System Prince Charming

System Prince Charming
menyelamatkan Alice dan Leo


__ADS_3

"Chloe kita mau kemana? Bagaimana dengan Kak Leo?"


Alice udah mulai kewalahan mengikuti Chloe yang sejak tadi terus mengajaknya berlari mendekati suatu tempat.


"Kita cari dia, Alice telepon kak Leo! Cepat sebelum mereka datang," Kata Chloe melepaskan tangannya dari tangan Alice, mereka berhenti di depan sebuah loket bioskop yang sudah tutup.


"Eh? Iya," Alice buru-buru menelpon Kak Leo seperti yang diminta Chloe. Gadis bersurai coklat panjang itu paham, mereka sedang dikejar sekarang.


Chloe memperhatikan sekitarnya dengan waspada, kalau-kalau kedua Bodyguard Justin akan menyusul mereka.


"Chloe, aku sudah menelpon kak Leo. Dia bilang sedang mencariku di tempat duduk tadi, dan sekarang dia sedang menunggu dekat mobil kami," Jelas Alice sembil menoleh pada Chloe.


"Minta dia untuk tunggu beberapa menit lagi, kita akan segera kesana. Dan bilang pada supir mu untuk siap-siap Alice,"


"Um...baiklah," Alice hanya mengikuti intruksi Chloe, Dia tidak mengerti apa rencana Chloe sebenarnya disaat mereka sedang dalam masalah begini.


"Sebenarnya apa yang kau rencana kan Chloe, kenapa meminta supir Alice untuk siap-siap? Apa kau merasakan Firasat sesuatu?" Holy ikut heran dengan jalan pikiran Chloe yang tidak bisa ditebak.


"iya, kalau benar kedua Bodyguard kak Justin mengejar kita. Aku akan mendahulukan keselamatan Alice dan kak Leo dulu. Setelahnya aku baru menyelamatkan diri," Bagaimana pun Chloe tidak ingin terjadi sesuatu pada Alice dan Kak Leo. Tidak ada yang boleh mati satu pun dalam game ini.


Chloe tahu dari biodata Justin sendiri, Justin memiliki kepribadian ganda, dan Chloe cemas kalau sewaktu-waktu Sifat Kejam dan Psikopat Justin muncul, itu bisa membahayakan orang lain bahkan bisa saja membahayakan Alice, Kak Leo, dan Chloe sendiri kalau misalnya tertangkap kedua Bodyguard Justin.


"Chloe, kenapa kau sangat peduli dengan mereka berdua, bukannya Alice dan kak Leo bukan siapa-siapa mu? Sampai rela mendahulukan keselamatan mereka dari pada keselamatan mu sendiri," Holy agak menunduk sedih, karna perkataan Chloe.


Chloe diam sesaat, memandangi punggung Alice yang masih menelpon Kak Leo dan supirnya. Lalu tersenyum tipis.


"Setidaknya aku ingin Chloe Amberly punya teman, setelah suatu saat aku meninggalkan raga nya. Biar Chloe Amberly gak kesepian lagi,"


"Ah, aku mengerti Chloe. Kau memang benar-benar baik,"


Chloe tidak menanggapi lagi sahutan Holy, Tatapannya hanya terus memandang Alice.


"Chloe aku sudah selesai, kita harus apa lagi?" Alice mendekati Chloe usai menyimpan HP nya.


TAP! TAP! TAP!


Suara derap langkah terdengar dari arah belakang mereka, Itu adalah kedua Bodyguard Justin. Lari mereka sangat cepat menuju arah Alice dan Chloe.


Sontak Chloe kembali memegangi tangan Alice sambil menyeret Alice berlari menjauhi kedua Bodyguard itu. Diikuti Holy di belakang Alice dan Chloe.


"Lari lagi, Alice"


"BERHENTI KALIAN BERDUA!" Teriak salah satu dari Bodyguard itu. Hingga menarik perhatian beberapa pengunjung Bioskop.


Tentu saja teriakan itu dihiraukan oleh Alice dan Chloe, beberapa kali lari mereka memutar. Dan berusaha tidak menabrak Pengunjung Bioskop yang berlalu lalang.


"Chloe tolong pelan-pelan, aku rasanya tidak kuat lagi," Alice berusaha tetap mengikuti lari Chloe, napasnya sudah tidak beraturan.


Chloe mempercepat larinya ketika Netra biru itu menangkap bayangan seseorang yang sedang bersandar pada pintu mobil Alice, sembil memainkan HP nya tepat di depan pintu keluar Bioskop. Tidak salah lagi, itu adalah Kak Leo yang sedang menunggu.


"Kalau pelan-pelan kita bisa tertangkap, tahan sebentar lagi Alice,"


Mereka akhirnya sampai keluar dari Bioskop, Chloe segera memanggil Kak Leo yang masih menunggu.


"Kak Leo!"


Leo mendongak saat namanya dipanggil, Alice dan Chloe sudah berdiri tepat dihadapannya. Dilihatnya kedua gadis itu tampak lelah dan berkeringat.


"Oh, Alice dan Chloe. Ada apa dengan kalian?" Leo mengingat Alice pernah menceritakan tentang Chloe, jadi Leo cukup yakin kalau disamping Alice adalah Chloe.


"Aku...hosh...juga bingung...hosh...mau menjelaskan bagaimana," Kata Alice disela-sela menghirup oksigen nya.


"Kita tidak punya banyak waktu lagi, Kak Leo dan Alice kalian berdua cepat pergi duluan! Biar aku yang akan mengalihkan perhatian mereka," Seru Chloe sambil menarik Alice dan Leo lalu mendorong mereka masuk dalam mobil dengan tergesa-gesa.


"Apa maksudnya ini!?" Leo semakin bingung karna Chloe mendorongnya masuk dalam mobil Alice.


"Ta-Tapi Chloe, bagaimana dengan mu?" Tanya Alice khawatir usai sudah di dalam mobil nya.


"Aku akan baik-baik saja, percaya lah," Chloe segera beralih pada kaca bagian supir, sang gadis mengetuk kaca nya agar sang supir memperhatikannya. "Pak, langsung tancap gas, kalau bisa secepat mungkin. Nyawa Alice dan Kak Leo sedang dalam bahaya,"


"Justru nyawamu lah yang sedang dalam bahaya Chloe," Batin Alice makin cemas.


Sang supir mengangguk cepat mendengar permintaan Chloe. "Iya, nona. Makasih sudah menyelamatkan nona Alice,"


Chloe hanya mengangguk, Lalu sang supir langsung tancap gas meninggalkan area Bioskop. Alice menyembulkan kepalanya dari kaca mobil, menatap Chloe Prihatin.


"CHLOE, BERHATI-HATI LAH,"

__ADS_1


Gadis bersurai biru potongan pendek itu memandang dalam diam, hingga suara derap langkah membuat nya tersentak kaget.


"ITU DIA, AYO TANGKAP!"


"Ck! Kenapa mereka tidak mau menyerah sih!?"


Refleks Chloe langsung berlari kembali ke arah berlawanan dengan arah mobil Alice, Chloe pikir dia harus bersembunyi di suatu tempat agar bisa mengelabui kedua Bodyguard Justin.


*************


"Apa kau melihat anak kecil yang barusan masuk ke sini?"


"Maaf tuan, Saya tidak melihatnya. Sejak tadi toko saya sepi tidak ada pelanggan,"


"Tadi aku lihat anak itu masuk ke sini! Jangan bohong!"


"S-Sumpah saya tidak bohong tuan,"


Kedua Bodyguard itu melihat-lihat sudut-sudut tempat di toko itu, mereka juga mencari nya di ruangan ganti.


"Anak itu sepertinya memang tidak ada disini,"


"Ayo kita cari di tempat lain,"


Mereka kemudian pergi keluar dari toko tersebut tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi pada Pelayan Customer, dan untungnya kedua Bodyguard itu tidak mengacak-acak atau menghancurkan toko tersebut.


Pelayan itu melengokkan kepalanya sebentar, memastikan Kedua Bodyguard itu sudah pergi. Lalu menunduk memanggil Chloe yang berada di bawah meja nya.


"Dek, mereka sudah pergi. Semuanya sudah aman sekarang,"


Chloe keluar dari bawah meja Customer lalu memandang sekitarnya, dia menghela napas lega. Saat ini Chloe berada di sebuah toko pakaian, karna sudah lelah terus-menerus lari jadi Chloe memutuskan untuk bersembunyi disini. Untungnya sang pelayan Customer tidak keberatan, dan memberikan tempat sembunyi.


"Akhirnya tuh dua orang sudah pergi,"


"Terima kasih ya kak, sudah menolong Chloe. Ini imbalannya, Chloe cuma punya uang segini," Chloe menyodorkan beberapa lembar uang, bermaksud memberi imbalan atas terima kasihnya pada pelayan Customer.


"Gak usah dek, uang nya adek simpan aja," Tolak pelayan Customer perempuan itu dengan halus.


"Ah, Um....," Chloe merasa tidak enak hati karna sudah merepotkan sang pelayan Customer sampai sang pelayan harus berbohong segala, agar Chloe selamat. Netra biru nya kemudian melihat ke arah sebuah topi berwarna biru yang menarik perhatian nya.


**************


Chloe berjalan santai melewati sebuah taman yang terlihat asri, beberapa pohon rindang tampak melindungi jalanan saat itu. Di tangannya terdapat sebuah topi berwarna biru, mungkin terlihat mirip topi detektif / Newsboy Cap tapi Chloe terlihat menyukai topi itu, dan berpikir akan memakainya setiap hari.


"Topi ini terlihat keren,"


Chloe memasang topi tersebut di kepalanya agar terlindungi dari panas matahari.



PIP!


"Chloe ada misi dari Program,"


"Misi apa?"


"Kau lihat Pria yang berdiri disana, bersama beberapa orang,"


Netra Biru Chloe mengikuti arah telunjuk Holy yang mengarah pada seorang Pria bersurai hitam yang berdiri tak jauh dari taman, di hadapan Pria itu terdapat 3 orang pria lainnya berpakaian seperti Preman. Tampaknya 3 Preman itu sedang memalak Pria bersurai hitam yang hanya berdiri diam.


"Lihat kok, memangnya kenapa?"


"Tolongin lah, dia itu lagi dipalak tau. Dia target terakhir tuh ," Protes Holy atas ketidak pekaan Chloe.


"Gak mau! Nanti aku kena masalah lagi. Aku barusan habis lepas dari Bodyguard kak Justin. Masa mau cari masalah lagi!?" Chloe mendengus tak terima, takutnya misi ini kayak misi di Studio itu.


"Ada mode mengalihkan berita lho, Terus dapat hadiah misterius," kata Holy menawar dengan senyum penuh kemenangan.


"Ck! Baiklah aku mengalah,"


Chloe mendekati 4 pria itu lalu dengan langkah mantab dan berani memanggil mereka.


"Hei, kalian bertiga preman ya? Mau malak orang hah!" Chloe dengan sikap waspada berdiri di samping Pria bersurai hitam itu, sedangkan sang pria hanya melirik Chloe dalam diam.


"Huh, siapa kau!? Jangan ikut campur urusan kami!" Sahut salah satu dari Preman itu.


Chloe mengernyitkan alisnya, seakan Preman itu secara tak langsung mengatakan bahwa dia adalah pengganggu.

__ADS_1


"Aku memang gak ingin ikut campur urusan kalian, tapi kalau kalian malak orang lain aku gak bakal tinggal diam," Bentak Chloe balik.


"Terlalu banyak bicara kau nona!"


Salah satu Preman itu meninju Chloe tapi dengan sigap Chloe menahan tangannya, Sang gadis langsung memegang lengan preman itu dengan kedua tangannya lalu melakukan gerakan memutar hingga lengan Preman itu menimbulkan bunyi patah.


KKRRAAKK!


"Akh! S-Sialan kau!"


Chloe langsung menendang punggung sang preman yang dia tahan hingga terjatuh menghantam jalan aspal.


Kedua Preman lainnya ikut menyerang Chloe secara bersamaan, memojokkan sang gadis dari dua sisi lalu menyerang bersama-sama. Chloe langsung berkelit, tubuh nya yang kecil memudahkan gerakkannya untuk menghindar lalu membenturkan kedua kepala Preman itu masing-masing Dan dengan mudahnya melumpuhkan kaki kedua preman itu. Gerakkan terakhir, Chloe langsung menendang kepala keduanya hingga roboh tanpa membuang waktu.


"Ayo pergi dari sini, jangan diam saja!"


Selagi ke-3 Preman itu sedang kesakitan, Chloe langsung menarik sang Pria bersurai hitam itu pergi dari sana tanpa menunggu jawaban, Meski sang Pria hanya diam saja mengikuti langkah Chloe yang membawanya entah kemana.


************


Mereka berhenti di sebuah halte bus, Chloe melepaskan genggamannya dari tangan sang Pria sambil mengatur napasnya yang tak beraturan.


Pria bersurai hitam dengan Netra merah darah itu hanya memandangi Chloe dalam diam, seolah sedang mengawasi gerak-gerik sang gadis.


"Kenapa malah diam saja saat kau di palak? Bukannya dilawan malah diam," gerutu Chloe usai napas nya kembali normal. Netra biru nya kemudian memandangi wajah sang Pria.


Chloe diam mematung, sangat terkejut ketika wajah sang Pria terlihat Familiar dimatanya. Netra merah darah dengan surai hitam itu mirip sekali dengan sahabat masa kecil nya saat Chloe masih di dunia asli. Membuat Chloe kembali teringat dengan dunia asli nya.


"Dia mirip sekali dengan Ian sahabat masa kecilku di dunia asli, Atau ini hanya kebetulan saja. Aku jadi merindukan sosok Ian saat melihat nya," Pikir Chloe sesaat merasa sedih, Netra biru nya sempat meredup.


Sang Pria masih diam, tidak menyahut perkataan Chloe. Netra merah darah Pria itu tampak kosong seperti tidak memiliki emosi. Chloe jadi heran sendiri, Apa sang pemuda bisu? Dari awal Chloe masuk ke dunia game sampai sekarang, Chloe selalu bertemu dengan target yang tidak banyak bicara dan dingin contoh nya ya Pria yang sedang berada di hadapan Chloe. Kecuali Kak Felix.


"Dimana rumahmu? Apa kau bisa bicara?" Ah, Chloe merasa seperti bicara dengan orang bisu.


Pria bernetra merah itu kemudian menyodorkan sebuah kertas berisi alamat pada Chloe tanpa mengatakan satu patah pun. Chloe menerimanya, dan membaca alamat itu.


"Apa itu sebuah alamat?" Holy membaca kalimat yang tertera di kertas itu.


"Hm...aku juga tidak tahu, mungkin iya. Sepertinya dia ingin aku mengantarnya ke alamat ini," Sahut Chloe dalam hati masih memperhatikan alamat itu.


"Kenapa tidak ikuti saja, mungkin ada petunjuk baru,"


"Yah, tidak ada salah nya,"


Kemudian Netra Chloe kembali memandangi sang Pria bersurai hitam itu. "Baiklah, akan ku antar kau ke alamat ini,"


Mereka kemudian pergi menuju alamat tersebut, menaiki bus. Chloe tidak tahu Pria disampingnya ini bisa bicara atau tidak karna Chloe sejak tadi mengajak sang Pria bicara pun tidak ditanggapi.


*************


BLAM!


"Bagaimana Tugas mu, apa sudah selesai?"


Seorang Pria bersurai hitam dengan Netra orange duduk tenang sambil minum teh di sofa, dia dengan elegan meminum teh nya usai menanyakan sesuatu pada Pria bernetra merah darah yang baru saja datang.


Sesaat Pria bernetra merah itu diam, masih dengan tatapan kosongnya. "Sudah, aku sudah mengawasinya. Saat dia melawan Preman-preman itu sesuai perintahmu,"


"Bagaimana menurutmu? Bukankah Tugas mu akan semakin menarik setelah ini," Pria bernetra Orange itu berdiri dari duduknya sambil mendekati Sang Pria bernetra merah darah dengan senyum miring.


"Ya, kau benar Justin. Gadis itu tidak bisa diremehkan. Jika di biarkan, Dia akan tahu Siapa kau dan Grup HE@VEN sebenarnya. Rencana, Rahasia kita dan semuanya akan hancur jika dia membeberkan nya ke Publik,"


Justin Garfield tertawa sinis beberapa saat, entah apa yang dipikirkan sang Pria.


"Aku tidak peduli Siapa dia, sebelum Rahasia kita terbongkar. Hancurkan dia lebih dulu, setelah semuanya selesai bawa tubuh nya padaku, dan aku akan mengambil kulitnya untuk dipajang,"


Justin kemudian mendekati sebuah gambar pajangan di sudut ruang kerja nya, Pajangan itu terbuat dari kulit manusia yang sudah dia awetkan. Tangan Justin mengusap pajangan itu dengan rasa sayang. Sesaat Netra orange Justin berubah menjadi merah seakan haus akan darah. Dia menyerigai senang.


"Mulai besok, aku ingin kau bersekolah di sekolah nona kecil itu. Menjadi mata-mata dan sumber informasi ku, terus awasi dia kalau dia melakukan hal mencurigakan selama di sekolah,"


"Baiklah, semua rencana akan dimulai besok," Pria bernetra merah darah itu, hanya mengangguk kecil menerima perintah Justin.


"Bagus, kau memang Anggota Black Shadow terbaik ku. IAN,"


Pria bernetra merah darah dengan surai hitam itu yang ternyata bernama 'IAN' hanya diam tak menyahut perkataan Justin lagi. Memandang dalam diam CEO sekaligus temannya itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2