
[Keesokan pagi nya 8.00 A.M]
"Alice! Evelyn! Lama gak ketemu," Kata Chloe yang baru datang, Dia mendekati Alice dan Evelyn yang melambaikan tangan mereka agar Chloe segera ke meja yang mereka tempati.
"Iya, Udah lama banget setelah kelulusan itu," Alice dengan riang memeluk Chloe, Setelahnya duduk kembali di ikuti Chloe.
Saat ini Chloe sedang berada di Cafe berjarak tak jauh dari rumahnya, Mereka bertiga sudah janjian sebelumnya untuk nongkrong di Cafe sekaligus melepas rindu.
"Yo, Udah lama gak kedengeran nih kabarnya," Kata Evelyn tersenyum sambil menepuk pundak Chloe.
Gadis bersurai biru itu hanya bisa cecengesan, Terkekeh kecil.
"Ya, Namanya juga pengacara. Jadi sibuk lah,"
"Hah! Sekarang Chloe udah jadi pengacara!? Serius!?" Kata Alice dan Evelyn serentak kaget.
"Benar! Pengangguran banyak acara," Chloe ketawa pas ngeliat ekspresi Speecheles Alice dan Evelyn.
"....."
"Kirain jadi pengacara beneran," Kata Alice Speecheles.
"Lelucon mu garing Chloe," Ledek Evelyn sambil mencubit pipi kiri Chloe greget.
"Ish...Nama nya juga lagi belajar ngelawak," Sesaat gadis bersurai biru itu meringis kecil karna Evelyn mencubit pipinya.
Setelah puas Evelyn melepas cubitannya, Dia meminum jus nya sesaat.
"Btw, Kalian udah dapat Universitas favorit kalian belum? Beberapa hari lagi pendaftaran gelombang pertama akan di buka di semua universitas kota ini," Jelas Evelyn sambil mengambil sesuatu dalam tas nya.
"Hm...Aku udah nemuin beberapa Universitas yang cocok sih, Cuma masih ragu gituh," Alice juga tampak mengambil sesuatu dalam tasnya.
"Aku masih belum dapat yang cocok, Niatnya sih pengen masuk gelombang dua aja. Biar ada waktu buat ngumpulin uang dulu," Jelas Chloe sambil memandangi apa yang diambil Alice dan Evelyn dalam tas mereka masing-masing.
Tak lama keduanya sama-sama meletakkan sebuah brosur pendaftaran Universitas di atas meja masing-maaing.
"Kenapa pengen gelombang dua? Bukannya Chloe udah dapat beasiswa dari kepala sekolah. Jadi langsung daftar gelombang pertama aja. Tinggal pilih Universitasnya lalu tinggal konfirmasi sama kepala sekolah agar direkomendasikan ke Universitas tujuanmu Chloe," Jelas Alice sambil menyodorkan brosur di tangannya pada Chloe.
Chloe menerima Brosur dari Alice, Membacanya dengan seksama.
"Iya sih, Aku gak kepikiran sampai sana," Chloe mengangguk pelan, Kembali membaca brosur itu diikuti Evelyn.
"Bukannya kalau tidak salah ini Universitas elit favorit no 1 di kota ini ya? Yang katanya sering memenangkan setiap cabang olahraga tingkat nasional, Bukan hanya di bidang non akademik. Di bidang akademik pun para Mahasiswa sering memenangkan Olimpiade antar negara. Pokoknya Universitas ini favorit no 1 di kota deh," Kata Evelyn berdiri di belakang Chloe sambil memperhatikan brosur itu.
"Iya, Selain itu kudengar para mahasiswa dan mahasiswi Universitas elit itu cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Sistem peraturan di Universitas itu pun juga beda dari Universitas lain, Yang paling menonjol di sana adalah ekstrakurikuler nya yang sangat populer dikalangan anak mahasiswa. Mulai dari Band musik, Teater, Basket, Voli, Karate, Jurnalis, dan masih banyak lagi," Alice menatap dengan pandangan berbinar.
"Yup, Apalagi kalau semua ketua ekstrakurikuler nya cogan atau cecan. Auto semangat latihan terus. Ya gak Alice," Evelyn menyenggol lengan Alice meminta pendapat, Yang langsung di angguki sang empunya.
Chloe sampai Sweetdrop mendengar promosi panjang kali lebar dari kedua sahabatnya.
"Sebenarnya yang mereka promosikan itu Universitasnya atau para Mahasiswa cogan dan cecan nya sih!?" Pikir Chloe yang hanya bisa menatap heran.
"Um...Untuk sekarang aku pikir-pikir dulu. Brosur ini kusimpan dulu ya Alice?" Pinta Chloe sambil menatap Alice yang mengangguk.
"Tentu silahkan saja, Kalau tertarik. Hubungi aku agar kita bisa bareng-bareng pergi ke sana,"
"Oke,"
Setelahnya mereka kembali ngobrol hal lainnya selain Universitas favorit mereka.
***************
Tak terasa waktu hampir menjelang siang, Chloe menatap jam arloji nya (Jam pemberian Justin) Yang menunjukkan pukul 11 siang. Ah, Dia harus segera pulang untuk menyiapkan makan siang di rumah.
"Alice, Evelyn. Kayaknya aku harus pulang sekarang. Nanti kapan-kapan kita ngumpul lagi," Kata Chloe beralih menatap kedua temannya.
"Oke, Hati-hati dijalan," Kata Alice.
"Baiklah, Sampai jumpa," Sahut Evelyn.
__ADS_1
Setelah berpamitan dan membayar makanannya di kasir, Chloe melangkah keluar dari Cafe. Namun sebelum membuka pintu Cafe, Seorang pegawai perempuan memanggilnya dengan tergopoh-gopoh. Mencegat Chloe pergi.
"Ano, Nona tunggu sebentar!"
"Ya, Ada apa?"
"Ini ada surat untuk nona, Tadi ada seseorang yang minta saya untuk kasih ke nona," Kata pegawai itu sambil memberikan surat berwarna merah persis dengan surat yang Chloe temukan di depan rumahnya kemarin.
"Dari siapa?" Tanya Chloe heran, Sambil menerima surat itu.
"Dia tidak menyebutkan namanya nona, Dia hanya minta saya kasih surat itu ke nona,"
"baiklah, Makasih,"
"Sama-sama, Saya permisi," Pegawai itu berlalu dari hadapan Chloe, Sedangkan gadis bersurai biru itu memilih menyimpan suratnya dalam tas. Keluar dari area Cafe.
***************
[Rumah]
"Aneh, Sumpah. Siapa sih yang kasih surat kayak gini!? Bikin penasaran aja," Gerutu Chloe setelah menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Jangan-jangan orang yang sama, Yang meletakkan surat kemarin di depan rumahmu," Tebak Holy menapakkan kaki nya ke nakas, duduk sambil mengayunkan kakinya.
"Fix sudah pasti orang yang sama, Warna suratnya saja sama," Chloe menunjukkan surat yang dia terima dari pegawai Cafe.
"Cepat buka, Apa isi nya?"
Dengan malas Chloe bangun dari rebahannya, Memposisikan dirinya duduk di sisi kasur. Mulai membuka surat tersebut dan membacanya seksama.
...Waktu mu masih tersisa 2 hari untuk mempertimbangkan kesepakatanku. Jika sampai 3 hari kau tidak datang ke alamat yang kuberikan, Aku akan menyuruh anak buahku untuk menjemputmu secara paksa....
...Kau bisa menolak tawaranku, Jika kau punya nomor kontakku Chloe Amberly....
Chloe melotot menatap horror surat di tangannya, Apa-apaan pengirim misterius itu!? Ini namanya pemaksaan, Lagipula bagaimana Chloe bisa tahu nomor kontak pengirim itu kalau di suratnya saja tidak ada nama pengirimnya.
"Ini namanya pemaksaan! Lihat saja akan kuacuhkan semua surat ini, Aku tidak peduli dengan tawaran itu!" Kata Chloe kesal sambil menghempaskan surat tersebut ke lantai.
Berbeda dengan Holy yang mengambil surat tersebut setelah Chloe hempaskan, Dia membacanya dengan teliti.
"Apa dia benar-benar akan membantu Chloe mencari keluarga kandungnya, Kalau Chloe mau menjadi bagian kelompoknya?" Pikir Holy masih memandangi surat tersebut lalu pandangannya beralih menatap Chloe yang sudah tidur.
****************
[Keesokan paginya 7.00 A.M]
Di pagi yang cerah ini Chloe menyiram kebunnya, Sesekali dia bersenandung riang. Yah pagi ini hatinya sedang senang.
Tak lama setelah Chloe menyiram tanamannya, Bel rumahnya berbunyi.
TING~ TONG~
Segera gadis bersurai biru itu bergegas meletakkan alat penyiramnya di sudut dapur, Dan berlari kecil menuju ruang tamu untuk membuka pintu.
"Ya, Sebentar,"
CKLEK!
"Ada apa ya pak?" Tanya Chloe usai membuka pintu, Menatap bapak-bapak paruh baya yang sedang memegang sekantong pizza di tangannya.
"Apa benar ini rumah nona Chloe Amberly?"
"iya, Dengan saya sendiri,"
"Ini pizza pesanan anda, Harganya 10 $,"
Chloe menerima sekantong pizza tersebut lalu dia mengambil beberapa lembar uang di saku bajunya.
"Ini pak, Ambil aja kembaliannya,"
__ADS_1
"Terima kasih nona, Oh ya. Ini ada titipan surat dari seseorang, Saya diminta kasih surat ini sekalian ke nona," Pengantar pizza itu memberikan surat berwarna merah pada Chloe. Yang langsung di terima sang empunya.
"Surat merah itu lagi!? Yang benar aja!?" Kata Holy mendengus saat melihat surat itu.
"Oh baiklah, Makasih pak,"
Pengantar pizza itu mengangguk lalu pergi dari hadapan Chloe, Chloe segera masuk dalam rumahnya.
BLAM!
Dia meletakkan pizza tersebut di meja ruang tamu, Membuka surat dan langsung membacanya.
...Waktumu tersisa 1 hari Chloe Amberly, Jangan sampai para anak buahku datang secara paksa....
Chloe langsung membuang surat tersebut ke tong sampah usai membacanya dengan tenang. Membuat Holy bingung dan memilih diam dengan tindakkan Chloe.
"Bodo amat, Dia terlalu cerewet. Ayo kita makan Holy,"
"Ayo, Aku juga udah lapar,"
Chloe dan Holy pun makan pizza yang barusan Chloe pesan, Melupakan sejenak tentang surat merah dan si pengirim surat yang cerewet.
*****************
[Besoknya, Siang hari 1.00 P.M]
Saat ini Chloe sedang memilih beberapa bahan makanan untuk stok persediaannya di toko perbelanjaan. Dengan telaten dia memilih beberapa daging segar dan sayuran segar. Holy disampingnya tetap setia menemani sambil makan permen.
Setelah usai berkeliling toko perbelanjaan, Dia menuju kasir. Membayar semua barang-barangnya.
Tak lama semua aktivitasnya selesai, Chloe menenteng sekantong berukuran besar berisi semua bahan yang dia beli tadi, Chloe ingin pergi dari hadapan kasir.
Namun pegawai kasir itu menyodorkan sebuah surat merah pada Chloe.
"Ini ada titipan surat dari seseorang untuk anda,"
Chloe hanya menerima surat itu, Lalu mengangguk pelan.
"Makasih,"
Setelahnya dia keluar dari sana, Sudah mulai bosan karna terus menerus melihat surat itu.
****************
[Rumah]
...Waktumu hampir habis Chloe Amberly, Siap-siap besok kau akan dijemput paksa....
...Ini surat peringatan terakhirku untukmu, Aku tahu sejujurnya kau mulai tertarik dengan tawaranku bukan? Tidak ada salahnya mencoba....
Itulah isi dari surat terakhir berwarna merah itu, Sejenak Chloe memijit keningnya pusing. Pengirim surat ini benar-benar pemaksa.
"Ish, Dia itu sok tau banget sih. Lama-lama aku gedeg juga melihat suratnya," Komentar Holy sebal.
Tanpa berkata apa-apa Chloe meranjak dari duduknya, Meletakkan surat itu di nakas. Lalu dia mengambil sebuah ransel besar bekas ransel sekolahnya di dalam lemari.
Mulai memasukkan barang-barang pribadi dan sebagainya termasuk surat kepemilikan rumah, Dan surat penting lainnya dalam ransel.
Membuat Holy yang melihatnya terlonjak kaget. "Chloe! Apa yang kau lakukan!? Kau berniat menerima tawaran itu!?"
"Mau bagaimana lagi, Aku sudah muak dengan surat teror itu. kali ini aku akan mencoba mempercayainya,"
KKREEIITT!
Chloe menutup ranselnya sedikit keras usai memasukkan semua barang keperluannya.
"Awas saja kalau dia ingkar janji dengan kesepakatan itu, Akan kuhajar habis-habisan dia," Gerutu Chloe.
gadis bersurai biru itu mengambil surat merah pertama di laci yang ditemukan di depan rumah Chloe, Dia melihat surat dan kartu di dalamnya sesaat. Entah apa yang Chloe pikirkan saat itu. Kemudian dia meletakkan surat pertama itu di samping ranselnya bersama kartu di dalamnya.
__ADS_1
Setelahnya dia buru-buru membersihkan diri sebelum pergi, Tak lupa meminta Holy untuk memakai pelindung yang tak terlihat buat menjaga rumahnya selama dia pergi.
TBC