
Chloe menunduk dalam diam, Sambil memakan Biskuit yang dibeli nya barusan. Pikirannya melayang-layang mengingat pemandangan yang dia lihat semalam. Benarkah Gadis asing itu adalah korban dari penculikan yang dilakukan keluarga Freymon? Apa artinya Raizel juga terlibat dalam penculikan itu?
Sejujurnya Chloe ingin mengelak bahwa itu semua hanyalah bunga tidur semata, Namun apa yang dia lihat dan rasakan semalam adalah nyata bagi tubuhnya. Chloe tidak tahu harus melakukan apa, Apakah dia perlu memberitahu semua orang agar menjauhi keluarga Freymon atau tidak?
Tapi Chloe tidak bisa menuduh sembarangan keluarga Freymon, Dia juga tidak cukup bukti untuk menuduh Keluarga itu. Karna keluarga itu adalah keluarga terpandang. Lagipula keluarga Freymon memiliki kekuasaan juga di beberapa wilayah negara ini. Jika Chloe nekat menuduh keluarga Freymon atas tuduhan penculikan dan pembunuhan yang selama ini meresahkan para warga kota, Maka orang-orang tidak ada yang akan percaya pada Chloe. Dan akan menuduh Chloe atas tuduhan mencemarkan nama baik keluarga seseorang. Bisa-bisa Chloe yang akan masuk penjara gara-gara tuduhan itu.
Membayangkannya saja membuat Chloe bergidik ngeri. Maka dari itu Chloe memutuskan untuk menyimpan pengalaman itu rapat-rapat, Dia tidak ingin memberitahu ke semua orang karna bisa saja akan menjadi bumerang baginya.
"Chloe, Kurasa semua tentang Raizel di biodata itu benar. Keluarganya memang memiliki pekerjaan gelap, Kita tidak bisa mendekati mereka sembarangan lagi," Holy duduk di pundak Chloe sambil memakan Biskuit nya juga.
"Tapi bagaimana bisa!? Orang yang kupikir terlihat tenang dan pendiam ternyata memiliki sisi gelap seperti itu!? Eh, Tapi kemarin kalau dia adalah seorang pembunuh, Dia seharusnya langsung membunuhku saat itu juga bukan menolongku. Apa karna dia diperintah seseorang?" Benar, Seharusnya jika Raizel adalah seorang pembunuh seperti keluarga Freymon, Raizel pasti akan membunuhnya saat itu juga.
"Entahlah Chloe, Mungkin karena Raizel terobsesi padamu. Dia jadi tidak membunuhmu, Atau bisa juga karena hal lain,"
"Ah, Kusimpan sendiri saja apa yang kulihat kemarin malam, Aku tidak ingin ikut campur urusan keluarganya," Chloe sudah sangat pusing jika terlalu banyak yang dia pikirkan, Netra biru nya menatap ke arah lapangan tenis.
"Jangan melamun,"
Tiba-tiba saja Chloe merasakan sesuatu yang dingin menempel di pipi kirinya, Dia tersentak sesaat, Pikirannya langsung buyar seketika saat merasakan hawa dingin itu.
"GGYYAA, Apa ini!"
Sontak Chloe mengambil sesuatu yang menempel di pipinya, Melihatnya secara langsung. Ternyata hanya sebuah botol air mineral dingin, Hampir saja jantung Chloe copot saking kagetnya tadi. Netra biru nya lantas mendongak menatap sang pelaku.
"Ian, Kalau datang itu bilang-bilang dong! Bikin aku kaget saja!" Protes Chloe kesal, Mendengus kecil karna tindakan pemuda bersurai hitam itu.
Sedangkan Ian hanya diam saja dengan ekspresi datarnya, Dengan acuh melewati Chloe begitu saja. Duduk disamping sang gadis dengan menjaga jarak 1 meter, Dia kemudian meminum air mineralnya.
Chloe memandangi botol mineralnya sesaat, Netra biru nya melirik Ian. "Terima kasih,"
"Hm,"
Chloe meminum air bagiannya, Pandangannya masih terpaku pada lapangan tenis. Sesaat dia kembali merenung usai menutup botolnya kembali.
"Ian,"
__ADS_1
"Hm,"
"Jika keluarga Freymon sebenarnya adalah Keluarga pembunuh, Apa kau akan percaya?"
Pertanyaan Chloe yang tiba-tiba, membuat Ian sesaat terhenti mengusap wajahnya dengan handuk kecil. Pemuda bersurai hitam itu terdiam, Menyadari kalau Chloe perlahan mulai mengetahui rahasia mereka. Malam itu sebelum ulang tahun Raizel, Raizel sempat mengundangnya ke pesta ulang tahun sang pemuda dengan berdalih bahwa dia adalah salah satu anggota HE@VEN, Dan semua anggota HE@VEN harus diundang.
Tapi Ian menolak undangan itu karna malam itu dia juga harus menyelesaikan urusannya di kota sebelah, Jadi Ian memutuskan untuk tidak datang ke pesta ulang tahun Raizel. Pastinya Ian tidak tahu apa yang terjadi di pesta itu selama Ian tidak ada. Namun Ian tahu bahwa Raizel juga mengundang Chloe, Meski dengan cara paksa.
Jadi kemungkinan besar Ian berasumsi bahwa Chloe melakukan sesuatu di pesta Raizel, Sehingga Chloe mulai perlahan mengetahui rahasia mereka.
"Tidak! Jangan mengatakan hal-hal yang belum tentu terbukti benar," Balas Ian dingin, Dia kembali mengusap wajah nya dengan handuk kecil sesaat.
Setelah usai, Ian meletakkan handuk itu di kursi lalu mengambil raket nya dan menuju lapangan untuk berlatih kembali.
Chloe hanya diam memandangi punggung Ian yang semakin menjauh, Ah apa seharusnya tadi dia tidak menanyakan tentang keluarga Freymon pada Ian? Bahkan pemuda bersurai hitam itu tidak percaya padanya. Chloe menghela napas kecil, Mungkin memang seharusnya Chloe menyimpan rapat-rapat apa yang dia lihat tadi malam.
Gadis bersurai biru itu mengambil raketnya lalu menuju lapangan menyusul Ian yang sudah berlatih, Tak lupa meletakkan botol mineralnya di kursi.
*****************
Devian berdiri di luar pintu Gym tempat Ian dan Chloe berlatih, Dia mengawasi gerak-gerik Chloe dari balik pintu yang terdapat jendela kecil berbentuk melingkar, Suasana sekitar Gym yang sepi memudahkan Devian memantau Chloe. Dengan begitu tidak ada Siswa-siswi yang curiga dengan tingkahnya.
Tatapan nya begitu datar dan dingin, Ada rasa dendam di hati nya ketika mengingat kejadian yang dialami nya tadi malam, Dimana Chloe menendang punggungnya hingga dia terjatuh menghantam lantai.
Netra coklat muda nya beralih menatap lengan kiri nya yang terdapat goresan panjang sampai punggung tangan bekas terkena sabetan kapak yang jatuh mengenainya.
"Kak Chloe aku sangat berhutang budi padamu, Akan kubalas kebaikan mu lebih dari ini," Gumam Devian terkekeh kecil memandangi Chloe dari balik pintu.
Kemudian tangannya menggaruk kecil goresan yang terdapat di punggung tangan kiri nya itu, Seakan merasa gatal.
"Cih, luka ini semakin gatal saja. Sepertinya tangan kiriku tak sabar untuk membunuh kak Chloe ya? Tenang saja, Kita pasti akan menemukan waktu yang tepat agar gatal nya hilang," Kata Devian berbicara sendiri layaknya orgil.
"Tunggu saja kak Chloe, Aku pasti akan membalas kebaikanmu," Sesaat Devian tertawa senang dengan volume kecil agar Chloe dan Ian yang sedang berlatih di Gym tidak mendengarkan suaranya.
Segera Devian pergi dari sana, menuju kelasnya sambil bersenandung pelan menyanyikan lagu buatannya sendiri.
__ADS_1
**************
[Dalam GYM]
TAK!
Bola tenis itu memantul melewati garis lapangan lawan, Saat Ian mengopernya pada Chloe. Siswa itu menoleh mengikuti gerakan bola yang melewati garis lapangannya. Kemudian dia tersenyum puas.
"Bagus, Kerja sama kalian semakin baik. Pertahankan sampai hari perlombaan nanti," Kata Siswa itu tersenyum puas. Menoleh pada Ian dan Chloe yang berdiri di seberang pembatas tenis.
"Yeey, Kita berhasil Ian. Semoga kerja sama kita semakin baik sampai hari perlombaan. Ayo kita tos!" Kata Chloe senang sambil tersenyum lebar, Gadis bersurai biru itu mengangkat tangan kanannya berniat kompak dengan Ian.
Sesaat Ian memandang diam tangan Chloe yang terangkat ke udara, Diam tidak bergeming dari tempatnya. Menyadari Ian tidak akan menyambut tangannya, Chloe merasa canggung karna sudah mengajak sang pemuda untuk tos.
"Oh, Um...Maaf," Kata Chloe canggung plus bingung karna Ian hanya diam saja. Sang gadis menarik tangannya, Berniat menurunkan tangannya kembali.
Tapi belum sempat Chloe menurunkan tangannya, Tiba-tiba saja Ian menyambut tangannya dan Kompak pelan dengan Chloe.
TAK!
"High five, Sampai bertemu latihan selanjutnya," Balas Ian dengan ekspresi datarnya, Tangannya sedikit menggenggam tangan Chloe yang kompak dengannya.
Lalu pemuda bernetra merah itu pergi dari ruangan Gym dengan santai, Meninggalkan raket nya di kursi istirahat. Sedangkan Chloe diam mematung, memandangi tangannya yang baru saja tos dengan Ian.
"Wah, Sepertinya Ian sedikit berubah. Tumben dia mau melakukan tos denganku kali ini," Pikir Chloe masih memandangi tangannya sendiri.
"Mungkin Ian sudah mulai tidak terusik lagi dengan kehadiran mu di sekitarnya,"
"Benarkah? Kuharap aku bisa berteman dengannya setelah ini,"
"Ya, berharaplah sesuka mu,"
Chloe hanya terkekeh pelan sesaat, Lalu segera mengembalikan raket di tangannya ke tempat semula.
Dia pamit pada Siswa dan guru olahraganya yang masih disana, Lalu segera keluar Gym untuk mengikuti kelas.
__ADS_1
TBC