
TAK!
Suara berisik itu membuat seorang gadis yang sedang tidur nyenyak di kasurnya terganggu, Sesaat terdengar lenguhan kecil dari bibirnya, Tangannya terulur menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
Tak lama suara lemparan mengenai jendela kamarnya kembali terdengar dan kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
TAK! TAK!
SRAK!
Sontak gadis itu menyingkap selimutnya kasar, Alisnya tampak mengerut dengan ekspresi sayu. Beberapa helai rambutnya pun juga berantakan khas bangun tidur.
"Iisshh...Siapa sih pagi-pagi begini kerumahku?!" Gerutunya sedikit mengacak rambut gusar.
Dengan langkah malas dirinya segera meranjak dari kasur menuju jendela kamarnya, Perlahan ia membuka jendela itu dan menemukan Ian tengah berada di bawah balkon kamarnya. Pemuda bersurai hitam itu tampak siap dengan pakaian training kasual.
Sesaat matanya mengerjap lalu mengusap wajah untuk memastikan bahwa itu Ian atau bukan.
"Ian? Ngapain dirumahku pagi-pagi begini? Belum jam 7 pagi lho," Netranya melirik jam yang tertampang di dinding kamarnya, Jam itu menunjukkan pukul 6 pagi yang notabane nya sebagian orang masih asyik larut dalam mimpi.
Ian menatap datar sejenak, Dia mendongak memperhatikan penampilan gadis itu.
"Cepatlah bersiap-siap! Aku tunggu di bawah,"
Tanpa menjelaskan lebih lama Ian dengan santai pergi memasuki perkarangan rumah Chloe, Dia memilih menunggu dekat pagar.
Sedangkan ekspresi sang gadis kini tampak kebingungan, Pasalnya ia tak tahu kenapa Ian menyuruhnya bersiap-siap. Namun tanpa berpikir lama Chloe lantas segera mengikuti permintaan Ian.
Cepat-cepat dirinya menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya, Chloe tidak mandi karna tidak ingin membuat Ian menunggu lama. Ia hanya membasuh wajah dan gosok gigi.
Selesai dengan ritual paginya, Tubuhnya bergerak cepat mengambil pakaian training dalam lemari dengan terburu-buru. Setelahnya Ia segera menemui Ian di luar tak lupa membawa beberapa uang saku dan kunci rumah.
Selesai mengunci rumah dirinya segera mendekati Ian.
"Sudah selesai? Gak ada yang ketinggalan kan?"
"Sudah, Emangnya kita mau kemana pagi-pagi begini?"
"Olahraga, Sebelum itu pemanasan dulu," Sahut Ian datar sambil melemaskan jari-jarinya.
Chloe mengangguk paham, Ia ikut pemanasan seperti Ian. Meski ia merasa heran sepagi ini Ian datang ke rumahnya cuma untuk mengajaknya olahraga bersama.
"Tidak seperti biasanya, Padahal jarak Asrama dengan rumahku cukup jauh," Pikir Chloe melemaskan tungkai kakinya.
Tak lama keduanya mulai berlari kecil keluar dari area perkarangan rumah Chloe.
***************
Sepanjang jalan trotoar banyak para pejalan kaki hilir mudik, Beberapa dari mereka juga ada yang berolahraga sama seperti Ian dan Chloe. Tak hanya dijadikan tempat olahraga, Di trotoar itu juga terdapat beberapa pedagang kaki lima menjajakan dagangannya.
"Jadi ini yang namanya car free day, Ramai juga ya," Netra birunya memperhatikan pemandangan sekitar. Tempat itu agak sesak saking banyaknya para pejalan kaki.
"Hm, Setiap pagi tempat ini selalu ramai. Kupikir akan lebih baik mengajakmu sesekali kesini, Sekaligus olahraga kecil," Jawab Ian sembil memelankan laju kakinya.
__ADS_1
"Kebetulan sekali aku belum pernah kesini," Bibirnya tersenyum tipis, Perlahan Chloe mulai memelankan larinya karna suasananya mulai padat.
Saking padatnya tempat itu sampai beberapa orang menyenggolnya hingga membuat Chloe terpaksa harus menepi, Ia menghentikan larinya sejenak selagi mengatur pernapasannya.
Beberapa saat dirinya terdiam disana sampai Chloe baru menyadari kalau Ian menghilang dari pandangannya, Sontak dirinya panik dan netra biru itu mencari-cari sang pemuda diantara para ribuan orang yang hilir mudik di depannya.
Namun nihil sang pemuda tak ditemukan, Jantungnya mulai berdebar tak karuan menyadari dirinya terpisah dengan sahabatnya itu.
Chloe menghembuskan napas berusaha menenangkan dirinya dan agar tak terlalu panik, Ia mendudukkan dirinya pada sebuah bangku. Mencoba berpikir tenang.
"Diantara ribuan orang-orang ini memang kemungkinan besar kami akan terpisah, apa kucari saja dia ya? Tapi Ian pasti juga mencariku. Kalau aku tetap diam disini apa kami akan bertemu?" Chloe menatap para pejalan kaki, Ah dirinya panik dan bingung.
Sesaat Chloe meraba pakaiannya berusaha mencari HP nya namun ia tak menemukan benda persegi itu.
"Ugh, Aku lupa aku tidak membawa Hp ku," Keluhnya frustasi, Chloe mengusap wajahnya sesaat. "Aku harus bagaimana?!"
Dirinya masih duduk diam disana, Merenung mencari cara lain. Disaat yang bersamaan sesuatu yang dingin menyentuh pipi kiri sang gadis, Membuat dirinya tersentak dan refleks menoleh pada si pelaku.
"Nih minum!" Ian menatap datar sambil menyodorkan botol mineral di tangannya.
"Ian! Kau dari mana saja? Aku panik tau saat kau hilang tadi!" Alisnya mengerut merasa kesal karna sang pemuda baru saja muncul. Meski begitu Chloe tetap menerima botol mineral itu.
"Aku pergi sebentar beli minum," Ian ikut duduk disamping Chloe, Meminum air nya.
"Lain kali bilang dulu sebelum pergi! Bikin panik aja," Gerutu Chloe masih kesal.
"Hm,"
Keduanya terdiam memandang sekitar mereka, Mengistirahatkan diri sejenak usai olahraga kecil.
"Ian, Beli itu yuk. Laper nih," Dengan semangat Chloe menunjuk salah satu dagangan sambil menarik pelan tangan Ian.
"Hm, Ayo kesana," Tanpa banyak bicara Ian menarik pelan tangan sang gadis, Menuju dagangan yang dipilih Chloe.
**************
Chloe meletakkan dua mangkuk bubur di meja, Ia meminum air mineralnya selagi menunggu Ian selesai bayar. Tak lama Ian menghampirinya sembari melirik dua mangkuk bubur di meja.
"Kau sudah kenyang?" Ucapnya datar sambil menunggu Chloe berdiri.
"Iya, Makasih udah bayarin. Nanti uangnya ku ganti," Chloe tersenyum ceria.
"Gak usah,"
"Oh, Kalau begitu kita lanjut jalan yuk," Dengan semangat yang kembali pulih, Chloe menarik Ian pelan kembali melanjutkan jalan-jalan mereka.
"Hm,"
Kini keduanya jalan santai di tengah keramaian, Sesekali Chloe melirik beberapa barang dagangan. Mungkin ada yang menarik perhatiannya.
Sesaat netranya terpaku pada salah satu dagangan yang membuat langkahnya terhenti, Chloe kembali menarik tangan Ian pelan meminta perhatian sang pemuda.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Ian, Beli es krim yuk. Aku udah lama gak makan," Bujuk Chloe dengan antusias, Menunjuk kecil pada pedagang es krim.
Kening Ian mengerut sesaat mendengar permintaan Chloe, Pandangannya tertuju pada pedagang es krim yang Chloe tunjuk.
"Masih pagi begini mau makan es krim? Yakin?"
"Iya, Gak apa-apa. Kan tadi juga udah makan bubur,"
Sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis, Sejenak Ian menghela napas pelan. Dia mengusap pelan surai biru milik sang gadis.
"Baiklah, Baiklah. Kau tetap tidak berubah ya," Ian masih tersenyum tipis, Menggenggam erat tangan Chloe dan membawa gadis itu menuju pedagang es krim.
"Yeey! Es krim!" Sorak Chloe senang layaknya anak kecil yang baru saja dikasih permen. Ia mengikuti langkah Ian dan menggenggam tangan pemuda itu balik agar tak terpisah seperti tadi.
Sesampainya disana Chloe lantas segera memesan rasa es krim kesukaannya.
"Paman, es krim rasa vanilla satu,"
"Kopi satu dengan sedikit gula,"
Pedagang es krim mengangguk dan mulai membuat pesanan keduanya. Selagi menunggu sesekali Chloe memperhatikan jam arlojinya yang menunjukkan pukul 7 pagi. Mentari pun mulai agak terik.
Setelah mendapat pesanan masing-masing, Ian membayar pesanan mereka. Keduanya menjauh dari sana menuju sebuah bangku tak jauh dari posisi mereka.
Chloe dengan gembira memakan es krimnya setelah duduk, Menyecap rasa vanilla di lidahnya. Sedangkan Ian memilih minum kopi nya sembari menatap sekitar mereka.
Suasana car free day mulai lenggang tidak sepadat tadi, Namun masih ada beberapa orang hilir mudik depan mereka.
Netra merahnya melirik Chloe yang tampak menikmati es krimnya. "Kau suka sekali dengan es krim. Apa seenak itu ya sampai berlepotan gitu?"
"Iya dong, Cobain aja sendiri," Sahut Chloe masih asyik makan es krimnya.
Ian menunduk pelan lalu tanpa peringatan menjilat kecil sudut bibir sang gadis yang terdapat sisa es krim. Setelahnya ia menjauhkan diri, Keningnya berkerut menyadari rasa es krim yang baru saja di cicipinya.
"Cih! Manis,"
Butuh beberapa menit bagi Chloe untuk menyadari situasi yang terjadi, Sampai akhirnya ia dengan perasaan malu sekaligus kesal memukul pelan pundak Ian.
"Ian apaan sih?!" Chloe merasakan pipinya memanas, Tindakkan Ian yang tidak terduga membuatnya malu serta kesal apalagi mereka masih di tempat umum. Jantungnya juga berdegup kencang akibat ulah sahabat itu.
Tanpa rasa bersalah Ian mengalihkan pandangannya, Kembali meminum kopi miliknya.
"Katanya suruh cobain sendiri,"
"Iya, T-Tapi kan bukan es krim ku juga. Maksudku beli sendiri sana!" Kata Chloe tergagap masih merasa malu dengan situasi tadi, Ia mengalihkan pandangannya berusaha menetralkan wajah.
Ian hanya mendengus kecil, Dengan ekspresi datar kembali minum kopi. Berbeda dengan Chloe yang menatap es krimnya, Degup jantungnya pun masih belum bisa dikendalikan.
"Ah, Padahal seingatku Ian tidak suka makanan manis,"
"Es krim mu meleleh tuh,"
Suara Ian yang menyapu pendengarannya membuat Chloe tersentak, Lantas netra birunya ikut menatap es krim yang kini setengah meleleh. Cepat-cepat Chloe menghabiskan es krim nya agar mereka cepat pulang.
__ADS_1
Sesaat Ian tersenyum tipis melihat tingkah sang gadis, Netra nya beralih menatap langit cerah di atas mereka selagi menunggu Chloe selesai.
TBC