
Chloe Pov
"Selamat tinggal, Chloe. Jangan bertemu pria seperti kami lagi,"
Samar-samar kudengar suara familiar di sekitarku, Aku tidak bisa melihat wajah mereka karna cahaya putih menyilaukan yang menghalangi pandanganku untuk melihat wajah mereka lebih jelas.
"Benar, Kau pasti menderita selama tinggal dengan kami. Terlebih kami sudah membunuh banyak orang,"
"Tidak! Semua itu tidak benar. Aku malah senang tinggal bersama kalian. Kalian adalah keluarga terbaikku selain keluarga kandungku!" Kataku tanpa sadar, Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba mengucapkan kalimat itu.
"Kau harus hidup lebih baik sekarang, Jangan pedulikan kami,"
Aku hanya bisa melihat senyumnya, Wajahnya sama sekali tidak terlihat. Tanpa sadar air mataku menetes, Kurasakan tangan lembut yang menyeka air mataku.
"Hiduplah lebih baik lagi dari sebelumnya,"
"Kalian tidak bisa begini! Ikutlah denganku!" Kataku nyaring.
Namun yang kulihat hanyalah senyum manisnya, Tak lama dia mendorongku ke sebuah portal tanpa dasar.
"Selamat tinggal, Chloe Watson,"
Aku mengulurkan tanganku, Mencoba meraihnya namun tubuhku terus terjun bebas mengikuti gaya gravitasi.
Samar-samar yang kudengar terakhir kali adalah suara asing yang memasuki pendengaranku.
"Misimu selesai Chloe Watson, Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini. Aku punya hadiah kecil untukmu, Semoga keinginanmu tercapai,"
WWUUSSHH!
Chloe Pov End
*******************
Di sebuah ruangan serba putih dengan aroma obat-obatan, Tampak seorang gadis terbaring tak sadarkan diri. Perlahan tangannya mulai bergerak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, Dia membuka matanya perlahan memperlihatkan netra semerah ruby miliknya.
Sejenak netra itu memperhatikan sekelilingnya, Tidak ada siapa pun disana selain dirinya.
"Ukh...Punggungku sakit," Pikirnya mencoba bangun dan mengambil posisi duduk sambil menyandarkan punggungnya. Rasanya dia benar-benar merasa sangat lemas sekarang.
Chloe Watson, Gadis yang sempat koma itu akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Sesaat dirinya merenung memikirkan sesuatu.
"Tadi mimpi apa ya? Kok aneh banget, Aku ngomong sama siapa? Mukanya gak keliatan," Gumam Chloe bingung, Dia mengusap kedua lengannya, Agak merasa kedinginan karna pendingin ruangan yang terus menyala.
Tiba-tiba dirinya tak sengaja menyentuh sesuatu di jari tangannya, Netranya melirik dan memandangi benda yang melingkar manis di jari tangannya. Sebuah cincin permata dengan sisinya yang terlihat keemasan.
Dia mengusap cincin itu beberapa saat, Menatap bingung. "Aku pakai cincin ini? Tapi...Sejak kapan?" Katanya lirih dibagian akhir.
Chloe pun juga melihat sebuah gelang dengan liontin berbentuk merpati di pergelangan tangan kanannya, Gadis itu semakin kebingungan. Pasalnya dia ingat tidak pernah membeli benda-benda itu sebelumnya. Bahkan apa yang terjadi padanya sampai berakhir di rumah sakit pun dia tidak ingat.
Kkkrreeiitt!
Sedetik kemudian pintu ruangan terbuka ketika Chloe sibuk merenung memikirkan dua benda yang ada di tangannya, Gadis itu sontak menoleh ke arah pintu. Menemukan seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk.
Tak lama raut wajah wanita itu berubah terkejut setelah bertemu pandang dengan Chloe, Bulir-bulir air mata tampak membasahi pipi wanita itu.
"Chloe, Putriku...Akhirnya kamu bangun nak,"
Wanita paruh baya itu bergegas menghampiri Chloe lalu memeluk gadis itu sedikit erat seolah takut kehilangan. Dia menangis haru. Chloe yang sadar siapa wanita di depannya membalas pelukan itu, Ia sedikit terisak saat memeluknya.
"Mama...Chloe kangen, Benar-benar kangen sama Mama," Kata Chloe agak sesegukan.
"Mama juga...," Setelah pelukan ibu dan anak itu berakhir, Mama Chloe menjauhkan tubuhnya lalu duduk di kursi yang disediakan.
"Syukurlah Chloe sudah bangun, Kamu sudah koma selama setahun. Mama dan Ayah hampir menyerah untuk mempertahankan kamu nak," Mama Chloe mengusap surai anak gadisnya dengan lembut.
"Mama minta maaf,"
"Aku juga minta maaf ma, Karna tidak hati-hati dan berakhir di rumah sakit," Chloe menunduk malu. "Tapi apa penyebabnya aku sampai berakhir di rumah sakit begini?"
"Kamu itu kecelakaan, Jadi korban tabrak lari. Kamu nya juga dasar gadis badung! Mama kan sudah bilang jangan main game sambil jalan, Kan jadi koma begini!" Mama Chloe berkacak pinggang sambil mendelik membuat Chloe meringis takut.
"Iya ma, Chloe benar-benar minta maaf. Chloe gak akan ngulangin lagi. Sumpah," Chloe membentuk jarinya menjadi huruf 'V'.
"Ya sudah, Yang terpenting kamu udah bangun dan selamat dari kecelakaan itu," Mama Chloe kembali mengusap surai Chloe lembut, Dia lega setidaknya anaknya sudah siuman.
Chloe cuma nyengir, Kemudian dia teringat dengan dua benda yang berada di tangannya.
"Mama tau gak siapa yang ngasih cincin sama gelang ini? Soalnya seingatku aku gak pernah beli cincin sama gelang ini, Atau jangan-jangan mama yang beli buat Chloe?" Chloe menunjuk gelang dan cincinnya. Seketika membuat Mama Chloe diam sesaat.
"Bukan mama yang beli," Wanita paruh baya itu menggeleng.
"Lho terus siapa?"
"Hm...Gimana ya jelasinnya," Mama Chloe berpikir sebentar agak merasa ragu menjelaskan pada Chloe, Mengingat Chloe baru saja siuman dan dia takut membuat anaknya drop lagi nanti. Namun melihat netra Chloe yang berbinar meminta penjelasan membuat Mama Chloe menyerah dan memutuskan menjelaskan pada anaknya itu.
"Kamu tahu kan ekonomi keluarga kita bagaimana? Kita hanya keluarga sederhana Chloe, Mama menjual barang-barang berharga mama untuk membayar biaya rumah sakit selama kamu dirawat disini," Mama Chloe menghembuskan napas kecil sebelum melanjutkan perkataannya. "Disaat mama bingung karna tidak ada uang lagi untuk membayar biaya rumah sakit, Pria itu datang dan menawarkan sebuah kesepakatan,"
"Hah, Kesepakatan?! Kesepakatan apa ma?" Chloe menatap kaget dan tak lama dia menerima jeweran di kupingnya.
"Gak sopan! Dengerin dulu mama ngomong, Jangan asal potong!" Mama Chloe gemas dengan tingkah anaknya hingga menjewer agak kencang.
"Aduh! Iya ma, Silakan lanjutkan lagi," Ringis Chloe setelah jeweran itu terlepas.
"Dia menawarkan akan menanggung semua biaya perawatan kamu selama di rumah sakit tapi dengan satu syarat setelah kamu bangun dari koma, Kamu harus tinggal sama dia. Awalnya mama menolak karna khawatir dengan keadaanmu setelah bangun nanti tapi karna tidak ada pilihan lain dan keadaan ekonomi kita semakin turun mama terpaksa menerimanya,"
Sejenak Chloe tertegun mencoba mencerna kata-kata mamanya, Otaknya tengah proses berharap dirinya salah dengar.
"Aku harus tinggal dengan orang asing setelah aku bangun dari koma? Maksudnya aku harus nikah sama dia gitu buat balas budi?!"
"Eh? Mama gak tahu maksudnya apa. Dia cuma bilang syaratnya kamu harus tinggal sama dia,"
"Lho? Terus cincin ini. Dia yang pakein ke aku waktu aku koma?"
"Iya, Katanya biar bisa kenal sama kamu kalau kamu sudah bangun,"
"Dan gelang ini juga?"
"Iya, Tapi gelang itu pemberian yang lain katanya,"
__ADS_1
Chloe ternganga hingga tak lama tiba-tiba pandangannya menggelap dan sedetik kemudian tubuh Chloe ambruk menghantam kasur dibawahnya.
BBRRUUKK!
"Chloe!"
***************
[Keesokan harinya]
BBYYUURR!
Chloe merasakan air dingin menyentuh wajahnya yang seketika membuat gadis itu membuka mata dalam sekejap, Dia mengerjapkan mata beberapa saat, Menyadari kini dia berada di sebuah ruangan asing. Sepertinya ini bukan di ruangan rumah sakit, Pandangan Chloe beralih pada sosok gadis remaja yang tengah memegang gelas kosong di tangannya.
"Akhirnya kakak bangun juga, Dasar kebo! Tidur terus sih," Ejek gadis remaja itu sambil berkacak pinggang, Ekspresi marahnya malah terlihat imut dimata Chloe.
"Reina! Kenapa malah menyiram ke wajah kakak sih?!" Kata Chloe kesal, Dia bangun dari posisi tidurnya. Mengambil posisi duduk, Sesaat ia mengusap wajahnya yang basah, Bahkan sebagian pakaiannya ikut basah karna siraman Reina, Adiknya.
"Habisnya Reina bangunin dengan cara biasa, Kakak gak bangun-bangun. Ya udah Reina siram aja, Ternyata berhasil," Tanpa merasa bersalah Reina menjelaskan dengan menggebu-gebu, Chloe langsung jengkel seketika mendengarnya.
"Reina! Sini kamu!" Chloe berdiri, Namun mendadak tubuhnya merasa sakit yang membuat Chloe jatuh kembali ke kasur.
Sedangkan Reina sudah kabur keluar kamar duluan. "Hiii! Atut, Singa nya ngamok," Kata Reina jahil.
"Reina!"
Blam!
Chloe memukul pelan tempat tidurnya melampiaskan rasa kesal, Gadis itu kemudian memperhatikan selang infus yang terpasang di lengan kirinya.
"Aku masih di infus ya," Gumamnya pelan, Chloe memutuskan menyandarkan tubuhnya. Mengingat perkataan Mamanya sebelum dia pingsan.
"Siapa sih pria itu?! Untuk apa coba menawarkan kesepakatan sama mamaku?!" Chloe mengusap wajahnya gusar hingga tak lama suara yang familiar menyahutnya.
Kkrreeiitt!
"Kalau dia gak menawarkan kesepakatan sama mama, Kamu gak bakal selamat nak. Karna dokter bilang kamu sudah koma terlalu lama hampir setahun. Mereka hampir menganggap kamu sudah mati tapi di layar monitor masih menunjukkan detak jantungmu,"
Mama Chloe masuk dan meletakkan nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air mineral di nakas. Menatap anaknya yang juga menatapnya balik.
"Jadi setelah aku bangun, Aku harus tinggal bersama dia? Artinya aku bakal jauh dari Mama, Ayah, dan adik-adikku," Chloe menunduk sedih, Dia mencengkeram seprai kasur erat.
Mama Chloe yang melihat anaknya sedih lantas mengusap surai milik anaknya itu lembut, Menenangkan Chloe yang tengah bersedih.
"Nak, Untuk awalnya saja kamu akan tinggal bersama dia. Tapi jika kamu tidak merasa nyaman setelah tinggal beberapa hari disana. Kamu bisa tinggalkan dia dan kembali kesini, Mama bisa bantu jika kamu ingin pulang,"
"Apa rencana seperti itu bisa bekerja?"
"Bisa, Kalau kamu yakin ingin berpisah dengannya,"
"Baiklah, Akan kucoba. Untuk sementara aku akan tinggal dengannya," Netra merah Chloe melirik cincin di jarinya. "Melihat cincin ini artinya aku sudah menikah?"
"Iya, Mama sudah menanyakan perihal cincin itu padanya. Hanya pihak keluarga yang menyaksikan pernikahan itu, Mungkin kalian harus menikah ulang jika Chloe tidak memutuskan berpisah dengannya," Jelas Mama Chloe, Menjauhkan tangannya.
"Aku mengerti," Chloe mengangguk pelan, Tak lama Mama Chloe menyodorkan semangkuk bubur pada anaknya.
"Makan lah dulu, Setelah ini kamu harus pergi ke rumahnya,"
****************
Tap! Tap! Tap!
Chloe duduk di sebuah bangku kosong, Untungnya dia sempat dapat sisa bangku saat menaiki bus. Gadis itu memperhatikan alamat di handphonenya. Alamat yang barusan dikirim mama nya, Selagi menunggu bus sampai tujuan.
"Hm...Kata mama, Alamat pria itu disini. Kalau mengikuti map benar gak yah di jalan ini?" Pikir Chloe memperhatikan map di handphonenya.
Chloe asyik mengutak-atik handphonenya, Hingga tak lama seseorang duduk disampingnya. Chloe tidak memperhatikan karna dia tidak peduli.
"KKKYYAAA! Pencuri! Tasku!"
Suara nyaring itu mengagetkan semua penumpang. Para penumpang mulai panik dan berdesak-desakan karna berusaha mencari sosok pencuri diantara penumpang lain. Chloe mendongak, Mengalihkan perhatian dari handphonenya. Ikut mencari sosok sang pencuri.
Tak lama pencuri itu melintas di depannya, Tapi pencuri itu tiba-tiba jatuh seolah tersandung sesuatu.
BRUK!
Chloe berjengit kaget, Dia melihat dengan jelas seseorang disampingnya menjulurkan kaki yang menjadi penyebab pencuri itu jatuh. Ah, Sepertinya barusan pria itu memang sengaja menjulurkan kakinya.
Bus akhirnya berhenti dan pencuri itu langsung kabur begitu saja meninggalkan barang rampasannya. Chloe berdiri dan mengambil tas yang tergeletak itu, Tak lama seorang wanita datang menghampirinya dengan napas tersegal-segal.
"Tas ini milikmu Nyonya?"
"Iya, Terima kasih. Untung saja isinya masih lengkap," Si wanita tersenyum lega dan mengambil tas itu dari Chloe.
"Sama-sama," Chloe tersenyum balik, Sesaat netra merahnya melirik si pria yang barusan menolong secara diam-diam. Namun pria itu sudah meranjak pergi dari sana, Keluar dari bus. Padahal Chloe ingin bilang bahwa pria itu lah yang sebenarnya menolong tadi.
Sang gadis kembali memperhatikan map di handphonenya sebelum izin pergi dari hadapan si wanita dan keluar dari bus.
*************
Tap! Tap! Tap!
"Dari sini tinggal lurus, Berarti tinggal beberapa langkah lagi," Gumam Chloe terus memperhatikan map nya.
Dia mendongak dan tak sengaja netranya menangkap sosok pria yang duduk disampingnya tadi sedang menunggu lampu hijau di perempatan jalan. Langkah Chloe sesaat terhenti.
"Oh, Itu bukannya pria yang duduk disampingku tadi?" Pikir Chloe, Dia mendekati si pria dan berdiri disampingnya. Ikut menunggu lampu hijau. Hanya mereka berdua yang ada disana.
Selama menunggu lampu hijau, Netra merahnya curi-curi pandang pada pria disampingnya.
Wajah tampan, Netra hijau emerland yang bisa menghipnotis kaum hawa. Sorot mata yang tajam, Bibir yang tampak merah merona dan tubuh yang yang tegap. Cewek manapun pasti akan terpesona olehnya, Pasti cewek yang memiliki nya sangat beruntung.
Entah mengapa saat memandangi pria itu jantung Chloe perlahan berdegup kencang. Dia tidak tahu mengapa tapi rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya, Dia jadi sedikit kesulitan bernapas namun juga merasa seolah bahagia.
Deg! Deg! Deg!
"Astaga, Ada apa dengan jantungku, Kenapa malah deg-degan saat menatapnya sih?" Rasa panas menjalar di tubuhnya hingga naik ke permukaan, Membuat wajah Chloe memanas.
Ah, Chloe jadi ingin mengenal pria itu lebih dekat tapi dirinya terlalu sungkan untuk bertanya mengingat dia dan pria itu adalah orang asing. Sadar bahwa pikirannya agak kacau, Chloe lantas menggeleng cepat dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"Ah, Apa yang barusan kau pikirkan Chloe?! Sadarlah, Kau sudah menikah. Sudah punya suami!" Chloe menunduk murung menatap cincin yang melingkar manis di jarinya. Andai dia belum menikah dan bertemu pria disampingnya saat ini mungkin dirinya sudah menanyakan nama pria itu.
Tapi entah kenapa dia agak merasa familiar dengan wajah pria disampingnya namun juga merasa asing. Seolah dirinya pernah dekat dengan pria itu tapi rasanya juga tidak. Ini aneh.
Chloe melihat lampu merah yang berubah jadi hijau, Gadis itu lantas melangkah dengan pria disampingnya yang melangkah lebih dulu di depan. Chloe kembali fokus dengan map nya sampai tiba-tiba sebuah suara asing menghentikan langkahnya.
"Berhenti disana! Dasar penguntit!"
"Hah?!"
Chloe mendongak, Memandang si pria yang berbalik menghadapnya dengan pandangan tajam. Pria itu menunjuk Chloe dengan nada yang terdengar marah.
"Jangan pura-pura tidak tahu! Kau mengikutiku sejak tadi kan?! Ngaku saja! Kau melihat handphone mu agar tidak ketahuan kalau kau mengikutiku, Kau pikir bisa membodohiku hah?!"
"Tapi aku–" Chloe menjeda kata-kata nya sejenak dengan pandangan bingung, Dia memandang handphone nya dan pria itu bergantian. "Situ jangan ge-er ya! Dari tadi aku mengikuti map ini, Aku mencari rumah seseorang disekitar sini!" Balas Chloe tak mau kalah.
"Pembohong! Ngaku saja kalau kau mengikutiku!" Tuding pria itu juga tak mau kalah. Kini aura suram tampak mengelilinginya.
Seketika Chloe dibuat merinding olehnya, Meski begitu sang gadis menunjukkan layar handphonenya.
"Aku gak bohong! Lihat saja kalau tidak percaya!"
Si pria menyipitkan matanya memperhatikan map di layar handphone Chloe sebelum menjauhkan wajahnya. Dia bersidekap, Menatap sinis.
"Baiklah, Aku akan mencoba percaya. Kau saja duluan jalan di depan biar aku bisa mengawasimu. Awas saja kalau ucapanmu tadi tidak benar," Katanya tajam.
"Lihat saja nanti," Chloe menatap jengkel sebelum memutuskan berjalan lebih dulu dan diikuti pria itu dari belakang.
***************
"Hm...Rasanya disini,"
Chloe berhenti di sebuah rumah besar dan mewah, Tapi tidak sebesar mansion. Halaman rumah itu pun tampak asri dan luas dipenuhi tanaman hijau.
Pria di belakang Chloe ikut berhenti, Dia memandangi rumah yang menjadi tempat tujuan Chloe dengan terkejut.
"Rumah ini kan...,"
TING~ TONG~
Chloe menekan bel rumah tersebut, Menunggu sang pemilik rumah keluar. Mendengar suara bel sontak pria dibelakang Chloe menahan tangan gadis itu, Dia menatap marah.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Menekan bel tentu saja," Chloe mengernyitkan alisnya bingung, Dia melirik tangannya yang dipegang.
Pria itu melepas cengkeramannya pada tangan Chloe secepat kilat. "Bukan itu maksudku bodoh! Maksudku kenapa kau berhenti di rumah ini?!"
"Rumah ini kan memang tujuanku, Aku mengikuti alamat yang diberikan pemilik rumah ini," Jelas Chloe ikut protes tak terima di panggil bodoh.
"Tidak bisa! Lebih baik kau pergi saja sana!"
"Hah? Enak saja nyuruh-nyuruh orang. Kenapa tidak kau saja yang pergi?! Aku ada perlu dengan pemilik rumah ini,"
"Aku tidak peduli!" Sahut pria itu ketus, Melihat dari gelagat pria itu, Chloe tebak pria itu mungkin sebentar lagi akan mengamuk.
Tap! Tap! Tap!
"Ada apa ini?"
Suara langkah kaki dan suara asing yang mendekat itu sontak membuat Chloe dan pria disampingnya menoleh. Sosok pria lain bersurai coklat muncul sambil membuka gerbang rumah. Pria bersurai coklat itu menatap heran.
"Oh, Apa ini nona Chloe Watson yang dibicarakan oleh orang itu?" Pandangan pria bersurai coklat berubah ramah, Dia tersenyum.
"Iya, Nama saya Chloe Watson. Kata mama saya alamat rumahnya disini," Kata Chloe sopan.
"Benar, Kami sudah menunggumu," Netra aqua nya beralih menatap pria disamping Chloe. Masih tersenyum. "Tidak kusangka kalian datang bersama. Ezra, Kau beruntung bertemu dengannya dijalan,"
Pria yang dipanggil 'Ezra' itu mendelik tajam. "Jadi anak ini yang kalian tunggu?. Cih! Aku hanya kebetulan bertemu dengannya. Jangan harap aku menerimanya!"
Ezra berdecih sebelum melangkah masuk melewati Chloe dan pria bersurai coklat. Pria bersurai coklat hanya menghela napas lelah.
Alis Chloe mengernyit memandangi punggung Ezra. "Kenapa sih dia? Baru bertemu ngajak berantem. Ternyata wajah tampannya tidak sesuai dengan sikapnya,"
Pria bersurai coklat kemudian menatap Chloe kembali tersenyum. "Maaf atas tingkahnya, Dia memang agak kasar,"
Chloe hanya bisa tersenyum, Dia tidak mengiyakan karna masih kesal dengan tingkah pria yang dipanggil Ezra tadi.
"Btw, Namaku Felix Edricson. Semoga kau bisa cepat beradaptasi disini ya. Chloe Watson," Felix tersenyum lembut yang mengingatkan Chloe akan sesuatu, Sesuatu yang dia lupakan.
Seolah dirinya merindukan tempat ini, Seolah dia pernah menjejakkan kakinya disini. Padahal baru pertama kali Chloe disini.
Gadis itu mendongak dan balas tersenyum. "Ya, Terima kasih atas sambutannya,"
Tak lama netra merahnya melihat tiga sosok pria yang duduk di rooftop rumah itu. Pandangan ke tiganya tertuju padanya. Pria dengan netra merah dan surai hitam, Pria dengan netra coklat muda dan surai coklat kehitaman, serta pria dengan netra hijau dan surai silver.
Chloe merasa pernah melihat tiga pria itu tapi dia tidak ingat pernah bertemu dimana.
"Ah, Rasanya seperti nostalgia tapi kan aku tidak pernah kesini sebelumnya,"
"Ayo masuk, Kau perlu tahu semua hal yang ada di asrama ini,"
Lamunan Chloe buyar saat mendengar suara Felix memasuki pendengarannya.
"Eh asrama? Bukannya ini rumah?" Chloe menatap kaget, Dia mengikuti langkah pria itu memasuki perkarangan asrama.
Felix tertawa kecil sebelum membalas ucapan Chloe. "Bukan, Ini asrama. Kelihatannya memang seperti rumah tapi kami lebih suka menyebutnya asrama,"
"Oh, Ternyata beda rupanya," Chloe manggut-manggut.
"Semoga saja kau bisa bertahan ya,"
"Bertahan dari apa?"
"Orang itu akan menjelaskannya nanti,"
Chloe hanya mengangguk, Entah mengapa perasaan senang memenuhi hatinya. Jantungnya berdegup kencang seakan tak sabar bertemu sesuatu. Dia berharap setelah tinggal di asrama ini, Ia bisa melalui berbagai cobaan dengan tenang. Dan tentunya hidup bahagia.
...END...
__ADS_1
[Note: mohon maaf kalau ekstra chapternya gak sesuai harapan kalian, Soalnya author gak bisa mikir alurnya gimana lagi. Udah kena writer block, Gak tahu harus nulis apa lagi😫ðŸ˜.
Jadi ekstra chapternya agak aneh, Kalau begitu bye bye. Sampai ketemu di karya author yang lain].