System Prince Charming

System Prince Charming
Kemarahan dan penghiatan Felix pada Justin


__ADS_3

Ian masih menatap pemandangan lantai dasar dari Rooftop, Di Rooftop dia bisa melihat semua lingkungan sekolah dengan jelas. Bahkan dari sini Ian bisa melihat gerbang sekolah yang cukup jauh.


Sesaat Netra merahnya melirik bekal di sampingnya yang tinggal sedikit, Sejujurnya masakan buatan Chloe mirip dengan masakan ibunya dulu. Seakan mirip pinang di belah dua, Mengingatkan Ian tentang ibunya. Pemuda bernetra merah itu menghela napas berat.


Yah Ian tidak ingin terlalu larut dalam kenangan pahitnya, Usai menghabiskan bekal itu dia menutupnya. Mengambil light novel serta kotak bekal tersebut untuk di kembalikan pada Chloe.


Dengan santai dia berjalan menuju kelas, Keluar dari area Rooftop.


KKRREETT!


TAP! TAP! TAP!


Secara berhati-hati Ian menuruni setiap anak tangga, Selama berjalan tatapannya hanya terus fokus pada langkahnya. Sampai pada anak tangga lantai ke-2, Langkah nya terhenti. Netra merahnya melihat Vivian menampar Chloe lalu Chloe balas menampar Vivian balik.


Setelahnya Chloe tampak lari dari sana, Menghindari amarah Vivian Tapi Viola mengejar Chloe. Ian masih dengan langkah tenang menuruni tangga, Berniat mengejar Chloe karna ingin mengembalikan kotak bekal sang gadis.


"Eh, Ian. Sejak kapan disini?" Sapa Vivian dengan agak terkejut karna kehadiran Ian yang melewati dia dan Chelsia.


Tanpa menyahut dan menoleh, Ian tetap melangkah melewati Vivian. Membuat Vivian merasa malu dan geram karna di acuhkan Ian.


Tak sengaja Netra merah Ian melihat Viola menjulurkan kaki nya sehingga Chloe tersandung saat lari, Sesaat Netra nya melebar. Dengan refleks Ian melempar light novel dan kotak bekalnya ke sembarangan arah. Mencoba menolong Chloe yang jatuh dari tangga.


"CHLOE!"


Refleks Ian lari dengan cepat, Merangkul pinggang Chloe. Berusaha melindungi kepala Chloe dari lantai marmer.


BBRRUUKK!


Mereka berdua jatuh menghantam lantai marmer, Kepala Ian sempat terbentur lantai sedikit keras. Pandangan nya menjadi buram, Kepalanya begitu sakit dan Akhirnya Ian pingsan dengan posisi memeluk Chloe yang berada di atasnya.


Vivian, Viola, dan Chelsia yang melihat kejadian itu sangat panik. Takut menjadi tersangka atas kejadian itu. Ketiga nya bergetar takut.


"Vivian, Bagaimana ini!? Mereka berdua jatuh," Kata Viola panik setengah mati.


"Bukan nya kau yang membuat mereka jatuh! Kenapa malah menanyakan padaku!?" Balas Vivian tak terima karna Ian jatuh dari tangga.


"Ini salahmu Viola!" Tuding Chelsia pada Viola yang menatapnya sengit. "Kalau kau gak menyandung kaki Chloe tadi, Mereka gak akan jatuh. Sekarang kau mau menyalahkan kami!?"


"Heh, Bukannya kalian berdua yang mulai duluan!" Balas Viola tak terima disalahkan.


"Cukup! Lebih baik kita pergi dari sini, Sebelum ada yang lihat," Kata Vivian menarik Viola dan Chelsia yang saling menatap sengit.


Mereka bertiga bergegas pergi dari area tangga, Melewati Ian dan Chloe yang pingsan di lantai. Koridor yang sepi memudahkan ketiga nya untuk kabur menjauhi tempat kejadian.


Beberapa menit usai ke pergian Vivian, Viola, dan Chelsia. Sepasang siswa dan siswi tengah berjalan membawa beberapa tumpukan buku dari perpustakaan, Mereka tengah membicarakan sesuatu. Lalu tak sengaja salah satu dari mereka melihat Ian dan Chloe yang pingsan.


"Eh, Mereka kenapa tuh? Pakai tiduran di lantai," Kata Siswi itu sambil mendekati Ian dan Chloe.


"Tau, numpuk begitu," Sahut siswa di sampingnya.


Mereka pun mendekati Ian dan Chloe. Kedua nya memperhatikan baik-baik dan mereka baru menyadari kalau kedua orang itu bukan tidur melainkan pingsan.


"Oi, Tolongin. Panggil guru penjaga UKS, Bilang ada yang pingsan di tangga," Kata siswi itu panik, Dengan refleks meletakkan tumpukan buku di lantai.


"Bentar, Aku panggil dulu," Dengan sigap Siswa tersebut meletakkan tumpukan buku yang dibawanya ke lantai dan berlari pergi menuju UKS.


Sedangkan Siswi itu membantu menjauhkan tubuh Chloe dari Ian. Berusaha menopang tubuh Chloe yang agak ringan menurutnya.


Tak lama guru penjaga UKS datang bersama beberapa Siswa, Mereka membawa Ian dan Chloe menuju UKS. Seketika area koridor menjadi sedikit gaduh karna kejadian tersebut. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi, Hingga membuat Ian dan Chloe pingsan.

__ADS_1


***************


[UKS]


"Ugh...Kepalaku sakit," Gumam Chloe saat perlahan kesadarannya sudah mulai pulih. Beberapa detik dia memegangi kepala nya yang sedikit pusing.


"Chloe, Kau bisa mendengarkan aku?"


Samar-samar Chloe mendengar suara cemas Alice, Kepalanya menoleh mencari sumber suara. Disampingnya Alice tengah duduk sambil menatapnya cemas.


"Alice, Aku baik-baik saja. Hanya kepalaku sedikit pusing," Balas Chloe yang sudah tidak memegangi kepalanya lagi.


"Ah, Kau harus segera makan agar pusingmu hilang," Alice meraih sebungkus makanan, Berniat menyuapi Chloe seperti beberapa bulan lalu saat Chloe sakit.


"Aku masih kenyang Alice," Chloe menggeleng pelan, menolak secara halus.


"Tetap saja kau harus makan! Cuma sedikit saja," Pinta Alice memelas.


"Hah~...Ya sudah lah," Melihat ekspresi Alice yang memelas, Mana mungkin Chloe tega menolaknya.


Dengan senyum manis Alice membuka bungkus itu lalu menyuapi Chloe dengan senang.


Tak lama pintu UKS terbuka menampakkan Evelyn yang baru saja datang dengan napas yang tak beraturan.


BBRRAAKK!


"Chloe! Kau sudah sadar!" Dengan cepat Evelyn menghampiri Chloe dan Alice. Pancaran khawatir terlihat jelas dari sorot Netra coklat milik Evelyn.


"Ya, Aku merasa lebih baik sekarang,"


"Oh ya ampun Evelyn! Tidak bisakan kau datang tanpa buru-buru begitu," Alice menggeleng dengan tingkah sahabatnya ini.


Alice sedikit merona malu karna ketahuan, Memang dia juga sama cemasnya dengan Evelyn saat mendengar bahwa Chloe dibawa ke UKS karna pingsan.


"Ada apa dengan kalian berdua ini!? Dasar," Chloe mengulum senyum, Mencubit masing-masing pipi chubby Alice dan Evelyn.


"Aduh! Sakit Chloe!" Protes keduanya serempak, Meringis saat Chloe mencubit pipi mereka.


Usai puas, Chloe melepaskan cubitan itu. Lalu menoleh pada Alice yang mengusap pipinya bekas Cubitan Chloe.


"Oh iya, Kalian lihat Ian? Dia tadi juga sempat pingsan karna menolongku,"


"Ada di samping tempat tidur mu," Balas Alice sambil menyibak gorden yang membatasi tempat tidur Ian dan Chloe. Memperlihatkan Ian yang masih dalam pengaruh alam bawah sadarnya, Sejak tadi sang pemuda bernetra merah itu belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun.


Chloe merasa bersalah karna membuat Ian menjadi terlibat gara-gara menolongnya. Bukan salah nya juga sih, Tapi salah Viola yang menyandung kakinya hingga jatuh dari tangga hingga Ian harus menolongnya.


"Kata Penjaga UKS, Kalau Ian belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Dia akan dipindahkan ke rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan yang lebih baik," Kata Evelyn sambil mengambil salah satu kursi yang kosong disana lalu duduk dengan tenang.


"Aku tidak tahu harus menyalahkan siapa, Mereka mencegatku dan menghalangi jalanku hingga aku terpaksa menghadapi mereka, Tapi mereka malah membully ku hingga Ian jadi terlibat begini," Kata Chloe agak sedih. Menatap Ian di sampingnya yang masih pingsan.


Evelyn dan Alice saling pandang, Mereka tahu kalau sekarang Chloe merasa bersalah dan sedih. Dengan lembut Alice mengusap pundak Chloe diikuti Evelyn.


"Tenang kami disini untuk mendengar keluh kesahmu Chloe, Sebenarnya Apa yang terjadi sampai kau bisa jatuh di tangga bersama Ian?" Tanya Alice hati-hati.


Perlahan Chloe mulai menceritakan semua nya dari awal kejadian, Langsung ke intinya dimana Vivian, Viola, dan Chelsia yang mencegatnya di tangga lalu membully nya karna masalah mendekati Ian dan Devian. Sampai akhirnya Vivian menamparnya dan Viola yang menyandung kakinya hingga jatuh. Sampai yang terakhir adalah Ian yang menolongnya entah sejak kapan berada disana.


Evelyn dan Alice mengangguk-angguk mengerti dengan cerita Chloe, Mendengarkan dengan seksama. Lalu Evelyn mendengus kesal.


"Bukankah itu sudah di luar batas!? Mereka seharusnya di laporkan kepada kepala sekolah meski Vivian adalah Ketos disini. Seharusnya Ketos mengajarkan hal yang baik kepada temannya bukan membully nya," Protes Evelyn yang tampak tak terima dengan perlakuan Vivian.

__ADS_1


"Benar benar, Aku setuju. Untungnya aku tadi udah menelpon Kakak angkat Chloe buat datang kesini," Alice mengangguk kecil, Setuju dengan pendapat Evelyn.


Seketika Evelyn menoleh pada Alice. "Kau dapat nomor telepon kakak Chloe dari mana?"


"Minta sama kepala sekolah," Kata Alice dengan wajah polosnya.


Berbeda dengan reaksi Evelyn saat mendengar bahwa Alice menelpon Felix untuk ke sekolah, Chloe terlihat terdiam membeku dengan keringat dingin mengalir di keningnya.


Kalau Felix sampai tahu dia terlibat masalah lagi di sekolah, Tamatlah riwayatnya. Bukannya Chloe takut Felix akan marah, Hanya saja Chloe takut akan merepotkan Felix lagi selama dia tinggal dalam game ini. Yah walaupun semua kebutuhan sekolahnya di tanggung oleh Felix, Tetap saja Chloe merasa akan kembali merepotkan sang pemuda.


Baru saja Alice selesai bicara dengan Evelyn, Tiba-tiba pintu UKS terbuka menampakkan Felix yang berdiri di ambang pintu dengan sorot mata khawatir terlihat dari Netra Aqua nya.


KKRREEIITT!


"Chloe," Dengan langkah sedikit cepat, Felix mendekati sisi tempat tidur Chloe.


Chloe hanya diam sesaat, Meneguk selivanya agak kasar. Sedangkan Evelyn dan Alice menyingkir dari sana. Keluar dari ruangan UKS, Membiarkan pembicaraan privasi antara Felix dan Chloe.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Sudah lebih baik, Tidak ada luka yang serius kok. Kak Felix," Sahut Chloe tersenyum kikuk.


Merasa tidak percaya dengan perkataan Chloe, Felix memeriksa wajah Chloe dan berpindah ke kepala sang gadis. Tak ingin luka satupun yang terlewatkan di matanya.


"Kak Felix, Sudah kubilang. Gak ada luka yang serius. Tenanglah," Chloe menahan tangan Felix yang menangkup kedua pipinya, Menatap Netra Aqua Felix sampai Chloe rasanya bisa melihat pantulan bayangannya sendiri di Netra Aqua itu.


Felix menunduk kecil, Tanpa peringatan memeluk Chloe sedikit erat. Menenggelamkan sebagian wajahnya di helai-helai rambut panjang Chloe.


"Kakak cemas sekali, Saat mendengar kau pingsan. Kakak pikir terjadi sesuatu padamu," Lirih Felix pelan, Rasanya di dalam hati kecilnya yang paling dalam. Dia tidak ingin kehilangan Chloe, Meski Chloe hanya adik angkatnya dan Justin memerintahkan dia untuk membunuh Chloe. Entah kenapa Felix merasa keberatan dengan perintah Justin.


Felix menyadari bahwa Chloe tidak pantas diperlakukan secara buruk, Felix merasa tidak akan siap jika kehilangan adik angkatnya.


Chloe mengusap lembut punggung Felix, Membiarkan kakak angkatnya itu untuk menenangkan diri.


Setelah pelukan yang agak lama, Felix melepaskan pelukannya. Menatap dalam-dalam Netra biru Chloe.


"Chloe, Setelah ini kau izin dulu ya sama guru mu sehari. Ada yang ingin kakak bicarakan dan ini sangat penting. Ini menyangkut tentang Nyawa mu. Tapi sebelum itu kita akan berkunjung dulu ke ruangan kepala sekolah,"


Ya, Felix sudah memutuskan untuk membocorkan semua rencana mereka pada Chloe meski dia akan menanggung semua konsekuensi nya setelah memberitahu kan rencana tersebut. Meski dia juga harus menghianati Justin, Felix tidak masalah. Dia tidak ingin kehilangan adik angkat satu-satunya.


Selama Ini Felix selalu loyal pada Justin tapi Felix merasa Justin tidak pernah menghargai usahanya, Dia merasa muak dengan pria bernetra orange itu. Dan hari ini Felix bersumpah dalam hati dia akan menghianati Justin. Dan akan rela mati-matian demi melindungi Chloe.


Chloe menatap dalam diam, Agak kaget juga karna sepertinya Felix benar-benar terlihat serius dengan perkataannya. Pembicaraan yang sangat penting dan menyangkut tentang nyawanya? Chloe merasa ada yang tidak beres dengan kakaknya. Maka dari itu, Chloe hanya mengangguk menyetujui permintaan Felix. Toh kayaknya Chloe juga perlu liburan sehari.


"Baiklah, Tapi bagaimana dengan Ian? Dia yang menolongku saat aku jatuh dari tangga," Sesaat Chloe menoleh pada Ian yang masih pingsan.


"Nanti kakak akan meminta kepala sekolah untuk memindahkannya ke rumah sakit, Semua biaya rumah sakit nya biar kakak yang bayar. Yang penting Keselamatan Chloe dulu yang diutamakan," Felix dengan hati-hati membantu Chloe berdiri tempat tidur.


"Sultan mah bebas ya," Kata Holy dengan raut datar disamping kepala Chloe.


"Hehehe, Untuk Kak Felix sih semua bisa dia beli," Balas Chloe terkekeh dalam hati.


"Bisa berdiri?"


"Bisa,"


Akhirnya Felix membantu Chloe keluar dari ruang UKS, Sebelum pergi Felix memutuskan untuk membicarakan sesuatu dulu dengan kepala sekolah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2