
"Ayo, Kita mulai pestanya sekarang!" Victor kembali menyerigai disusul tawa psikopat darinya.
Tak lama anak buah Victor kembali bermunculan, Kini lebih banyak dari sebelumnya setelah suara Victor bergema ke udara.
Tap! Tap! Tap!
Langkah-langkah kaki itu semakin mendekat, Anak buah Victor menyerang Ezra dan Chloe serta lainnya.
"Apa-apaan ini?!" Kata Alex bersiaga menerima serangan dari anak buah Victor.
"Ck! Bukan saat nya bertanya," Xavier menatap serius sambil menyiapkan pistolnya, Begitu pun dengan Vallen.
"Pesta ya, Akan kami ladeni," Vallen tersenyum miring lalu menodongkan pistolnya pada anak buah Victor.
Ezra dan Chloe saling pandang masih bersiaga kemudian Ezra mengangguk kecil memberi kode pada Chloe.
"Sudah saatnya, Kau siap?"
"Siap," Balas Chloe mantap.
"Sekarang!"
Tap! Tap! Tap!
WWUUSSHH!
BRUK!
DOR! DOR! DOR!
Chloe berlari lalu melompat, Dia menendang salah satu wajah anak buah Victor. Kakinya berpijak di wajah itu sebagai pendaratan. Sang gadis mendarat dengan sempurna ke tanah, Kemudian dia memukul dan membanting anak buah Victor di depannya.
BRAK!
Sedangkan Ezra langsung menembakkan pelurunya tepat di kepala beberapa anak buah Victor hingga mereka langsung mati di tempat, Bercak darah menempel dimana-mana.
CCRRAASS!
DOR! DOR! DOR!
Xavier dan Vallen saling memunggungi, Menembak satu-persatu anak buah Victor. Terkadang mereka juga memakai bela diri mereka.
Disisi Alex, Dia sibuk menghajar ketiga anak buah Victor sekaligus. Tak jarang dia berkelit menghindari serangan anak buah Victor.
BUAK!
BRAK!
Anak buah Victor terlempar ke berbagai sisi dan pingsan setelah mendapat pukulan dari Alex.
Sedangkan disisi Ezra dan Chloe, Mereka langsung menyerang Victor dan menyerahkan sisa anak buah Victor pada Alex, Xavier, dan Vallen.
SET!
WWUUSSHH!
Victor menghunuskan pisaunya ke arah Ezra, Namun Ezra refleks memegangi tangan Victor sebelum pisau itu mengenainya. Dia mengunci tangannya dan langsung menggunakan sikutnya mengenai dada Victor.
DUK!
"Tengil! Sekarang!" Kata Ezra masih mengunci tangan Victor selagi Victor menahan rasa nyeri di dadanya karna serangan Ezra.
"Tendangan madun!" Seru Chloe.
Chloe melayangkan tendangan memutar seketika membuat Victor terpental beberapa meter dari tempatnya.
"Bagus!" Ezra mengangkat tangan kanannya ke udara, Menyodorkan pada Chloe. Si gadis segera melakukan hal yang sama seperti Ezra, Mempertemukan telapak tangannya dengan telapak tangan Ezra. Melakukan High Five.
PLOK!
"Sebentar! Nama tendangan apa tadi yang kau serukan?" Ezra mengernyit usai high five dengan Chloe, Dia baru sadar kalau Chloe menyerukan nama tendangan yang aneh menurutnya.
"Hehehe, Rahasia pak. Yang pastinya tadi bukan tendangan biasa," Chloe terkekeh sambil mengusap tengkuknya.
Ezra hanya mengangkat sebelah alisnya memandang heran, Kemudian ia acuhkan dan kembali fokus pada Victor yang sudah berdiri kembali.
"Kolaborasi, Huh? Menarik sekali. Partner in crame," Victor terkekeh kecil, Menyingkirkan debu kecil yang menempel di pakaiannya.
"Terserah apa katamu!" Ezra berlari dan menyerang Victor. Melayangkan beberapa pukulan.
BUAK!
SRAT!
Victor menggunakan tangannya sebagai temeng, Dia menangkis beberapa pukulan dan dan melayangkan tendangan secepat kilat mengenai perut Ezra.
BUK!
__ADS_1
WWUUSSHH!
BUAK!
Ezra mundur sambil memegang perutnya disaat bersamaan Chloe muncul melayangkan tendangan kembali, Namun kali ini tendangannya meleset dan Victor berhasil menangkap kakinya yang digunakan sebagai penendang.
"Gawat! Dia menangkap kakiku," Pikir Chloe kaget, Sedangkan Victor tersenyum penuh kemenangan dan langsung menarik kaki si gadis.
Dia memutar tubuh Chloe dan melemparkan si gadis hingga menabrak tembok.
BRUK!
Ezra tersentak dia berniat menghampiri Chloe yang terjatuh setelah punggungnya menghantam tembok, Namun Victor menghalangi langkahnya dan menghunuskan pisau itu.
SRAT!
"Ugh!" Ezra kembali mundur setelah lengannya tergores pisau Victor, Dia menembakkan beberapa peluru tapi dengan gesit Victor menangkis peluru-peluru itu.
Trang! Trang! Trang!
"Meleset Ezra, Sepertinya kau harus berlatih lagi," Victor menertawakan tembakan Ezra yang tidak mengenai dirinya.
Ezra hanya menatap tajam, Tak lama suara langkah kaki terdengar mendekat disusul suara sayatan yang begitu kencang sekaligus suara tendangan secara bersamaan.
DAP! DAP! DAP!
SRET!
CCRRAASS!
"Akh!" Victor terdorong ke kedepan hampir jatuh saat dirinya merasakan rasa perih di tangan kirinya seakan tangannya ingin putus, Ditambah sebuah tendangan yang melayang di punggungnya.
Victor menoleh menatap lengan kirinya yang mengeluarkan darah segar, lebih banyak dari yang ia kira. Bahkan tulang lengannya hampir terlihat karna sayatan yang begitu dalam.
Chloe melangkah mendekat, Aura gadis itu tampak suram dengan sebuah pedang diselimuti cahaya hijau dalam genggamannya.
"Pak Victor, Meski aku baru tahu kalau kau kembaran pak Justin. Bagiku kau tetaplah orang asing dan aku tidak akan memaafkan mu karna sudah membuat keluarga angkatku terbunuh!" Kata Chloe tajam, Kini tangan kanannya memunculkan sebuah tato sulur mawar hitam yang terhubung ke pedangnya.
"Kenapa kau melakukan ini padaku! Seharusnya kau berterima kasih, Kalau bukan karenaku. Kau tidak akan bertemu dengan mereka, Bertemu dengan semua anggota asrama. Kau juga tidak akan bertemu Ezra dan sahabatmu Ian! Bodoh sekali! Kau ingin membunuh orang yang sudah membantumu ini?!" Teriak Victor marah, Aura hitam tampak mengelilinginya dan seekor hewan besar berbentuk singa hitam dengan mata merah muncul dibelakangnya.
Singa itu menggeram marah, Menatap tajam Ezra dan Chloe. Kemudian Victor menyerigai sinis.
"Kau sungguh tidak ingin berterima kasih ya, Aku menyesal telah membawamu tinggal di asrama Chloe Watson,"
Chloe terbelalak kaget, Tidak menyangka bahwa Victor ternyata mengetahui nama aslinya. Gadis itu menggenggam erat pedangnya sembari bersiaga, Ezra berdiri disamping Chloe ikut bersiaga meski dia agak kaget karna Victor tahu nama asli Chloe.
Lalu Chloe memegang pundak Ezra disampingnya, Seketika aura berwarna hijau menyelimuti keduanya. Ezra yang merasakan pundaknya dipegang seketika menoleh dan mendelik, Apalagi saat dirinya merasakan aura hijau itu menyelimutinya membuat energinya sesaat seperti terisi dan bugar seperti awal sebelum bertarung.
"Apa yang kau lakukan?!" Deliknya tajam.
Chloe tanpa menoleh masih memegangi pundak Ezra. "Kekuatan Aiden setengahnya kubagikan ke pak Ezra, Meski Aiden waktu itu hanya memberikan kekuatan healingnya entah mengapa aku merasa dia juga memberikan kekuatannya, Maka dari itu aku membagikan ke bapak juga," Jelas Chloe, Dia merasa pedangnya agak ringan saat aura hijau itu muncul.
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu ke pak Ezra. Aku...Tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi,...Seperti yang terjadi pada anggota asrama," Kata Chloe lirih dikalimat terakhirnya.
Ezra diam merasakan goresan di lengannya bekas tusukan Victor berangsur-angsur pulih, Mendengar semua yang Chloe ucapkan rasanya agak membuatnya sedih. Meski begitu, Sesuatu seperti mengalir dari dalam dirinya.
"Apa rasanya seperti ini ya saat si tengil ini menerima kekuatan dari Aiden? Rasanya seperti ada sesuatu yang mengalir dan agak hangat," Pikir Ezra termenung, Sesaat setelahnya ia tersentak ketika merasakan guncangan dan serangan yang berusaha melukai mereka.
Ezra mendongak dan melihat singa milik Victor berusaha melukai dirinya dan Chloe namun singa itu terlihat seperti dihalangi oleh sesuatu yang tak kasat mata, Hewan itu tak bisa menyentuh atau melukai mereka se inchi pun.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ezra tak bergerak dari tempatnya.
"Aku juga tidak tahu pak, Tapi menurut analisis ku sepertinya aura ini melindungi kita dari serangan luar. Selama aku membagikan kekuatan ini ke bapak, Auranya akan terus melindungi kita," Jelas Chloe, Sejujurnya ia agak berkeringat saat singa itu mencakar dan menyerang pelindung transparan mereka. Ia rasa tenaganya agak terkuras saat mencoba fokus membagikan kekuatannya dan berusaha aura hijau itu tetap melindungi mereka.
GGGGRRRR!
KRAK!
Ezra mendelik saat pelindung transparan mereka mulai retak karna terus mendapat serangan dari singa itu, Terlebih sekarang Victor ikut menyerang dengan pisaunya.
"Keluar kalian dari sana! Jangan jadi pengecut karna terus berlindung di balik kekuatan Aiden!" Teriak Victor marah, Masih menyerang.
TRANG! TRANG! TRANG!
Ezra menoleh melihat Chloe yang mulai kelelahan, Wajah gadis itu semakin berkeringat dengan napas yang mulai tak beraturan.
"Kalau kau sudah tidak sanggup, Lebih baik jangan paksakan membagi kekuatanmu. Ini sudah lebih dari cukup," Kata Ezra dingin.
"Sebentar lagi, Bertahanlah sebentar lagi," Chloe menarik napas panjang, Menghirup oksigen dengan rakus.
"Sudah kubilang jangan dipaksakan! Kau mulai lelah sekarang! Lagian sejak kapan kau bisa mengendalikan kekuatan Aiden?!"
"Aku tidak tahu,"
"Sejak tadi kau terus menjawab tidak tahu! Kalau tidak tahu mengapa kau bisa melakukannya?!" Ezra menatap jengkel.
"Aku sungguh tidak tahu pak! Suara itu muncul begitu saja di pikiranku, Memerintahkanku melakukan semua yang dia katakan. Memerintahkanku membagikan kekuatan ini pada bapak dan memunculkan pelindung ini. Aku bahkan juga bingung mengapa aku bisa melakukannya padahal aku tidak pernah mempelajarinya sama sekali kecuali healing dan teleport!" Balas Chloe balik, Kini pandangannya beralih pada Ezra. Napasnya naik turun akibat emosi dan menjelaskan pada Ezra dalam satu tarikan napas.
__ADS_1
Ezra mengangkat satu alisnya memandang heran. "Suara? Suara siapa yang kau dengar? Apakah itu suara Aiden?"
"Ya, Persis seperti suara Aiden. Aku tidak tahu apakah ini suara Aiden atau bukan yang pastinya aku bisa mengendalikan kekuatan ini berkat suara itu,"
Ezra memalingkan pandangannya usai kalimat Chloe berakhir, Dia memegang pistolnya erat-erat lalu tak lama sebuah tato berbentuk sulur mawar hitam tiba-tiba muncul begitu saja di tangan kanannya, Sulur mawar itu menjalar hingga memenuhi lengan kanan Ezra. Membuatnya terlihat seperti memakai sarung tangan hitam.
Pria bersurai hitam itu terkejut saat melihat tangannya menjadi hitam sepenuhnya akibat tato itu.
"Ck! Menyebalkan! Aku sudah mempunyai tato asrama di belakang punggungku saat Aiden menggigitku pertama kali. Sekarang malah tato di tangan yang muncul, Kenapa juga bentuknya harus mawar?!" Protes Ezra dalam hati.
"Jangan banyak protes, Kau harusnya berterima kasih pada Chloe juga karna sudah mau menuruti permintaanku untuk membagikan kekuatannya padamu!"
Ezra seketika mengernyit setelah mendengar suara yang tak asing di kepalanya.
"Suara ini? Aiden? Ini benar-benar kau?" Balas Ezra dalam hati.
"Ya, Ini aku,"
"Apa ini semacam telepati?"
"Begitulah,"
"Tapi bagaimana bisa kau melakukannya?"
"....Tato yang muncul padamu dan semua anggota asrama saat aku menggigit kalian pertama kali lah yang menghubungkan kita semua, Dengan cara itu aku masih bisa berkomunikasi dengan kalian meski aku dan yang lain telah mati. Kami akan tetap hidup selama kalian anggota yang tersisa masih mengingat kami,"
"Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang, Victor muncul. Dan kami semua mati-matian bertarung demi bertahan hidup. Apa yang harus kulakukan lagi?" Ezra pasrah, Namun disisi lain dia masih berambisi untuk membunuh Victor.
"Lakukan apa yang kuperintahkan,"
"Huh?!"
PPRRAANNGG!
Disaat bersamaan setelah obrolan itu berakhir, Pelindung transparan yang melindungi Ezra dan Chloe seketika pecah. Chloe yang sudah kelelahan langsung terjatuh bertumpu pada lututnya, Sedangkan Ezra refleks menembakkan peluru pada Victor dan singa milik Victor, Tapi sayangnya peluru itu menembus singa tersebut. Membuat Ezra hanya bisa membidik Victor.
"Akan kukalahkan kau Ezra!" Victor menyerang dan menangkis peluru yang tertuju padanya.
Setelah peluru itu habis, Victor langsung memukul Ezra tepat di dadanya hingga pria bernetra hijau itu terpental. Tapi disaat yang bersamaan sulur-sulur tanaman mawar entah datang dari mana bermunculan dan langsung menahan Victor serta singa miliknya.
Sulur-sulur itu semakin mencengkeram erat ketika Victor memberontak, Melilit tak kenal ampun dengan duri-duri tajam yang ada di sulur itu.
Victor merasakan kulit-kulitnya tergores ketika memberontak, Dia berusaha memotong sulur itu dengan pisaunya namun usahanya sia-sia.
Chloe berdiri setelah merasa cukup mengumpulkan energi, Dia meraih pedangnya yang tergeletak. Menatap dengan raut serius, Pedang miliknya bercahaya saat Chloe mengumpulkan energi kekuatannya disana.
Sedangkan Ezra ikut berdiri meraih pistolnya yang sempat terlempar beberapa cm, Dia mengusap sudut bibirnya yang sempat berdarah dengan ibu jarinya, Memandang Victor tajam.
GGGRRRR!
Singa milik Victor mengaum keras. Membuat Alex, Xavier, dan Vallen yang masih bertarung dengan anak buah Victor sempat menoleh sebelum kembali fokus dengan pertarungan. Sedangkan Ivy masih bersembunyi dan berdoa dalam hati agar pertarungan ini cepat selesai.
"Akan kuakhiri sampai disini, Minta maaflah pada tuan Justin disana. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu Victor," Kata Ezra melangkah mendekat, Menggenggam erat pistolnya.
"Cih, Aku tidak sudi minta maaf padanya. Dialah yang awalnya membuatku jadi begini, Seharusnya dia yang minta maaf padaku!" Bentak Victor marah.
Ezra menatap dingin, Dia menggerakkan tangannya membuat sulur-sulur tanaman itu semakin erat melilit Victor. Membuat Victor hampir kehabisan napas, Apa lagi saat salah satu sulur tanaman itu menahan lehernya, Mencengkeram erat.
"Akh!"
"Pak Victor, Aku memang tak tahu apa masalahmu dengan pak Justin. Tapi saat pertama kau bilang benci dan jangan menyebut nama pak Justin lagi membuatku menyadari satu hal, Pak Victor sejujurnya benci sama pak Justin karna pak Justin lebih unggul dan lebih diakui orang lain dibanding pak Victor kan? Makanya pak Victor iri dan berusaha mengambil apa yang dimiliki pak Justin," Kata Chloe ikut mendekat dan berdiri disamping Ezra.
Victor menatap marah sekaligus membuka suara dengan nada membentak. "Apa yang kau ketahui soal aku dan dia?! Jangan sok tahu kalau kau tidak tahu apa masalahku dengannya! Jangan sok mengambil kesimpulan sendiri!"
Chloe menarik napas panjang mengambil oksigen sedalam-dalamnya sebelum membuka suara membalas perkataan Victor dengan kedua tangannya yang terkepal.
"JUSTRU SEMUA TINDAKAN BAPAK MEMBUAT SEMUA YANG BAPAK INGINKAN SIA-SIA! DAN DEMI INGINAN ITU PAK VICTOR TEGA MENYINGKIRKAN SEMUA ORANG YANG MENURUT BAPAK MENGGANGGU, TERMASUK PAK JUSTIN! PADAHAL SELAMA INI YANG KULIHAT PAK JUSTIN TIDAK PERNAH SEKALIPUN BILANG BENCI PADA PAK VICTOR,"
"PAK JUSTIN JUGA TIDAK PUNYA DENDAM SAMA BAPAK, SAAT KITA PERTAMA KALI BERTEMU PUN. PAK JUSTIN MEMBIARKAN PAK VICTOR MENGAMBIL ALIH RAGANYA MESKI CUMA BEBERAPA SAAT, ITU KARNA PAK JUSTIN PERCAYA SAMA PAK VICTOR, PERCAYA BAHWA PAK VICTOR TIDAK AKAN MELAKUKAN SESUATU YANG AKAN BAPAK SESALI NANTI!"
"TAPI APA YANG PAK VICTOR LAKUKAN SEBAGAI BALASAN?! BAPAK MENGHANCURKAN KEPERCAYAAN ITU. MEMBUNUH SEMUA ANGGOTA YANG SUDAH SUSAH PAYAH PAK JUSTIN KUMPULKAN, SEMUA INI KARNA KEEGOISAN PAK VICTOR! HANYA KARNA DENDAM DAN RASA IRI SEMUANYA BAPAK SINGKIRKAN!"
Netra merah Victor melebar saat mendengar semua kalimat Chloe yang diteriakkan padanya, Tubuhnya agak gemetar. Seketika membuatnya menjatuhkan pisau di tangannya.
PRANG!
Sedangkan Chloe kembali mengatur napasnya usai meneriakkan kalimat-kalimat yang entah berfaedah atau tidak bagi Victor, Yang pastinya Chloe merasa lega karna sudah mengeluarkan semua yang dia pendam selama ini.
"G-Gak mungkin! Selama ini Justin...," Netra Victor masih melebar, Semua ingatan-ingatan saat dirinya dan Justin dari kecil sampai meranjak dewasa terlintas di benaknya. Dia masih ingat bagaimana Justin tersenyum tulus padanya saat mereka bertemu beberapa kali di bawah alam sadar Justin, Semua kebaikan Justin, Dan dia yang melindungi Justin. Semua itu bercampur hingga Victor tak bisa lagi berkata-kata.
Ezra menodongkan pistolnya tepat mengarah ke kepala Victor sembari menatap dingin. "Aku akan menghentikan penderitaanmu, Berikan salamku pada tuan Justin disana. Sayonara!"
Victor hanya menatap dengan pandangan tak percaya dan singa disampingnya masih mengaum mencoba melepaskan diri.
"Semoga tenang disana pak Victor, Sayonara," Chloe menyiapkan pedangnya dan setelahnya dia menyerang singa disamping Victor. Menusuk singa itu sekaligus membelah tubuh hewan tersebut menjadi dua.
CCRRAASS!
DOR!
__ADS_1
TBC