System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Hari Pertama


__ADS_3

Suara hiruk pikuk para kakak tingkat dan mahasiswa yang hilir mudik memenuhi lapangan super luas itu, Beberapa ada yang berteriak kepada adik kelasnya dan beberapanya lagi sedang bersantai di beberapa tempat.


Chloe dengan letih mengibas-ngibaskan kertas yang dipegangnya, Berupaya menghilangkan hawa panas di sekitarnya. Sesekali gadis bersurai biru itu mengusap peluh di keningnya. Mendongak sesaat menatap cahaya matahari yang bersinar terik.


"Hah, Hari ini panas sekali," Gumam Chloe masih memandangi langit cerah di atasnya. Netra nya beralih menatap kertas yang dia gunakan sebagai kipas tadi.


"Huft...Tapi aku masih perlu satu tanda tangan lagi dari kakak tingkat," Sejenak Chloe menghela napas lelah, Memperhatikan satu nama kakak tingkatnya yang belum menandatangani kertas miliknya.


"Ash?" Entah kenapa Chloe merasa familiar dengan nama kakak tingkatnya yang satu ini, Dia pernah mendengarnya di suatu tempat namun Chloe lupa dimana.


Yah, Dari pada dia bersantai-santai gak jelas mending dia mencari kakak tingkatnya yang terakhir agar tugasnya cepat selesai. Dengan malas Chloe meranjak dari tempat bersantainya, Menjelajahi area gedung hukum, Mencari dimana kakak tingkatnya itu berada.


Masih banyak mahasiswa lain hilir mudik demi mendapatkan tanda tangan dari kakak tingkat mereka, Bahkan tak jarang terlihat beberapa mahasiswa rela berdesak-desakan. Chloe cuma berharap mos hari ini segera berakhir.


Saat mencari kakak tingkatnya yang bernama Ash itu, Chloe tak sengaja melihat kerumunan para cewek yang sedang memanggil nama seseorang tak jauh dari posisinya saat ini.


"KKKYYAAA! KAK ASH AKU INGIN MINTA TANDA TANGANMU!"


"KAK ASH, AYO BERFOTO BERSAMA!"


"KAK ASH, MENYANYILAH UNTUK KAMI!"


Chloe sejenak memandangi kerumunan itu, Dia tidak bisa melihat wajah sang kakak tingkat karna terhalang kerumunan tersebut.


"Jangan-jangan orang itu adalah kak Ash. Tapi bagaimana caraku untuk minta tanda tangannya kalau dia saja dikerumuni banyak cewek begitu?" Pikir Chloe mencari cara agar dia bisa mendapatkan tanda tangan Ash.


Chloe ingin minta bantuan Holy namun gak jadi karna baru ingat kalau Holy sedang pergi ke tempat Program buat mengisi energinya. Jadilah Chloe berusaha sendiri mendekati kerumunan itu.


"Ano...Permisi," Gadis bersurai biru itu berusaha ikut masuk menyelinap di antara kerumunan, Kalau saja bukan karena tugas dari kakak panitia mos dia gak bakal mau ikut berdesak-desakan begini cuma buat mendapat tanda tangan dari kakak tingkat.


Chloe menggeser sedikit beberapa cewek yang menghalangi langkahnya namun karna terlalu banyak yang berkerumun dan mereka saling dorong-dorongan, Otomatis salah satu cewek disana tak sengaja mendorong Chloe. Hingga Chloe yang tidak siap terdorong keluar dari kerumunan, Dia jatuh tapi Chloe masih sempat bertumpu pada lututnya yang menempel di tanah, Seenggaknya gak sampai membuat bajunya kotor. Kertas dan pulpen di tangannya pun ikut terjatuh.


Para kerumunan cewek itu termasuk Ash menoleh menyadari kalau ada yang terjatuh di antara mereka. Seorang cewek yang tak sengaja menyenggol Chloe tadi bertanya.


"Eh, Kau gak apa-apa kan? Sorry aku gak tahu kalau kau tadi dibelakangku," Kata Cewek itu agak panik saat menatap Chloe yang jatuh.


"Iya, Gak apa-apa," Sahut Chloe berusaha berdiri.


Teman cewek tadi langsung memukul pelan pundak cewek itu.


"Kau sih pake dorong-dorong segala, Anak orang sampai jatuh tuh," Kata teman si cewek.


"Sumpah, Aku gak tahu kalau dia dibelakangku," Bela si cewek masih panik.


Chloe hanya mendiamkan kedua cewek itu, Disaat dia ingin berdiri tiba-tiba tangan seseorang terulur di depannya bersamaan dengan kertas dan pulpen yang terjatuh tadi.


"Ini,"


"Huh?"


Chloe mendongak dan menatap sosok cowok bersurai hijau dengan senyum ramah di depannya.


__ADS_1


Sejenak Chloe mengerjapkan matanya perlahan tangannya terulur menerima kertas dan pulpen yang dipegang cowok itu, Lalu berdiri tegap. Agak canggung karna cowok itu terus menatapnya.


"Makasih," Kata Chloe tersenyum kikuk.


"Sama-sama," Kemudian cowok itu menoleh pada para kerumunan cewek di belakangnya. "Maaf ya, Tapi bisakah kalian bubar sakarang. Kalian bisa minta tanda tangan kakak tingkat yang lain,"


"Yah," Sesaat terdengar keluhan kecewa dari para kerumunan cewek itu lalu tak lama mereka mulai membubarkan diri meninggalkan Chloe bersama cowok bersurai hijau tersebut.


"Ano...Ini Kak Ash kan?" Tanya Chloe sambil menatap Ash di hadapannya.


"Iya, Ada apa memangnya?"


"Boleh aku minta tanda tangan kakak?"


"Tentu saja," Ash meneriman kertas dan pulpen yang disodorkan Chloe, Menandatangani kertas tersebut. Sesaat netra hijaunya menatap kertas yang sudah terisi penuh dengan tanda tangan dari kakak tingkat lain itu.


"Wah, Sudah lengkap ya tanda tangannya. Kerja bagus," Ash tersenyum ramah, Memandang Chloe yang masih tersenyum canggung sebentar lalu mengembalikan kertas dan pulpen tersebut pada empunya.


"makasih kak Ash, Kalau begitu aku permisi,"


"Iya, sama-sama," Netra hijau Ash beralih menatap name tag yang tertempel di blazer dada bagian kanan sang gadis.


"Chloe Amberly? Tunggu, nama itu terdengar familiar. Apa jangan-jangan....," Pikir Ash agak tersentak menyadari dia pernah bertemu gadis di depannya, meskipun hanya sekali waktu itu.


Refleks Ash menahan pundak Chloe yang sudah berbalik sebelum gadis itu melangkah pergi.


"Tunggu sebentar!" Pinta Ash masih menahan pundak Chloe.


Tindakkan Ash tentu membuat Chloe sedikit tersentak, Gadis itu menoleh sesaat lalu kembali menghadap Ash yang terlihat kaget.


"Apa kau tidak mengingatku? Kita pernah bertemu sebelumnya," Kata Ash menunjuk dirinya sendiri usai melepaskan pegangannya pada pundak Chloe.


Perkataan Ash sesaat membuat Chloe bingung, Sang gadis berusaha mengingat apakah dia pernah bertemu dengan Ash sebelumnya. Dilihat dari wajah dan namanya sejujurnya Chloe juga merasa familiar. Namun dia lupa kapan dia pernah bertemu dengan sang pemuda.


"Waktu itu kita pernah bertemu di Studio, Saat Revan bilang kau salah satu dari Fans HE@VEN yang ingin minta tanda tangan Raizel dan nekat masuk ke back stage demi tanda tangannya. Ingat?" Jelas Ash agar Chloe ingat dengan pertemuan pertama mereka.


"Oh yang itu, Yang waktu itu kau menawariku untuk berfoto bersama setelah minta tanda tangan Raizel," Chloe tersenyum senang, Akhirnya dia ingat kejadian waktu bertemu dengan Ash.


"Yup benar, Dan akhirnya kita malah ketemu lagi di fakultas. Benar-benar kebetulan," Ash tertawa kecil ngeliat ekspresi Chloe yang tampak senang setelah mengingat pertemuan pertama mereka.


"Hehehe, iya Kak Ash. Aku juga gak nyangka lho bisa satu fakultas sama kakak. Waktu itu kita belum sempat kenalan gara-gara situasinya gak mengenakkan," Chloe nyengir sesaat, Mengusap tengkuknya yang tidak gatal.


"Tidak usah diingat lagi, Yang penting kita sudah tahu nama masing-masing aja sudah cukup. Btw untuk kedepannya semoga kita bisa berteman akrab ya adik tingkatku," Ash tersenyum ramah seperti biasa yang dibalas anggukan dan senyum juga dari Chloe.


"Tentu saja kak, Kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus menemui temanku," Chloe berbalik berjalan pelan sambil melambai pada Ash.


"Iya hati-hati,"


Ash hanya melambai kecil, Membiarkan Chloe pergi dari sana.


********************


[Pulang Kuliah]

__ADS_1


TAP! TAP! TAP!


Chloe berjalan pelan sambil memandangi area fakultasnya, Akhirnya mos di hari pertama berjalan lancar. Seenggak Chloe senang karna dia bisa pulang sedikit cepat hari ini. Sayangnya Chloe gak bisa pulang bareng Alice dan Evelyn karna fakultas mereka berbeda meski masih di area Universitas yang sama. Fakultas Hukum berdekatan dengan Fakultas Tata Busana alias fakultas yang ditempati Alice saat ini sedangkan Fakultas kedokteran yang ditempati Evelyn agak sedikit jauh dari fakultas hukum dan tata busana.


Maka dari itu Chloe tak bisa pulang bareng kayak dulu lagi sewaktu mereka SMA, Kangen sih pulang bareng tapi ya mau bagaimana lagi. Jurusan mereka bertiga beda-beda, Pastilah agak berjauhan.


"Hah~....Gerbang Universitasnya sedikit jauh dari fakultas, Mana jalan kaki lagi. Andai aku punya motor, Udah ku pakai buat pulang pergi kuliah. Tapi sayangnya uang tabunganku masih belum cukup buat beli motor...hiks," Chloe meringis kecil, Mengingat uang tabungannya yang gak seberapa. Dia masih perlu mengumpulkan banyak uang agar cukup membelinya.


Terdengar beberapa suara deru motor dari mahasiswa-mahasiswa lainnya, Beberapa dari mereka menaiki benda itu agar tidak lelah pulang pergi kuliah. Sejujurnya Chloe pengen juga sih, tapi dia perlu bersabar untuk beberapa bulan ke depan.


DDRRTT!


Tiba-tiba Chloe merasakan getaran di jam arloji yang dipakainya, Segera sang gadis menatap jam yang melingkar manis di lengannya itu. Tampak jam tersebut berkedip-kedip dengan sebuah nama tertulis di layarnya.


Justin Call


Sejenak Chloe mengerutkan alisnya menatap nama Justin yang tertera di layar jam tangannya itu, Lalu Chloe menekan tombol hijau di sana. Tak lama muncul sebuah hologram kecil versi mini dengan wajah Justin yang terlihat muncul di layar hologram itu. Netra biru Chloe sesaat melebar terkejut, Tidak menyangka jam tangan yang dipakainya ini bisa memunculkan Hologram walaupun agak kecil.


"Ini semacam Vidio call versi mini, Wow jam tangan modifikasi ini keren sekali. Aku penasaran bagaimana Pak Justin memodifikasi jam tangan ini sampai bisa membuat hologram sekeren ini?" Pikir Chloe kagum, Menatap layar hologram di jam tangannya.


"Ehem! Aku tahu kau kagum, Tapi singkirkan rasa kagummu itu dulu. Ada yang ingin kubicarakan, Dan ini sangat penting," Dehem Justin sesaat, Menatap dingin ekspresi kagum Chloe di seberang sana.


"Huh! Pak Justin bisa baca pikiranku!?"


"Tidak,"


"Lalu, Kenapa Pak Justin bisa tahu kalau aku merasa kagum tadi?"


"Ekspresimu tak bisa berbohong," Jelas Justin datar, Menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil bersidekap.


Sesaat Chloe Speecheles lalu gadis bersurai biru itu berdehem kecil sesaat, Menepis rasa bingungnya atas perkataan Justin.


"Kau bisa menghubungiku dengan vidio call lewat jam tangan, Jangan bilang jam tangan modifikasi ini memang khusus dibuat untuk para anggota kelompokmu agar bisa saling menghubungi kalau terjadi sesuatu," Tebak Chloe dengan ekspresi serius.


Justin tersenyum kecil di seberang sana, Masih dengan posisi yang sama. "Seperti biasa, Kau selalu cermat dalam menganalisa sesuatu. Tebakkan mu benar. Aku memang sengaja membuat jam tangan modifikasi itu agar bisa langsung terhubung denganku, Fungsi jam tangan itu selain untuk bisa saling menghubungi, Kita bisa saling bertukar informasi atau lokasi,"


"Dengan begitu tidak ada orang yang curiga kalau kau adalah agen mata-mata di perusahaanku," Tambah Justin santai, Sesaat minum segelas kopi yang memang sudah tersedia di samping mejanya.


"Hei, Itu artinya memang sejak awal kau berniat menjadikanku anggotamu kan!?"


"Tepat sekali, Saat kau bertarung denganku waktu di sekolahmu saat itu. Kau memiliki tenaga dan bela diri yang kuat, Dan aku tertarik dengan kekuatanmu itu. Kurasa kau memiliki kekuatan yang tidak biasa, Dan kebetulan aku masih membutuhkan 1 anggota kuat lagi di Asrama. Jadi kukasih saja jam tangan itu padamu," Kata Justin santai.


"Kau menipuku!? Kau bilang ingin membantuku sesuai kesepakatan kita dan sebagai gantinya aku harus menjadi anggotamu. Apa kau ingin membuat kepercayaanku padamu hilang hah!?" Bentak Chloe kesal, Dia tidak bisa mempercayai Justin lagi kalau Justin sampai berbohong padanya.


Sesaat Justin terdiam, Tatapannya terlihat serius dengan jari-jari tangan yang saling bertautan.


"Tidak, Aku tidak bohong padamu. Untuk urusan kesepakatan dan janji aku tidak main-main dengan itu. Aku tetap akan menepati janjiku, Meski sekarang kau sudah menjadi anggotaku. Tapi semua bukti itu masih butuh proses, Kuharap kau bersabar menunggu info terbaru tentang keluargamu,"


"Tapi sampai kapan?" Kata Chloe lirih, Agak sedih karna sampai sekarang informasi keluarganya yang asli belum ketemu.


"Sampai kesepakatan kita selesai, Saat ini aku masih berusaha mencarinya. Dan kurasa sudah saatnya kau menjalankan misimu, Datanglah ke kantor. Temui aku di ruanganku, Kalau kau tersesat disana tanya saja ruanganku berada dimana sama Staff disana. Hanya itu saja yang kubicarakan, Sampai nanti,"


Tak lama Hologram itu menghilang, Layar jam tangan Chloe kembali ke semula dimana hanya menunjukkan angka jam digital. Sang gadis menghela napas sesaat.

__ADS_1


"Bahkan satu informasi pun tidak ada yang kuterima tentang keluarga asliku, Hah sudahlah aku harus fokus dulu dengan pekerjaanku," Gumam Chloe agak mendengus, Dia kembali melanjutkan perjalanannya. Tak lupa memesan taksi sebelumnya.


TBC


__ADS_2