
[Keesokan harinya]
Cahaya mentari bersinar cerah dari balik celah-celah gorden, Chloe perlahan bangun dari tidurnya saat sinar mentari mengenai wajahnya. Ia menguap kecil dengan ekspresi sayu, Meranjak pergi dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Menit demi menit berlalu begitu cepat, Chloe keluar dari kamar mandi kini wajahnya tampak lebih segar dari sebelumnya. Pakaiannya pun sudah rapi dengan pakaian kasual. Sesaat gadis bersurai biru itu mengeringkan rambutnya dan mulai menyisir rambutnya perlahan.
Usai selesai dengan rutinitas paginya sang gadis membiarkan pintu balkonnya terbuka agar udara segar memenuhi kamar.
Ia tersenyum puas sembari netranya menatap sekeliling kamar yang sudah rapi. "Waktunya buat sarapan,"
Dengan mood yang baik gadis itu melangkah pergi meninggalkan kamarnya.
**************
[Dapur]
Setibanya di dapur langkahnya terhenti karna terkejut dengan pemandangan di hadapannya. Beberapa menu sarapan sudah tersedia di meja itu tanpa terkecuali. Dapurnya juga sangat bersih dan rapi dari sebelumnya padahal seingat Chloe ia belum sempat membersihkan dapurnya karna terlalu sibuk, Beberapa asap mengepul dari makanan-makanan yang sudah tersedia itu, Tampak baru saja dibuat.
Netranya pun menangkap sosok familiar tengah membersihkan peralatan masak di wastafel, Sosok itu sedang membelakanginya sekarang namun dari surai berwarna ungu itu Chloe sudah bisa menebak siapa pelakunya.
"Aiden?"
"Hm...,"
"Apa yang kau lakukan di rumahku?" Chloe mendekati Aiden yang masih sibuk dengan aktivitasnya.
"Membantu nona, Kulihat akhir-akhir ini nona sangat sibuk hingga rumah pun jadi terbengkalai,"
"Hei! Bukan terbengkalai! Aku hanya tidak punya waktu untuk membersihkannya," Protes sang gadis sambil mengerutkan alisnya.
"Sama saja," Aiden mematikan air keran, Mengeringkan tangannya dengan kain.
"Hm...Dari mana kau datang? Seingatku aku sudah mengunci semua pintu,"
"Aku membuat portal dari figura yang berada di ruang tamu, Dengan portal itu aku bisa pergi ke sini dan ke Asrama dengan cepat," Sahut Aiden seadanya, Ia melangkah menuju meja makan diikuti Chloe.
"Untuk apa sih kau melakukan itu?" Tangannya menarik kursi lalu duduk disana berhadapan dengan Aiden.
"Setidaknya aku bisa mengawasi nona dan anggota lainnya meski jarak tempatnya jauh,"
"Lalu bagaimana dengan yang di Asrama, Apa kau sudah membuat sarapan untuk mereka?" Chloe meraih roti bakarnya dan mengolesnya dengan selai, Tak lama memakan roti tersebut.
"Sudah, Aku sudah menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum kesini," Aiden melakukan hal yang sama dengan Chloe, Ikut makan sarapannya.
"Baguslah,"
Sejenak terjadi keheningan diantara keduanya, Saling menikmati sarapan masing-masing. Netra ungu tua milik Aiden melirik Chloe yang tengah makan.
"Bagaimana perkembangan mawarku?"
Aktivitas Chloe terhenti sesaat, Ia menelan makanannya sebelum membalas pertanyaan Aiden.
"Baik, Selama ini tidak ada yang terjadi. Mawarmu aman kok. Hanya saja sulurnya jadi menjalar kemana-mana, Sampai-sampai waktu itu hampir menutupi pintu kamarku," Chloe mendengus kecil kembali makan dengan cemberut.
"Maaf, Kadang perkembangannya tidak terkendali. Tapi sudah kuatasi saat kau tidur,"
"Huft...Hampir saja rumahku jadi belantara gara-gara sulur-sulur itu,"
Aiden hanya diam menatap datar, Ia memilih menghabiskan makanannya. Tak lama Chloe ikut diam karna tidak ada yang dibicarakan lagi.
***************
Usai Selesai makan Chloe membantu Aiden membersihkan sisa makan mereka. Aiden yang cuci piring dan Chloe yang mengeringkan semua piring.
"Nona, Apa hari ini nona ada waktu?"
"Ada, Kenapa emangnya?"
"Aku ingin jalan-jalan, Nona mau ikut?" Sahut Aiden mematikan keran setelah piring terakhirnya di cuci.
"Boleh tuh, Bosan juga kalau dirumah sendirian," Kepalanya mengangguk kecil menyetujui ajakan Aiden.
__ADS_1
"Tempatnya terserah kau,"
"Taman hiburan gimana?" Usul Chloe menoleh pada Aiden, Tangannya masih mengeringkan piring terakhir.
"Boleh,"
"Yosh, Baiklah. Aku siap-siap dulu," Dengan antusias Chloe meletakkan piring terakhir di rak piring lalu bergegas pergi menuju kamarnya meninggalkan Aiden yang hanya diam menatap.
*************
[Taman Hiburan]
Tap! Tap! Tap!
Senyum lebar terpatri di bibir sang gadis saat menginjakkan kakinya di depan sebuah Gapura yang menjulang tinggi. Kepalanya mendongak menatap gapura yang bertuliskan 'Wonderland' itu. Netra birunya berbinar senang layaknya anak kecil.
Banyak pengunjung dari berbagai usia berada di taman itu, Tak sedikit dari mereka berdesak-desakkan demi bisa menaiki wahana yang diinginkan.
Lantas Chloe menolehkan kepalanya menatap Aiden yang berada di sampingnya, Menarik-narik ujung lengan sang pria.
"Ayo cepat kita masuk, Nanti keburu gak kebagian tiket," Pinta Chloe menarik lengan Aiden pelan menuju loket.
"Tidak perlu buru-buru, Masih ada waktu," Aiden pasrah mengikuti gadis dihadapannya, Sesekali netra nya melirik antrian pengunjung yang cukup banyak.
"Tapi nanti gak kebagian, Hari minggu begini banyak yang ingin bermain," Celoteh nya sembari ikut mengantri.
Aiden diam sejenak memperhatikan antrian pengunjung, Namun tak lama terdengar suara mic yang sangat kencang dekat loket.
"BAGI YANG BERPASANGAN BISA ANTRI DISINI!"
Suara mic itu menarik perhatian beberapa pengunjung termasuk Aiden, Tanpa pikir panjang Aiden segera menggenggam tangan Chloe dan menuntun sang gadis menuju loket satunya sebelum banyak pengunjung lain ikut mengantri.
"Eh, Aiden mau kemana?"
Aiden tak menjawab kakinya terus melangkah menghampiri si penjaga loket, Sesampainya disana ia langsung mengatakan tujuannya.
"Permisi, Kami berpasangan. Apa kami bisa mendapat tiketnya?" Tanya Aiden dengan ekspresi datar tanpa melepas genggaman tangannya.
"Oh iya, Selamat kalian pasangan yang ke-17. Ini tiketnya dan hadiah couple nya,"
Keduanya segera memasuki area taman bermain, Chloe menatap topi di tangannya sesaat.
"Topinya lucu," Serunya senang sambil memakai topi itu. Sedangkan Aiden hanya memperhatikan saja.
"Aiden coba pakai deh," Tangannya tersodor memberikan topi itu dihadapan sang pria.
"Ini hanya topi, Aku tidak perlu memakainya,"
"Biar couple, Ayo dong Aiden," Chloe menatap Aiden memelas, Berharap pria bersurai ungu itu memakai topinya juga.
Aiden memalingkan wajah, Sejujurnya ia malu pakai topi itu namun karna tatapan memelas sang gadis jadi ia mengikuti permintaan Chloe. Dengan ragu ia memakai topi yang disodorkan padanya.
Chloe tersenyum senang sembari mengambil hp nya. "Nah sekarang waktunya kita foto dulu buat kenang-kenangan,"
"Gak! Gak usah di foto!"
"Cuma sekali kok,"
Pria itu mendengus ia memilih menjauhkan dirinya dari Chloe, Namun sang gadis juga tak menyerah. Ia menahan lengan Aiden dan merangkul leher sang pria mendekat hingga Aiden terpaksa diam ditempat.
Sedangkan Chloe mulai bergaya sambil memegangi hp nya. Tak lupa ia tersenyum lebar sambil menjulurkan lidah pada kamera. Berbeda dengan Aiden yang melirik Chloe dengan sebal, Rona tipis samar terlihat di kedua pipinya.
"Siap ya, Satu dua tiga...,"
Cekrek!
Usai berfoto gadis itu memperhatikan hasilnya dan tak lupa memperlihatkannya pada Aiden.
"Gimana? Baguskan?" Katanya bangga.
__ADS_1
"Lumayan,"
Selesai menyimpan hpnya, Chloe mulai menatap satu-persatu wahana di sekitar taman. Ia mununjuk sebuah wahana yang cukup anti maenstream disana.
"Aiden, Naik roller coaster yuk!"
"Langsung naik itu? Yakin?" Sesaat alisnya mengerut mendengar ajakan Chloe.
"Iya, Gak papa. Kita juga udah makan kok,"
"Ya sudah,"
Keduanya mulai menaiki beberapa wahana bermain disana, Mulai dari yang anti maenstream sampai rumah hantu pun juga dimasuki. Seharian mereka hanya bermain disana hingga malam.
Setelah puas bermain keduanya mendekati salah satu bangku kosong, Aiden memapah Chloe yang hampir mual akibat tidak tahan dengan wahana kora-kora. Wahana itu membuat adrenalin sang gadis berpacu terlalu cepat.
"Sudah kubilang wahana itu terlalu maenstream untukmu, Jadinya begini kan!" Aiden mendudukkan Chloe di bangku, Kepala sang gadis langsung menyandar pada sandaran bangku dengan wajah pucat.
"Maaf, Habisnya terlihat dari jauh kayaknya seru, Jadinya aku pengen coba. Tapi kayaknya adrenalinku gak kuat, Malah jadi merepotkanmu," Chloe menunduk kecil sembari memijit keningnya yang agak pusing.
Terdengar helaan napas dari Aiden, Pemuda itu menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Tunggulah disini. Aku akan segera kembali,"
Kepalanya mengangguk kecil menatap kepergian Aiden, Ia memilih kembali menyandarkan kepalanya sesekali memijit keningnya. Menatap langit malam yang dipenuhi banyak bintang.
Seketika tiba-tiba bayangan dirinya tengah berjalan-jalan dengan Raizel kemarin terlintas di benaknya, Sampai sekarang Chloe masih heran dengan Raizel. Setiap ia tersenyum atau mencium pipi sang pemuda seperti kemarin. Entah kenapa Raizel selalu pingsan, Padahal ia merasa tindakkan itu sudah biasa dilakukan banyak orang tapi untuk kasus Raizel benar-benar berbeda.
"Apa aku terlalu berlebihan kemarin? Perasaan aku ngerasa biasa aja. Saat di semangatin pas dia latihan dulu dia juga pingsan. Aneh banget, Kayaknya mulai sekarang lebih baik aku gak lakuin hal-hal kayak gitu lagi ke Raizel. Kasihan pingsan mulu," Batinnya masih menatap langit malam.
Tak lama netranya menangkap wajah Aiden yang berada di hadapannya, Sang pria menyodorkan air mineral pada Chloe. Dengan senang hati ia menerima air itu dan tak lama Aiden duduk disampingnya.
"Thanks,"
"Hm...,"
Chloe langsung meneguk airnya tak lupa membuka tutup air itu sebelumnya. Aiden melakukan hal yang sama, Keduanya sama-sama menatap keramaian taman bermain. Beberapa pengunjung ada yang hilir mudik depan mereka.
"Hari ini begitu menyenangkan, Sampai lupa waktu kalau sudah malam," Chloe terkekeh pelan sesaat lalu menoleh pada Aiden di sampingnya. "Iya gak?"
"Iya, Kalau saja kau tidak hampir mual tadi. Kau pasti sudah main wahana yang lain sampai lupa kalau taman ini mau tutup. Benar kan?" Aiden melirik kecil sembari mendengus pelan.
Sedangkan sang gadis cecengesan mengiyakan perkataan Aiden, Ia mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya begitulah, Aku sudah lama tidak ke taman bermain. Jadi kalau kesini antusias banget sampai puas," Jelasnya menatap para pengunjung yang hilir mudik, Sesaat Chloe kembali minum.
Sejenak Aiden terdiam ikut menatap para pengunjung, Memulai obrolan kembali. "Apa kau tidak ingin kembali tinggal di Asrama?"
Mendengar pertanyaan Aiden yang menyapu pendengarannya sontak membuat Chloe bungkam sesaat, Ia menutup air mineralnya.
"Entahlah, Aku masih memikirkannya. Disisi lain aku merasa nyaman tinggal sendiri tapi disisi lainnya ada rasa kesepian juga. Namun untuk sekarang aku masih ingin sendiri," Chloe menunduk kecil.
"Begitu ya, Tidak apa-apa. Asrama akan selalu terbuka untukmu, Karna kau adalah bagian dari keluarga kami. Kami akan selalu menerimamu,"
Chloe menoleh kecil pada Aiden yang tidak menatapnya, Sesaat gadis itu merasakan perasaan hangat di hatinya. Senang mendengar kalau dirinya sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga di Asrama.
Kakinya berayun-ayun pelan merasa senang sekaligus gembira.
"Terima kasih,"
kepalanya kembali menoleh saat suara Aiden kembali terdengar. "Untuk?"
Aiden menatap balik hingga netra ungu nya bertemu dengan netra biru Chloe, Perlahan senyum kecil terpatri di bibir pria bersurai ungu itu dengan rona tipis samar di kedua pipinya.
"Terima kasih untuk kesenangan yang baru saja aku nikmati,"
Chloe menatap dalam diam sesaat perlahan ia ikut tersenyum, Sebuah usapan di kepala dirasakan dirinya. Aiden mengusap surai biru milik Chloe dengan senyum tipis.
Sang gadis hanya membiarkan, Ia tertawa pelan beberapa saat. Tak lama tangannya digenggam oleh Aiden.
"Mau pulang sekarang?"
"Oke, Ayo pulang,"
__ADS_1
Keduanya meranjak dari bangku sembari bergandengan tangan dan pergi menjauhi area taman bermain.
TBC