
TOK! TOK! TOK!
"emm...," Chloe perlahan membuka matanya saat mendengar suara ketukan pintu itu.
Dia mengerjapkan matanya sebentar lalu berlahan bangun dari tidurnya, Menguap kecil. sekilas Chloe melihat Holy sedang tidur di atas nakas tepat di samping tempat tidurnya. Kemudian Netra birunya beralih menatap jam dinding yang tergantung di sudut ruangan.
"Jam 8 malam," Gumam Chloe pelan usai melihat jam di sudut ruangan.
Ah, Sepertinya Chloe tanpa sadar sudah tertidur lebih dari 1 jam yang lalu. Karna kasurnya yang empuk, Membuat Chloe cepat sekali tidurnya.
TOK! TOK! TOK!
Suara ketukan itu terdengar lagi, Dengan sedikit buru-buru Chloe meranjak dari tempat tidurnya.
"Ya, Sebentar,"
Dia segera berlari kecil mendekati pintu kamar tak lupa membenarkan pakaiannya terlebih dahulu.
CKLEK!
Terlihat sosok Ian berdiri di depan kamarnya setelah Chloe membuka pintu, Gadis itu agak mendongak karna perbedaan tinggi tubuh mereka yang sedikit jauh.
"Ada apa?"
"Waktunya makan malam," Sahut Ian datar.
"Ah, Tunggu sebentar. Aku akan cuci muka dulu,"
BLAM!
Tanpa menunggu jawaban Ian, Chloe langsung menutup pintunya. Dia berlari kecil memasuki kamar mandi, Mulai cuci muka dengan sedikit terburu-buru. Usai mengeringkan wajahnya dengan handuk yang tersedia, Dia kembali menuju pintu kamar tak lupa menutup pintu kamar mandi.
CKLEK!
BLAM!
"Aku sudah selesai," Chloe mendekati Ian yang sedang menyandar pada tembok usai menutup pintu kamarnya.
Ian hanya menoleh sesaat, Lalu mulai melangkah lebih dulu menuruni anak tangga diikuti Chloe.
****************
[Dining Room]
Sesaat Chloe tercengang dengan keadaan dapur yang super mewah ini, Sepertinya dia harus membiasakan diri dengan suasana yang serba mewah dan elegan selama tinggal di asrama ini.
Di sana sudah tersedia berbagai macam makanan, Hanya saja meja makan itu masih sepi. Tanpa ada orang lain di sekitar mereka.
Ian mengambil tempat duduk paling pojok, Dia dengan tenang mengambil berbagai macam lauk yang tersedia tak lupa tempura kesukaannya lalu memakan nya tanpa berbicara sedikit pun. Sedangkan Chloe dengan sedikit canggung, Duduk disamping Ian. Ikut mengambil lauk yang ada.
Ini bukan pertama kalinya dia makan bareng dengan Ian, Hanya saja Chloe merasa aneh. Masa hanya mereka berdua sih yang tinggal di asrama sebesar dan seluas ini? Biasanya yang namanya asrama kan punya banyak penghuni? Tapi kok Asrama ini sepi. Para penghuni lainnya pada ke mana?
Sejujurnya masih banyak pertanyaan yang berputar di benak Chloe, Namun dia menepis semuanya terlebih dahulu dan memfokuskan diri pada makanan di depannya. Mungkin dia bisa bertanya pada Ian setelah acara makan malam ini selesai.
Selama makan malam berlangsung tidak ada yang memulai obrolan terlebih dulu, Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring sesekali. Chloe pikir mungkin ini aturan di asrama ini, Tidak boleh ngobrol atau berbicara selama acara makan berlangsung.
__ADS_1
Tak lama mereka selesai dengan makanan masing-masing, Chloe meminum air mineralnya sebagai penutup. Namun masih banyak sisa makanan yang tak tersentuh di meja, Tentu saja mana sanggup dia dan Ian menghabiskan semua makanan ini berdua.
Sesaat Chloe melirik beberapa kursi yang kosong tanpa ada pemiliknya, Ada 7 kursi yang kosong di sana termasuk kursi yang sedang dia duduki dan Ian duduki. Jadi total kursi di ruang makan ini ada 9, Dan 7 Orang lainnya tak ada di tempat.
Suasana meja makan itu masih hening, Dia maupun Ian tak ada satupun yang beniat meranjak dari kursi. Seolah Ian tahu kalau setelah makan akan ada banyak pertanyaan dari Chloe yang ditujukan untuk sang pemuda.
"Um...Jadi Ian, Apa kau mengenal orang yang mengirimiku surat merah itu?"
"Kenal,"
"Siapa orangnya?"
"Nanti kau juga akan tahu," Sahut Ian dingin dengan tatapan Netra merahnya yang tajam.
Ian mengenal orang itu tapi tidak ingin memberitahukannya pada Chloe, Sungguh benar-benar membuat Chloe penasaran saja.
"Kau berada disini, Itu artinya apa kau juga punya kesepakatan dengan pemilik surat itu?"
"Hm,"
"Ternyata benar, Bukan hanya aku satu-satunya yang mempunyai kesepakatan dengan pemilik surat itu," Pikir Chloe dengan raut serius nya.
"Memangnya apa kesepakatanmu dengannya?"
Sejenak ruangan itu kembali hening, Ian menatap Chloe sedikit menusuk.
"Kau tak perlu tahu kesepakatanku dengan dia! Semua anggota di asrama ini punya kesepakatan yang berbeda-beda dan tujuan yang berbeda juga dengannya," Sesaat Ian memalingkan wajah datarnya ke arah lain. "Jadi jangan terlalu ingin tahu kesepakatan anggota lain, Itu hal pribadi yang hanya diketahui oleh pemilik asrama dan penerima kesepakatan itu,"
"Baiklah aku mengerti," Kata Chloe pelan.
"Apakah Asrama ini bisa dimasuki oleh orang lain selain anggota kelompok?"
"Tidak, Asrama ini khusus dimasuki oleh orang-orang yang terpilih menjadi anggota kelompok di dalamnya melalui surat undangan merah itu. Dan setiap anggota memiliki nomor kode masing-masing sesuai kapan dia diundang," Sesaat Ian menjeda kata-katanya. "Dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke asrama ini kecuali sudah minta izin dengannya,"
"Hee, Sistem di asrama ini ketat juga. Jadi apakah aku anggota terakhir di asrama ini?"
"Iya, Dia membatasi dengan 8 anggota yang tinggal di asrama ini. Mungkin bisa bertambah, Entahlah sesuai keinginannya saja,"
"Tapi kenapa asrama ini sepi sekali? Mana anggota lainnya?" Chloe kembali memperhatikan sekitarnya.
"5 lainnya sedang sibuk, Dan 2 diantaranya ada di asrama ini. Tapi mereka sedang bertugas, Nanti kau juga akan bertemu mereka,"
Ian kemudian melirik Chloe perlahan dengan Netra merahnya. "Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?"
"Um...Soal Tour keliling asrama ini...?" Kata Chloe ragu-ragu.
"Kau bisa lakukan itu besok, Ini sudah malam. Akan sangat berbahaya jika kau Tour di malam hari," Peringat Ian sambil meranjak dari duduknya, Berniat meninggalkan ruang makan.
"Eh? Terus sisa makanan di meja ini mau dikemanakan? Masa main tinggal sih!?" Protes Chloe sambil menoleh pada Ian yang Hampir pergi keluar ruang makan.
"Biarkan saja, Nanti ada yang membereskannya. Kusarankan jangan terlalu lama di ruang makan dan berhati-hati lah dengan salah satu anggota asrama ini," Ian memalingkan wajahnya menatap lurus ambang pintu yang menghubungkan antara ruang makan dan ruang tamu. "Karna dia sangat berbahaya,"
TAP! TAP! TAP!
Usai memberi peringatan pada Chloe, Ian melangkah pergi keluar dari ruang makan. Meninggalkan sang gadis yang diam terbengong-bengong di ruang makan sendirian.
"Wtf!...Salah satu anggota ada yang berbahaya di asrama ini? Memangnya bahaya kenapa?" Gumam Chloe bingung.
__ADS_1
Kemudian dia menoleh menatap sisa makanan yang masih tak tersentuh di meja makan, Lalu menghela napas pelan.
"Ya sudahlah, Ikuti saja apa kata Ian yang sudah tinggal di sini lebih dulu dibanding aku," Gumam Chloe pelan.
Dia pun meranjak dari duduknya, Meninggalkan ruang makan. Untung nya Chloe sudah mengingat arah menuju kamarnya saat sebelum ke ruang makan tadi.
*****************
[Tengah malam, 1.00 A.M]
"Ugh...Haus," Chloe terbangun dari tidurnya, Dengan ekspresi mengantuk.
Sesaat dia menguap kecil, Lalu menoleh pada Holy yang masih tidur di atas nakas. Sejak tadi sang system tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun.
"Holy, Masih tidur ya. Ngebo dia nya," Pikir Chloe sambil menggeleng pelan.
Dia pun meranjak dari tempat tidur, Keluar kamar menuju ruang makan untuk minum sebentar.
******************
Sesampainya di ruang makan, Yang Chloe temukan hanyalah kegelapan semata. Sejenak Chloe mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan dengan kegelapan di sekitarnya.
"Ini kenapa gelap banget dapurnya dah? Siapa yang mati'in lampunya sih?"
Dengan perlahan Chloe meraba-raba tembok untuk mencari seklar lampu, Namun samar-samar dia melihat pergerakan seseorang diantara kegelapan. Karna penasaran Chloe mendekati seseorang yang sepertinya sedang melakukan sesuatu.
"Maling kah? Masa iya ada maling yang mau datang ke asrama ini malam-malam?" Pikir Chloe masih berjalan mengendap-endap mendekati sosok itu. Berniat menangkapnya jika benar-benar maling.
DUK!
"Aawww!"
Namun sepertinya Chloe tak sengaja menyenggol salah satu kursi di sana saking gelapnya hingga membuat sosok itu menoleh padanya, Dengan Netra berwarna ungu tua yang berkilat di antara kegelapan.
"Tuan apakah itu anda?" Tanya sosok tersebut.
"Oh shit ketahuan! Kenapa pakai acara kesenggol kursi segala, Bodoh! Seharusnya aku cari seklar lampu dulu sebelum mendekatinya," Umpat Chloe dalam hati kesal.
Chloe memutuskan untuk diam tak menyahut sambil mengusap lututnya yang sempat terbentur kursi, Lalu buru-buru dia keluar dari ruang makan pergi dari sana sebelum sosok itu mendekatinya.
Namun belum selangkah pergi, Chloe merasakan lingkaran tangan seseorang di perutnya. Menahan sang gadis untuk pergi.
"Huuwaa, Lepaskan aku!" Chloe berusaha memberontak, Menggunakan sikutnya menyerang dada seseorang di belakangnya. Namun sepertinya tak berpengaruh sama sekali.
Tak lama gadis bersurai biru itu merasakan rasa sakit di leher kirinya, Seperti ada dua jarum kecil menancap disana, Lalu Chloe merasakan perlahan-lahan darahnya tersedot keluar. Sejenak Netra birunya terbelalak.
Tunggu dulu! Vampir itu tidak nyata kan? Mereka hanya mitos kan? Tapi kenapa yang Chloe rasakan saat ini benar-benar nyata. Siapa seseorang di belakangnya?
Chloe tidak bisa menatap rupa wajah seseorang di belakangnya, Terlebih lagi kini tubuhnya terkunci. Darahnya semakin lama semakin banyak yang tersedot keluar, Sesaat Chloe bisa mendengar suara seperti orang minum dari sosok di belakangnya.
GLUP! GLUP! GLUP!
"AAAAAA, Lepas!" Rasanya suara Chloe menjadi tercekat, Tenaganya mulai melemah karna memberontak terus.
Mendadak kepala Chloe menjadi pusing, Netranya berlahan memburam dan alhasil dia pingsan di pelukan sosok itu.
TBC
__ADS_1