System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Undangan


__ADS_3

[7.00 A.M]


Chloe bangun lebih pagi hari ini, Dia dengan semangat segera melakukan aktivitasnya sebelum pergi. Tak lupa dia juga sarapan bersama Holy. Usai sarapan Chloe mengganti pakaiannya menjadi pakaian kasual dengan baju lengan panjang berwarna abu-abu, Dan celana jeans agak longgar berwarna hitam. Dia mengikat rambut panjangnya kepang satu, Dan tak lupa memakai tas selempang kecil dan jaket berwarna Biru tua (Chloe punya dua jaket, Jaket satunya udah dikasih ke Rion).


"Siap, Yosh. Saatnya memulai misi mencari informasi keluarga asli Chloe Amberly," Kata Chloe sambil mengepalkan tangan kanannya, Meninju udara dengan semangat.


"Aku juga udah siap," Kata Holy sambil memutar tubuhnya, Di punggungnya terlihat ransel kecil yang sejujurnya hanya dipakai untuk gaya. Tersenyum senang.


"Heleh, Tu ransel cuma buat gaya-gayaan. System mana butuh pakai ransel," Chloe memutar bola matanya malas, Merasa aneh dengan tingkah Holy.


"Biarin, Yang penting gaya cuy,"


Sesaat Chloe hanya menggeleng pelan, Dia melangkah keluar dari kamarnya di ikuti oleh Holy, Setelahnya dia memakai sepatu yang sudah tersedia di rak alas kaki.


"Udah selesai, Yuk buruan pergi. Perjalanan kita agak panjang untuk sampai ke alamat panti itu," Ajak Chloe sambil mengambil kunci dari dalam tas kecilnya, Mengunci pintu rumah.


"Oke, Ayo!"


Mereka bergegas pergi menuju halte bus sebelum menjelang siang, Apalagi hari libur begini pasti halte bus juga dipadati oleh pejalan kaki, Karna itu Chloe harus bergegas pergi sebelum jalanan makin ramai.


******************


[3 Jam kemudian....]


TAP! TAP! TAP!


Cukup memakan waktu lama dalam perjalanan mencari alamat Panti asuhan yang tertera di kertas sesuai wasiat ibu nya Chloe dulu. Setelah turun dari bus, Chloe harus jalan kaki beberapa meter.


Ternyata panti asuhan itu berada di sekitar komplek super luas, Chloe sampai muter-muter di jalur yang sama karna tersesat. Netra birunya terus memandangi nomor rumah yang tertera di setiap rumah yang di lewatinya, Sampai akhirnya langkah kakinya terhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan halaman yang agak luas.


Namun terlihat dari luar rumah itu Tampaknya kosong dan sunyi, Halamannya pun tampak berantakan dengan sisa-sisa daun kering yang berguguran. Terlihat tidak terawat dari luar.


Netra birunya sekali lagi membandingkan nomor rumah itu dengan alamat di kertas yang Chloe pegang.


"Nomor rumah dan alamatnya sama Chloe, Kurasa rumah ini memang benar-benar alamat panti asuhan itu," Kata Holy setelah ikut membandingkan alamat rumahnya dengan yang berada di kertas.


"Tapi kok dari luar kelihatan kosong? Para penghuninya pada kemana? Sunyi bener," Balas Chloe heran, Masih memperhatikan rumah itu dari balik pagar.


"Mungkin harus diketok dulu," Saran Holy.


Chloe mengikuti saran Holy, Dia berniat membuka pagar di rumah itu agar bisa masuk ke dalamnya, Namun sayangnya pagar itu gak bisa dibuka.


"Pagarnya di kunci," Pikir Chloe yang masih berusaha membuka pagar tersebut, Karna gak mau terbuka akhirnya Chloe berteriak dari balik pagar.


"Halo, Permisi. Apa ada orang di rumah ini?"

__ADS_1


Hanya kesunyian saja lah yang menyambut teriakan Chloe tadi, Sesaat terdengar kicauan burung yang lewat tepat di halaman rumah itu. Chloe dan Holy saling pandang, Kembali menatap suasana sekitar rumah tersebut yang sunyi.


Segera Netra biru Chloe mencari-cari seseorang atau tetangga yang dekat dengan rumah tersebut. Untung Netra nya menangkap seorang ibu-ibu yang sedang menyapu halaman rumah berjarak satu rumah dari panti di depannya. Segera Chloe mendekati ibu-ibu tersebut untuk menggali informasi tentang rumah panti yang terlihat kosong itu.


"Ano, Permisi bu," Kata Chloe ramah usai dekat dengan pagar rumah sang ibu.


"Ya, Ada apa dek?" Ibu itu menoleh sesaat pada Chloe, Lalu mendekati Chloe yang hanya terhalang pagar rumah.


"Saya numpang tanya bu,"


"Ya, Silakan,"


"Apa benar rumah itu dulunya adalah panti asuhan kasih bunda?" Tanya Chloe sambil menunjuk rumah yang di datanginya tadi.


"Iya, Benar dulunya rumah itu adalah bekas panti asuhan. Tapi sekarang mereka sudah pindah ke luar kota, Karna tidak bisa bayar uang sewa. Mereka akhirnya minggat dari rumah itu. Jadi sekarang rumah itu tidak memiliki penghuninya lagi setelah 6 tahun yang lalu,"


Sejenak Chloe tersentak sesaat, Agak kaget karna pencariannya tidak membuahkan hasil.


"Oh begitu, Apa ibu tahu mereka pindah kemana?"


"Maaf, Kalau itu saya kurang tahu dek. Soalnya udah lama juga gak ada kabar dari pemilik panti asuhan itu. Rumah itu pun sekarang sedang disewakan,"


"Kalau nomor telepon pemilik panti, Apa ibu punya?"


"Yang saya dengar-dengar sih berita nya saat pemilik panti itu pindah, Semua kontak nomor telepon khusus yayasan di hapus semua, Jadi warga komplek sini gak ada yang tahu nomor kontak baru panti asuhan itu. Sampai sekarang gak terdengar kabarnya lagi," Jawab ibu-ibu itu sambil menggeleng pelan.


"Kalau begitu terima kasih atas informasinya bu, Saya permisi," Chloe menunjukkan senyum tipisnya yang dibalas anggukan ibu-ibu itu.


"Sama-sama dek,"


Chloe pun pergi menjauh dari rumah ibu-ibu itu, Melewati rumah bekas panti asuhan yang kosong.


"Yah, Perjalanan kita sia-sia Holy. Panti asuhannya ternyata sudah tutup 6 tahun yang lalu. Gak ada petunjuk lainnya lagi selain panti asuhan itu," Kata Chloe kecewa dalam hati. Berjalan pulang dengan lemas.


"Sabar Chloe, mungkin ini sudah takdir Chloe Amberly tak bisa ketemu keluarga aslinya lagi," Holy menepuk surai biru Chloe pelan.


"Aku akan membiarkan hidup ini berjalan semestinya deh, Tapi btw masa keluarganya gak nyariin dia selama ini?" Chloe memandang Holy yang terbang di samping kepalanya.


"Nyariin mungkin, Cuma kalau Chloe nya udah gede kayak gini. Bakalan sedikit susah sih buat mastiin," Jelas Holy sambil mengangkat kedua bahunya.


"Benar juga sih, Petunjuk satu-satunya kalung ini. Cuma aku gak yakin, Kayaknya kalung ini gak terlalu berpengaruh buat jadi petunjuk," Sesaat Chloe memperhatikan kalung yang dipakainya.


"Benar-benar, Kita sudahi saja pencarian ini. Capek banget,"


"Huh, Iya,"

__ADS_1


Akhirnya Chloe pulang tanpa membuahkan hasil, Memang agak mengecewakan karena Panti asuhan itu sudah pindah. Ke luar kota pula, Jadi kan Chloe mana tahu dimana panti itu berada.


****************


[Rumah]


Sesampainya di depan rumah, Chloe berniat membuka pintu rumahnya. Namun Netranya tak sengaja menangkap sebuah surat berwarna merah yang tergeletak di bawah pintu, Chloe pun mengambil surat itu lalu cepat-cepat memasuki dalam rumahnya.


Dia segera menuju kamarnya, Melepaskan semua jaket dan tas yang dipakainya. Mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan, Setelahnya Chloe cuci muka sebentar di kamar mandi.


Setelah semua kegiatannya selesai, Dia dengan ekspresi lelah duduk di sisi kasur. Membuka isi surat itu.


Di dalamnya terdapat sebuah kertas dengan sebuah kartu yang di tengahnya bisa digosok (Biasanya di gosok pakai koin, Untuk mengetahui apa yang tersembunyi di baliknya). Di sisi atas kartu itu terdapat tulisan 'Asrama' namun tulisan selanjutnya setelah Asrama di tutup oleh gosokan koin dan Chloe gak berani kalau harus gosok sembarangan.


Holy mendekat ingin ikut membaca surat misterius yang tergeletak di depan rumah Chloe, Dengan sedikit ragu Chloe membuka kertas tersebut. Membacanya seksama dengan Holy.


...Halo, Sepertinya kau sedang bingung sekarang kenapa surat ini ada di depan rumahmu, Chloe Amberly. Terkejut, Karna aku tahu namamu? Tentu saja, aku sudah mengetahui semua informasi tentangmu sejak dulu. Yah, Aku tidak ingin terlalu banyak basa basi. Saat ini kau sedang mencari keluarga aslimu bukan? Hahaha, Kenapa aku bisa tau apa yang kau inginkan? Sudah kubilang, Aku tahu semua informasi tentangmu....


...Intinya bersamaan dengan datangnya surat ini, Aku ingin menawarkan sebuah kesepakatan. Kesepakatan yang akan menguntungkan kita berdua....


Sejenak Chloe berhenti membaca surat misterius itu, Agak kaget karna sosok yang mengirim surat ini mengetahui semua tentangnya. Bahkan nama dan alamat rumah Chloe, Orang itu tahu.


"Dia stalker, Semua informasi tentangmu bocor kemana-mana," Kata Holy kaget, Merasa panik dan cemas.


"Jangan panik Holy, Selama sosok misterius ini tidak melakukan yang membahayakan kita. Maka kita harus menyikapinya dengan tenang," Kata Chloe santai, Toh hanya sebuah surat. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari surat ini.


Netra birunya kembali membaca dengan seksama surat di tangannya.


...Aku tahu dimana keluarga kandungmu yang sebenarnya, Semua informasi keluarga kandungmu sudah kudapatkan. Dan kesepakatan yang kutawarkan adalah Aku akan membantumu menemukan keluarga asli mu dan aku butuh bantuanmu untuk menjadi bagian dari kelompokku. Bagaimana apa kau tertarik dengan kesepakatan ini?...


...Jika kau tertarik datanglah ke alamat yang berada di belakang surat ini, Ku beri waktu 3 hari untuk mempertimbangkan keputusanmu....


Setelahnya isi surat itu selesai, Tidak ada nama sang pengirim di bawahnya. Chloe mengerutkan alisnya sesaat lalu dia membalikkan surat itu mencari alamat yang dimaksud.


Jl.xxxxxx xxxxx No.xx


"Dia tahu semua informasi tentang keluarga raga ini, Tapi sebagai imbalannya dia memintaku menjadi bagian dari kelompoknya. Untuk apa? Aku yakin bukan hanya itu yang dia inginkan dariku," Kata Chloe menatap lekat surat di tangannya.


"Ini sangat mencurigakan, Batas waktunya 3 hari untuk mempertimbangkan tawarannya. Apa kau tertarik Chloe? Dia bilang akan membantumu mencari keluarga asli raga ini,"


"Hah, Orang bodoh mana yang memakai surat untuk main-main seperti ini. Sungguh kesepakatan yang tidak menarik, Aku tidak bisa langsung percaya dengan isi surat ini, Bisa jadi ini adalah penipuan!" Kata Chloe sambil menyimpan surat itu kembali ke tempatnya, Dia memutuskan untuk menyimpan surat itu di laci kamarnya.


"Yah, Itu terserah Chloe sih. Isi suratnya juga agak mencurigakan. Aku takutnya orang ini cuma iseng doang," Holy mengikuti Chloe yang sedang rebahan di kasur.


"Aku tidak mengerti kenapa dia tahu semua tentangku, Bahkan pencarian ku pada keluarga asli raga ini," Gumam Chloe pelan, Matanya berlahan menjadi berat dan berlahan-lahan menutup saking ngantuknya.

__ADS_1


Namun sejujurnya yang paling membuat Chloe penasaran di banding kesepakatan itu adalah sang pengirim misterius. Siapa sebenarnya pengirim misterius itu?


TBC


__ADS_2