System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Doi part 2


__ADS_3

Akhirnya setelah kejadian Raizel pingsan, Chloe dan Gracia diminta pulang sama Ash. Apalagi tadi Chloe sempat memberitahukan apa yang terjadi pada Raizel ke Justin secara diam-diam.


Karna sudah waktunya pulang kerja, Chloe putuskan untuk mengikuti saran Justin. Dan dia pulang naik Bis, Untungnya dia tidak ketinggalan Jadwal karna Bis itu Bis terakhir yang lewat.


Selama perjalanan pulang gadis bersurai biru itu mengutak-atik HP nya, Bermain game sekedar menghilangkan rasa bosan. Hanya ada 16 penumpang dalam bis itu termasuk Chloe, Sesekali terdengar bisikan-bisikan gosip dari penumpang lain.


Yah itu lebih baik dari pada sepi sama sekali, Apalagi jalanan yang mereka lewati cukup sepi dan melewati area hutan.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya bis berhenti di depan gerbang Asrama, Chloe bergegas turun setelah bayar ongkos sebelumnya. Bis itu perlahan melaju meninggalkan area depan Asrama.


Karna gerbang di kunci, Sang gadis pergi menuju pintu lain. Pintu rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak samping Asrama. Dia menekan sebuah tombol tersembunyi dan tak lama pintu tersebut geser sendiri membiarkan Chloe masuk. Tak lupa sang gadis kembali nutup pintunya.


Chloe tahu pintu rahasia itu dari Felix yang memberitahukannya, Kalau sewaktu-waktu Chloe pulang larut malam, Dia bisa menggunakan pintu rahasia itu.


TAP! TAP! TAP!


Dengan langkah santai Chloe melewati sebuah pohon besar di samping Asrama dekat pintu rahasia, Pohon yang kata orang-orang terkenal angker karna ada penunggunya namun gosip miring itu tidak berpengaruh sama sekali pada para penghuni Asrama karna mereka sudah tahu kalau penunggunya itu adalah Devian.


Jadi Chloe santai-santai aja jalan di area Asrama, Meski dia masih merasakan seram sih sama Asrama waktu malam hari.


SREK! SREK!


Langkah kaki Chloe terhenti saat dia mendengar sebuah suara gemerisik daun yang saling bergesekan tepat di atas kepalanya, Dimana pohon yang katanya angker itu berada.


SREK! SREK!


Perlahan gadis bersurai biru itu melengok ke atas saat suara itu kembali terdengar, Melihat sesuatu yang tampak menggantung di atas pohon dengan wajah seram seseorang yang balik menatapnya.



"Sudah pulang ya...," Kata sosok itu dengan seringai seram yang seketika membuat Chloe melotot dengan bulu kuduk yang meremang.


***************


[Halaman belakang Asrama]


Felix baru saja selesai membuat biskuit untuk cemilannya bersantai, Dia duduk tenang di kursi dekat kebun menikmati biskuit buatannya sambil memperhatikan suasana hutan yang cukup gelap disekitarnya.


Sesekali diselingi dengan segelas kopi hangat yang menemaninya malam ini, Sejenak Felix menghela napas.


"Akhirnya aku bisa bersantai juga sekarang, Beberapa hari ini aku begadang karna mencari para hacker itu. Sungguh merepotkan," Keluh Felix menelan biskuitnya.


Tak lama tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang dari halaman depan Asrama, Sesaat Felix tersedak karna terkejut.


GGYAAAAAAA!


Lantas Felix segera meminum kopinya hingga setengah, Dengan cepat dia meletakkan piring biskuitnya di meja. Sesaat jantungnya berpacu cepat layaknya rolle coaster. Felix sangat hapal betul suara teriakan itu.


DEG!


Felix segera menoleh cepat, Hanya ada satu nama yang dipikirkan saat ini. Yaitu adik angkatnya sendiri.


"CHLOE!"


TAP! TAP! TAP!


Dengan secepat kilat Felix lari menuju halaman depan Asrama, Ekspresinya Sangat terlihat cemas. Takut terjadi sesuatu pada adik angkatnya itu.


Sesampainya di depan halaman Asrama, Netra aquanya menangkap dua orang yang terbaring lemas di tanah. Satu Chloe dan satunya lagi Devian. Felix bergegas menuju adiknya yang terjatuh.


"Chloe, Kau baik-baik saja?" Kecemasan Felix semakin menjadi-jadi saat adiknya mendongak cepat. Dia berjongkok untuk membantu sang adik.


"SETAN! Ada Setan!" Seru Chloe panik dan gemetar, Tanpa sadar mendongakkan kepalanya terlalu cepat hingga tak sengaja bertubrukan dengan wajah Felix yang berada di belakang kepalanya.


JEDUG!


"Aawww!" Refleks pemuda bersurai coklat itu meringis dan menutup hidung nya yang bertubrukkan dengan kepala Chloe, Sesaat dia merasakan darah segar mengalir dari hidungnya.


"Eh? Maaf Kak Felix! Kau mimisan!" Kata Chloe panik menyadari kesalahannya.


Felix menggeleng pelan saat Chloe mendekat berniat menghentikan mimisannya, Dia menoleh pada Devian yang baru bangun dari rebahannya.


"Hahaha, Tidak kusangka Kak Chloe akan memukulku. Tenagamu makin kuat aja," Devian tertawa senang, Mengusap sudut bibirnya yang berdarah dengan ibu jari.


Kondisi Devian juga tak kalah mengenaskan dari Felix. Sudut bibir yang berdarah, Kening bagian kanan terluka sampai hidung yang ikut mimisan sama seperti Felix. Namun Devian tak terlihat kesakitan, Dia malah tertawa senang karna tindakkan Chloe tadi.

__ADS_1


Berbeda dengan Chloe, Lehernya sempat tergores hingga menimbulkan sedikit darah segar disana akibat tergores ranting pohon saat Devian jatuh mengenainya.


"Maaf Devian, Habisnya kau membuatku kaget. Kupikir benar-benar setan tadi, Makanya aku refleks mukul kamu," Cicit Chloe merasa bersalah, Dia memilin ujung bajunya tak enak hati.


"Heh! Ini tidak seberapa, Bukan pertama kalinya Kak Chloe mukul aku," Devian meranjak dari jatuhnya, Membersihkan pakaiannya yang terkena debu.


"Ayo berdiri, Kita minta Aiden obati dulu sebelum infeksi," Ajak Felix sambil membantu Chloe berdiri. Dia menyadari goresan di leher Chloe, Maka dari itu dia mengajak adiknya untuk berobat ke Aiden.


Chloe hanya mengangguk sesaat mengikuti Felix masuk dalam Asrama bersama Devian.


****************


[Kamar Aiden]


"Jadi bisa jelaskan apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Aiden datar. Usai menempelkan plester luka di kening Devian.


"Aku gak sengaja mukul Devian, Habisnya dia ngagetin sih. Kukira beneran setan, Jadi aku refleks mukul," Jelas Chloe setelah dia menempelkan plester luka di lehernya.


Aiden melirik Devian yang cecengesan, Tertawa kecil tanpa rasa bersalah.


"Seru aja jahilin anggota yang pulang telat," Kata Devian semangat layaknya anak kecil.


"Hah~ Aku panik banget tau, Kupikir terjadi sesuatu dengan kalian," Felix menghela napas kecil. Mengacak surai coklatnya gusar.


"Semuanya sudah selesai, Lebih baik kalian pergi tidur sekarang. Tuan Justin bilang mereka akan pulang larut, Jadi tidak perlu nunggu mereka," Jelas Aiden datar sambil merapikan kotak P3K miliknya.


Devian, Felix, Dan Chloe ngangguk, Mereka segera pergi dari kamar Aiden menuju kamar masing-masing.


***************


[Keesokan paginya]


"Selamat pagi Chloe," Sapa Holy terbang mendekat, Kali ini wajah Holy sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya.


"Oh, Pagi Holy. Sudah pulang rupanya. Bagaimana energimu?" Chloe mengusap sudut matanya sesaat setelah bangun tidur, Masih agak ngantuk.


"Sudah full, Ini lebih baik sekarang," Kata Holy ceria.


"Baguslah, Aku bisa beraktivitas dengan tenang sekarang karna ada Holy," Kata Chloe lega. Dia meranjak dari kasurnya lalu menuju kamar mandi seperti biasa.


Selesai mandi Chloe memilih pakaian kasual tertutup yang nyaman dia gunakan, Tak lupa memasukkan ID card nya dalam ransel dan pakai jaket biru kesukaannya.


CKLEK!


Bersamaan dengan keluarnya Chloe dari kamar, Tampaklah Felix berada di depan pintu kamarnya. Satu tangan pria itu terangkat berniat mengetuk pintu kamar Chloe tadi, Namun tak Jadi karna sang empu kamar sudah keluar.


"Hm...Kak Felix ngapain?" Tanya Chloe heran menyadari keberadaan Felix.


Felix agak tersentak sesaat, Mengusap tengkuknya canggung.


"Sebenarnya kakak ingin Chloe mencoba benda ini, Kakak beli karna terlihat lucu. Kakak pikir mungkin benda ini terlihat cocok jika Chloe yang pakai,"


Felix menyodorkan sebuah bando kucing ke hadapan sang gadis, Tersenyum kikuk takut tidak sesuai selera adiknya. Sedangkan Chloe menatap heran bando tersebut lalu mengambil dari tangan Felix.


"Benda ini keliatan lucu, Dimana kakak belinya?" Dengan netra yang berbinar-binar Chloe masih menatap bando tersebut.


"Di kota, Sekalian kakak beli buat hadiah untukmu,"


"Wah, Makasih kak. Aku suka dengan bando ini," Dengan antusias Chloe memakai bando itu.


Netra aqua Felix melebar sesaat, Tak menyangka Chloe malah semakin imut ketika pakai bando itu. Hatinya tiba-tiba perlahan menghangat, Sejenak Felix bisa merasakan pipinya merona tipis. Dengan gemas Felix peluk Chloe erat.


"aaaa, Adikku manis sekali. Kakak jadi makin sayang padamu," Kata Felix senang, Menempelkan pipinya ke pipi Chloe.


Sesaat Chloe tersentak kaget karna tindakkan Felix. "Ya ampun kak, Kakak berlebihan ah. Ini kan cuma bando, Apanya yang terlihat manis?"


"Tapi dimata kakak jadinya beda, Ayo kita tunjukkan pada yang lain. Kakak penasaran dengan pendapat mereka," Kata Felix semangat dengan senyum bahagia. Dia menggenggam tangan sang adik dan menariknya menuruni tangga.



Chloe hanya bisa pasrah saat Felix menariknya menuju dapur, Namun dia ikut senang ketika Felix kembali tersenyum bahagia.


****************


[Dapur]

__ADS_1


Felix segera merangkul Chloe setelah sampai di dapur, Dia memegang masing-masing kedua pundak adiknya dan mendorong maju sang adik sedikit.


"Semuanya, Lihatlah penampilan Chloe. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Felix senang.


Sejujurnya Chloe malu kalau harus menunjukkan dirinya pakai bando kucing itu, Terlebih kini semua anggota sudah menoleh padanya. Tapi karna Felix sudah terlanjur membawanya ke dapur apa boleh buat. Dengan senyum ceria, Chloe angkat kedua tangannya di udara sampai dada dengan terkepal lalu sedikit memiringkan kepalanya, Dan menirukan suara kucing.


"Nyaaa~ Miow~"



Devian sampai tersedak tempura saat lihat penampilan Chloe yang berbeda. Ezra masih dengan ekspresi datarnya tak tertarik, Justin yang tercengang sampai ternganga. Dan Aiden yang hanya menatap biasa-biasa aja.


Berbeda dengan Ian yang baru saja ingin duduk, Perhatiannya jadi salfok (salah fokus) ke Chloe, Tatapannya terus tertuju pada sang gadis. Wajahnya memerah layaknya tomat matang tak tahan dengan keimutan Chloe.



(Ekspresi Ian 👆)


DEG! DEG! DEG!


"Oh Tuhan, Jantungku. Aku tidak bisa menahan ini," Pikir Ian malu, Dia mencengkeram bajunya dimana letak jantungnya berada.


Sampai akhirnya tubuh Ian limbung dan ambruk ke lantai, Bahkan dia sampai mimisan seperti Raizel kemarin.


BBRRUUKK!


"IAN!" Serentak semuanya menoleh menatap Ian yang pingsan.


Lalu disisi Raizel, Jantungnya juga berdegup tak terkendali. Wajahnya juga memerah tak bisa disembunyikan. Ingin rasanya Raizel lari memeluk Chloe saat itu juga.



(Ekspresi Raizel👆)


DEG! DEG! DEG!


"Kenapa Damage Chloe gak ngotak banget!? Kalau gini kan aku bisa kena diabetes," Pikir Raizel merona malu.


Padahal baru kemarin dia pingsan dan mimisan, Kini hidungnya kembali mimisan gara-gara penampilan Chloe yang tergolong manis.


Tubuh Raizel limbung sama seperti Ian, Alhasil dia ikut pingsan dengan wajah yang merona merah. Kini Raizel pingsan untuk yang kedua kalinya.


BBRRUUKK!


"Eh!? Woi Raizel! Kenapa malah ikut pingsan!?" Teriak Devian yang berusaha membopong tubuh Ian.


Wajah Rion juga sama merahnya seperti Raizel dan Ian, Sejenak dia menyembunyikan wajahnya malu di balik punggung tangannya. Merasa tak tahan dengan keimutan Chloe.



(Ekspresi Rion 👆)


DEG! DEG! DEG!


"Astaga Nona Chloe manis sekali, Jantungku sampai berdetak keras begini. Aku jadi tidak tahan untuk menerkamnya," Pikir Rion sambil menggeleng pelan, wajahnya masih merah namun gak sampai bikin dia pingsan kayak Ian dan Raizel.


Rion hanya bisa menyembunyikan wajah merahnya di antara lipatan tangan, Terlalu lama menatap keimutan Chloe bisa-bisa dia terkena diabetes.


Sedangkan Felix mengerjapkan matanya sesaat menatap kondisi Ian dan Raizel yang pingsan. Berbeda dengan Chloe yang panik setengah mati. Dia refleks melepaskan bando kucingnya.


"Are? Hebat sekali sampai bisa bikin mereka pingsan," Kata Felix bingung.


"Hei kalian jangan diam saja! Bantuin nih bawa Raizel sama Ian ke kamar," Kata Chloe panik, Ikut membopong tubuh Ian bersama Devian.


"Orang bucin ketemu Doi bisa langsung bikin pingsan kayak gitu ya? Aku baru tau," Pikir Justin yang masih melongo. Tak lama dia berdehem pelan.


"Rion, Ezra, Dan Felix. Kalian angkat Raizel ke kamar. Aku akan bantu Devian dan Chloe angkat Ian ke kamar,"


"Baik!"


Mereka segera melakukan tugas masing-masing, Membawa Ian dan Raizel ke kamar.


Akhirnya karna kondisi Raizel dan Ian yang kritis gara-gara mimisan, Justin terpaksa meliburkan jadwal kuliah Ian dan Raizel hari itu.


Lalu Chloe akhirnya pergi kuliah diantar Felix karna dia bakalan terlambat.

__ADS_1


"Kayaknya seharusnya aku tadi gak usah pakai bando itu deh, Kalau tahu bakal buat Ian sama Raizel pingsan," Pikir Chloe meringis dalam hati.


TBC


__ADS_2