
[Minggu ke-2]
Pagi hari yang cerah, ini sudah minggu ke-2 Chloe dalam dunia game. Dan Chloe saat ini tengah asyik menyirami tanaman di kebunnya yang baru menjadi tunas.
Sesekali sang gadis akan menghirup udara segar dan bersenandung riang, menikmati betapa indah nya pagi ini.
TING!
Sejenak aktivitas Chloe terhenti, dia segera meletakkan alat penyiram nya di tanah dan mengambil HP nya untuk membaca pesan, entah dari siapa.
From: Program
To: Chloe
Satu mode kembali terbuka:
1.) Mode: Pekerja yang Cekatan (Note: Membuat kecepatan bekerja 3x lebih cepat dari sebelumnya).
2.) Mode: Air Mengalir (Note: membuat karakter Chloe bisa menangis dalam kendali Program dan system untuk menarik simpati orang-orang).
3.) Mode: Mengalihkan berita (Note: Menghilangkan/Mengganti berita tentang hal yang tidak di inginkan Karakter Chloe untuk disiarkan di depan publik, dalam media elektronik misalnya TV, HP, Tablet, dan media elektronik lainnya).
4.) Mode: ?????
5.) Mode: ?????
"Wah, mode baru. Sepertinya mode ke-3 lebih menarik," Chloe memperhatikan Mode-Mode yang sudah dia dapatkan, lalu menyimpan HP nya. Dan kembali menyirami tanamannya.
Setelah beberapa menit menyirami tanaman, Chloe meletakkan alat penyiram itu di lantai dapur. Tiba-tiba saja Holy datang dari arah ruang tamu dengan cemas dan panik.
"Chloe, aku melihat berita viral tentangmu di TV. Ini tentang kau memukul Seorang CEO pemilik perusahaan Agensi idol alias Justin Garfield kemarin. Ternyata berita itu sudah menyebar di media sosial,"
"Hah!? Serius?" Mendengar hal itu, Chloe segera menuju ruang tamu. Melihat berita yang dimaksud oleh Holy.
[Breaking New: "Seorang gadis kecil memukul Justin Garfield di tempat Bioskop kemarin, Tidak diketahui identitas gadis itu. Orang-orang disana bilang mereka menyaksikan secara langsung saat kejadian itu terjadi. Bermula karna sebuah tumpahan minuman hingga terjadi perdebatan di antara keduanya, lalu terjadi pemukulan pada Tuan Justin yang disebabkan oleh gadis kecil itu. Pemilik perusahaan Agensi, Justin Garfield menyatakan kejadian itu memang benar-benar terjadi di Bioskop. Saat ini pihak polisi sedang mencari....].
Chloe segera mematikan suara pada TV nya dan TV itu hanya menampilkan Vidio saat Chloe memukul Justin di Bioskop kemarin. Chloe mendengus, benar-benar sangat marah dan kesal karna Pria bernetra Orange itu melaporkannya ke polisi, di tambah sengaja menyebarkan berita itu agar dirinya di tangkap.
"Dia sudah benar-benar keterlaluan, aku memang memukul nya tapi ini tidak sepenuhnya salahku. Dia yang memulai duluan, mengancamku dengan cara mengawasiku," Kata Chloe kesal dan marah.
"Dia benar-benar sudah gila Chloe, Saking inginnya kau tiada. Dia sengaja merusak reputasi mu. Untuk sekarang kita tidak punya cukup kekuatan untuk mengalahkannya, bagaimana ini?" Holy semakin cemas dan bingung. Dia terbang bolak-balik dalam keadaan cemas.
Chloe diam sesaat, otaknya mulai memikirkan rencana selanjutnya. Justin benar-benar menandai Chloe sebagai tawanannya, Chloe masih belum tahu apa yang disembunyikan Justin sampai-sampai ingin menghancurkan nya secara perlahan-lahan.
"Chloe, kita tidak bisa sembarangan bertindak mulai sekarang atau berbicara secara terbuka. Karna Justin mengirim bawahannya untuk mengawasi mu, bahkan kini mereka dengan mudah nya menemukan alamat rumah mu,"
"Tentu saja, dia bisa melakukan apa pun dengan sesuka hati nya. Pergerakan kita benar-benar akan dibatasi ya mulai sekarang?"
"Benar, tidak bisa bertindak sembarangan juga,"
Chloe pikir jika dia tidak bisa berbicara secara terbuka dengan Holy, mungkin dia akan berbicara dalam hati agar tidak di curigai oleh mata-mata Justin.
"Kalau begitu, Aktifkan mode mengalihkan berita. Hapus semua berita tentangku tadi di TV dan semua media sosial. Dan hapus juga ingatan orang-orang tentang ku yang melihat berita tadi, buat mereka melupakan wajah ku. Seolah mereka tidak mengenalku sama sekali,"
"Perintah di terima. Mode pengalihan berita aktif. System sudah menghapus berita itu dan sekarang orang-orang tidak akan pernah ingat tentang Chloe lagi. Sekarang Chloe bisa bernapas lega sementara,"
Gadis bersurai Biru potongan pendek itu tersenyum puas, lalu menepuk kecil kepala Holy.
"Kerja bagus Holy, kau bisa memakan kue buatanku nanti malam sepuasnya," Kata Chloe dalam hati sambil tersenyum lebar.
"Yyeey, makanan enak,"
__ADS_1
Usai menyingkirkan satu masalah, Chloe segera buru-buru mandi dan bersiap-siap agar tidak terlambat ke sekolah.
****************
[Class XI A]
TAP! TAP! TAP!
"Huh, hampir saja bunyi bel," Chloe segera mendudukkan dirinya di Kursi, dan bertepatan dengan itu bel sekolah berbunyi.
Devian di samping Chloe hanya menoleh sesaat, melihat Chloe yang tampak kelelahan habis berlari. Sang pemuda kemudian mengambil tisu dalam kolong meja nya, dan Tiba-tiba saja mengusap kening Chloe yang sedikit berkeringat memakai tisu.
Tindakan Devian sontak membuat Chloe menoleh menatapnya, rasa nya sedikit kaget.
"Kau terlihat lelah Kak Chloe, aku sedang membantumu saat ini. Btw tidak biasa nya kau datang agak sedikit terlambat kali ini," Dengan lembut Devian masih mengusap kening Chloe, begitu teliti dan telaten seolah Chloe adalah barang berharga.
"Ah...um. Ada sedikit masalah tadi di rumah, jadi agak sedikit terlambat," Kata Chloe agak kikuk. Pipi nya agak merona tipis karna perlakuan Devian.
Setelah selesai Devian membuang tisu itu dalam bak sampah, dia kembali duduk di tempatnya.
"Begitu ya, Bagaimana masalah nya? Sudah selesai?"
"Sudah, semuanya kembali berjalan lancar,"
"Hm....,"
KKRREIITT!
Selang tak berapa lama dari pembicaraan itu, Guru yang mengajar mereka pun masuk kelas, Di belakang guru itu terdapat seorang Pemuda bersurai hitam dengan Netra merah darah. Seketika kelas yang tadi nya ribut langsung, hening seketika.
"Anak-anak, kita kedatangan murid baru. Silakan perkenalkan nama mu," Kata Pak guru itu sambil mempersilahkan sang pemuda untuk maju memperkenalkan diri.
Chloe menatap tak percaya kalau pemuda bersurai hitam yang ditolongnya kemarin, menjadi murid baru di kelasnya.
"Ngapain dia ikut bersekolah di sini juga!?" Batin Devian sinis, memandangi sang pemuda bernetra merah tajam.
"Namaku Ian Maxwell. Aku pindahan dari Florion High School. Salam kenal," Suara sang pemuda terdengar begitu dingin, tatapan Netra merah nya sangat kosong tak memiliki emosi. Netra nya tertuju pada Chloe dan Devian yang duduk di kursi nomor 2 dari depan.
DEG!
Mendengar nama Ian Maxwell membuat Jantung Chloe berpacu cepat, nama sang pemuda benar-benar mirip dengan sahabat masa kecil Chloe di dunia asli. Entah ini hanya kebetulan atau tidak, Chloe tidak tahu. Rasa nya Chloe jadi agak sedih mengingat sahabat masa kecil nya itu.
Bahkan saat Netra biru Chloe bertemu dengan Netra merah Ian, Si Ian hanya terdiam.
"Ian...," Lirih Chloe pelan dengan nada sedih, saat menatap Netra merah Ian.
Devian tentu mendengar lirihan Chloe, Tapi pemuda bersurai hitam kecoklatan itu hanya diam. Bertanya-tanya dalam hati, apa hubungannya Ian dan Chloe. Sampai-sampai Chloe terlihat sedih.
"Ian kau boleh duduk di belakang Devian dan Chloe,"
Ian hanya mengikuti perintah Pak Guru dan berjalan menuju kursinya. Saat melewati meja Devian dan Chloe. Netra milik Ian melirik Devian, begitu pun dengan Devian yang menatap tajam Ian. Seolah-olah Devian mengatakan 'Jangan-macam-macam-Dengan-Chloe-Atau kau-Akan-berurusan-denganku' lewat tatapannya.
Acuh, Ian segera melewati Devian lalu duduk dengan tenang di kursinya. Menyiapkan semua peralatan tulis nya di meja.
Selama pelajaran berlangsung, Diam-diam Ian selalu menatap punggung Chloe dengan tatapan kosong nya. Mengawasi tindakan sang gadis dalam diam.
***************
KKRRIINNGG!
Semua siswa-siswi mulai berhamburan keluar kelas usai jam pelajaran berakhir, termasuk Ian yang kini meranjak dari duduknya. Di tangannya terdapat sebuah Light Novel, lalu berjalan keluar kelas entah kemana.
__ADS_1
Netra biru Chloe terus memperhatikan pergerakkan Ian sampai keluar kelas, Chloe merasa tertarik dengan sikap Ian yang tidak banyak bicara dan Misterius. Entah apa yang membuat Chloe merasa begitu, tapi sikap Ian yang seperti itu membuat Chloe ingin menggali informasi tentang sang pemuda lebih dalam.
"Kak Chloe, mau ke kantin bersama?" tawar Devian yang kini sudah meranjak dari duduknya.
Seketika Chloe teringat dengan janji nya pada Evelyn yang ingin mendamaikan keduanya, Sontak Chloe menggeleng pelan menolak tawaran Devian.
"Kau duluan saja Devian, mungkin nanti aku menyusul. Ada suatu hal yang harus ku urus,"
"Baiklah, aku duluan,"
Devian berjalan pergi dari kelas meninggalkan Chloe yang kini sendirian dalam kelas, sang gadis melengokkan kepalanya memastikan semua siswa sudah keluar.
"Chloe, ini poin hati ke-5 karakter utama pria. Poin hati Devian bertambah 5 poin totalnya 18 poin. Dan poin hati Ian adalah 3 poin,"
Holy kembali memunculkan Hologram nya.
Poin Hati ke-5 karakter utama pria:
1.) Devian Orlindo: 18 Poin
2.) Felix Edricson: 15 poin
3.) Raizel Freymon: 0 Poin
4.) Justin Garfield: 0 poin
5.) Ian Maxwell: 3 poin
"Kak Raizel belum bisa kudekati sepertinya, apalagi si kak Justin," Dengus Chloe kecil memandangi hologram itu. Kemudian Hologram itu hilang.
"Kurasa akan susah, apalagi Justin ingin sekali menghancurkan mu. Dia benar-benar tidak bisa dihentikan,"
"Akh...alur nya benar-benar berubah, setahuku di game. Kak Justin tidak memiliki kepribadian ganda, dan Chloe Amberly mati karena mendapat kekerasan dari ke-5 karakter utama pria. Tapi disini Cerita nya Chloe Amberly akan mati karna salah satu karakter utama pria tidak ingin rahasia nya terbongkar. Ini benar-benar aneh," Chloe mengacak rambut biru nya gusar.
"Mulai sekarang alurnya akan mengikuti tindakkan yang kau lakukan selama di game ini, Dan kita tidak bisa menghindarinya,"
"Ugh...aku tidak akan mati semudah itu di tangannya, Aku akan sebisa mungkin bertahan di game ini sampai misi ku selesai," Batin Chloe mencoba semangat.
"Yah, tentu saja. Aku senang melihat semangatmu Chloe,"
TING!
Chloe segera mengambil HP nya, tampak biodata Ian yang baru saja di kirim oleh Program.
Nama: Ian Maxwell
Umur: 18 tahun
Ciri-ciri: Memiliki surai berwarna hitam, Netra berwarna merah darah, dan tinggi 184 cm.
Note: Pemuda yang sangat misterius dan tertutup, dia tidak banyak bicara dan selalu terlihat menyendiri. Tidak ada yang tahu tentang keluarga nya atau pun pekerjaan keluarga nya. Pernah tidak naik kelas sekali, Ian adalah anak tunggal. Dia tidak pernah bergaul dengan siapa pun alias Kuper (Kurang Pergaulan). Hobi nya adalah membaca Light Novel dan mendengarkan musik, biasanya Ian selalu menyendiri di tempat yang tenang dan tidak berisik.
Chloe merasa aneh, karna dari ke-5 Biodata karakter utama pria. Hanya Biodata Ian yang paling sedikit dan tertutup, seolah menyembunyikan asal usul sang pemuda bermarga Maxwell itu. Sama seperti sikap sang pemuda, Biodata nya pun juga sangat sedikit dan misterius. Chloe jadi semakin tertarik menggali informasi pada sang pemuda.
"Chloe, ayo katanya mau bantu Evelyn baikan sama Alice," Holy menarik tangan Chloe dengan tangan kecilnya.
"Iya, iya aku segera keluar,"
Chloe menyimpan HP nya dan bergegas pergi dari kelas untuk menemui Evelyn.
__ADS_1
TBC
Hai, Bagi para Readers yang minta Crazy Up, maaf ya Author belum bisa memenuhi permintaan kalian. Soalnya Akhir-akhir ini Author merasa gak enak badan dan kurang tidur. Jadi Mungkin Author akan usahakan untuk Crazy UP kalau sempat dan ada waktu.