
Pagi minggu yang cerah, Chloe bersantai di sofa empuknya sambil ditemani secangkir coklat panas dan kue Rasberry yang barusan dia masak.
Jarinya menekan tombol remote mencari siaran TV yang menurutnya menarik, Sesekali Chloe meminum coklat panasnya. Hingga jarinya berhenti menekan ketika menemukan siaran TV yang membuatnya penasaran.
[Breaking New: "Telah ditemukan tubuh korban kekerasan yang meninggal di sebuah gang sempit, dia ditemukan oleh seorang warga pukul 1.00 A.M dini hari. Warga itu bilang dia menemukannya saat tak sengaja melewati gang itu setelah kerja lembur. Dinyatakan korban itu kehilangan sebagian anggota tubuhnya termasuk organ dalam, Saat ini pihak polisi masih menyelidiki kasus ini. Dan berusaha mencari pelaku nya, dihimbau kepada warga sekitar untuk berhati-hati. Dan usahakan tidak pulang terlalu malam karna saat ini pelaku pembunuhan masih berkeliaran].
Chloe terdiam, masih memandangi berita tersebut. Sesaat tubuhnya merinding karna mengetahui sang pelaku pembunuhan masih berkeliaran di daerah itu.
"Apa memang benar Kak Justin bisa melakukan itu? Kau yakin Holy?" Tanya Chloe melirik pada Holy yang tengah menyantap biskuit.
"Entahlah Chloe, bisa jadi. Justin kan memiliki dua kepribadian. Aku bukan menuduhnya, hanya menebak saja," Balas Holy masih menyantap makanannya.
"Ugh...Pasti banyak yang takut keluar rumah saat malam hari kalau mendengar berita ini, Di tambah pelakunya masih berkeliaran di daerah situ lagi,"
"Hm...Mau bagaimana lagi, selama pihak polisi belum menangkap pelakunya. Kita terpaksa harus berhati-hati,"
Chloe merasa dirinya kembali merinding, Ah semoga saja Chloe tidak bertemu dengan sang pelaku itu.
TING! TONG!
Mendengar suara bel rumahnya, Chloe bergegas meletakkan remote dan cangkir coklat panas nya dimeja. Berlari kecil menuju pintu rumah.
CKLEK!
"Ya siapa?" Tanya Chloe setelah membuka pintunya.
"Saya mengantar paket untuk anda," Kata orang itu, ditangannya terdapat sebuah paket berukuran sedang tanpa nama pengirim disana. Hanya nama Chloe dan alamat rumah Chloe.
Chloe mengernyitkan alisnya, mencoba mengingat apakah dia pernah memesan sesuatu sebelumnya. Dia rasa tidak! Lalu bagaimana bisa sang pengirim mengetahui nama serta alamat rumahnya?
"Siapa yang mengirim paket ini?"
"Maaf nona, dia ingin namanya dirahasiakan,"
Chloe merasa curiga dengan paket tersebut, Apakah isinya bom!? Atau sesuatu yang buruk!? Chloe tidak bisa menerima paket tanpa nama pengirimnya.
"Tolak aja Chloe, kayaknya isi paketnya mencurigakan," Kata Holy terbang di samping kepala Chloe.
"Hm...maaf pak, Tapi saya tidak bisa menerima paketnya. Tolong beritahu pengirim paket ini bahwa saya menolak paketnya. Terima kasih,"
Pengantar paket itu menjadi panik saat mendengar perkataan Chloe, Sang gadis berniat menutup pintunya tapi langsung di tahan oleh sang pengirim paket.
"T-Tunggu dulu nona! Isi paket ini aman, tidak berisi yang aneh-aneh. Tolong terimalah peket ini nona, kalau tidak gaji saya akan di potong bos saya," Sang pengantar paket memasang ekspresi sedih dan memelasnya. Takut kalau Chloe kembali menolak.
"Kalau isi nya aman, beritahu isi nya apa?"
"T-Tapi nona, saya berusaha menjaga privasi paket yang saya kirimkan,"
"Kalau begitu saya kembali menolaknya," Balas Chloe datar, Tidak ingin terlalu lama meladeni pengantar paket di luar.
Pengantar paket itu mulai berkeringat dingin, merasa terancam dengan perkataan Chloe.
"B-Baiklah, isinya hanya sebuah gaun dan beberapa tangkai bunga mawar serta sebuah surat," Jelas sang pengantar paket masih berkeringat dingin.
"Oke, kemarikan paketnya,"
Pengantar paket menghela napas lega, lalu memberikan paket itu pada Chloe sambil memberikan sebuah pulpen.
"Tolong tanda tangan di atas sini,"
Chloe menandatangi sebuah kertas yang diberikan, menandakan bahwa dia sudah menerima paket tersebut. Usai menyelesaikan urusannya, pengantar paket itu pergi dan Chloe masuk dalam rumahnya sambil membawa paket tersebut.
**************
"Ayo buka, aku penasaran dengan isinya," Holy memandangi paket tersebut dengan antusias.
"Sabar, ini lagi di buka,"
__ADS_1
Gadis bersurai biru itu membuka paket di tangannya setelah duduk, Memang benar yang dikatakan pengantar paket. Isi nya hanya sebuah gaun berwarna biru berkilau sepanjang lutut, 5 tangkai bunga mawar, dan sebuah surat misterius.
Chloe membuka surat tersebut, membaca seksama dengan Holy.
...Aku tidak ingin ber basa basi, langsung inti nya saja. Aku sengaja mengirim paket itu untukmu, Kau memang menolak tawaran ku kemarin, tapi ingatlah aku tidak akan menyerah. Aku akan mendapatkanmu bagaimana pun caranya, Aku selalu mengawasi mu Chloe, Jangan coba-coba menghindariku atau menjauh dariku. Kemana pun kau pergi atau sembunyi, Aku akan selalu menemukanmu....
...Gaun itu khusus untuk mu, datang lah ke acara ulang tahunku malam ini. Aku akan selalu menunggumu Chloe. Dan bunga mawar itu bonus dariku, simpan baik-baik....
^^^Raizel Freymon^^^
Chloe melotot horror menatap surat di tangannya, Raizel bukan lagi Naksir padanya melainkan sudah tahap terobsesi. Oh tidak! Chloe sudah susah payah untuk tidak bertemu atau berurusan dengan Justin lagi, Dan sekarang salah satu dari Grup HE@VEN alias Raizel Freymon yang mengejarnya.
"Aduh gimana nih Holy? Urusanku dengan Kak Justin saja belum selesai, sekarang di tambah dengan Raizel yang mengawasiku. Aku harus bagaimana menghadapi mereka?" Kata Chloe mengacak rambut biru nya gusar.
Holy menatap Chloe prihatin, Sang system menepuk pelan kepala Chloe dengan tangan kecilnya.
"Lebih baik kau tidak usah datang ke acara ulang tahunnya Chloe, Ini demi menghindari Raizel sementara waktu,"
"Hah~...Kau benar Holy, Aku juga berpikir seperti itu tadi. Tapi pertanyaannya kenapa harus aku!? Kan masih banyak cewek lain yang sudah pasti bakal mau kalau diundang ke Acara ulang tahunnya. Terlebih lagi Fans nya, pasti banyak cewek yang mau," Keluh Chloe sambil meletakkan surat itu dalam paket kembali.
"Iya juga ya, Tapi dia kan salah satu ke-5 karakter utama pria. Sudah sewajarnya dia mengenalmu kan? Tapi kayaknya ada yang aneh, Kau kan hanya bertemu dengannya dua kali itu pun kalian hanya ngobrol biasa tapi kenapa dia bisa sampai terobsesi kayak gini ya?"
"Tuh kan, Pasti Holy juga ngerasa aneh kan. Di biodatanya dia sangat cuek dan dingin tapi bisa-bisa nya terobsesi padaku. Jangan-jangan dia punya sifat lain selain cuek dan dingin," Seru Chloe menduga-duga, memasang pose berpikir.
"Bisa jadi, Apa kita perlu mencari tahu tentang Raizel lebih dalam? Aku yakin pasti ada informasi lainnya tentang Raizel selain di biodata itu," Saran Holy.
Chloe langsung menggeleng cepat. Dia tidak ingin bertemu Raizel dulu, Sebisa mungkin Chloe ingin menghindari Pria itu. Meski misi utama dalam game ini adalah menaklukan ke-5 karakter utama pria, Entah kenapa Chloe tidak merasa yakin karna sepertinya masih ada Mistery lainnya yang harus dipecahkan dalam game ini selain misi.
"Lebih baik gak usah dulu, Aku ingin menjalani kehidupanku sebaik mungkin disini. Masih banyak yang harus kita lakukan selain fokus ke misi,"
"Oke lah kalau begitu,"
Holy kembali duduk di pundak Chloe dan kembali menyantap kue nya.
Ngomong-ngomong soal Raizel, Chloe teringat dengan pembicaraannya kemarin dengan pemuda bersurai hitam campur coklat itu saat sang pemuda menawarkan sebuah kesepakatan.
Memory Chloe On
"APA!"
"APA!"
Seketika Chloe dan Holy langsung syok dengan Syarat dari kesepakatan itu.
"Kau bercanda! Kenapa harus syarat seperti itu!? Bukankah bisa syarat yang lain?" Protes Chloe tak terima, Mana mau dia berpacaran dengan Raizel walaupun sang pemuda adalah seorang idol dan orang kaya sekalipun.
"Aku serius, Aku cuma menawarkan syarat itu, Tidak ada yang lain. Kenapa? Apa kau keberatan?" Raizel memandang datar tanpa menghiraukan protesan Chloe. Terdengar nada dari sang pemuda bahwa dia tidak bercanda sama sekali.
Mendengarnya membuat Chloe kembali jengkel, Mood nya benar-benar buruk saat ini.
"Tentu saja aku keberatan! Syarat itu sama sekali tidak cocok denganku. Dan aku menolak kesepakatan ini!"
Raizel mengangkat sebelah alisnya heran walau tidak merubah ekspresi datar nya itu.
"Hm...Apa jangan-jangan karna kau tidak punya pengalaman pacaran sedikit pun?"
"Ya, Tidak ada gunanya pacaran. Hanya membuang-buang waktuku saja," Balas Chloe bersidekap, memandang kesal Raizel.
"Bagaimana dengan hadiahnya? Apa kau tidak tertarik?"
"Tidak! terima kasih atas tawarannya, Tapi aku tidak butuh Kesepakatan seperti itu," Tolak Chloe dengan tegas, Sesaat Netra biru nya melirik para segerombolan Cewek dekat tempat mereka berada sekarang.
"Kenapa kau tidak tawarkan saja kesepakatan itu dengan mereka? Mereka pasti akan langsung menerimamu tanpa pikir panjang. Lagipula mereka sangat mengidolakan mu," Tunjuk Chloe dengan jari telunjuk nya mengarah pada segerombolan cewek itu.
"Aku tidak memerlukan cewek yang Fans padaku, Akan sangat repot mengurus cewek seperti mereka," Raizel melirik sebentar Fans nya kemudian Netra ungu muda nya kembali memandang Chloe.
"Hei! Kenapa harus aku!? Kau bisa cari yang lain. Yang lebih cantik dan baik daripada aku,"
__ADS_1
"Kalau aku hanya mau kau jadi pacarku gimana?"
Chloe langsung mengerutkan alisnya, Tak mengerti kenapa Raizel bersikeras menjadikan nya pacar sang pemuda. Padahal jelas-jelas masih banyak yang lebih baik dari Chloe.
"Ugh, sudahlah! Aku gak mau lagi ketemu sama kau! Aku mau pulang!" Jengkel karna terus di tahan. Chloe berbalik berniat keluar dari area taman.
Raizel terdiam menatap punggung Chloe yang hampir menjauh, Sebelum benar-benar Chloe akan pergi. Raizel meninggikan nada suaranya sedikit.
"Ingat, Aku tidak akan menyerah Chloe!"
Memory Chloe Off
Raizel benar-benar serius dengan perkataannya itu, Chloe pun tidak tahu harus bersikap apa sekarang. Rasa cemas dan khawatir bercampur jadi satu dalam dirinya. Bagaimana kalau sang pemuda, benar-benar melakukan hal aneh untuk mendapatkannya? Chloe tidak ingin hal itu terjadi.
"Holy, tolong kunci semua pintu diluar. Aku rasanya perlu tidur sebentar untuk menenangkan diriku," Kata Chloe lesu sambil meranjak dari Sofa nya menuju kamar.
"Oke, Perintah diterima. Mengunci semua pintu diluar. Proses selesai,"
Gadis bersurai biru itu membuka pintu kamarnya, Lalu menghempaskan tubuhnya begitu saja di tempat tidur. Chloe perlu memikirkan rencana selanjutnya untuk menghadapi Raizel nanti. Netra biru nya pun tertutup, masuk ke alam mimpi.
**************
[Di sisi lain]
Raizel berdiri di sebuah rumah kosong, Tak jauh dari rumah Chloe. Dari sini dia bisa melihat gerak-gerik sang gadis, Pemuda dengan tutup tudung Hoodie coklat tua dan masker yang menutupi setengah wajahnya itu memandang tanpa ekspresi.
Dia sudah berdiri disana saat pengantar paket mengirim paket ke rumah Chloe, Dan melihat Chloe menerima paket nya. Walau pengantar paket itu bilang bahwa Chloe sempat menolak beberapa kali paket yang diberikannya.
Raizel mengambil HP nya, tampak sedang menelpon seseorang.
"Cari kan Perias make-up untukku, Suruh perias make-up untuk datang ke alamat yang kuberikan. Dan suruh juga tiga pelayan di rumahku untuk datang. Persiapkan dia sebaik mungkin untuk acaraku nanti malam,"
"Baik Tuan Raizel, Akan saya persiapkan sebelum malam nanti,"
"Aku ingin kalian memberikan perawatan yang terbaik untuk calon pacarku,"
"Baik Tuan. Akan segera saya laksanakan,"
PIP!
Panggilan itu pun terputus secara sepihak, Raizel masih memandangi rumah Chloe dalam diam. Alasan kenapa Raizel tertarik pada Chloe dibanding harus mengikuti perintah Justin untuk membunuh sang gadis karena Raizel merasa Chloe punya daya tarik tersendiri untuknya. Karna itulah Raizel mencoba mendekati Chloe meski Chloe selalu menghindarinya.
"Aku tahu kau pasti tidak akan datang ke acaraku Chloe, Tapi lihatlah apa malam ini kau bisa menolak lagi atau tidak," Gumam Raizel pelan.
Kemudian dia pergi dari sana menuju mobil nya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.
***************
[Siang hari menjelang Sore]
TING! TONG!
Chloe yang baru saja selesai cuci piring langsung menoleh ketika mendengar bel rumahnya.
"Ya, sebentar!" Teriak Chloe, Bergegas sang gadis mengeringkan tangannya yang basah dan buru-buru menuju pintu rumahnya.
CKLEK!
"Ya, Ada yang bisa ku bantu?" Chloe memperhatikan 4 orang perempuan di hadapannya. 1 perempuan berpakaian kasual dan 3 perempuan lainnya berpakaian seperti pelayan.
"Apa benar rumah ini kediaman Chloe Amberly?" Tanya perempuan berpakaian kasual dengan ramah.
"Iya benar dengan saya sendiri, Ada apa ya?" Chloe masih bingung dengan kedatangan 4 orang asing ini.
"Saya perias Make-up dari toko xxxxxx diperintahkan untuk merias anda. Kami diminta untuk mempersiapkan anda sebelum acara malam nanti dimulai," Jelas sang perias make-up masih tersenyum.
"Hah!?"
__ADS_1
Chloe langsung bengong mendengar penjelasan dari sang perias Make-up, Acara apa yang dimaksud itu!? Lagipula sejak kapan dia memesan perias Make-up.
TBC