System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Ada apa dengan Raizel?


__ADS_3

[Halaman depan Asrama]


Usai pulang dari kantor, Chloe dengan santai melewati Gazebo yang berdekatan dengan pohon angker. Tanpa sengaja netra birunya menangkap Rion yang sedang duduk di Gazebo sendirian.


Pemuda itu tampak merenung, Entah apa yang dia pikirkan. Dengan penasaran Chloe mendekati Rion, Berdiri di hadapan sang pemuda.


Merasa ada seseorang di dekatnya, Rion mendongak dan menatap Chloe yang berdiri di depannya.


"Boleh aku duduk di sini Rion?"


Rion hanya mengangguk kecil, Memperbolehkan sang gadis duduk. Chloe melepaskan ranselnya, Meletakkan di gazebo lalu duduk di samping sang pemuda.


"Apa semuanya baik-baik saja?" Sejenak Chloe menoleh, Memperhatikan sang pemuda yang tengah menunduk.


Rion kembali mengangguk seolah mengatakan semuanya baik-baik saja tanpa terkecuali. Setelahnya mereka terdiam, Suara-suara hewan malam terdengar disana.


"Hei, Kau sepertinya ada masalah. Apa kau mau cerita?" Tanya Chloe lagi sambil tersenyum ramah.


Pemuda bersurai silver itu merenung sejenak, Memikirkan tawaran Chloe. Mulutnya terkunci rapat, Sebelum dia mengetik sebuah pesan di HP nya lalu menunjukkan pada Chloe.


TING!


[Aku Merindukan keluargaku Nona Chloe, Bahkan sekarang aku hampir tidak bisa mengingat rupa wajah mereka seperti apa. Sudah 9 tahun berlalu, Rasanya mustahil aku bisa kembali lagi ke tanah kelahiranku]


Chloe tersentak, Dia menatap Rion tak percaya. "Kenapa kau bilang begitu? Selama kau hilang, Pasti mereka mencarimu. Tidak mungkin mereka membiarkan kau hilang begitu saja,"


Sesaat Rion tersenyum miris, Dia menggeleng pelan dengan tatapan sendu.


TING!


[Mereka tidak akan mencariku, Karna semua keluargaku bahkan di bantai habis-habisan oleh para penculik itu. Ayah, Ibu, Kakakku, Sepupu, Paman, Bibi. Semuanya di bantai oleh mereka. Sedangkan aku...Aku dijadikan tawanan dan dijual ke Club malam. Karna hanya aku satu-satunya yang bertahan dan masih hidup]


"Ah, Maaf. Aku tidak bermaksud mengingatkanmu dengan kejadian itu lagi," Kata Chloe merasa tak nyaman, Menatap Rion sedih.


Rion hanya menggeleng pelan pertanda dia tak mempermasalahkan hal tersebut.


"Tapi kenapa keluargamu dibantai? Dan hanya menyisakanmu yang masih hidup?"


TING!


[Karna Bos tempat ayahku bekerja ingin balas dendam pada ayah dan berimbas ke keluarga kami. Awalnya yang kudengar dari ibu karna ayah mencuri Uang milik perusahaan bos ayah sampai perusahaan itu bangkrut dan akhirnya bos ayah mengirim pembunuh bayaran untuk membantai kami semua]


Chloe sesaat melihat netra hijau milik Rion tampak meredup sendu, Pemuda itu kembali mengetik pesan.


TING!


[Sebagai ganti atas kerugian perusahaan bos ayahku, Mereka menjadikanku tawanan dan Akhirnya di jual. Di Club itu aku sering disiksa, Sampai membuat Traumaku muncul lalu akhirnya aku memilih tidak ingin bicara lagi]


"Itukah sebabnya kau menjadi bisu sekarang?" Chloe menatap heran.


Rion mengangguk kecil, Menatap Netra biru Chloe balik.


"Tapi sampai kapan kau akan terus mengunci mulut itu? Kau tidak mungkinkan terus-terusan diam selamanya? Meski karna trauma, Sesekali kau harus bicara walaupun hanya sedikit," Jelas Chloe sambil memandangi langit malam yang dipenuhi bintang.


Rion terdiam memikirkan perkataan Chloe, Ikut memandang langit. Mulutnya perlahan terbuka kecil, Ingin mengatakan sesuatu.


"Aaa.....!"


Chloe menoleh saat mendengar suara Rion, Matanya berbinar senang mengetahui kalau Rion berniat mengeluarkan suaranya. Chloe sejujurnya juga penasaran dengan suara sang pemuda. Namun tampaknya hal itu tidak membuahkan hasil karna kini Rion kembali menutup mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


Pemuda bersurai silver itu menoleh dan menggeleng pelan seolah mengatakan dia tidak bisa melakukannya. Chloe sesaat tersenyum tipis, Lalu mengusap surai silver milik Rion dengan ekspresi lembutnya.


"Ya sudah kalau sekarang belum bisa, Mungkin lain kali kau bisa mencobanya lagi," Kata Chloe masih mengusap surai milik Rion sesaat.


Rion balas tersenyum tipis, Membiarkan Chloe mengusap rambutnya. Dia mendekatkan duduknya membuat usapan di kepalanya berhenti.


Pemuda bersurai silver itu membaringkan kepalanya di pangkuan Chloe membuat sang gadis agak terkejut dengan tindakkan sang pemuda.


"Lho? Kenapa tiba-tiba Rion jadi manja begini?" Pikir Chloe heran. Menatap kepala Rion yang berada di pahanya.


"Rion, Apa kau ngantuk?" Tanya Chloe membiarkan sang pemuda, Dia mengusap perlahan surai silver milik Rion.


Sesaat Chloe merasakan anggukan di pahanya, Gadis bersurai biru itu tersenyum tipis.


"Tidurlah," Kata Chloe pelan masih mengusap surai sang pemuda.


Kedua sudut bibir Rion tertarik membentuk senyum tipis, Dia perlahan meraih salah satu tangan Chloe dan meletakkan tangan sang gadis di pipinya. Sebelum perlahan kelopak mata itu tertutup.


Sesaat Chloe kembali tersenyum, Menatap wajah damai Rion saat tidur. Pemuda itu tampak imut saat tidur.



Tak lama Chloe merasakan salah satu tangan nya digenggam. Tentu saja Chloe tahu siapa yang menggenggam tangannya, Siapa lagi kalau bukan Rion. Suasana yang terasa sunyi dan sepi, Hanya mereka berdua saja yang berada di gazebo itu.


Chloe menyandarkan kepalanya di dinding gazebo, Matanya entah kenapa ikut merasa berat. Perlahan kelopak mata itu ikut menutup seperti Rion.


Keduanya tertidur dalam keheningan malam.


Secara kebetulan Devian yang sedang patroli melihat keduanya tertidur di gazebo, Dia spceheless sesaat lalu menggeleng pelan.


"Hah, Udah punya kamar masing-masing masih aja tidur diluar. Kurang kerjaan banget," Devian menghela napas, menggerutu sesaat.


"Maaf Devian, Habis nya aku tiba-tiba aja ngantuk. Jadi malah ketiduran disini," Kata Chloe menguap kecil sesaat.


Rion cuma manggut-manggut menyetujui perkataan Chloe dengan ekspresi sayu.


"Ya sudah, Kalian tidur di kamar aja sana!" Devian menggeleng pelan, Nunjuk bangunan Asrama.


Chloe dan Rion pun pergi masuk ke dalam Asrama dengan wajah sayu masing-masing, Tak lupa Chloe juga membawa ranselnya.


****************


[Beberapa hari kemudian....]


Hari minggu dimana semua aktivitas diliburkan untuk sebagian orang, Dan bagi Chloe sendiri dia ingin menikmati hari santainya ini dengan jalan-jalan pagi ke kota.


Yah rencananya sih tadinya bagitu sebelum Seseorang mengetuk pintu kamarnya tak sabaran, Padahal Chloe sudah siap-siap mau pergi keluar kamar.


TOK! TOK! TOK!


Chloe bergegas menuju pintu kamarnya, Membuka pintu tersebut. Memperlihatkan Raizel berdiri di depan pintu kamarnya.


Wajah pria itu tampak pucat dengan rona merah yang menghiasi pipinya. Bahkan netra ungu muda sang pria tampak redup dan sayu.


"Raizel, Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Chloe heran, Menatap Raizel yang berdiri di depannya.


Raizel tak menjawab, Dia hanya melangkah mendekat hingga memasuki kamar Chloe membuat sang gadis harus mundur perlahan dengan ekspresi bingung sekaligus was-was.


"Astaga, Ada apa dengannya? Wajahnya pucat sekali," Pikir Chloe heran.

__ADS_1


"Raizel kau baik-baik saja?" Chloe menatap cemas, Pasalnya tingkah Raizel hari ini sangat aneh tak seperti biasanya.


BLAM!


Raizel masih tak menjawab, Dia malah menutup pintu kamar Chloe setelah memasuki kamar sang gadis. Chloe kembali mundur ketika Raizel kembali mendekat.


"Aku takut...,"


"Hah? Apa maksudmu? Takut apa?" Kini Chloe semakin bingung dengan tingkah Raizel yang tidak dia mengerti.


GREP!


Tiba-tiba saja Raizel menerjang tubuh Chloe dan memeluk sang gadis dengan erat, Membuat Chloe yang tidak siap harus tersandung tempat tidur dan membuat tubuh keduanya terhempas ke kasur.


"Ggyyaaa!"


BBRRUUKK!



Raizel yang kini berada di atas Chloe semakin erat memeluk tubuh sang gadis, Dia menyandarkan kepalanya di pundak Chloe masih dengan ekspresi sayu dan wajah yang memerah. Bahkan Chloe bisa mendengar detak jantung sang pemuda yang berdetak keras sekali.


Wajah Chloe pun tak kalah merah sama seperti Raizel, Menyadari posisi mereka yang ambigu.


"Raizel, Kau kenapa sih?" Protes Chloe malu, Berusaha melepaskan pelukan Raizel sebelum anggota lain melihat keadaan mereka.


"Cinta...,"


"Huh?" Sesaat Chloe terdiam mendengar suara Raizel.


"Aku cinta Chloe, Aku takut kehilanganmu Chloe. Aku takut mereka mengambilmu dariku," Racau Raizel masih memeluk Chloe, Dia beralih menyembunyikan wajahnya di antara helai-helai rambut sang gadis.


Deg! Deg! Deg!


Kini giliran jantung Chloe yang berdetak keras, Wajahnya semakin merah layaknya tomat matang. Tunggu! Apa jangan-jangan ini adalah sebuah pernyataan perasaan dari Raizel?


Chloe bahkan tak bisa berpikir jernih sekarang, Dia tak bisa mengendalikan detak jantungnya yang berdetak keras akibat pernyataan Raizel.


Sang gadis menempelkan punggung tangannya ke kening sang pria, Memeriksa suhu tubuh Raizel.


"Apa dia mabuk? Wajahnya merah sekali. Tunggu! Sepertinya dia tidak mabuk, Suhu tubuhnya panas sekali. Jangan-jangan dia demam," Pikir Chloe panik usai memeriksa suhu tubuh Raizel, Menyadari Suhu tubuh sang pria sangat panas.


"Raizel, Ayo bangunlah. Tubuhmu panas sekali," Chloe memegangi kedua pundak sang pria, Berusaha menyingkirkan dari atasnya.


"Tidak mau! Aku tidak bisa meninggalkanmu," Racau Raizel lagi.


"Ayolah, Nanti demam mu semakin tinggi,"


Disaat Chloe berusaha membangunkan Raizel dari atas tubuhnya, Seseorang tiba-tiba membuka pintu kamar sang gadis tanpa permisi.


CKLEK!


"Chloe, Kakak pinjam–"


Chloe sontak menoleh menyadari seseorang membuka pintu kamarnya tanpa izin, Sang gadis langsung panik saat tahu Felix lah yang ternyata membuka pintu kamarnya.


Sesaat Felix terdiam mematung menatap posisi ambigu dari Chloe dan Raizel, Tatapannya berubah horror dan aura tak mengenakkan mulai keluar dari tubuh sang pemuda bernetra aqua itu.


[Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Hohoho, Tunggu aja next chapternya nanti😆]

__ADS_1


TBC


__ADS_2