
[Pagi hari nya]
Oke, Sudah Chloe putuskan akan jadi anak baik-baik selama tinggal di Asrama ini. Akan mengikuti peraturan Asrama, Tidak akan membuat masalah, Yang penting dia harus diam dan tenang serta selalu santuy (Kecuali kalau ada yang mengusiknya). Dia hanya ingin ketenangan saja.
Seperti pagi ini, Seperti biasa ruang makan selalu tenang dan damai tanpa ada keributan di dalamnya (Iyalah, Wong yang makan cuma Chloe sama Ian doang kok). Sesekali terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Pikiran Chloe malayang-layang memikirkan perkataan Ian kemarin, Benar apa yang dikatakan sang pemuda. Aiden lebih kuat dibanding dugaannya dan sangat berbahaya. Bahkan Aiden bisa melukai nya tanpa menyentuh dengan tangan kosong, Kekuatan macam apa itu sebenarnya? Chloe belum lihat seseorang bisa memiliki kekuatan sekuat itu, Tapi mungkin kekuatan itu wajar di miliki Aiden karna dia juga bertugas mengawasi setiap anggota jika ada yang berniat kabur.
Hah, Dari pada pusing memikirkan kejadian aneh tadi malam. Chloe lebih memilih fokus dengan makanannya, Agar pikirannya lebih rilex.
Chloe makan dengan tenang, Menikmati kedamaian pagi ini. Kemudian Netranya beralih menatap Aiden yang hanya diam di tempat duduknya. Menatap lekat aktivitas yang dilakukan Chloe dan Ian. Sejujurnya Chloe kurang nyaman kalau di perhatikan saat makan.
"Aiden, Gak makan?" Tanya Chloe bermaksud menawari sang pria, Dibalas gelengan pelan oleh Aiden.
"Saya tidak suka makanan manusia, Saya hanya minum darah manusia setiap akhir pekan," Jelas Aiden datar, Tampak tak tertarik dengan tawaran Chloe.
Chloe cuma manggut-manggut, Asal jangan dia aja yang di ambil darahnya. Chloe gak masalah. Sang gadis kembali makan dengan tenang, Sesaat dia teringat dengan anggota lainnya yang masih belum pulang juga.
"Anggota lainnya pada kemana? Masih belum pulang?"
"Mungkin, Mereka lebih sibuk dibanding aku," Sahut Ian datar, Meneguk air mineralnya sesaat.
"Ah, Aku paham. Mereka pasti diberi tugas oleh pemilik Asrama kan?" Tebak Chloe usai menghabiskan Makanannya.
"Hm,"
"Kalau begitu boleh aku Tour keliling Asrama? Aku belum sempat Tour kemarin," Izin Chloe pada Ian dan Aiden.
"Terserah, Asal jangan jauh-jauh sampai masuk hutan," Sahut Ian acuh, Berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan.
"Boleh saja, Asal jangan malam hari. Bahaya," Tambah Aiden sambil mengangguk kecil, Dia meranjak dari duduknya dan membereskan sisa piring Ian dan Chloe termasuk gelasnya untuk dicuci.
"Hm...Baiklah," Chloe meranjak dari duduknya, Sesaat menatap punggung Aiden. "Mau kubantu cuci piring nya?"
"Tidak!"
"Ya sudah,"
Dengan langkah santai Chloe keluar dari area dapur, Mungkin Aiden gak mau diganggu soal memasak dan bersih-bersih. Bisa jadi tugas pria bernetra ungu tua itu memang bertugas menjaga kebersihan Asrama dan memasak. Jadi Chloe iya'in aja kalau tugas setiap anggota berbeda-beda.
*****************
"Hah~...Akhirnya aku bisa berkeliling Asrama di pagi hari," Chloe merentangkan kedua tangannya menikmati semilir angin yang menerpa kecil wajahnya.
Saat ini Chloe sedang berada di belakang Asrama alias di kebun. Area kebun memang berdekatan dengan hutan, Jadi pagar setinggi 3 meter lah yang menjadi pembatas antara kebun dan area hutan.
Chloe paling senang kalau menikmati keindahan alam sambil santai-santai di bawah pohon, Kan mayan jadi adem. Dan kebetulan di kebun ini terdapat beberapa pohon apel. Jadi tanpa membuang waktu, Chloe langsung duduk di salah satu pohon apel yang ada disana. Bersama Holy yang duduk di pundaknya sambil makan permen.
Baru saja beberapa menit Chloe duduk disana, Sesuatu tiba-tiba menimpa kepala sang gadis.
"Aawww!" Refleks Chloe menangkap sesuatu yang jatuh itu dan mengusap kepalanya. Menoleh ke atas pohon apel dengan kesal "Woi! Siapa yang jatuhin apel ini ke kepalaku!?"
"Wah, Lihat Chloe. Ada monyet," Kata Holy sambil menunjuk seseorang yang berada di atas pohon, terkekeh kecil.
Seketika rasa kesal dalam diri Chloe langsung hilang digantikan tawa pelan karna candaan Holy.
"Bukan monyet lagi tuh, Tapi mbak kunti. Lihat aja cara duduknya," Sesaat Chloe dan Holy ketawa ngakak.
(Tanpa sadar Chloe dan Holy ngeledekin orang lain😂).
Membuat seseorang yang berada di atas pohon itu heran karna Chloe terlihat tertawa sendiri. Sosok itu langsung meloncat turun dari pohon dan berbalik menghadap sang gadis yang masih ketawa kecil. Sosok itu hanya menatap Chloe dalam diam.
Setelah tawa nya reda, Chloe mulai memperhatikan wajah sosok itu yang terlihat familiar di matanya. Sesaat Netra birunya terbelalak kecil menyadari surai silver dan Netra hijau milik seseorang di hadapannya.
__ADS_1
"R-Rion!? Ini kau? Kau benar Rion kan?" Tanya Chloe agak terkejut, Menatap Netra hijau milik sang pemuda.
Sesaat Rion terdiam lalu mengangguk kecil, Dia tiba-tiba berlutut tepat di hadapan Chloe menghormati sang gadis sambil menundukkan kepalanya seolah-olah mengatakan senang bertemu dengan Chloe lagi. Sekarang giliran Chloe yang bingung, Ngapain Rion berlutut begitu dihadapannya?
"Itu artinya dia sedang menghormatimu dan bilang senang bertemu denganmu lagi Chloe," Bisik Holy yang terbang di samping kepala Chloe.
"Eh? Rion jangan berlutut begitu. Jangan terlalu terlalu formal padaku, Anggap saja kita teman oke," Kata Chloe agak canggung, Dia segera membantu sang pemuda kembali berdiri tegak.
Rion mengangguk kecil. Lalu dia mengambil HP nya di saku celana. Tampak mengetik sesuatu disana, Chloe hanya memperhatikan tingkah sang pemuda.
TING!
Tak lama Rion menunjukkan sebuah pesan di layar HP nya pada sang gadis hingga Chloe memahami apa yang dikatakan sang pemuda.
[Senang bertemu dengan Nona Chloe lagi, Kupikir kita takkan bertemu setelah insiden itu. Apa yang Nona Chloe lakukan di Asrama ini?]
Di Asrama ini? Chloe bertanya-tanya dalam hati. Apakah Rion juga memiliki kesepakatan dengan sang pemilik Asrama? Rion bahkan juga berada di Asrama ini.
"Oh itu, Aku memiliki kesepakatan dengan pemilik Asrama. Jadi aku diminta tinggal disini selama pemilik Asrama belum pulang," Jelas Chloe setelah memperhatikan ekspresi terkejut Rion sesaat.
Rion kembali mengetik pesan lagi di HP nya.
TING!
[Nona Chloe juga memiliki kesepakatan dengan pemilik Asrama ini!? Apakah artinya Nona Chloe sudah bertemu dengan dia dan menjadi anggota Resmi?]
"Iya, Saat malam hari aku bertemu dengan Aiden. Gigitannya sakit sekali waktu itu, Bahkan darahku berkurang banyak gara-gara dia. Dan sebagai gantinya muncul tanda ini di leherku," Chloe menunjukkan tanda melingkar di lehernya pada Rion.
TING!
[Memang gigitannya sangat menyakitkan, Aku bahkan hampir tak percaya ada manusia seperti itu di muka bumi ini. Aku juga memiliki tanda yang sama dengan Nona Chloe dan Ian]
Rion menyimpan HP nya lalu tak lama dia menggulung lengan bajunya sebelah kiri, Menunjukkan sebuah tanda berbentuk hewan singa tepat berada di lengannya. Tanda itu berwarna hitam sama seperti Chloe dan Ian. Kemudian Rion kembali menurunkan lengan bajunya, Menyembunyikan tanda itu disana.
Sesaat mata Chloe mengerjap, Tanda yang dimiliki setiap anggota Asrama memiliki bentuk yang berbeda-beda meski sama-sama berwarna hitam.
TING!
[Nona Chloe melihatnya bukan? Kurasa dia titisan Vampir, Manalagi setiap anggota wajib memiliki obat pil itu jika saat akhir pekan dia akan berkunjung ke kamar masing-masing anggota]
"Iya, Aku melihatnya. Ian bilang dia bukan Monster, Vampir, Atau pun Manusia. Menurutmu dia ras apa?" Tanya Chloe dengan gaya berpikirnya. Memasang ekspresi serius.
TING!
[Entahlah, Yang membuatku penasaran adalah kenapa dia bisa memiliki kesepakatan dengan pemilik Asrama. Padahal pemilik Asrama tahu kalau dia bukan manusia]
"Mungkin karna dia lebih kuat dari kita," Tebak Chloe asal.
TING!
[Bisa jadi, Dia pasti sangat berguna di bagian misi kalau misalnya Pemilik Asrama sangat membutuhkan bantuannya]
"Benar juga, Btw kapan kau masuk Asrama ini? Kurasa kau juga terlihat masih anggota baru sama sepertiku,"
TING!
[Baru saja seminggu yang lalu, Setelah kejadian Nona Chloe menolongku. Saat itu tiba-tiba surat undangan berwarna merah datang padaku saat aku sedang beristirahat di hotel. Jadi tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya mengingat aku juga gak punya tempat tinggal saat itu]
"Ah, begitu ya," Chloe mengangguk pelan tanda mengerti. "Apa kau sudah di kasih tugas sama pemilik Asrama?"
TING!
[Sudah, Tugasku tidak ringan mau pun juga tidak berat]
__ADS_1
"Oh ya? Tugas apa itu?" Chloe mulai penasaran.
TING!
[Nanti Nona Chloe juga akan tahu saat Pemilik Asrama pulang, Saat itulah Nona Chloe akan di beri tugas sama seperti Anggota lainnya]
"Lagi-lagi harus menunggu pemilik Asrama pulang, Baiklah aku akan bersabar," Sesaat Chloe merasa kecewa, Tapi dia menyemangati dirinya sendiri untuk tidak putus asa menunggu kepastian dari pemilik Asrama.
TING!
[Melihat tanda di leher Nona Chloe, Aku merasa bahwa tanda itu lebih banyak dari anggota lain dan cepat terlihat oleh orang lain di luar Asrama kalau tidak disembunyikan. Kudengar dari Ian jika tanda yang diberikan lebih banyak dari anggota lain. Itu artinya Aiden merasa darah salah satu anggota itu lebih manis dibanding darah anggota lainnya]
Sesaat Chloe terkejut setelah membaca pesan di layar HP Rion, Jika tanda resmi yang diberikan lebih banyak dari anggota lain maka Aiden menganggap darah anggota itu lebih manis!? Jadi maksudnya darah Chloe manis gitu!? Bisa habis darah dia kalau jadi sasaran empuk Aiden terus.
"J-Jangan menakutiku Rion! Nanti dia malah beneran menjadikanku sasaran nya terus, Darahku bisa habis dibuatnya," Kata Chloe sesaat bergidik ngeri.
Rion hanya mengangkat kedua pundaknya acuh, Mengetik balasan untuk Chloe.
TING!
[Aku serius Nona Chloe, Aku mendengarnya sendiri dari Ian. Tapi kurasa Aiden gak mungkin terus bergantung pada salah satu anggota meski anggota itu memiliki darah yang manis. Jangan khawatir dia pasti akan melakukannya ke para anggota lain secara adil]
"Oh syukurlah, Ku pikir dia akan terus bergantung padaku," Chloe menghela napas lega. Kemudian Netranya memandang kebun bunga mawar putih dan mawar merah di sekitarnya.
"Btw siapa yang merawat kebun di sini? Bunga nya terlihat tumbuh dengan segar dan cantik,"
Chloe mendekati kebun dan menghirup aroma salah satu bunga mawar putih. Dia merasa damai setelah menghirup aromanya. Chloe juga suka dengan bunga mawar. Rion melangkah mendekati sang gadis dari arah belakang, Ikut berdiri disamping Chloe sambil mengetik balasan.
TING!
[Aiden, Selain mahir dalam urusan memasak dan kebersihan Asrama. Dia juga suka berkebun, Jadi dia yang merawat tanaman di kebun ini]
"Keren, Dia hampir sempurna dalam segala hal," Kata Chloe berdecak kagum.
Pemuda bersurai silver itu hanya mengangguk setuju dengan pendapat Chloe. Tapi tak lama pintu penghubung antara dapur dan kebun terbuka, Menampakkan seseorang yang berjalan mendekati kebun sambil membawa alat penyiram.
KKREEIITT!
TAP! TAP! TAP!
"Apa yang kalian lakukan disini?" Suara datar tanpa intonasi itu menarik perhatian Chloe dan Rion untuk menoleh pada sang pemilik suara.
Aiden berdiri tampak bersiap menyiram beberapa bunga mawar dengan tanpa ekspresinya itu.
"Hanya menikmati keindahan alam dan bunga-bunga mawar ini, Aku hanya tak sengaja bertemu Rion disini," Jelas Chloe dengan senyum cerianya. Holy yang duduk di pundak Chloe cuma manggut-manggut.
Gak mungkin Chloe kasih tahu yang sebenarnya pada Aiden, Kalau dia dan Rion baru saja mengghibah pria bersurai ungu itu. Bisa-bisa si Aiden malah mengaktifkan tanda dilehernya dan tanda di lengan kiri Rion.
Sejenak Aiden terdiam, Memandang dingin kedua anggota baru di depannya. "Nona Chloe dan Tuan Rion, Pergilah dulu ke ruang makan. Tuan Ian sudah menunggu di sana, Saya juga sudah menyiapkan makan siang untuk kalian,"
Kata Aiden sambil menyiram bunga-bunga mawarnya yang tumbuh subur dan mekar.
"Hee? Sudah hampir menjelang siang ternyata. Aku gak sadar karna asik ngobrol dengan Rion. Ayo Rion, Kita ke ruang makan sekarang, Ian pasti sudah menunggu kita," Ajak Chloe, Berjalan di depan lebih dulu memasuki Asrama.
Sedangkan Rion hanya mengikuti sang gadis tanpa mengatakan apapun.
Aiden sejenak menghentikan aktivitasnya, Tatapannya tertuju pada tanda di leher Chloe saat sang gadis melewatinya. Ekspresinya tetap datar, Namun sesaat dia menjilat bibirnya sendiri. Mengingat rasa manis dari salah satu anggota baru itu.
"Aromanya manis, Aku suka aroma ini,"
Pria bersurai ungu itu menatap ke arah langit yang tiba-tiba mendung di atasnya dengan awan hitam yang menggumpal.
"Tuan Pemilik Asrama, Sepertinya anda sangat tahu kesukaan saya. Salah satu anggota baru itu akan menjadi Favorit saya," Gumam Aiden datar, Masih memandangi langit yang mendung di atasnya.
__ADS_1
Kemudian Aiden kembali melanjutkan aktivitasnya sebelum awan semakin gelap dan berangin.
TBC