
[Kantin]
"Bagaimana hubungan pertemanan mu dengan Chelsia dan Viola?" Tanya Chloe usai mengunyah ikan bakar nya.
"Aku tidak berteman lagi dengan mereka, Aku kesal dengan tingkah mereka yang suka hura-hura sana-sini," Sahut Evelyn dengan ekspresi cemberutnya, mengunyah roti bakarnya hingga membuat pipi nya agak mengembung.
"Kesal kenapa? Apa mereka melakukan kesalahan?" Alice heran, apa yang membuat Evelyn sekarang tidak dekat lagi dengan Chelsia dan Viola.
"Sejak berteman dengan mereka, mereka selalu mengajakku ke bar setiap pulang sekolah. Pokok nya mereka melakukan hal yang tidak baik, yah kalian pasti ngerti lah maksudku," Jelas Evelyn usai mengunyah roti bakar nya.
"Oh, gitu," Kata Alice dan Chloe serempak. Mereka manggut-manggut mengerti.
"Pantas saja akhir-akhir ini, aku lihat kau sendirian terus Evelyn," Sahut Chloe.
"Iya, pergaulan mereka terlalu bebas dan gak baik. Aku tidak suka, maka nya aku gak berteman lagi dengan mereka,"
"Um...Apa berarti kau pernah minum?" Tanya Alice hati-hati.
"Tidak, setiap Chelsia menawari ku minum aku terus menolaknya. Jadi aku masih aman-aman saja," Evelyn menggeleng pelan.
"Bagus lah, kalau begitu," Chloe menyahut, lalu meminum jus apel nya.
Yang paling membuat Chloe lega adalah tidak ada satu seorang pun siswa yang bergosip tentang berita pemukulan Chloe terhadap Justin tadi pagi. Jadi seperti nya mode pengalihan berita benar-benar bekerja, mereka semua melupakan berita itu dan tidak pernah mengenali Chloe sebagai pelakunya. Yah itu hal yang menguntungkan bagi Chloe.
Tiba-tiba suasana kantin menjadi ribut, teriakan-teriakan perempuan menggema di kantin dan koridor kelas. Sontak membuat Alice, Evelyn, dan Chloe hampir tersedak makanan mereka masing-masing karna kaget.
"KKYYAA! ITU IAN MAXWELL. DIA SEKOLAH DISINI, SENANGNYA!"
"IDOLAKU TERNYATA BERSEKOLAH DISINI, APA INI MIMPI!?"
"TERNYATA MURID BARU NYA ADALAH IAN MAXWELL, SALAH SATU DARI ANGGOTA HE@VEN. AKU INGIN MINTA TANDA TANGANNYA,"
"IAN MAXWELL! JADILAH PACARKU!"
"IAN MENYANYI LAH UNTUK KAMI!"
"KAMI FANS TERBERATMU IAN!"
Dan masih banyak teriakan-teriakan yang membuat telinga sakit dari para perempuan yang melihat dan mengikuti Ian. Sedangkan Ian hanya mengacuhkan mereka dan tetap fokus dengan tujuan nya, menghiraukan teriakan-teriakan histeris para cewek di sekelilingnya.
"Ada apaan sih!? Ribut banget," Protes Evelyn sambil menoleh menatap jendela kantin yang lumayan besar, sebesar layar bioskop.
"Gak tau, kudengar tadi ada yang menyebut murid baru," Sahut Alice ikut menoleh ke jendela kantin.
Sedangkan Chloe diam dan hanya melirik ikut melihat jendela kantin, Disana tertampang jelas saat Ian berjalan melewati kantin dengan ekspresi datar dan tatapan kosongnya. Sang pemuda diikuti para Fans nya dibelakang sambil teriak-teriak, bahkan yang dari kantin pun keluar demi bisa mendekati Ian. Banyak sekali murid perempuan mengikuti Ian, mungkin bisa satu sekolah.
BBRRAAKK!
Gebrakan meja dari seseorang membuat sebagian siswa-siswi disana menoleh pada sang pelaku termasuk Alice, Evelyn, dan Chloe. Ternyata yang menggebrak meja kantin adalah Vivian, si ketua OSIS paling tajir satu sekolah.
"MENJAUH KALIAN DARI IAN! IAN HANYA MILIKKU. AKU JUGA INGIN BERFOTO DENGANNYA!" Suara nyaring dari Vivian membuat seisi kantin dan di luar kantin bisa mendengarnya.
__ADS_1
Dengan cepat Vivian keluar kantin dan mengusir beberapa Fans yang mencoba mendekati Ian, Vivian ikut berdesak-desakkan demi bisa berdekatan dan berfoto bersama Ian.
Oh, Chloe ingat di alur cerita asli nya Vivian sangat mengidolakan Ian, bahkan sangat terobsesi dengan Ian. Vivian rela melakukan apa pun agar bisa memiliki Ian sepenuhnya. Meski dengan cara kotor sekali pun.
"Buset, baru satu hari Ian sekolah disini. Sudah langsung populer aja di kalangan anak cewek," Pikir Chloe terbengong-bengong, memandangi Ian yang sudah melewati area kantin meski masih diikuti oleh para Fans nya termasuk Vivian.
"Wajar lah Chloe, Ian kan salah satu anggota Grup HE@VEN. Bahkan dia lebih banyak Fans nya ketimbang Anggota HE@VEN yang lain," Sahut Holy yang sebenarnya ikut melihat kejadian itu.
"Pantas saja, waktu aku ketemu Revan sama anggota HE@VEN lainnya waktu itu, mereka hanya berempat saja dalam ruangan. Ternyata satu nya adalah Ian toh,"
"Benar, kan Grup HE@VEN terdiri dari 5 orang,"
"Iya, aku sudah tahu Holy,"
Chloe melirik Holy yang hanya nyengir, Sebenarnya Chloe sekarang mulai meragukan niat nya tadi untuk menggali informasi tentang Ian lebih dalam. Karna masalah nya Ian adalah anggota grup HE@VEN dan Grup HE@VEN adalah orang-orang no.2 yang harus dihindari dan dijauhi oleh Chloe selain Justin.
Setelah Ian sudah melewati area Kantin Evelyn menoleh kembali menatap Alice dan Chloe, begitu pun dengan Alice.
"Ternyata murid baru nya salah satu anggota HE@VEN, si Ian Maxwell ya? Wah, aku tidak menyangka dia akan sekolah disini," kata Evelyn.
"Aku pun juga gak nyangka, Ian benar-benar populer di kalangan cewek ya. Aku akui dia sangat tampan, tapi menurutku masih lebih tampan Kak Leo kok," Alice terkekeh dengan senyum malu.
"Tentu saja Kak Leo tampan menurutmu, dia kan pacarmu Alice. Kau ini sedang bucin dengan kak Leo ya?" Evelyn mengerling jahil pada Alice, yang membuat wajah Alice memerah malu.
"A-Aku tidak bucin kok! Jangan menggodaku Evelyn," Elak Alice menutup wajah nya yang memerah dengan kedua tangannya.
"Hahaha, wajah mu merah tuh Alice. Berarti kau memang bucin kan," Evelyn tertawa puas setelah menggoda Alice sampai malu.
"Bagaimana menurut kalian? Apa kalian menggemari Ian juga?" Chloe ingin tahu apakah Evelyn dan Alice suka dengan salah satu dari ke-5 karakter utama pria seperti di cerita asli nya atau tidak.
"Hm...Menurutku, dia memang tampan tapi sikap nya yang terlihat dingin dan acuh itu bukanlah Tipe ku. Aku lebih suka cowok yang supel dan ceria," Sahut Evelyn sambil menggeleng pelan.
"Kalau aku, Tipe yang kusukai seperti Berambut merah, agak berandalan, Manis saat tersenyum, Perhatian, bicara nya lembut, Sangat menggemaskan ketika ngambek. Lalu....," Alice tampak mengingat-ingat tipe cowok yang disukai nya.
KKRRIIK! KKRRIIKK! KKRRIIK!
Evelyn dan Chloe saling pandang, dari Tipe yang disebutkan Alice mereka sudah langsung bisa menebak nya.
"Alice, kita sedang membicarakan Tipe cowok seperti Ian. Bukan ciri-ciri Kak Leo," Chloe menghela napas, memberitahu Alice dengan kalem. Menahan diri agar tidak menjitak kepala Alice karna ke polosan dari gadis bersurai coklat panjang itu.
"Iya benar. Bukan ciri-ciri Kak Leo yang kita bicarakan. Haduh, Alice. Kau ini memang bucin sekali dengan Kak Leo," Evelyn menepuk jidat nya, menggeleng pelan. Berusaha memaklumi kebucinan sahabat nya.
Sedangkan Alice hanya nyengir sambil tersenyum malu, dia mengusap tengkuk nya yang tidak gatal. "Hehehe...Aku hanya bercanda,"
Tak berapa lama setelah pembicaraan itu, tiba-tiba seseorang datang mendekati meja mereka.
DUK!
"Permisi, bisa aku pinjam Kak Chloe sebentar?"
Suara pukulan pelan di meja mereka dengan suara seseorang membuat ketiga nya mendongak. Devian berdiri di samping meja ke-3 gadis itu dengan ekspresi datar nya.
__ADS_1
Alice dan Evelyn saling pandang, seperti bertukar pikiran. Lalu keduanya sama-sama mengangguk disertai senyum penuh arti.
"Tentu saja boleh," jawab Alice dan Evelyn serempak.
Chloe tersentak, mereka langsung memperbolehkan begitu saja tanpa menanyakan langsung pada Chloe. Wah, pasti Alice dan Evelyn sengaja nih. Biar Chloe bisa pergi dengan Devian.
"Terima kasih, Ayo kak Chloe," Dengan lembut Devian meraih tangan Chloe, dan membawa Chloe pergi dari area kantin.
Chloe cemberut, mengikuti dengan pasrah. Sebelum pergi Chloe mendengar bisikan Alice dan Evelyn di kupingnya.
"Good Luck Chloe,"
"Apa nya yang good luck!? Aku terpaksa mengikuti Devian karna suruhan kalian nih!" Pikir Chloe sambil menatap cemberut pada Alice dan Evelyn yang hanya dibalas lambaian tangan oleh kedua nya.
***************
[Taman belakang sekolah]
Devian mendudukan Chloe di sebuah kursi taman yang sudah tersedia di sana, Lalu Devian duduk di samping sang gadis.
"Kenapa membawaku ke taman?"
"Apa aku harus punya alasan dulu untuk membawa kak Chloe?" tanya Devian balik, tanpa menoleh sekali pun. Memandangi rindang nya pepohonan yang menaungi mereka.
Chloe diam sesaat, tak mengerti dengan jalan pikiran Devian. "Tidak, hanya saja aku tidak mengerti kenapa kau membawaku ke sini,"
"Karna aku ingin berdua saja dengan kak Chloe,"
DEG!
Sahutan Devian membuat jantung Chloe sedikit berdegup kencang, Devian ingin berdua saja dengannya? Apa tidak salah? Ugh...lagipula yang berdegup itu jantungnya Chloe Amberly bukan jantung Chloe yang asli. Andai Devian tahu kalau Chloe Watson yang asli tidak memiliki perasaan apapun pada nya, mungkin Devian akan sedih, entahlah Chloe tidak tahu.
"Hm, begitu ya. Baiklah,"
Chloe memilih menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, menikmati semilir angin kecil. Taman adalah tempat ke-2 kesukaan Chloe di sekolah selain Rooftop.
Devian tiba-tiba menyandarkan kepalanya di pundak kanan Chloe, sesaat Chloe agak tersentak dengan perilaku Devian.
"Aku ingin tidur sebentar, Kalau sudah bel. Kak Chloe bangun kan aku ya," Netra coklat muda milik Devian perlahan terpejam, tidak tahan menahan kantuk.
"Devian...," Chloe sedikit menoleh, tidak bisa sepenuhnya menatap Devian karna kepala Devian bersandar pada bahu nya.
Entah hanya perasaan Chloe atau bukan tapi Chloe merasa Devian seperti sedang bermanja padanya, Chloe tidak keberatan dan tangan nya terulur mengusap surai hitam kecoklatan milik Devian yang sedang tidur. Chloe tersenyum kecil.
"Baiklah, nanti aku akan membangunkanmu," bisik Chloe pelan agar tidak mengganggu tidur Devian.
Perilaku Devian yang seperti ini mengingatkan Chloe akan adik-adik nya di dunia asli, alasan itulah yang membuat Chloe tidak memiliki perasaan apa pun pada Devian dan menganggap Devian mirip adik-adik nya.
Sepanjang jam istirahat itu Chloe hanya diam di taman sambil menemani Devian yang tertidur di pundaknya. Disertai dengan semilir angin dan rindang nya pepohonan di taman itu.
TBC
__ADS_1