
[Klub malam]
Suara dentuman musik terdengar sampai luar klub, Banyak orang-orang berdesakan di dalamnya. Tak sedikit juga tercium aroma alkohol di klub itu, Bahkan bau asap rokok menyebar dimana-mana. Chloe barusaha menahan mual di perutnya setelah tak sengaja menghirup asap rokok. Dia menyembunyikan wajahnya di balik masker dengan jaket hoodie yang juga menutupi kepalanya. Sedangkan sekantong perbelanjaan yang barusan dibeli nya sudah disimpan oleh Holy.
Netra birunya memperhatikan para pengunjung klub di sekitarnya, Sungguh pemandangan yang menjijikan menurut Chloe. Sekarang dia sudah berada di dalam klub, Holy terbang di samping kepalanya.
"Kita sekarang sudah disini, Apa misi nya? Cepat beri tahu aku! Biar cepat-cepat selesai," Kata Chloe dalam hati, Melirik Holy.
"Misi nya adalah membebaskan salah satu budak yang ada di klub ini, Dalam acara pelelangan. Dia akan sangat berguna jika berada di pihakmu untuk melawan 'Orang itu' kedepannya," Jelas Holy.
"Apa!? Membebaskan budak!? Aku tidak punya urusan dengan para penghibur itu. Lagipula jika aku membeli salah satunya, Uangku gak akan cukup," Chloe menoleh menatap terkejut pada Holy, Suara bising dari dentuman musik di klub itu tidak dia hiraukan.
"Tenang saja, Misi mu cukup mudah. Kau hanya perlu saling bersaing penawaran harga dengan pembeli lain. Masalah uang, Program sudah menyiapkannya. Kali ini untuk misi pertama Program akan membantumu,"
Holy memunculkan hologram di depan Chloe, Menunjukkan info uang yang dimiliki Chloe.
[Uang: 2000 $]
Lalu layar hologram itu berganti menjadi info hadiah.
[Hadiah: Selamat anda mendapatkan 1.500.000.000 $ secara gratis dari Program. Gunakan uang itu untuk membeli budak sesuai misi yang diberikan. Ingat! Misi nya adalah membebaskan dia].
"Maksa banget kayaknya misi yang satu ini," Batin Chloe sambil melirik Holy.
"Mau bagaimana lagi, Tapi ini gampang kok. Kau tinggal menawarkan harga paling tinggi di antara pembeli yang lain. Jika tidak ada lagi yang menawarkan paling tinggi selain kau. Maka kau pemenangnya,"
"Cuma tawar-menawar ya, Okelah kecil itu mah," Chloe mengangguk mantab, Lumayan sih dia tidak perlu mengeluarkan uang hanya untuk membeli budak itu.
Tak lama suara dentuman musik mulai mengecil, Suara bunyi mic berdengung sesaat. Membuat para pelanggan klub itu menoleh menatap arah panggung dimana seorang MC berdiri di atas panggung sana.
"Yo, Selamat malam para pengunjung," Sapa MC itu disana.
"Chloe, Cepat merapat kesana. Sudah mulai tuh," Kata Holy sambil mendorong pelan pundak Chloe.
Tanpa menunggu waktu lama Chloe segera bergabung dengan pengunjung lain, Berusaha melihat sang MC dari dekat.
"Malam ini seperti biasa kami pihak klub menawarkan para penghibur yang sudah kami pilihkan, Kami menjamin mereka adalah penghibur-penghibur terbaik di klub kami,"
"Tapi malam ini berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Kami sekarang akan menawarkan Gigolo (Pria penghibur) pada kalian, Dia adalah penghibur terbaik kami, Tidak untuk disewa dan malam ini dia secara eksklusif akan ditawarkan dengan harga tinggi karna dia akan dibeli oleh para pembeli yang beruntung," Tambah MC itu dengan gaya anehnya.
"Baiklah, Tanpa menunggu lama. Saya membuka pelelangan dimulai dengan harga 100 $ dalam waktu 30 menit. Ada yang berminat?"
Salah satu pengunjung wanita yang terlihat kaya, Mengangkat tangannya. "150 $,"
Pengunjung yang lain pun mulai berlomba-lomba menawarkan harga tinggi.
"200 $,"
"300 $,"
"600 $,"
"1.500 $,"
"3.000 $,"
Pelelangan semakin memanas karna banyak pengunjung yang ingin membeli Gigolo itu, Mereka saling menyerukan harga tawar yang semakin tinggi. Chloe merasa kesulitan untuk melihat karna tubuhnya yang pendek.
"1.000.000 $," Seru pengunjung wanita lainnya.
"1.000.000 $. Apa ada lagi yang berani menawarkan harga yang lebih tinggi dari itu?" Tanya sang MC sambil memandangi satu-persatu pengunjung di bawahnya.
Para pengunjung itu terdiam, Tak ada lagi yang menawarkan harga lebih tinggi dari wanita tadi. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah, Jika tidak ada lagi. saya akan menjualnya pada nona yang di sana–," MC itu ingin mengetuk palu ke meja, Bermaksud menutup acara pelelangan karna waktunya sebentar lagi akan habis. Namun Chloe segera berteriak menghentikan pengetukan palu itu.
"Tunggu dulu! Aku membeli nya seharga 1.000.000.000 $ untuk Gigolo itu," Sela Chloe cepat yang kini sedang berdiri di atas Kursi bar, Membuat semua pasang mata pengunjung menatapnya.
"TERJUAL!" Kata sang MC nyaring sambil mengetuk meja dengan palu.
TUK! TUK! TUK!
Sedangkan wanita tadi membelalak kaget, Tak percaya Chloe mempunyai uang sebanyak itu hanya untuk seorang budak yang tak berharga. Sesaat Wanita itu menggeram kesal.
__ADS_1
"Cih, Bagaimana bisa dia mempunyai uang sebanyak itu!?" Gumam wanita itu kesal.
Disisi lain, Chloe menghela napas lega. Untung dia sempat menawarkan harga paling tinggi diantara pengunjung lain sebelum waktunya habis. Kini uang pemberian dari Program tersisa 500.000.000 $ di tas nya.
"Baiklah, Nona yang berdiri di kursi bar itu. Silakan ikuti saya," Kata sang MC meminta Chloe mengikutinya.
Chloe mengangguk, Dia segera turun dari kursi untuk mengikuti sang MC ke balik panggung klub.
**************
[Back Stage Klub]
MC itu mengarahkan Chloe untuk mendekati sebuah kurungan besi besar di sudut ruangan, Terdapat seseorang dalam kurungan itu.
"Ini Gigolo itu nona, Sekarang nona bisa membawanya pulang," Kata sang MC sambil membuka kurungan besar itu, Menampakkan seorang pemuda yang tengah meringkuk di dalamnya.
Chloe menundukkan tubuhnya, Berjongkok mendekati sang pemuda yang terlihat ketakutan itu. Dia menurunkan masker dan hoodie yang dipakainya. Aroma amis sesaat tercium oleh Chloe. Kondisi pemuda itu terlihat memprihatinkan dengan banyaknya luka cambukan di seluruh kulitnya. Pakaiannya agak lusuh tercampur dengan noda darah.
Terlihat juga beberapa luka sayatan di tubuh pemuda itu, Sesaat kepala sang pemuda mendongak menatap Chloe yang kini sedang berjongkok di depannya. Netra hijau sang pemuda yang terlihat redup seakan kehilangan cahayanya. Yang Chloe tangkap pun, Di wajah sang pemuda terdapat bekas goresan di pipi kirinya.
Perlahan tangan Chloe terangkat ke udara ingin mengusap surai silver milik sang pemuda, Namun pemuda itu langsung menepis tangan Chloe dengan sorot mata penuh amarah dan waspada. Pemuda itu segera menjauhi Chloe dan kembali meringkuk, Tubuhnya bergetar ketakutan.
"Chloe, Sepertinya dia takut padamu," Kata Holy yang sejak tadi mengamati tingkah pemuda bersurai silver itu.
"Aku paham kok, Wajar dia merasa takut dengan orang asing," Balas Chloe sambil memandangi tangannya yang barusan di tepis oleh pemuda itu.
Tak lama tiba-tiba, MC tadi mencambuk pemuda itu dengan alat cambuk yang entah dapat dari mana.
SLAPS!
"Berani sekali kau bersikap tidak sopan pada tuanmu yang baru!" Kata MC itu marah masih dengan mencambuk pemuda tadi.
Chloe terlonjak kaget karna ini pertama kalinya dia melihat siksaan macam ini. Pemuda tadi hanya tetap diam meringkuk, Menerima semua cambukkan yang ditujukan padanya. Sesekali terdengar nada lenguhan menahan sakit dari pemuda bersurai silver itu. Chloe benar-benar merasa tak tega melihat kondisi ini.
"Cukup! Berhenti menyakiti nya!" Chloe berdiri dari jungkoknya, Menahan cambukan MC tadi. Sesaat MC itu terkejut dengan tatapan tajam Chloe. "Apa kau tidak punya hati hah!? Dia juga manusia tau!"
Seketika MC itu bungkam. Dengan kesal Chloe melepaskan cambukan di tangan sang MC kasar. Kemudian dia kembali menghadap Pemuda bersurai silver yang kini mendongak kecil menatapnya.
"Jangan takut, Kau bebas sekarang dari sini. Ikutlah denganku," Kata Chloe tersenyum lembut, Menatap pemuda itu yang balik menatapnya. Chloe mengulurkan tangannya, Bermaksud membantu sang pemuda untuk berdiri.
***************
[Depan Toko perbelanjaan]
"Ini ambillah, Kau pasti lapar," Chloe menyodorkan sebuah roti yang baru saja dibelinya pada pemuda bersurai silver yang sedang duduk di salah satu kursi toko perbelanjaan.
Pemuda yang sedang merenung itu menoleh sesaat, Dia mengambil roti di tangan Chloe dengan ragu-ragu. Tubuh nya masih agak bergetar, Entah sedang menahan dinginnya udara malam atau masih agak takut dengan Chloe.
Dengan cuek Chloe duduk di samping sang pemuda, Memakan roti bagiannya sambil menatap beberapa pejalan kaki dan Transportasi yang lalu lalang di jalan raya. Setelah memeperhatikan Chloe sesaat, Sang pemuda memakan roti di tangannya dengan lahap. Sepertinya dia kelaparan.
Melihat makanan sang pemuda yang sudah habis dalam sekejap, Membuat Chloe kembali merasa iba. Dia menyodorkan satu roti lagi, Karna kebetulan Chloe beli tiga roti dan dua minuman botol.
"Mau lagi? Sepertinya kau sangat lapar,"
Tanpa berkata apa-apa, Pemuda itu kembali meraih roti di tangan Chloe, Kembali memakannya dengan lahap. Sang gadis menyodorkan minumannya. Membiarkan sang pemuda sibuk dengan makanannya.
Chloe kembali melanjutkan aktivitas makannya, Memandangi lampu kerlap-kerlip kota malam hari.
"Holy, Misi ku sudah selesai kan?" Batin Chloe sambil melirik Holy yang tengah memakan kue.
"Iya, Kita bisa pulang sekarang,"
"Akhirnya, Aku ngantuk dan lelah sekali," Chloe menghela napas lelah sesaat.
Kemudian dia menoleh menatap pemuda di sampingnya, Tak disangka-sangka tindakan pemuda itu membuat Chloe terkejut setengah mati. Sang pemuda tampak melepas dua kancing bagian atas pakaian miliknya sendiri. Menatap Chloe lekat dengan Netra hijau emerland nya, Pemuda itu mencondongkan tubuhnya berusaha mencium Chloe.
Seketika pikiran Chloe langsung blank dan tercengang dengan tindakan sang pemuda. Untung sebelum pemuda itu berhasil menciumnya, Chloe langsung mundur dan mendorong pemuda itu menjauh darinya.
"Apa yang kau lakukan!?" Chloe menatap garang Netra hijau milik pemuda itu.
Sejenak sang pemuda terdiam, Lalu kedua tangannya terangkat ke udara, Menggerakkan jari-jarinya seolah memberi tahu Chloe melalui bahasa isyarat.
Sang gadis mengerjapkan matanya sesaat. Tunggu dulu! Jangan-jangan pemuda di hadapannya ini bisu!? Manalagi Chloe gak paham bahasa isyarat.
__ADS_1
"Holy, Gimana nih!? Dia bisu! Aku gak paham bahasa isyarat," Kata Chloe dalam hati, Agak panik.
"Dia bukan bisu, Cuma gara-gara rasa traumanya dengan kekerasan fisik dan mental yang dia dapatkan selama ini membuatnya jadi gak bisa ngomong lagi," Jelas Holy menatap malas Chloe yang masih panik dan bingung dengan bahasa Isyarat sang pemuda.
"Sama aja woi! Cepetan, Terjemahin bahasa isyaratnya. Aku gak ngerti,"
"Sabar napa,"
Holy pun mulai memperhatikan bahasa isyarat pemuda itu, Dan menerjemahkannya dalam hologram.
[Aku sedang melakukan tugasku, Kenapa kau begitu panik? Bukankah kau membeliku dengan tujuan tertentu?]
Begitulah kalimat yang Holy terjemahkan di hologram, Chloe akhirnya paham dengan bahasa isyarat sang pemuda.
"Tugas apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti, Kalau untuk tujuan tertentu kurasa tidak ada," Sahut Chloe agak heran.
Sesaat pemuda bersurai silver itu agak tersentak, Dia kembali menggerakkan jarinya khas bahasa isyarat.
[Kau bisa memahami bahasa isyaratku!? Hebat sekali. Baru kali ini aku bertemu dengan cewek yang unik Sepertimu. Tugas yang kumaksud adalah aku kan seorang Gigolo, Tentu saja aku sudah terbiasa melayani tuan baruku saat mereka menyewaku. Kau sebenarnya juga mau melakukan 'itu' kan?]
Tentu saja Chloe paham bahasa isyarat yang digunakan pemuda itu, Wong dia pakai bantuan Holy untuk menerjemahkannya.
Setelahnya wajah Chloe merona tipis, Paham apa yang dimaksud sang pemuda di depannya.
"Mana ada! Bukan itu tujuan ku untuk membelimu. Lagipula aku tidak tertarik melakukan 'itu' tau!" Protes Chloe merasa agak malu karna pembicaraan mereka terkesan menggelikan menurutnya.
[Lalu, Untuk apa kau membeliku kalau tujuanmu bukan itu?]
"Hanya untuk membebaskanmu, Sekarang kau bukan lagi seorang Gigolo. Kau bebas tanpa harus berada di tempat neraka itu lagi. Hanya itu saja tujuanku, Aku juga tidak berniat menjadikan mu budak. Jadi sekarang tugasku sudah selesai. Permisi,"
Chloe meranjak dari duduknya, Berniat pergi meninggalkan sang pemuda yang sedang terdiam itu. Tak lama sang pemuda bersurai silver langsung berdiri dari duduknya mengejar Chloe. Dia menahan ujung jaket hoodie sang gadis, Hingga gadis bersurai biru itu menoleh.
"Ada apa? Oh, Aku lupa kalau kau tak punya tempat tinggal. Ini ambillah, Mungkin ini tak seberapa tapi cukup untuk kau menginap di hotel atau tempat lain malam ini," Chloe merogoh beberapa lembar uang dalam saku jaketnya, Meletakkan uang tersebut dalam genggaman tangan sang pemuda.
Bingung, Tentu saja pemuda bersurai silver itu bingung. Sejujurnya dia berniat menanyakan nama Chloe tapi malah di kasih uang sama sang gadis. Dia menggeleng pelan, Bermaksud menolak uang tersebut.
Sejenak Chloe memperhatikan apa yang sebenarnya di inginkan oleh pemuda di depannya, Netra birunya pun meneliti pakaian yang dikenakan sang pemuda tampak kotor dan lusuh. Chloe langsung melepaskan jaket abu-abunya lalu memakaikan pada sang pemuda, Yang membuat pemuda itu terkejut.
"Ambil saja jaket ini, Kau lebih memerlukannya," Kata Chloe dengan senyum ceria yang langsung membuat pemuda di depannya terdiam.
Dia merasa tidak enak hati sudah mendapat kebaikan berkali-kali dari gadis di depannya, Tapi dia tidak bisa juga menolak karna apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya. Dia sedang memerlukan tempat tinggal dan pakaian yang layak.
Pemuda bersurai silver itu kemudian membungkukkan badannya pada Chloe, Berterima kasih atas kebaikan sang gadis. Setelahnya dia menggerakkan tangannya dengan bahasa isyarat.
[Sekali lagi terima kasih, Namaku Kazuhara Rion]
"Marga jepang, Sepertinya dia berasal dari wilayah jepang," Pikir Chloe, Sesaat dia tersenyum tipis.
"Senang bertemu denganmu, Namaku Chloe Amberly. Sejujurnya aku masih ingin banyak ngobrol denganmu, Tapi ini sudah hampir larut malam. Hati-hati di jalan, Sampai nanti,"
Sejenak Chloe melambai pelan pada pemuda yang bernama Rion itu, Lalu segera bergegas pergi meninggalkan sang pemuda.
*************
Di sisi lain, Terdapat sebuah mobil sedan hitam yang terparkir tak jauh dari Tempat Chloe dan Rion ngobrol. Terdapat dua orang pria dalam mobil, Yang satu adalah supir dan satu lagi sepertinya bos dari supir itu. Mereka sejak tadi sudah memperhatikan interaksi antara Chloe dan Rion beberapa jam yang lalu.
"Apa yang sebenarnya tuan awasi di luar sana?" Kata sang supir dengan ekspresi datarnya.
"Cewek bersurai biru dan cowok bersurai silver itu. Hei, Aku tertarik untuk mengajak cowok bersurai silver itu untuk bergabung dengan kelompok kita," Kata sang bos dengan senyum kecil.
"Untuk apa? Sudah terlalu banyak yang tuan ajak. Tapi sebenarnya tuan tertarik dengan cowok itu atau cewek bersurai biru tadi?"
"Keduanya, Btw aku sudah sejak lama mengetahui informasi tentang cewek rambut biru itu. Bagaimana menurutmu? Bukankah akan menyenangkan jika di kelompok kita memiliki cewek?"
Sejenak sang supir terdiam, Lalu melirik kecil bosnya dari kaca spion atas dengan ekspresi datarnya.
"Itu terserah anda tuan, Jika cewek itu mau menerima ajakan anda. Lagipula saya hanya akan menuruti apa yang anda perintahkan," Jawab sang supir, Tapi sebenarnya dia diam-diam merasa kesal kenapa bos nya malah tertarik dengan cowok bersurai silver dan cewek bersurai biru itu. Tanpa sadar dia mencengkeram kemudi mobil dengan erat.
"Sial, Aku gak rela jika tuan benar-benar tertarik dengan mereka berdua. Aku harus menyingkirkan mereka bagaimana pun caranya terutama cewek itu. Cih, Apa yang menarik dari kelompok yang rata-rata cowok kalau harus dimasukkan satu cewek!?," Pikir sang supir itu tak terima, Ekspresi nya sedikit tertekuk kesal.
"Baiklah, Nanti aku akan mengajak mereka berdua. Sekarang ayo kita pulang," Kata sang bos sambil menyandarkan punggungnya pada jok mobil.
Mobil itu pun mulai perlahan pergi dari tempat tersebut, Meninggalkan kesan misterius di dalamnya.
__ADS_1
TBC