
"Ck! Kalau lari tuh pakai mata! Keringatmu nempel di jasku tau gak!" Bentak sosok pria di depan Chloe. Sang gadis hanya bisa bungkam menatap pria yang memakai kaca mata hitam dengan pakaian khas orang kantoran itu.
"Hah, Kenapa aku harus ketemu sama orang yang satu spesies dengan Pak Ezra?!"
Sejenak Chloe menghela napas lalu membungkukkan badannya dalam-dalam, Bermaksud minta maaf pada pria itu.
"Maaf Pak, Saya sedang buru-buru jadi tidak melihat bapak di depan," Kata Chloe kembali menegapkan tubuhnya.
Pria itu mendengus sinis sambil bersidekap, Memandang pakaian Chloe dari atas sampai bawah. Lalu membersihkan jasnya dengan tisu.
"Ck! Alasan klasik,"
Sang gadis hanya bisa tersenyum manis walaupun dalam hati dia kesal setengah mati, Kemudian Chloe kembali teringat bahwa Ethan masih mengejarnya. Gadis itu menoleh ke belakang dan benar saja, Ethan baru saja keluar dari lift membuat Chloe kembali panik.
"Gawat, Aku harus sembunyi," Gumam Chloe panik yang tentu saja di dengar oleh pria di hadapannya.
Pria itu mengerutkan alisnya beberapa saat. "Sembunyi dari apa?"
"Maaf Pak, Saya harus pergi,"
"Hei! Tunggu!"
Chloe kembali lari tak menghiraukan panggilan pria itu, Dia pergi menuju halaman depan kantor. Chloe melihat sebuah semak-semak belukar, Dia bergegas sembunyi di belakang semak-semak itu.
TAP! TAP! TAP!
Detak jantung sang gadis mulai tak beraturan ketika suara langkah kaki mulai mendekat ke tempat persembunyiannya. Chloe meningkatkan kewaspadaannya, Sejenak sang gadis merasakan hembusan napas pelan menggelitik kulit lehernya.
Seketika ekspresi Chloe langsung horror setelah merasakan hembusan napas itu, Pikirannya mulai melayang-layang entah kemana.
"M-Masa sih di siang bolong begini ada setan?!"
GLEK!
Sesaat dia meneguk selivanya kasar, Dengan takut-takut sekaligus penasaran Chloe menoleh ke belakangnya. Menemukan sosok pria yang barusan dia tabrak sudah berada di belakangnya. Ikut sembunyi entah kenapa.
"Ggyya–hmph!"
"Sssttt...Diam!" Bisik pria itu pelan, Refleks membekap mulut Chloe dengan tangannya ketika sang gadis hampir teriak.
Rasanya Chloe merinding sendiri dan hanya bisa mengangguk patuh. Perlahan bekapan pria itu terlepas, Pria itu menunjuk Ethan yang sedang mencari keberadaan Chloe.
Chloe ikut memandangi keberadaan Ethan yang tak jauh dari tempat persembunyian mereka. Samar-samar Chloe bisa mendengar suara Ethan.
"Sial! Dimana OG itu?! Kalau ketemu awas saja dia, Rencanaku bisa hancur berantakan gara-gara dia," Kata Ethan kesal, Menggeram marah sesaat.
Chloe dan pria disampingnya masih mengawasi gerak-gerik Ethan dari jauh. Hingga akhirnya Ethan berjalan pergi dari tempat persembunyian mereka. Chloe menghela napas lega lalu keluar dari tempat persembunyian bersama Pria tadi usai Ethan tak terlihat lagi.
"Syukurlah, Tadi hampir saja," Kata Chloe sambil mengusap dadanya lega.
Pria disamping sang gadis hanya melirik sesaat lalu netranya menatap ID Card yang Chloe pakai.
"Namanya Chloe Amberly? Statusnya cuma OG disini ternyata," Pikir Pria itu sambil memasukkan kedua tangannya dalam saku celana, Menatap datar sekitarnya.
"Terima kasih sudah bantu saya Pak. Oh iya, Kenapa bapak tadi ikut sembunyi?" Chloe noleh pada pria disampingnya.
"Hm...Refleks," Pria itu berdehem pelan sesaat. Sedangkan Chloe speecheless.
"Umm...Kalau begitu bapak ada urusan apa di kantor Pak CEO?"
"Aku salah satu rekan bisnisnya, Aku hanya ada perlu sebentar dengannya. Perwakilan dari Michelle Company Group," Jelas sang pria datar.
Sejenak Chloe tersentak setelah mendengar marga Michelle, Dia teringat pertemuannya dengan Nona Michelle tempo dulu.
"Perwakilan? Apa jangan-jangan pria ini ada hubungannya dengan Nona Michelle yang kutemui dulu?" Pikir Chloe menduga-duga, Sang gadis kemudian tersenyum sambil menjawab sang pria.
"Ah, Soal itu...Maaf saat ini Pak CEO sedang tidak bekerja Pak. Saya dengar beliau sedang sakit,"
"Bagaimana dengan tangan kanannya?"
"Kalau Pak Road Manager juga sedang tidak berada di tempat,"
"Cih! Sia-sia aku datang kemari," Pria itu berdecih sinis, Berbalik ingin melangkah pergi.
"Tunggu Pak! Bagaimana kalau bapak santai-santai dulu sebelum pergi? Saya akan buatkan minuman dan–"
"Gak usah! Aku gak ada waktu buat nerima tawaranmu," Potong sang pria lalu kembali melangkah hingga meninggalkan Chloe disana.
Sang gadis hanya menatap kepergian pria itu, Menghela napas sesaat.
"Huh! Padahal kan maksudku baik, Ketus banget jadi orang," Cibir Chloe pelan usai memastikan pria itu sudah pergi jauh.
Akhirnya Chloe kembali memasuki kantor, Dia hanya bisa berharap tidak berpapasan dengan Ethan sebelum misinya selesai.
****************
__ADS_1
Sang gadis bergegas ke ruang CCTV. Dia memerlukan satu bukti lagi disana. Dengan tergesa-gesa dia mengetuk pintu.
TOK! TOK! TOK!
Tak lama seorang karyawan yang bertugas mengawasi CCTV membuka pintu, Menemukan Chloe yang sedang buru-buru.
"Ada apa?"
"Ano, Pak bisa saya periksa CCTV nya sebentar. Saya sangat perlu pemeriksaan ini," Kata Chloe cemas.
Karyawan itu mengernyit tak senang. "Untuk apa? Yang tidak berkepentingan di larang masuk,"
"Tapi ini sangat penting Pak,"
"Gak bisa! OG sepertimu punya urusan apa?! Pergi sana!" Usir Karyawan itu lalu menutup pintu dengan kesal.
BLAM!
Chloe mendengus sebal, Dia berbalik sambil melangkah menjauhi ruangan itu.
"Ugh...Kacau, Aku tidak bisa masuk ke sana. Padahal tinggal satu bukti lagi," Gumam Chloe pelan agar tidak ada yang mendengar suaranya.
Kalau dia masuk mengendap-endap juga bakal ketahuan, Chloe merasa kalau Ethan sudah bergerak cepat untuk menyuruh karyawan yang bertugas mengawasi CCTV itu untuk tidak memperbolehkannya masuk.
"Jangan-jangan mereka kerja sama biar tidak ada yang bisa mengacaukan rencana Pak G.M," Pikir Chloe masih berjalan tak tentu arah, Dia perlu rencana selanjutnya yang lebih matang agar bisa memasuki ruang CCTV itu.
******************
[Malam hari, Rumah Chloe]
Chloe menghempaskan tubuhnya ke kasur usai selesai mandi, Menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.
"Setelah Beberapa bulan aku balik lagi ke rumah lamaku. Ah, Kangen sekali dengan kasur ini," Kata Chloe sambil guling-guling sebentar di kasurnya dengan senyum mengembang. Tertawa sesaat.
Namun setelahnya dia teringat dengan Holy, Kalau dulu Chloe tinggal bareng Holy sekarang dia sendirian tanpa Holy. Rasanya Chloe kesepian juga karna gak ada yang bisa diajak bercanda.
"Kalau dipikir-pikir ini juga keputusanku untuk meninggalkan Asrama,"
Chloe kembali menatap langit-langit kamarnya, Kemudian netranya beralih menatap 3 Piala dan barang Favorit ke-5 karakter utama pria yang dia dapatkan dulu meski hanya barang favorit milik Felix yang terbuka.
Chloe meranjak dari kasurnya mengambil salah satu barang favorit Felix, Dia mengambil sebuah pistol di rak dan terdapat beberapa peluru disana. Sang gadis memperhatikan pistol itu dalam diam.
Dia meletakkan kembali ke tempat semula, Lalu beralih mengambil barang favorit Felix yang lain. Sebuah buku masakan dengan berbagai macam resep di dalamnya.
"Mungkin ini resep masakan favorit Kak Felix, Bisa kucoba nanti,"
Chloe menatap pistol dan resep masakan di rak tersebut. Hanya dua benda itu saja yang dia dapatkan dari favorit Felix. Sisanya bahkan tertutup semua.
Sang gadis mengangkat kedua pundaknya acuh, Toh sekarang misi sudah di ganti jadi dia tidak perlu repot-repot fokus dengan hadiah itu.
Sesaat netra birunya beralih menatap bunga mawar yang bercahaya tergeletak di nakas, Bunga itu terlihat tumbuh dengan baik dan segar saat Chloe sudah meletakkannya di vas bunga. Dia mendekati Mawar tersebut dan kembali mendengar suara detak jantung dari dalam mawar itu.
Deg! Deg! Deg!
"Baru pertama kali aku dengar suara detak jantung dari dalam mawar. Apa hubungannya Aiden dengan mawar biru?" Chloe kembali menatap mawar itu, Menyentuh kelopak mawar dengan jari telunjuknya.
"Dia juga punya kekuatan pengendali tanaman selain senjata cakar itu. Aku bahkan tidak tahu asal usulnya dari mana, Kekuatan yang menarik sekaligus menyeramkan," Gumam Chloe heran, Dia duduk di sisi kasur lalu mendekatkan wajahnya pada mawar itu. Mencoba menghirup aromanya.
Mawar biru itu memiliki aroma yang harum dan menenangkan sama seperti bunga mawar pada umumnya, Namun lebih memikat dibandingkan mawar lainnya.
Chloe tersenyum puas, Usai mencium aroma mawar itu. Dia putuskan untuk tidur, Mengistirahatkan diri untuk aktivitas esok hari.
*****************
[Dream]
"Hahaha! Hahaha!"
Samar-samar Chloe mendengar suara tawa anak kecil dan derap langkah yang berlarian. Gadis itu perlahan membuka matanya, Menampilkan netra biru langit. Dengan wajah sayu Chloe bangun dari tidurannya, Menatap sekeliling yang begitu asing.
Sebuah rumah bergaya eropa kuno dengan nuansa elegan dan memiliki aura bangsawan yang sangat kental. Sesaat Chloe mengerjap mencoba mengenali rumah tersebut. Halaman rumah itu begitu luas serta berbagai tanaman menghiasi rumah itu.
Sang gadis menunduk menatap tanah di bawahnya, Dia mengerut merasa bingung dan heran lalu segera berdiri tegap sambil menepuk-nepuk pakaiannya sendiri.
"Aneh, Kenapa tiba-tiba aku malah tiduran di tanah? Bukannya tadi aku tidur di kasur ya?" Kata Chloe heran, Kembali netranya menatap sekeliling rumah bergaya eropa kuno itu.
"Hahaha, Hahaha!"
Dua orang anak kecil berlarian melewati Chloe, Mereka menembus tubuh sang gadis. Chloe kembali mengerjap heran, Menatap tangannya yang transparan sesaat.
"Jangan-jangan aku jadi hantu lagi? Tanganku pucat sekali," Chloe menggerakkan tangannya yang transparan itu seolah-olah ingin menggapai udara kosong.
Kemudian dia menoleh dan menemukan dua orang anak yang melewatinya tadi sedang bermain di dekat Gazebo. Mereka tertawa bahagia, Dua orang anak kecil laki-laki dan perempuan itu tidak menyadari kehadiran Chloe.
__ADS_1
Netranya menyipit sesaat, Merasa kenal dengan salah satu anak kecil disana. Salah satu anak kecil itu memiliki surai ungu bercampur hitam di puncak rambutnya dan memiliki Netra ungu tua. Anak itu tengah memegang setangkai mawar biru.
"Tunggu dulu! Anak kecil itu mirip sekali dengan Aiden?! Apa jangan-jangan ini masa kecilnya Aiden?!" Chloe terlonjak kaget menyadari salah satu anak kecil itu mirip Aiden.
Dia mendekati kedua anak tersebut, Tampaknya mereka asyik bermain dengan mawar-mawar itu. Lalu tak lama Aiden kecil terlihat sedang merangkai mawar-mawar itu menjadi mahkota dan menunjukkannya pada anak kecil lainnya.
"Kakak coba pakai," Pinta Aiden kecil dengan senyum mengembang, Memakaikan mahkota bunga itu di kepalanya anak kecil satunya yang dipanggil 'Kakak'.
Sang kakak hanya tersenyum lalu menerima mahkota itu dengan senang hati, Memakai mahkota bunga di kepalanya.
"Wah terima kasih Aiden, Mahkota ini bagus sekali," Puji sang kakak senang dengan rangkaian bunga di kepalanya.
"Hehehe, Aiden gitu lho," Kata Aiden kecil bangga.
Chloe memilih ikut duduk di Gazebo itu, Memperhatikan Aiden kecil bersama sang kakak dalam diam. Toh kedua anak kecil itu tidak melihatnya jadi Chloe tenang-tenang aja.
Tak lama tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita dari dalam rumah bergaya eropa kuno itu bersamaan dengan suara tembakan, Tembakan itu sangat kencang hingga membuat Aiden kecil dan kakaknya kaget.
"KKKYYYAAA!"
DOR!
Aiden kecil bersama kakaknya diikuti Chloe bergegas lari menuju dalam rumah, Memastikan apakah semuanya baik-baik saja. Mereka dengan panik menuju ruang tamu.
Netra Chloe membulat kaget di sertai teriakan histeris dari kakak Aiden kecil, Bahkan Aiden kecil mulai menangis. Di ruang tamu itu terdapat seorang wanita tergeletak tak bernyawa dengan bercak darah yang tersebar dimana-mana. Di kepala sang wanita juga terdapat bekas tembakan hingga membolongi kepalanya.
"Ibuuuu!" Kakak Aiden masih histeris, Berlari cepat menuju tubuh wanita yang sudah tak bernyawa tersebut. Mengguncangkan tubuh sang wanita.
Aiden ikut berlari dan mengguncangkan tubuh ibu mereka, Berharap ibu mereka bangun. Aiden kecil menangis kencang.
"Ibu, Jangan tinggalkan kami bu!" Kata Aiden kecil disertai isak tangisnya.
Namun tak ada jawaban sama sekali dari ibu mereka, Hanya kesunyian yang mengisi tempat itu. Sedangkan Chloe terdiam mematung, hanya bisa menatap nanar kedua anak kecil itu.
TAP! TAP! TAP!
Suara langkah kaki yang mendekat membuat kedua anak itu termasuk Chloe menoleh, Terlihat beberapa laki-laki berpakaian serba putih dengan Jas dan sarung tangan ala Professor mendekati kedua anak kecil itu.
Refleks kakak Aiden melindungi Aiden kecil dengan tubuhnya, Merentang kedua tangan agar para laki-laki itu tidak melukai adiknya. Chloe juga melakukan hal yang sama namun sayang tubuhnya menembus kedua anak kecil tersebut.
"Aduh, Yang benar saja?! Aku enggak bisa bantu mereka. Kenapa tubuhku harus transparan sih?!" Chloe mendengus kesal, Berdiri di sisi kakak Aiden kecil.
"Siapa kalian?! Kenapa kalian membunuh ibu kami?!" Bentak kakak Aiden berusaha tegar meskipun dirinya masih menangis saat itu.
Laki-laki paling depan menatap dingin kedua anak kecil di depannya. "Ayah kalian sudah membunuh ketua kami terdahulu sebelum dia mati, Maka sebagai gantinya adalah nyawa dibalas nyawa,"
"Tangkap kedua anak itu!" Perintah laki-laki tersebut dan langsung saja para bawahannya mendekati kakak Aiden dan Aiden kecil.
"Aiden! Lari!" Teriak kakaknya sambil mendorong Aiden menjauh darinya. Aiden terkejut kembali menangis dan menggeleng.
"Enggak mau!"
"Pergi Aiden!"
Kakak Aiden berusaha memberontak ketika orang-orang itu menangkapnya, Berteriak agar Aiden segera pergi dari sana.
Aiden menatap sedih lalu berbalik ingin lari, Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara teriakan dan tembakkan di belakangnya.
"Aarrgghhh! Anak nakal!"
DOR!
BBRRUUKK!
Refleks Aiden kecil berbalik menatap tak percaya tubuh kakaknya yang bersimbah darah, Netranya kembali berkaca-kaca. Lututnya perlahan mulai lemas dan akhirnya Aiden kecil terduduk di lantai. Tatapannya berubah kosong kehilangan cahayanya, Aiden kecil benar-benar sangat syok dengan apa yang dilihatnya.
"KAKAK!" Teriak Aiden kecil histeris saat melihat Kakaknya sudah tak bernyawa. Tangisnya semakin menjadi-jadi.
Laki-laki paling depan mendekati Aiden kecil, Lalu menarik anak itu dengan kasar dan menyeretnya secara paksa keluar dari rumah tersebut.
"Ikut kami," Kata laki-laki itu dingin.
"Tidak! Kakak! Ibu!" Teriak Aiden kecil memanggil nama keluarga sambil menangis, Mencoba memberontak dari sang pria.
Chloe berlari keluar dari rumah saat para bawahan laki-laki itu mulai membakar mayat ibu dan kakak Aiden serta seisi rumah tersebut.
Yang Chloe lihat terakhir kali adalah Aiden kecil yang dibuat pingsan oleh laki-laki itu sebelum sebuah sinar cahaya muncul di hadapan Chloe dan membuat sang gadis harus memejamkan mata untuk menghindari sinar cahaya itu.
TBC
__ADS_1