System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Ngebucin sampai mampus


__ADS_3

Suasana area kantor tampak sunyi hampir tak terlihat para karyawan yang hilir mudik, Chloe melangkah santai keluar area kantor. Sudah waktunya ia pulang, Namun netranya tak sengaja menangkap sosok yang dikenalnya tengah duduk di salah satu kursi khusus karyawan kantor. Sosok itu tampak merenung sendirian, Entah apa yang dia renungkan Chloe pun tak tahu.


Lantas kakinya melangkah menghampiri sosok tersebut, Ia memiringkan sesaat kepalanya dan sedikit membungkuk agar melihat jelas wajah sosok tersebut.


"Raizel, Kenapa sendirian disini?"


Sontak sosok itu mendongak mendengar namanya dipanggil, Senyumnya mengembang saat Chloe sudah berada di hadapannya. Perlahan Raizel berdiri dari duduknya.


"Aku menunggumu, Kebetulan aku lewat sini jadi sekalian saja menjemputmu,"


"Menungguku?" Netra birunya melirik sesaat mobil milik Raizel yang terparkir tak jauh dari posisi mereka. "Seharusnya kau tak perlu repot-repot menjemputku. Aku bisa naik angkutan umum kok,"


"Tidak apa-apa, Ini keinginanku sendiri. Aku malah senang bisa bersamamu," Raizel masih tersenyum.


Sejenak Chloe diam tertegun, Kepalanya kembali menoleh menatap mobil Raizel. Kalau ia pikir-pikir ia jarang menghabiskan waktu bersama para anggota Asrama karna memilih tinggal berpisah dengan mereka. Jadi Chloe cukup jarang bertemu dengan anggota lainnya (Kecuali Justin dan Ezra).


"Kalau begitu mau jalan-jalan dulu?" Tawar Chloe ikut tersenyum membuat Raizel diam sejenak. Senyum pemuda itu luntur seketika.


"Kau tidak lelah? Ini sudah jam 8 malam lho. Nanti kau kurang istirahat besok," Raizel bukannya menolak ajakan Chloe, Pemuda itu hanya tak ingin gadis itu kurang istirahat.


"Enggak masalah, Malam minggu juga kan. Besok aku libur juga,"


"Ah benar juga. Ya sudah, Ayo kita habiskan malam ini bersama," Dengan senyum mengembang Raizel menarik tangan sang gadis perlahan, Menuju mobilnya.


Chloe tersenyum geli mengikuti langkah pemuda bersurai hitam campur coklat itu, Ia memasuki bagian dalam mobil dekat kemudi. Sedangkan Raizel masuk dari bagian sisi mobil satunya, Memasang seatbelt termasuk Chloe.


Mesin mobil mulai menyala dan perlahan melaju pelan meninggalkan area kantor.


***************


Suasana kota tampak ramai dengan para pengendara transportasi meski jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, Namun suasana jalan itu benar-benar ramai seolah tak pernah sepi.


Chloe menatap luar jendela mobil memperhatikan suasana kota yang begitu indah dilengkapi lampu-lampu berbagai warna. Berbeda dengan Raizel yang sesekali melirik tingkah Chloe, Sesaat ia tersenyum geli.


"Kita mau kemana dulu?"


"Tempat makan, Aku lapar sekali,"


"Emangnya di kantor gak makan?"


"Tadi cuma makan roti,"


Raizel menggeleng pelan. "Ya udah, Kita cari cafe dulu,"


Kepalanya melengok pelan kemudian tersenyum senang dengan netra berbinar. "Aku tahu tempat makan yang enak, Raizel ikutin arahanku aja ya?"


"Oke,"


**************


[Cafe]


KKRRIINNGG!


Bel Cafe berbunyi nyaring saat Raizel dan Chloe melangkah masuk kedalamnya, Sesaat netra milik Raizel memperhatikan suasana Cafe itu.


Suasananya sangat sederhana dengan dekorasi seadanya, Cafe itu juga terlihat agak ramai dengan pelanggan yang bercanda tawa. Raizel sungguh tak pernah menjejakkan kakinya di Cafe sederhana seperti ini, Ia lebih sering memilih restoran mewah saat ia dan anggota HE@VEN lainnya istirahat.


Raizel menatap canggung Chloe yang memilih meja dekat jendela, Lantas pemuda itu hanya mengikuti. Ia menatap sejenak mesin pemanas di hadapannya penuh bingung.


"Ini Restoran apa? Aku belum pernah pergi ke restoran seperti ini?"


"Ini bukan Restoran tapi Cafe, Disini memakai sistem buffet," Jelas Chloe ceria sembari melepas jaketnya dan meletakkan di samping kursi.


"Sistem buffet?"


"Iya, Menu yang diinginkan bisa ambil sendiri. Aku pernah kesini yah walau harganya agak mahal, Tapi dijamin makanan disini enak-enak kok,"


Gadis itu meranjak dari duduknya menuju sebuah meja dimana banyak berbagai macam menu makanan termasuk minuman disana diikuti Raizel.


"Kau sering kesini ya? Pantas saja kau tahu tempat makan yang enak," Raizel tersenyum kecil sambil memperhatikan Chloe yang sedang mengambil beberapa daging dan sayur.


"Gak terlalu sering juga sih, Disini kan makanannya agak mahal jadi saat aku gajian aja kesini," Usai mengambil menu pilihannya Chloe menoleh pelan pada Raizel yang berada disamping.


"Kau ngambil menu apa?"


"Hanya daging dan Yakiniku,"


"Jangan kebanyakan daging, Sekali-kali makan sayur juga," Nasehat Chloe sembari mengambil centong nasi dan mengambilkan sedikit sayur untuk Raizel.


Raizel hanya menatap dalam diam piringnya yang kini berisi sedikit sayur, Raut wajahnya berubah agak cemberut.


"Tapi aku gak suka sayur," Rengeknya kecil sambil menarik-narik pelan lengan pakaian Chloe, Bermaksud minta sayur dipiringnya untuk dipindahkan.

__ADS_1


"Kalau sayurnya dihabisin, Setelah dari Cafe kita jalan-jalan lagi. Tempatnya terserah kamu, Gimana?"


Mendengar tawaran Chloe kembali lantas kepalanya langsung mengangguk setuju, Senyum kecil mengembang di bibirnya.


"Oke, Jangan ngeluh capek ya kalau aku berhasil habisin sayur ini,"


"Setuju,"


Chloe ikut tersenyum tangannya mengambil segelas teh hangat diikuti Raizel, Keduanya pun segera kembali menuju meja mereka.


Sesampainya disana Chloe memanggang daging pilihannya di atas mesin pemanas. Karna Raizel tidak tahu sistem buffet seperti apa jadi ia hanya mengikuti tindakkan Chloe. Ikut memanggang daging di atas pemanas.


Tak lama keduanya berdoa dalam hati dan menikmati makanan masing-masing dalam diam.


**************


"Ugh...Kenyang banget, Aku udah gak sanggup lagi," Keluh Raizel usai menghabiskan daging terakhirnya, Cepat-cepat dirinya meminum teh untuk menghilangkan rasa pedas dilidahnya.


Sang gadis yang sejak tadi sudah menghabiskan makanannya hanya terkikik geli, Padahal ia mengira Raizel makannya lebih banyak darinya.


"Padahal tadi kau ngambil porsi dagingnya cuma sedikit lho, Kalau begitu sekarang kita makan makanan penutup. Kau mau kuambilin apa?"


Netra Raizel beralih menatap dua piring bertumpuk di depan Chloe, Ia speecheless sesaat. "Aku mah masih mending sepiring doang, Lha kalau kau nambah dua porsi piring banyak lagi dagingnya. Dan sekarang ingin makan makanan penutup? Itu perut atau karet banyak banget?"


Chloe tersenyum malu, Terkekeh pelan. "Hehehe, Habisnya rugi kalau bayar mahal tapi gak makan banyak. Biar seimbang sama bayarannya,"


Sang pemuda mengulum senyum mendengar alasan gadis didepannya. "Ya udah, Ambilin aku apel aja,"


Lantas Chloe mengangguk dan segera mengambilkan apel untuk Raizel dan puding untuk dirinya. Setelahnya ia kembali ke meja, Mereka kembali makan beberapa menit.


*************


Usai makan bersama keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka, Raizel kembali fokus dengan kemudinya.


"Sekarang kita akan kemana?" Chloe kembali menatap jalanan kota melalui kaca mobil.


"Tempat yang indah, Sebelum itu kita mampir dulu ke toko," Jelas Raizel sambil memelankan laju mobilnya dan perlahan terhenti di depan sebuah toko perbelanjaan.


Ia keluar dari sana memasuki area dalam toko.


Chloe buru-buru ikut keluar dari dalam mobil segera menyusul Raizel. "Raizel tunggu!"


Blam!


**************


Tap! Tap! Tap!


"Beli cemilan sebanyak ini buat apa? Bukannya kita udah makan tadi?"


Sang gadis melengokkan kepalanya memeriksa beberapa cemilan dalam kantong plastik yang dibawanya, Ia melangkah keluar dari toko bersama Raizel yang juga menenteng sebuah kantong plastik besar berisi cemilan.


"Ada deh, Nanti juga tau. Udah ikut aja," Pemuda itu hanya tersenyum misterius.


"Jangan aneh-aneh ya!" Delik sang gadis melirik tajam.


"Enggak kok,"


Mereka sama-sama meletakkan kedua kantong itu dibagasi lalu kembali melanjutkan perjalanan.


**********


Tap! Tap! Tap!


"Kenapa anak tangganya banyak sekali?! Kakiku capek banget," Keluh Chloe memegang beberapa cemilan di tangannya.


Raizel yang memimpin di depan menoleh pada gadis bersurai biru itu, Ia menggeleng pelan. "Bukannya tadi udah janji gak ngeluh, Masa baru 30 anak tangga udah capek? Yang semangat dong, dikit lagi kita sampai kok,"


"Bentar, Kakiku agak gemetar ini," Sejenak Chloe menghembuskan napas, Mengatur pernapasannya. Merasa lebih baik ia kembali melangkah menaiki anak tangga yang berikutnya.


"Oke, ayo naik lagi,"


Beberapa menit keduanya melangkah menaiki anak tangga yang semakin melingkar ke atas, Entah sudah lantai yang keberapa Chloe pun tak tau.


Setelah perjuangan yang cukup melelahkan, Mereka akhirnya sampai di ambang pintu sebuah tower. Chloe memasuki menara tower itu perlahan, Pemandangan yang sangat menakjubkan lah yang pertama kali Chloe lihat.



Disana semua kota bahkan gedung-gedung pencakar langit terlihat sangat jelas, Lampu-lampu dari beberapa rumah membuat suasana malam itu begitu indah dilihat dari atas tower.


Chloe bahkan sampai tercengang dan kagum disaat bersamaan, Hampir tak bisa berkata-kata lantaran pemandangan di bawahnya. Tangannya memegangi pembatas tower, Menatap lekat pemandangan tersebut.


Semilir angin malam bahkan tak mengusik kegiatannya saat ini. Raizel mendekati Chloe dan berdiri disamping sang gadis ikut menatap pemandangan kota malam.

__ADS_1


"Inilah alasan kenapa tower ini dibangun disini, Kota sangat indah jika dilihat dari ketinggian. Aku sering kesini saat sendirian, Itulah kenapa aku membawamu kesini," Jelas Raizel tersenyum kecil, Membiarkan semilir angin menerbangkan helai-helai rambutnya.


"Benar-benar sangat indah, Kenapa kau tidak memberitahuku sejak dulu kalau ada tempat seindah ini?" Chloe menoleh pelan.


"Kau tidak bertanya,"


"Iya sih, Tapi kan kalau aku tahu ada tempat seindah ini. Aku pasti akan sering berkunjung kesini," Netranya kembali menatap pemandangan kota di bawahnya.


"Kalau begitu kau harus berterima kasih padaku,"


"Hah, Ya kau benar. Kalau saja kau tidak membawaku kesini, Aku tidak akan tahu tempat ini," Chloe menoleh lalu senyumnya mengembang. "Terima kasih Raizel,"


WWUUSSHH!


Semilir angin malam kembali menerbangkan helai-helai rambut keduanya. Raizel tertegun menatap dalam diam netra biru milik Chloe, Netra biru itu tampak berbinar senang.


Rona merah samar muncul di kedua pipinya, Raizel sontak memalingkan wajah. Pura-pura menatap pemandangan kota.


"Benar sekali, Tanpaku kau tidak akan tahu jalan menuju tower ini," Katanya berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya.


Chloe terkekeh pelan menyadari tingkah aneh Raizel. "Btw Apa kau sering kesini?"


"Hampir setiap hari, Kadang-kadang aku berusaha menyempatkan diri kesini selesai misi,"


"Alasannya?"


"Tidak ada alasan khusus, Disini tenang dan damai. Aku cuma suka aja dengan tempat ini,"


Chloe membuka bungkus keripik kentang, Memakannya satu tak lupa menawarkan pada Raizel. "Mau?"


Sang pemuda mencomot keripik tersebut dan memakannya dalam diam.


"Ternyata kau suka menyendiri juga,"


"Yah, Terkadang hanya disaat-saat tertentu,"


Tak lama keheningan menyelimuti keduanya, Tak ada obrolan lagi diantara mereka. Keduanya sama-sama memilih menikmati pemandangan kota ditemani cemilan yang barusan mereka beli.


***************


[Rumah Chloe]


Blam!


"Makasih sudah menemaniku jalan-jalan malam ini," Seru Chloe ceria setelah ia keluar dari mobil Raizel.


"Sama-sama, Aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersamamu,"


Sang gadis mengangguk kecil masih tersenyum. "Eh, Raizel nunduk bentar deh,"


"Buat apa?" Meski heran Raizel tetap melakukan apa yang Chloe minta, Ia menunduk kecil hingga kepalanya sejajar dengan tinggi badan Chloe.


Tanpa menjawab Chloe mengecup perlahan pipi kanan Raizel, Tersenyum riang.


Cup!


Seketika tubuh Raizel terdiam membeku mendapat kecupan yang tiba-tiba itu dipipinya. Jantungnya langsung berdetak kencang tak karuan.


"Anggap saja hadiah karna sudah menemaniku," Chloe masih tersenyum tak menyadari reaksi Raizel yang sudah berubah.


Sayangnya suara sang gadis seakan tak terdengar lagi oleh Raizel, Pemuda itu masih terdiam mematung sibuk dengan pikirannya sendiri.


"A-Apa barusan aku tidak salah lihat?! Chloe mencium pipiku?!" Pikirnya masih dalam keterkejutan.


Entah sejak kapan darah dalam dirinya seakan mendidih dan perlahan naik kepermukaan membuat wajahnya benar-benar merah sekarang. Matanya pun tampak berkunang-kunang hampir gelap.



Tak lama tubuh Raizel langsung limbung sedetik setelah matanya berkunang-kunang, Menghantam tanah di bawahnya.


BBRRUUKK!


"RAIZEL!"


Dalam Sejekap nyawa sang pemuda langsung melayang hanya karna sebuah ciuman di pipi oleh Chloe Amberly. Dan Chloe yang panik segera menghubungi Ezra dengan jam arlojinya.


"PAK TOLONG! RAIZEL PINGSAN!"


"tanggung jawab chloe, anak orang sampai pingsan gitu!" Balas Ezra datar dari layar hologram.


"TOLONGIN DULU PAK! KEBURU DEAD DIA NYA!"


Alhasil Chloe panik setengah mati gara-gara Raizel pingsan di depan rumahnya. Sambil menunggu kedatangan salah satu anggota Asrama.

__ADS_1


TBC


__ADS_2