System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 3) Bertemu Alice


__ADS_3

[Mansion Michelle]


Chloe membuka pintu setelah mereka mencapai mansion, Ivy disampingnya hanya menatap lelah sebelum menahan Chloe yang berniat masuk.


"Chloe, Kupikir kekuatanmu itu hanya teleport dan healing tapi ternyata lebih dari itu. Aku merasa kau bukan manusia biasa seperti kami," Ivy mencengkeram lengan pakaian Chloe sambil menunduk. "Makanya, Aku ingin meminta sesuatu meski kedengarannya agak egois,"


"Apa yang kau inginkan dariku Ivy?" Tanya Chloe dengan senyum tipis.


"Bisakah kau jadi bodyguardku selama 6 tahun? Aku akan membayarmu lebih, Berapa pun aku bisa memberikannya," Kata Ivy serius yang membuat Chloe diam sembari mengangkat sebelah alisnya.


Tak lama gadis itu tersenyum kecil, Dia menepuk pundak Ivy pelan. "Ivy, Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa lama-lama jadi bodyguardmu. Masih banyak yang harus kulakukan, Aku tidak bisa terus-menerus jadi bodyguardmu,"


"Kenapa kau tidak mau? Padahal dengan cara ini kau bisa semakin dekat dengan kak Ray," Ivy menunduk sedih, Mengusap lengan kanannya.


"Hah~ Meski begitu, Aku harus menyelesaikan urusanku dengan wanita itu," Chloe menghembuskan napas kecil.


"Wanita itu? Wanita bersurai silver dengan netra merah itu kan yang menculikku?"


"Iya,"


"Aku tidak mengerti kenapa kau harus mencarinya,"


"Kami punya masalah yang harus diselesaikan, Sepertinya aku akan bertemu lagi dengannya," Chloe tersenyum tipis lalu memegang gagang pintu dan melangkah masuk.


"Ayo," Ajak Chloe yang diikuti Ivy dibelakangnya.


******************


Blam!


Saat mereka masuk Chloe dan Ivy agak terkejut karna kini Michelle brother, Elizabeth, Ray, Kenzo, Dan Alice berkumpul di ruang tamu. Terlebih yang membuat Chloe semakin terkejut adalah kehadiran Alice Brisken disana.


Alice juga tampak terkejut memandangi Chloe, Namun Ray hanya tersenyum dan meminta Chloe untuk duduk bersamanya.


"Chloe kemarilah, Duduk disini," Pinta Ray masih tersenyum.


Chloe memilih mengikuti perkataan Ray, Dia duduk disamping pria bersurai coklat muda itu. Sedangkan Ivy duduk disamping Revan.


"Kak Ray, Apa maksudnya ini?" Tanya Chloe mengernyit.


"Nah, Chloe perkenalkan ini Alice Brisken. Sepupu kita, Keluarga Brisken masih sedarah dengan keluarga Maximillian," Jelas Ray lalu menoleh pada Alice. "Dan Alice, Perkenalkan ini adik kandungku yang sudah ketemu. Chloe Maximillian,"


"Jadi Chloe Amberly adalah adik kandungmu kak Ray?!" Kata Alice terkejut.


"Iya,"


"Keluarga Brisken bersepupu dengan keluarga Maximillian?! Pantas saja sama-sama memiliki perusahaan no.1 didunia, Bedanya perusahaan milik Brisken bekerja dibidang teknologi sedangkan perusahaan milik Maximillian bekerja di bidang periklanan dan pemasaran," Pikir Chloe masih dalam terkejutannya.


Tak lama tiba-tiba Alice berdiri lalu menghampiri Chloe dengan riang, Dia menangkup kedua tangan Chloe senang.

__ADS_1


"Wah! Chloe tidak kusangka temanku ini ternyata adalah sepupuku, Aku senang mengetahui hal ini. Evelyn pasti juga tidak menyangka!" Kata Alice senang, Dia bahkan menaik turunkan tangan Chloe dalam genggamannya saking senangnya.


Yang lain merasa heran sekaligus bingung, Sedangkan Chloe melongo mendengar perkataan Alice.


"Tu-Tunggu Alice, Kau benar-benar bersepupu dengan keluarga Maximillian?!"


"Yup, Benar. Aku kasini karna panggilan kak Ray mewakili semua keluarga Brisken," Alice masih menggenggam tangan Chloe melompat riang meski hanya lompatan kecil.


Ray yang kebingungan membuka suara mengintrupsi pertemuan Chloe dan Alice. "Kalian sudah saling mengenal ya?"


Mendengar suara Ray, Alice seketika menoleh dan mengangguk senang. Dia menjauhkan tangannya dari Chloe lalu merangkul gadis bersurai biru itu.


"Iya kak, Chloe dan aku sudah berteman saat SMA dan sekarang kami kuliah di Universitas yang sama," Lalu Alice dengan berbinar-binar menceritakan tentang pertemuan pertama mereka, Yang seketika membuat Chloe malu. "Kami pertama kali bertemu saat aku di bully teman-teman sekelas dan Chloe yang menolongku, Aku senang ada yang mau jadi temanku waktu itu,"


Cerita Alice mendapat tatapan beragam dari para Michelle brother, Elizabeth, Ray, dan Kenzo. Mereka semua tertegun hingga Azura mengeluarkan pendapatnya.


"Saat pertama kali Chloe datang ke mansion ini dia pernah menyebut namamu Alice, Ternyata kalian sudah saling kenal ya," Kata Azura.


"Benar, Dan Evelyn sahabat kecilku juga sudah kembali berteman denganku. Tentu saja aku senang dengan hal itu," Balas Alice mengangguk cepat, Chloe hanya tersenyum mendengarnya.


"Syukurlah kalau kalian sudah saling kenal dan tampaknya sudah akrab, Dengan diundangnya Alice ke sini. Kakak harap kalian berdua mau membantu persiapan Eli nanti saat acara pernikahan," Ray tersenyum sambil memberikan beberapa buah undangan yang tampak mewah dengan nama Ray dan Elizabeth yang terukir indah disana.


"Maksudnya apa kak Ray?" Chloe memiringkan sedikit kepalanya ke kanan.


"Kakak ingin kalian mendampingi Eli nanti, Alice jadi perias pengantin dan Chloe bisa jadi bridesmaid. Ajak Evelyn jadi bridesmaid juga boleh kalau kalian mau, Chloe jadi ada temannya," Ray masih mempertahankan senyumnya yang membuat Chloe agak terkejut sedangkan Alice tampak senang mendengarnya.


"Mempersiapkan kak Eli, Tenang saja kak Ray. Akan kupastikan kak Eli menjadi paling cantik di acara pernikahan kalian. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kecantikan kak Eli," Kata Alice mantab sambil tersenyum riang.


Wajah Alice sontak memerah mengingat dia juga sudah bertunangan dengan Leo Antonio (Bukan Leo Michelle, Meski namanya sama tapi beda orang). Sedangkan Chloe tersenyum kecut, Mendadak dirinya tiba-tiba teringat soal kandidat tunangan yang dibicarakan oleh Eli beberapa hari yang lalu padanya.


"Jangankan memikirkan soal pernikahan, Punya pasangan saja tidak," Pikir Chloe sambil memandangi sesaat Michelle brother, Tapi ia kembali merenung. "Eh bentar! Kayaknya ada deh. Pak Ezra kan ada, Ngapain aku susah-susah mikir soal pasangan kalau ada seseorang yang sudah dekat denganku sejak dulu,"


Chloe menimbang-nimbang, Tapi dia teringat bahwa Ezra sendiri juga masih bimbang dan plin-plan. Mungkin Ezra masih perlu waktu untuk memantabkan perasaannya, Dan Chloe tidak terlalu masalah soal itu.


"Jadi kapan hari pernikahannya?"


Suara Alice membuyarkan lamunan Chloe, Gadis itu mendongak dan memandangi Ray yang bicara.


"2 hari lagi, Kalian persiapkanlah pakaian yang akan kalian pakai nanti,"


"Uh, Waktunya sangat dekat sekali. Tapi tidak apa, Aku dan Chloe akan mempersiapkannya sebaik mungkin. Iya kan Chloe?" Alice menyenggol pelan lengan Chloe, Tersenyum riang.


"Iya, Aku juga yang akan membelikan bunga untuk buketnya nanti," Tambah Chloe mengangguk senang.


"Baiklah, Terima kasih adik ipar," Eli balas tersenyum tulus.


Ini pertama kalinya Chloe mendengar Eli memanggilnya adik ipar, Dia senang mendengarnya.


"Sama-sama Nona Michelle,"

__ADS_1


"Panggil saja kak Eli, Kau akan jadi adikku juga kedepannya,"


"Baiklah,"


Rafael bersidekap sambil memandangi undangan di tangannya. "Lalu untuk apa kak Ray menyuruh kami semua berkumpul disini?"


"Hanya untuk memberikan undangan ini dan mendiskusikan pernikahan kami," Balas Ray santai yang membuat beberapa Michelle brother mengerutkan kening mereka.


"Jadi alasan kami disuruh berkumpul hanya untuk diskusi dan diberikan undangan?!" Pikir Revan kesal dalam hati.


"Kami hanya mendengarkan obrolan kalian sejak tadi," Kata Leon mewakili para saudaranya.


"Kalau kalian ingin pergi silakan, Lagian kami masih ingin ngobrol disini," Kata Eli bersidekap.


"Ya sudah, Kami pergi dulu," Ash tersenyum sesaat sebelum meranjak dan pergi dari sana disusul para saudaranya.


Tak lama Kenzo menerima telepon dari rekan kerjanya, Terlihat dari handphonenya yang berkedip-kedip.


"Sepertinya aku juga harus pergi, Sampai nanti semuanya," Kenzo tersenyum ramah sesaat sebelum pergi dari sana.


"Ya, Hati-hati," Balas Ray memandangi kepergian Kenzo.


Chloe menunduk sesaat, Dia juga harus pergi. Rasanya tubuhnya agak lelah sehabis bertarung.


"Kalau begitu aku juga harus pergi, Mau istirahat," Kata Chloe sambil tersenyum.


"Iya, Istirahatlah," Balas Eli. Diangguki oleh Alice.


"Istirahat yang nyenyak ya Chloe, Besok kita harus persiapan. Kita bakal pergi bareng sama Evelyn," Kata Alice tersenyum lembut.


"Baiklah, Selamat malam,"


"Selamat malam,"


Chloe segera meranjak dari sana melangkah menaiki tangga menuju lantai 2.


**************


Chloe meraih gagang pintu berniat masuk ke kamarnya, Namun suara langkah kaki dibelakangnya disusul suara seseorang membuat niat itu terhenti.


"Chloe Maximillian, Bisa minta waktunya sebentar?"


"Iya, Ada apa ya?" Chloe berbalik, Menghadap seseorang yang bicara padanya. Dirinya sejenak terdiam menyadari Revan berdiri dihadapannya dengan ekspresi dingin.


"Kudengar dari Ivy kalian tadi mendapat masalah lagi saat perjalanan pulang, Apa lagi sekarang? Hampir terbunuh oleh orang kenalan mu?" Kata Revan masih dengan nada dingin, Auranya tampak mencekam.


Seketika Chloe berkeringat dingin mendapat pandangan dingin dan tajam dari Revan. Lagi-lagi Revan memaksa Ivy menceritakan semuanya, Pria bersurai silver itu benar-benar protektif.


"Ish! Kak Revan selalu kepo dengan kejadian apa saja yang menimpa Ivy. Pasti ujung-ujungnya aku juga yang disalahin," Pikir Chloe yang hanya bisa menghembuskan napas pasrah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2