System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Misi Baru


__ADS_3

[3 hari kemudian...]


Waktu terus berlalu, Tak terasa ini hari terakhir Chloe berada di rumah sakit. Selama berada di rumah sakit dia hanya bisa melakukan aktivitas kecil seperti makan, Minum obat, Dan tidur. Sungguh membosankan menurut Chloe, Terlebih Felix menyarankan Chloe untuk tetap berada di ruang inap agar lekas sembuh. Padahal Chloe cukup bosan jika hanya diam diri, Sebenarnya dia ingin jalan-jalan melihat Sekitar rumah sakit, Namun tidak diperbolehkan oleh Felix karna Chloe belum sembuh sepenuhnya.


Selama itu pun setiap hari Raizel, Ian, Dan Felix menyisihkan waktu mereka untuk menjenguk Chloe. Seneng sih, Tapi boring (bosan) juga. Karna Chloe gak bisa kemana-mana. Waktu itu Alice dan Evelyn juga sempat menjenguknya, Tapi gak lama soalnya mereka ada urusan juga.


Untungnya hari ini hari terakhir Chloe menginap di rumah sakit, Jadi hari ini dia bisa pulang ke rumahnya menemui kasur tercinta. Chloe jadi gak sabar untuk pulang, Saat ini dia sedang memasukkan semua pakaian nya dalam koper. Sore hari dia baru bisa pulang.


Usai membereskan semua perlengkapannya, Chloe kembali rebahan di kasur rumah sakit. Menyandarkan tubuhnya pada sandaran kasur. Bertanya-tanya dalam hati, Kalau misinya gagal kenapa dia masih diperbolehkan hidup oleh Program?


"Holy, Kalau misiku gagal. Kenapa Program masih membiarkan ku hidup?" Tanya Chloe sambil menatap Holy yang terbang di sampingnya.


Karna Chloe saat ini sedang sendirian, Maka dia tanpa ragu bicara terbuka dengan Holy.


"Ada alasan lain kenapa Program menghidupkan mu Chloe, Jika misi mu yang ini gagal, Mungkin akan diganti misi yang baru. Tapi aku gak tahu alasan Program," Jawab Holy sambil memakan kue nya.


"Misi baru ya? Semoga saja gak sesulit misi sebelumnya. Udah beberapa kali aku hampir mati gara-gara terlibat misi sebelumnya," Chloe mendengus kecil.


"Kan Memang sebelum kau masuk ke dalam dunia game, Di dunia asli kau selalu terlibat masalah. Jadi wajar kalau nyawamu beberapa kali hampir melayang di dunia ini," Jelas Holy enteng.


"Ternyata kehidupan di dunia asli bisa mempengaruhi kehidupan disini rupanya," Chloe manggut-manggut kecil.


"Iyalah,"


Keheningan kembali melingkupi ruangan itu, Chloe memandang luar rumah sakit lewat jendela. Beberapa pasien bersama suster atau keluarga mereka terlihat tengah berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, Chloe kan jadi pengen jalan-jalan juga.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu disertai pintu yang terbuka, Seseorang masuk ke dalam ruang inap Chloe.


CKLEK!


BLAM!


Chloe menoleh untuk ngeliat siapa yang mengunjunginya, Ternyata si Raizel toh. Raizel mendekat dengan ekspresi datarnya, Di tangan kirinya menenteng sebuah kantong berisi makanan. Kali ini Raizel datang tanpa ditemani Felix maupun Ian.


"Halo Sweety, Bagaimana keadaanmu?" Tanya Raizel sambil meletakkan kantong makanan itu di nakas.


"Sudah lebih baik, Perut dan kepalaku agak mendingan,"


"Apa tadi ada suster yang datang kesini?" Raizel duduk di kursi yang sudah tersedia, Menatap Chloe yang tengah menyandar.


"Ada, Hanya mengganti infusku saja tadi. Dokter bilang aku boleh pulang sore ini," Sahut Chloe mengangguk pelan.


"Baguslah, Aku diminta Felix untuk mengantarmu pulang,"


"Apa mereka sibuk?"


"Ya, Hari ini Felix dan Ian sedang ada urusan," Raizel mengambil sekantong makanan yang dibawanya tadi lalu menyodorkannya pada Chloe. "Makanlah dulu, Baru setelah itu kita jalan-jalan. Aku tahu kau sangat bosan berada disini terus,"


"Serius!? Tapi Kak Felix tidak memperbolehkanku keluar dari sini sebelum aku sembuh sepenuhnya,"


"Lupakan larangan Felix, Lagipula sore nanti kau akan pulang juga. Jadi lebih baik kita jalan-jalan sebentar sebelum pergi dari sini,"


Mendengar perkataan Raizel, Membuat Chloe mengangguk semangat. Dengan senang dia menerima makanan di tangan Raizel dan memakannya dengan lahap agar bisa cepat-cepat keluar dari ruangan itu.


Sedangkan Raizel hanya memperhatikan Chloe dalam diam, Lalu dia memandang keluar jendela. Dimana taman rumah sakit yang asri berada. Sejujurnya dia senang bisa menghabiskan waktu berdua dengan Chloe tapi pikirannya masih dipenuhi pertanyaan. Siapa orang yang berani menusuk Chloe saat di sekolah itu?


Mungkinkah Justin atau Devian? Soalnya diantara mereka ber-5 hanya dua orang itu saja yang masih memusuhi Chloe. Bisa jadi salah satu anggota geng motor itu adalah suruhan dari orang lain selain kepala sekolah Florion High School.


"Apa kau ingat rupa wajah orang yang menusukmu itu?"


Pertanyaan Raizel yang tiba-tiba membuat Chloe menghentikan aktivitas makannya sejenak, Mendongak menatap pemuda bernetra ungu muda itu.


"Tidak, Wajah nya tidak terlalu jelas karna dia memakai masker dan terhalang kabut," Chloe menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Hm...Ini akan sulit mencari pelakunya jika ciri-cirinya tidak terlalu jelas. Bisa jadi dia orang suruhan dari pihak lain selain kepala sekolah FHS dan menyamar jadi anggota geng motor agar bisa membunuhmu," Terka Raizel memasang pose berpikir layaknya detektif.


"Masa? Bukannya aku hanya berurusan dengan Kak Justin?" Chloe sesekali menyuap onigiri nya.


"Masalahnya sekarang kau juga terlibat masalah dengan kami, Pasti pihak luar mencoba mencari-cari kelemahan masing-masing dari keluarga Edricson, Freymon, Dan Maxwell. Dan mereka pasti mengira kau ada hubungannya dengan kami. Makanya bisa jadi karna itu kau menjadi target untuk di bunuh,"


"Ternyata keluarga kalian bisa punya musuh juga,"

__ADS_1


"Tentu saja, Sebagian mungkin karna iri dengan keberhasilan keluarga kami. Dan kau yang tidak tahu apa-apa, Jadi terlibat,"


"Gara-gara siapa coba!?" Chloe mendelik sesaat lalu mendengus. "Pertama Kak Justin yang melibatkanku dalam masalah lalu kalian, Dan sekarang sampai kedepannya pun aku akan terus terlibat dalam masalah kalian,"


"Hm...Bagaimana kalau kau tinggal denganku saja? Dengan begitu untuk sementara kau akan aman dari mata-mata Justin dan musuh keluarga kami yang lain," Tawar Raizel, Memandang dalam Netra biru Chloe.


"Ogah, Jangan sempat-sempatnya buat modus deh. Ini masalah nyawa,"


"Yah, Kalau kau menolak juga gak masalah. Aku hanya menawarkan saja," Kata Raizel acuh. Dia meranjak dari duduknya, Mendekati kursi roda yang sudah tersedia disana lalu mendekati Chloe.


"Kau sudah selesai makan kan? Ayo saatnya kita jalan-jalan sebentar,"


Chloe hanya mengangguk patuh, Berlahan dia turun dari kasur rumah sakit dibantu Raizel lalu duduk di kursi roda. Mereka pun keluar dari ruangan itu dengan Raizel yang mendorong kursi roda milik Chloe.


***************


[Taman Rumah Sakit]


"Huft...Udaranya disini sangat segar," Kata Chloe sambil menghirup udara di sekitarnya.


Saat ini mereka sedang duduk di salah satu bangku taman, Duduk berdampingan sambil memandangi pasien-pasien lain yang juga berada di sana.


"Kadang rumah sakit menjadi tempat yang menakutkan menurutku," Jelas Raizel, Menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku.


"Kenapa?"


"Sewaktu kecil aku sering ikut ibuku mengunjungi kakek yang sedang sakit ke rumah sakit, Aku paling benci kalau harus melihat kamar jenazah. Karna di film-film horror mereka biasanya akan bangun lagi dari kematiannya,"


Chloe melirik Raizel malas. "Itu namanya kau terlalu paranoid. Aku gak pernah tuh mengalami yang namanya melihat mayat bisa bangun lagi,"


"Intinya aku benci rumah sakit," Raizel tetap ngotot dengan pendiriannya.


"Serah deh. Btw pergi yuk. Aku sudah gak sabar pengen cepat-cepat pulang,"


"Hm...Akan kuurus bagian cek out nya,"


"Oke,"


*****************


[Rumah Chloe]


Chloe melambai pelan setelah kepergian Raizel yang mengantarnya pulang, Usai suara mobil milik Raizel sudah pergi menjauh. Chloe cepat-cepat masuk dalam rumahnya tak lupa menguncinya kembali.


Dia segera masuk kamar dan langsung menghempaskan badannya di kasur tercinta. Sedangkan Holy memilih langsung tidur di nakas saking lelahnya.


"Akhirnya aku bisa memeluk kasur tercintaku," Kata Chloe gembira, Dia berguling-guling tak jelas di kasurnya.


Hingga akhirnya matanya menjadi berat, Chloe merasa ngantuk sekali. Dia pun mulai tertidur masuk ke alam mimpi.


*****************


[Tempat Program]


"Chloe Watson...,"


"Bangunlah!"


Samar-samar Chloe mendengar suara Program di sekitarnya, Perlahan matanya terbuka menampakkan Netra merah nya. Chloe bangun dari rebahannya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


Pemandangan gelap adalah hal pertama yang dilihatnya, Sejenak Chloe mengerjapkan matanya lalu menoleh kanan kiri untuk mencari sosok Program, Namun yang dia lihat hanyalah kegelapan semata.


"Hee? Program dimana? Kalau pilih tempat itu jangan tempat yang gelap dong! Aku gak bisa lihat apa-apa nih," Kata Chloe masih berdiri di tempatnya tanpa berniat untuk bergerak sedikit pun.


Namun perkataan Chloe hanya dianggap angin lalu oleh Program, Tak lama tempat gelap itu berlahan mulai menampakkan sedikit cahaya.


Program muncul dalam wujud Komputer di hadapan Chloe, Di samping Program terdapat Holy yang tengah terbang.


"Nah, Akhirnya ketemu juga sama Chloe," Holy dengan riang terbang mendekati Chloe.


"Holy dipanggil juga?" Tanya Chloe yang diangguki oleh Holy.

__ADS_1


"Iya, Ini masalah penting. Soal kenapa kau tidak jadi mati karna misi yang gagal sebelumnya," Jelas Holy. Chloe cuma mengangguk paham, Lalu memandang Program diikuti oleh Holy.


"Program! Sekarang jelaskan semuanya!" Pinta Chloe masih menatap Program yang sedang scanning.


"Aku memanggil kalian berdua, Untuk menjelaskan beberapa hal," Program lalu menunjukkan kejadian saat penusukkan di sekolah yang terjadi beberapa hari yang lalu di layar komputernya.


"Misi mu untuk menaklukan ke-5 pemeran utama pria gagal Chloe Watson, Sebagai gantinya untuk kehidupanmu yang baru ini. Kau harus mencari dalang dibalik Kerusuhan yang meresahkan warga kota,"


"Karna ulahnya itu, Banyak yang menjadi korban jiwa. Semua organ dalam para manusia dia jual dan dia adalah ketua dari sebuah organisasi. Dia orang yang sangat kuat dan licik,"


"Tunggu! Bukankah sudah jelas kalau orang yang memiliki ciri-ciri seperti itu adalah Kak Justin. Dia bahkan juga ingin membunuhku," Sela Chloe dengan ekspresi serius nya.


"Justin hanyalah salah satu dari pionnya, Dia yang sebenarnya menyuruh Justin untuk membunuhmu, Lebih tepatnya masih ada yang mengendalikan para ke-5 karakter utama pria dibalik rencana pembunuhan itu terhadapmu,"


"Jadi sebenarnya Kak Justin gak jahat gitu? Yang jahat adalah orang yang menyuruh mereka ber-5 untuk membunuhku?" Tanya Chloe heran.


"Aku tidak bilang Justin tidak jahat, Dia juga terlibat dalam pembunuhan yang meresahkan warga sekitar itu. Hanya saja awalnya dia tidak berniat membunuhmu tapi karna 'orang itu' mengancamnya, Maka dia terpaksa berambisi untuk menghabisi mu,"


"Kau harus berhati-hati dengan 'Orang itu' dia mengetahui kalau kau punya System. Dia mengincar orang-orang yang memiliki System seperti mu untuk diambil Systemnya,"


Chloe dan Holy terkejut, Tak menyangka akan diberi misi yang semakin sulit. Terlebih orang yang dihadapi bukan orang sembarangan.


"Jadi selama ini mereka mengincarku karna ingin mengambil Holy dariku!?" Kata Chloe masih terkejut.


"Benar, Holy dan kau saling terhubung. Jika kau sampai tertangkap oleh 'Orang itu' Maka saat mereka mengambil Holy darimu, Kau akan merasakan sakit yang luar biasa,"


"Ugh, kedengarannya sulit. Itu artinya aku juga harus menjaga Holy agar tidak diambil oleh mereka," Chloe sejenak bergidik kecil. "Untuk apa mereka mengincar Holy?"


"Tentunya untuk menguasai dunia itu, Dengan System. Mereka bisa melakukan apapun tanpa ada yang berani menentangnya lagi. Kemungkinan besar 'Orang itu' mengincar Holy karna untuk melakukan kejahatan,"


"Jadi Misi utamaku adalah mencari dalang dibalik kerusuhan yang meresahkan warga dan menghentikannya begitu?" Tanya Chloe menyimpulkan.


"Benar, Ada beberapa misi tambahan juga untukmu. Misi tambahan itu akan berguna untukmu kedepannya jika sudah menyelesaikan misinya. Percayalah, Setiap misi tambahan yang kuberikan akan benar-benar sangat kau butuhkan untuk melawan 'Orang itu',"


"Ah, Aku mengerti. Baiklah, Aku akan melindungi Holy dan mencari orang itu semampuku," Kata Chloe antusias.


"Hanya saja untuk saat ini kau masih belum cukup kuat untuk melawan 'orang itu', Kedepannya kau memerlukan bantuan orang-orang yang berpihak padamu. Sudah ada tiga orang yang berpihak padamu yaitu Raizel, Felix, Dan Ian. Kau masih harus mencari beberapa orang lagi agar orang-orang itu bisa membantumu melawannya,"


"Ada tiga orang ya?" Chloe manggut-manggut. "Perlu berapa orang lagi agar aku bisa melawan 'orang itu'?"


"Tidak ditentukan berapa orang, Jika aku merasa cukup dengan orang-orang yang berpihak padamu. Maka aku akan memanggilmu kembali kesini,"


"Lalu bagaimana dengan mode dan beberapa hadiah misi yang sudah kudapatkan sebelumnya?"


"Mode dan hadiah misi itu tetap akan menjadi milikmu, Yang terpenting misi utama adalah mencari 'Orang itu' dan menghentikannya. Satu misi tambahan untukmu adalah mencari orang-orang yang mau berpihak padamu selain Raizel, Ian, Dan Felix,"


"Oke, Baiklah. Tapi bisakah beri aku clue tentang 'Orang itu'? Rasanya agak membingungkan,"


" 'Orang itu' adalah leader dari sebuah Organisasi Mafia, Dia dikenal dengan kekejamannya dalam membunuh musuh-musuhnya dan orang yang dibencinya. Banyak yang menjadi pengikutnya tapi tak sedikit juga yang hanya dijadikan Pion olehnya, Justin dan Devian adalah salah satu contoh Pion nya,"


"Kak Justin terpaksa berambisi ingin membunuhku karna diancam, Lalu Devian karna diancam juga?" Tanya Chloe menerka-nerka.


"Benar, Mereka berdua diancam agar mau mengikuti perintah 'Orang itu', Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?"


Sejenak Chloe mencoba berpikir, Dia tiba-tiba teringat dengan ingatan Ian teman masa kecil nya yang dia lihat sebelum Ian koma.


"Ini tentang Ian teman masa kecilku, Kenapa Program menarik jiwa ku untuk melihat kejadian tragis sebelum Ian koma? Aku kan jadi merasa bersalah dan sedih," Kata Chloe murung.


"Agar kau tahu bahwa saat ini Ian di dunia asli mu juga sedang koma. Dan jiwa nya ku pindahkan ke dunia ini bersama denganmu. Sisanya kuserahkan padamu untuk mencari keberadaannya dimana,"


"Ian juga berada dalam game ini? Yeyy, Aku jadi bisa bertemu dengannya," Chloe tersenyum senang, Gembira mengetahui teman masa kecilnya juga berada dalam game.


"Sudah tidak ada yang perlu ditanyakan lagi kan?"


"Iya, Sudah,"


"Kalau begitu misi ini dan misi selanjutnya akan dimulai saat kau terbangun nanti. Sampai jumpa Chloe dan Holy,"


"Sampai jumpa Program," Balas Chloe dan Holy bersamaan.


Perlahan tak lama tubuh Chloe dan Holy mulai menghilang menjadi serpihan-serpihan kecil, Terbang terbawa semilir angin.

__ADS_1


TBC


__ADS_2