua itu sedikit meredup mengingat hidupnya yang buruk.


"Aku bagian cuci piring dulu ya Kak Felix," Chloe segera pergi menuju Wastafel dan mulai mencuci piringnya.


Felix mendongak mendengar suara sang gadis. "Ah, iya. Kalau begitu kakak akan menyiapkan bahan makanan untuk besok dulu,"


Chloe hanya mengangguk menanggapinya, Felix menuju kulkas dan memilih beberapa sayuran yang menurutnya bagus untuk bertahan sampai besok.


Berlahan dia mengambil pisau dan memotong sebuah tomat, Fokus Felix sekarang terbagi dua antara memotong tomat dan masalahnya.


"Andai saja kau tahu Chloe, aku tidak sebaik yang kau pikirkan. Aku sudah terjerumus ke lubang hitam yang dalam, semua yang kau lihat hanya palsu. Lihatlah bagaimana orang-orang terdekatmu nanti akan menjadi musuhmu," Tatapan Netra Aqua Felix tampak gelap, ekspresinya berubah kosong dan datar.


"Keluarga ku pun tidak ada yang peduli padaku mereka hanya menganggapku sebagai mainan mereka, Aku harus nya sudah melakukan hal gila saat itu, Semuanya membuatku muak dan depresi. Tapi 'dia' malah menyelamatkan ku, Dan mengajak ku dalam lingkaran keluarga gelapnya," Tatapan Felix semakin kosong.


"Aku harus nya–"


"Akh...," Lamunan Felix buyar saat dia tak sengaja membuat tangannya sedikit terluka, karna melamun dan tidak memperhatikan pisau yang di pegangnya.


Chloe yang mendengar suara rintihan Felix segera menoleh, ekspresi nya berubah cemas. Aktivitasnya langsung terhenti.


"Kak Felix!"


Felix menggeleng pelan sambil menyembunyikan tangannya yang terluka, Pemuda itu menunjukkan senyum nya.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil," Katanya sambil tersenyum.


Chloe diam sesaat. Dengan segera sang gadis mengambil kotak P3K di dalam lemari khusus, mendekati Felix dengan ekspresi datar.


"Aku baik-baik saja, sungguh," Felix semakin menyembunyikan tangannya dari Chloe.


Tanpa berkata apa-apa, Chloe langsung menarik tangan Felix yang berdarah. Dan memperhatikan tangan sang pemuda sebentar.


"Luka kecil apa nya!? Darahnya sampai menetes begitu, Mau pura-pura terlihat kuat begitu!?" Pikir Chloe agak kesal karna Felix masih bisa tersenyum bahkan disaat sang pemuda terluka.


Dengan hati-hati Chloe membersihkan luka Felix dan memasangkan plaster luka.


"Lain kali kak Felix jangan melamun saat memotong buah atau sayur, Untung luka nya gak besar," Nasihat Chloe memandang Felix yang hanya diam.


Felix sedikit menunduk tak menjawab perkataan Chloe, lalu tiba-tiba pemuda bersurai Coklat tua itu menyandarkan kepalanya pada bahu Chloe, Menyembunyikan wajahnya diantara helai-helai rambut sang gadis. Netra biru Chloe sedikit membulat karna tindakan Felix.


"Maaf, aku sedikit anemia. Tetaplah bersamaku," Gumam Felix pelan, Yang tentu saja bisa di dengar Chloe.


Apa terjadi sesuatu dengan Felix? Chloe merasa ada yang aneh, karna sang pemuda terlihat lesu dan kosong. Chloe memutuskan untuk memeluk tubuh Felix, mengusap punggung sang Pria dengan lembut.


"Kak Felix sepertinya butuh sandaran, Sepertinya telah terjadi sesuatu padanya?" Pikir Chloe Prihatin, masih mengusap punggung sang pemuda untuk menenangkan.


Berdua dalam keadaan Chloe yang memeluk Felix, sepertinya tidak wajar menurut sang gadis. Apalagi Suasana Cafe yang kosong membuat semakin hening. Tapi Chloe paham, Felix sedang ada masalah dan kini membutuhkan sandaran agar hati nya merasa lega kembali.

__ADS_1


Jadi selama disana, Chloe menemani Felix yang tampak lesu dan kosong. Mencoba menyemangati sang pemuda dengan memeluknya.


TBC


__ADS_2