
Tap! Tap! Tap!
Langkah kaki itu terus bergema ke seluruh penjuru ruangan, Dari satu tempat ke tempat lainnya. Sesekali dia akan berhenti sekedar menghirup udara segar kemudian melanjutkan langkahnya. Mansion itu begitu sepi setelah bertemu Ivy terakhir kali, Sekarang Chloe kembali nyasar entah kemana.
Ditempatnya berhenti sekarang memiliki lingkungan yang berbeda, Ruangannya begitu tertutup dengan kolam renang besar ditengah-tengahnya. Sejenak netra birunya menangkap sosok yang sedang berenang disana seorang diri.
Chloe memutuskan untuk berbalik, Tak berani mendekati sosok itu terlebih takut mengganggu privasinya. Sang gadis berniat pergi namun langkahnya terhenti saat tak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba sudah berada dihadapannya.
BUK!
"Aduh!" Chloe meringis sambil mengusap keningnya yang bertabrakan dengan tubuh sosok dihadapannya.
Sedangkan sosok dihadapannya tak bergeming, Dia hanya menunduk dengan pandangan bingung.
"Lho, Kamu kan Chloe Amberly? Ngapain kamu disini?"
Mendengar nama lengkapnya disebut membuat Chloe mendongak. Netra birunya sesaat membulat terkejut, Menyadari sosok pria dengan surai hijau yang senada dengan warna matanya berdiri tepat dihadapannya.
"Kak Ash?!" Sontak Chloe mundur beberapa langkah menjauhi Ash. "Maafkan aku, Aku sungguh tidak sengaja. Aku nyasar saat mencari dapur dan malah berakhir disini,"
"Hah?! Bisa jelaskan kenapa kau bisa berada di Mansion kami? Seingatku kakak pertama tidak memberitahukan apapun soal ini pada kami," Ash memiringkan sedikit kepalanya heran, Netra hijaunya memandang penuh tanya.
"Itu..."
"Oi, Ash! Siapa cewek yang kau bawa? Terlihat familiar dimataku,"
Sebuah suara berasal dari belakang sang gadis mengejutkan Chloe, Membuat perkataannya terpotong. Dengan gerakan patah-patah ala film horror, Chloe menoleh mendapati seorang pria bersurai biru dengan netra ungu tua sedang menatapnya sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Ekspresi sang gadis seketika berubah pucat setelah menyadari pria itu ternyata tidak memakai baju atasan dan hanya memakai celana renang pendek.
"Ouh, Surai biru? Si Nona kecil ya. Lama tidak berjumpa," Al tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putihnya yang tertata rapi tanpa menyadari ekspresi sang gadis yang berubah drastis.
"Iya, Ini Chloe Amberly. Aku juga tidak tahu kenapa dia disini–"
"GGYYAA!"
Teriakan histeris Chloe yang tiba-tiba membuat perkataan Ash terpotong, Sedangkan Chloe refleks menyembunyikan wajah di balik telapak tangannya.
"EEhhh!"
"C-Chloe kenapa?!" Ash panik saat Chloe tiba-tiba berbalik membelakangi mereka.
"Kak Al gak pakai baju!" Balas Chloe masih menutup wajahnya rapat-rapat.
Sontak rona merah menjalar di seluruh wajah Al, Wajah pemuda bersurai biru gelap itu merah padam. Refleks dia menutupi tubuh atasnya dengan handuk kecil meski tidak tertutupi sepenuhnya.
"A-Al! Pakai bajumu!" Ash menoleh pada Al yang tampak malu.
"Maaf!"
"A-Aku harus pergi, Nanti kita ketemu lagi!" Chloe bergegas lari dari sana tanpa menoleh lagi pada Al dan Ash, Wajahnya ikut merona meski hanya sedikit.
"Chloe!"
BLAM!
Terlambat, Sang gadis keburu menghilang dari pandangan mereka. Al terdiam gugup tak tahu harus berbuat apa, Wajahnya benar-benar memerah seperti terbakar. Sedangkan Ash menghembuskan napas, Dia menoleh menatap Al yang masih diam.
"Kau ini tidak bisakah setelah keluar dari kolam pakai bajumu?! Tidak sopan tahu! Apalagi dihadapan cewek!" Kata Ash sembari mendengus.
"Aku lupa," Al memalingkan wajahnya malu.
"Kebiasaan!" Ash menatap jengkel. "Dulu kakak pertama, Sekarang Chloe. Dimansion ini punya aturan tahu, Yang paling utama adalah good attitude. Termasuk dihadapan tamu," Jelas Ash berkacak pinggang agar Al memperhatikannya.
"Iya..." Al hanya bisa menunduk.
Setelah merasa puas menasihati Al, Ash berjalan pergi meninggalkannya. Barangkali dia bisa ketemu Chloe lagi, Dan meminta maaf atas perlakuan Al yang ceroboh.
*************
Disisi Chloe, Gadis itu berlari tak tentu arah. Dia memasuki sebuah ruangan asing dan menutup pintunya rapat-rapat. Dengan napas tidak beraturan, Chloe menyandarkan punggungnya pada daun pintu sembari netra birunya memandang sekeliling, Menganalisa sekarang dirinya berada di ruangan apa lagi.
Tidak banyak benda-benda yang ada diruangan itu, Hanya terdapat dua sofa panjang ukuran besar, Satu vas dengan bunga diatasnya yang berada di tengah-tengah ruangan. Meja bundar transparan dan beberapa alat musik seperti drum, Gitar listrik, Harmonika, Dan masih banyak alat musik lainnya.
__ADS_1
Chloe mendekati meja bundar ditengah-tengah ruangan, Hingga tak lama dirinya mendengar suara alunan musik piano tak jauh darinya. Mungkinkah ada orang lain diruangan ini selain dirinya?
Berlahan Chloe mencari asal suara tersebut, Semakin dekat suara itu semakin terdengar jelas dan lebih merdu. Membuat Chloe hampir hanyut dalam alunan melodi dari piano tersebut.
Langkah kakinya berhenti tepat dibelakang seseorang, Orang itu terlihat menikmati permainannya sendiri, Seolah alunan melodi itu mewakili perasaannya yang saat ini sedang dia rasakan. Ah, Dia memainkan piano itu sepenuh hati.
Chloe memilih diam beberapa menit ikut menikmati alunan melodi itu, Sejenak matanya terpejam mendengar dengan khusuk. Hingga akhirnya permainan itu selesai, Chloe cukup merasa terhibur karna bisa mendengar alunan melodi ini secara langsung. Sang gadis berniat tepuk tangan sabagai apresiasi atas melodi yang baru saja didengarnya.
"Siapa disana?"
Niatnya untuk memberi apresiasi pupus sudah, Chloe kira orang itu tidak menyadari kehadirannya karna hanya fokus dengan permainan pianonya. Namun nyatanya perkiraan Chloe meleset, Sepertinya orang itu memiliki indra pendengaran yang tajam.
"Ah, Aku Chloe Amberly. Aku tidak sengaja masuk ruangan ini karna nyasar, Awalnya aku ingin mencari ruangan dapur," Chloe tersenyum kikuk, Ketika dirinya merasa gugup dia akan mengcengkeram ujung bajunya untuk mengurangi kegugupannya seperti yang dia lakukan saat ini.
"Chloe Amberly huh?!" Orang itu menunduk sejenak tanpa menghadap Chloe sama sekali. "Mendengar nama itu, Mengingatkanku pada seorang gadis bersurai biru yang nekat masuk ke backstage hanya untuk meminta tanda tangan seorang Raizel Freymon,"
"Gadis itu, Pasti kau lagi kan...?" Orang itu berbalik menghadap Chloe membuat sang gadis tersentak saat pandangannya bertemu dengan netra hijau toska milik Pria itu.
Rambut silvernya yang berkilau terkena pancaran sinar matahari menambah daya pikat sang pria, Jangan lupakan wajah datar tanpa ekspresi yang sering melekat di wajah sang pria, Pakaian semi-formal yang dipakainya menambah kesan gagah dalam dirinya. Pria yang terkenal dengan tampang cool nya selain Ian dan Raizel dalam Grup HE@VEN, Si Revan.
"Hee?! Kak Revan?! Kau tinggal di Mansion ini juga?!" Kata Chloe kaget setelah Revan kini berdiri dihadapannya.
"Ini Mansionku, Tentu saja aku tinggal disini. Revan Michelle adalah nama lengkapku. Justru aku yang harusnya bertanya padamu, Apa yang kau lakukan di disini?" Ucap Revan dengan intonasi datar.
"Yah, Aku sedang ditugaskan menjaga si bungsu Michelle oleh Nona Michelle. Karna tugasku baru besok mulainya, Jadi sekarang aku menjelajahi mansion ini sebagai perkenalan, Tapi malah nyasar," Chloe tertawa hambar mengingat kecerobohannya sedangkan Revan hanya memandang datar.
"Ivy ya, Kuperingatkan padamu. Jaga dia dengan baik dan jangan sakiti dia. Kalau sampai kau menyakiti salah satu dari kami sedikit pun, Kau akan kubuat menyesal seumur hidup!" Ancam Revan memandang tajam tidak peduli dengan perasaan Chloe saat mendengar ancamannya.
Seketika Chloe terpaku diam, Sikap Revan mengingatkan Chloe dengan sikap Ezra saat baru pertama kali bertemu dengan pria bersurai hitam itu. Diam-diam Chloe tersenyum kecut, Tampaknya Revan tidak suka dengan kehadirannya di Mansion itu.
"Aku akan menjaga Ivy dengan baik, Kak Revan percaya saja padaku," Chloe tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya yang tertata rapi.
Revan memandang dingin, Dia pikir Chloe akan merasa takut dengan ancamannya. Namun sepertinya perkiraannya meleset, Gadis itu hanya menunjukkan senyum lebar seolah menganggap ancamannya hanya angin lalu. Revan harap, Kakak pertama mereka tidak salah pilih bodyguard lagi kali ini. Disisi lain dia ingin percaya namun disisi lainnya lagi dia masih harus waspada terlebih Chloe masih berstatus orang asing bagi keluarganya.
"Kupikir kau memiliki mental yang lemah seperti Ivy, Rupanya dugaanku salah," Revan memejamkan matanya sejenak, Memasukkan kedua tangannya dalam saku celana.
"Aku akan membuktikan kalau aku bisa menjaganya," Chloe memandang serius membuat Revan menatapnya dalam-dalam, Tidak ada suara lagi yang Revan keluarkan. Sang pria hanya diam sejenak sebelum melangkah pergi melewati Chloe.
Tap! Tap! Tap!
Ia menunduk sejenak, Memandang kedua tangannya yang terkepal. Nyatanya dia sendiri cukup terkejut dengan kenyataan bahwa Al, Ash, Dan Revan ternyata satu keluarga. Meski keberadaannya disini juga karna pekerjaan yang Nona Michelle berikan padanya.
Chloe memutuskan memandang ruangan yang ditempatinya sekali lagi sebelum memutuskan pergi dari sana.
*************
Chloe lelah, Dia menyerah mencari ruangan bernama 'dapur' itu. Dirinya memutuskan duduk di sofa ruang tamu, Memandang kosong sekaligus merenung memikirkan keadaan Ezra setelah dia tinggalkan.
"Apakah tidak apa-apa Pak Ezra kutinggalkan sendiri? Kasihan sih dia tidak punya siapa-siapa lagi diasrama," Renung Chloe menghembuskan napas pelan.
Disaat dirinya sedang merenung, Tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di pundaknya, Membuat Chloe agak tersentak. Dan langsung menoleh mencari pelaku yang menepuk pundaknya.
"Hai, Kenapa diam disini?"
Seorang laki-laki bersurai hitam dengan netra biru jernih memandang sembari tersenyum ramah, Syal biru bergaris hitam yang dipakai laki-laki itu sedikit melambai mengikuti gerakannya. Perawakan serta senyum ramah dari laki-laki disampingnya mengingatkan Chloe dengan sosok kak Felix, Mungkin laki-laki ini mempunyai sikap ramah seperti Felix?
"Ah, Aku hanya sedang istirahat saja disini," Chloe balik tersenyum.
"Oh, Kau tamu Kak Eli ya? Mau kupanggilkan? Pasti kau sudah menunggu lama disini," Tawar laki-laki itu masih tersenyum.
"Eh, Tidak perlu," Chloe sontak menggeleng cepat. "Aku sudah bertemu dengannya pagi tadi, Sekarang aku hanya ingin menjelajahi mansion kalian. Awalnya aku ingin ke ruang dapur, Tapi malah nyasar," Chloe tersenyum kikuk, Mengusap tengkuk lehernya seperti orang bodoh.
"Benarkah? Kupikir kau belum bertemu kak Eli. Kebetulan sekali aku juga ingin ke dapur, Bagaimana kalau kita pergi bareng?"
"Boleh kok,"
Laki-laki itu mengangguk cepat masih tersenyum, Dia berjalan lebih dulu disusul Chloe yang berjalan disampingnya.
"Namaku Azura Michelle, Anak ke-6 dari 9 bersaudara. Bagaimana denganmu?" Kata Azura membuka percakapan selagi mereka dalam perjalanan menuju dapur.
"Oh, Aku Chloe Amberly. Aku anak tunggal jadi aku tidak memiliki saudara,"
__ADS_1
"Kau yakin tidak memiliki saudara?" Azura menoleh memandang gadis disampingnya.
"Um...Mungkin?" Kata Chloe ragu, Ia menunduk sejenak. "Aku tidak tahu, Soalnya aku hanya anak angkat di keluarga Amberly. Aku juga tidak tahu dimana keluarga kandungku berada sekarang,"
"Ah, Maaf tentang hal itu," Seketika Azura merasa tidak enak hati karna membahas hal yang mungkin membuat gadis disampingnya sedih. Dia hanya memandang iba.
"Tidak apa-apa,"
Mereka diam sejenak larut dalam keheningan, Hingga Azura kembali membuka suara.
"Ngomong-ngomong, Alasan apa yang membuatmu memilih tinggal di mansion kami?"
"Aku baru saja dipecat dari pekerjaanku, Lalu secara kebetulan Nona Michelle memberikan pekerjaan untukku dengan syarat harus tinggal di rumahnya. Jadi kuputuskan untuk menerima pekerjaan itu,"
"Pekerjaan apa yang dia berikan padamu kalau boleh tahu?" Tanya Azura penasaran, Meski dirinya tidak ikut urusan kakaknya tadi. Tapi dirinya juga berhak ingin tahu apa yang dibicarakan antara kakaknya dengan gadis ini.
"Menjaga adik bungsu kalian, Ivy Michelle,"
"Ivy ya," Azura mengangguk kecil. "Aku sudah menduganya sejak awal, Dia yang paling lemah diantara kami. Kalau bisa tolong selalu awasi dia ya?" Pinta Azura dengan senyum ramahnya.
"Tentu saja,"
Azura hanya memandang sesaat lalu perhatiannya teralihkan oleh dua buah pintu dihadapan mereka. Dia membuka pintu itu lebar-lebar membiarkan Chloe masuk lebih dulu.
"Kita sudah sampai, Silakan masuk,"
"Terima kasih,"
Chloe tersenyum riang, Melangkahkan kakinya memasuki ruangan dapur. Aroma masakan menguar hingga memenuhi seisi ruangan, Membuat Chloe jadi semakin lapar.
Netra birunya menangkap dua sosok laki-laki sedang memasak disana, Mereka tampak sibuk dengan tugas masing-masing sampai tidak menyadari kehadiran Chloe dan Azura.
Azura berdiri disamping Chloe sambil tersenyum, Dia memanggil dua laki-laki itu.
"Leo, Leon. Kalian berdua kemari sebentar," Pinta Azura yang langsung ditatap oleh dua laki-laki kembar tersebut sebelum mereka memutuskan mendekati Azura.
"Ya kak?" Kata keduanya serempak.
"Ini anggota keluarga kita yang baru, Perkenalkan namanya Chloe Amberly,"
"Hai," Chloe tersenyum riang dibalas senyum kedua laki-laki kembar itu.
"Dan Chloe. Disamping kiri namanya Leo anak ke-7 dan disamping kanan namanya Leon anak ke-8. Mereka satu-satunya yang kembar di keluarga kami," Jelas Azura.
"Senang bertemu denganmu Chloe," Kata Leo riang.
"Senang bertemu denganmu," Kata Leon kalem dengan senyum tipis.
"Iya, Senang bertemu kalian berdua juga,"
Setelah sesi perkenalan itu Azura memandang masakan yang masih dimasak Leo dan Leon. "Apa yang lain belum datang?"
"Belum, Kak Eli pergi dengan kak Rafael. Mereka bilang mau mengurus masalah perusahaan dulu," Kata Leon.
"Sebentar lagi makan malam, Bisakah kak Azura panggilkan Kak Revan, Kak Al, Kak Ash, Dan Ivy?" Pinta Leo.
"Tentu, Aku panggilkan sebentar," Azura menoleh sesaat pada Chloe. "Chloe kau disini saja ya, Jangan kemana-mana nanti nyasar lagi,"
"Hehe, Iya," Chloe hanya terkekeh canggung dan membiarkan Azura pergi meninggalkannya bersama si kembar.
"Jadi, Ada yang bisa kubantu?" Chloe memandang Leo dan Leon bergantian dan dibalas gelengan serempak oleh keduanya.
"Tidak perlu, Kau duduk saja. Biar kami yang masak," Balas Leon dengan senyum kalemnya sebelum pergi melanjutkan aktivitas mereka diikuti Leo.
Merasa tidak ada yang bisa dilakukan, Chloe memutuskan untuk duduk mengikuti saran Leon. Dia hanya diam memandang aktivitas si kembar sambil memangku dagunya dengan tangan.
Yah, Tanpa disadarinya ternyata langit sudah berwarna orange kemerahan menandakan sebentar lagi akan berganti malam. Cuma gara-gara nyasar, Dirinya membuang banyak waktu hanya untuk mencari ruangan dapur. Sungguh melelahkan menurut Chloe.
Merasakan matanya yang begitu berat membuat kelopak matanya hampir menutup kalau saja tidak ada suara gebrakan itu yang mengagetkan Chloe hingga membuat matanya kembali terbuka lebar-lebar.
BRAK!
__ADS_1
"Ketemu!"
TBC