
Sesampainya di meja hidangan, Chloe langsung mengambil sebuah piring dan mengambil beberapa makanan disana. Tak lupa dia juga mengambilkan makanan untuk Ezra karna tampaknya pria itu kebingungan dengan makanan apa yang akan disantapnya.
"Nih pak, Udah aku ambilin," Chloe menyerahkan sepiring hidangan pada Ezra.
"Thanks," Ezra mengambil piringnya dan melahap beberapa hidangan. Chloe juga melakukan hal yang sama, Dia menyantap makanannya sambil memandang beberapa tamu disekitar mereka.
Tap! Tap! Tap!
Hingga suara langkah kaki yang mendekat membuat Chloe sesaat menghentikan aktivitasnya lalu menoleh ke asal suara, Memandangi sosok Ivy dengan tuxedo putih sambil menggenggam segelas sirup merah di tangannya.
Pemuda bersurai ungu itu tersenyum lebar setelah netra ungu mudanya menangkap sosok si gadis. Ivy mempercepat langkahnya hingga tepat disamping Chloe.
"Chloe, Kamu sendirian disini?" Tanya Ivy masih tersenyum.
"Enggak, Ada pak Ezra kok yang menemaniku. Nih," Chloe menunjuk kesampingnya dimana Ezra berada. Si pria yang merasa terpanggil hanya melirik sekilas sebelum kembali menyantap makanannya.
"O-Oh begitu ya, Kupikir tadi kau sendirian," Ivy tersenyum kikuk, Mengusap tengkuknya sesaat. Rasanya Ivy merasakan aura seram dari Ezra ketika dia mendekati Chloe.
"Kayaknya waktu awal bertemu. Temannya Chloe ini aura nya suram mulu dah. Malah sekarang makin seram," Pikir Ivy merinding, Tatapannya tertuju pada Ezra beberapa saat.
Tak lama suara beberapa langkah kaki kembali terdengar kini lebih banyak dari sebelumnya, Revan tiba lebih dulu. Dia memegang pundak Ivy membuat si pemuda bersurai ungu agak kaget.
"Ivy! Sudah kakak bilang jangan pergi jauh-jauh! Nanti kau hilang di antara tamu bagaimana?!" Revan mendelik, Menasehati adiknya karna tidak mendengarkan kata-katanya.
"Maaf kak, Aku cuma menghampiri Chloe sama temannya kok," Ivy agak menunduk meminta maaf.
Disisi lain, Alex yang melihat keberadaan Ezra setelah menghampiri Chloe dan Ivy langsung merangkul Ezra membuat Ezra agak terbatuk karna rangkulan Alex.
"Uhuk!"
"Ezra, Akhirnya kita ketemu lagi," Kata Alex tersenyum senang, Ezra hanya mendelik kesal dan meninju dada Alex karna mengganggunya makan.
"Jangan menggangguku! Aku lagi makan tau!"
"Eh sorry, Aku gak tau kau lagi makan. Untung gak jatuh ya piringnya tadi," Alex terkekeh tanpa merasa bersalah.
Ezra tidak menyahut dia sibuk melanjutkan makannya, Chloe mengambil kue coklat dan mengunyahnya.
"Kalian ngumpul disini, Gak mau ikut ngumpul disana buat rebutan buket bunga pengantin?" Tanya Ash sambil menunjuk tempat dimana Ray dan Eli bersiap-siap untuk melempar buket bunga. Sedangkan para tamu (yang mayoritas wanita) bersiap-siap dibelakang pengantin untuk memperebutkan buket bunga termasuk Alice dan Evelyn.
"Tuh, Para tamu perempuan pada ngumpul. Kau gak ikutan Chloe?" Al melirik Chloe yang asyik mengunyah makanannya. Bahkan Ezra yang masih makan sesaat menatap tempat Ray dan Eli bersiap-siap melempar bunga.
"Gak tertarik, Yang menarik itu hidangannya. Yang penting kenyang dulu," Chloe tertawa kecil, Mengambil kue berbentuk ikan dihadapannya.
"Gak nyangka kalau Chloe pikirannya cuma makanan aja ya kalau menghadiri pesta," Azura mengulum senyum memperhatikan Chloe dan Ezra yang masih makan.
"Memang aneh anak ini," Kata Xavier datar.
"Tapi yang dikatakan Chloe gak salah lho, Yang pentingkan ada makanannya," Balas Vallen ikut mengambil kue disana.
"Setuju, Kue ini enak juga," Leo ikut makan, Tampak menikmati rasa manis dari kue yang disantapnya.
Revan hanya melirik sinis Chloe, Mengingat karna Chloe lah yang membuat semua keluarganya berpaling darinya.
__ADS_1
"Huh! Lihat saja nanti Chloe Amberly, Kau akan kehilangan apa yang sudah kau capai selama ini," Pikir Revan kesal, Dia mengambil hidangan tersebut, Memakannya dengan rasa kesal meski begitu Revan tetap berusaha menikmati makanannya.
Leon, Kenzo, dan Rafael ikut memakan hidangan. Mic dari MC yang jadi pembawa acara di sana berdengung nyaring, Tak lama suara hitungan terdengar.
"Yak! Pengantin wanita siap? Satu! Dua! Tiga!"
Chloe kembali menoleh ingin tahu siapa yang akan mendapatkan buket bunga itu namun disaat bersamaan sesuatu tampak melayang di udara dan mendarat tepat di wajahnya.
WWUUSSHH!
Duak!
"WTF...!"
"Pfftt..!"
Chloe hampir terjungkal dan piring ditangannya hampir jatuh, Untung saja Ezra dengan sigap menangkap tubuh Chloe yang limbung. Dia juga memegangi piring di tangan Chloe membuat tangan keduanya bersentuhan.
"Kau gak apa-apa?" Ezra agak terkejut karna kejadian tadi membuatnya masih memegangi si gadis dan tanpa sadar keduanya bertatapan agak lama.
"Eh? Iya aku gak apa-apa, Makasih pak," Chloe tersadar karna terpaku sesaat pada netra berwarna hijau emerland itu.
Ezra membantu Chloe berdiri tegak, Sedangkan Michelle dan Maximillian brother hanya memperhatikan kejadian tadi dengan ekspresi berbeda-beda. Al dan Kenzo yang menahan tawa, Ash dan Rafael yang hampir menyemburkan minumannya. Azura dan Ivy yang kaget, Revan dan Xavier hanya menatap datar. Leo tertawa terbahak-bahak, Leon terbengong dan memasang ekspresi seolah berkata 'Apa yang melayang barusan?'. Lalu Vallen yang error sambil mengerjapkan mata dan Alex berekspresi suram dengan tatapan tajam setajam elang.
Chloe mengusap wajahnya yang sempat menjadi pendaratan suatu benda. Dia menunduk melihat benda yang nemplok di wajahnya tadi, Kini benda itu tergeletak di piring Chloe. Sebuah buket bunga mawar bercampur lavender yang persis seperti buket bunga yang Chloe beli kemarin.
"Siapa yang lempar buket bunga ini?!" Kening si gadis langsung mengernyit sambil memegangi buket itu.
"Buket itu bukannya punya kak Eli tadi,"
Chloe hanya bisa tersenyum tipis sambil mengangguk pelan, Memaafkan tindakkan Eli karna buket bunganya malah mendarat di wajah Chloe.
Suara mic kembali berdengung disusul suara MC yang memandu acara. "Ya, Selamat pada nona bersurai biru yang ada disana,"
Chloe menaikkan sebelah alisnya bingung. "Aku?"
"Baiklah, Acara dilanjutkan dengan....,"
Suara sang MC samar-samar berdengung di kuping Chloe, Karna kini perhatian si gadis terfokus dengan buket bunga di tangannya. Para tamu undangan pun kembali fokus pada si MC. Lalu Dia pun menatap Ezra yang ikut fokus memandang buket bunga tersebut, Merasa ditatap pria bernetra hijau emerland itu menatap balik.
"Apa?" Katanya datar.
Chloe menyodorkan buket bunga itu pada Ezra, Merasa dirinya tidak membutuhkannya. "Nih, Buat bapak aja. Aku rasa aku tidak membutuhkan buket ini,"
"Hah?" Ezra terpaksa menerima buket itu karna Chloe meletakkan di tangannya.
Al yang melihat hal itu bersiul kecil dengan pandangan menggoda. "Wah, Serasi sekali ya~" Godanya.
Ezra mendelik, Lalu menarik Al dan meletakkan buket bunga nya di tangan si pria bersurai biru gelap itu. "Buatmu aja, Aku juga gak butuh,"
"Lho kok aku?" Al kebingungan karna kini buket itu berpindah ke tangannya, Dia menoleh kanan-kiri memandang para saudaranya. Lalu dia memberikannya pada Ivy.
"Buat Ivy deh,"
__ADS_1
"E-Eh? Aku gak mau," Ivy berusaha memberikan kembali buketnya namun ditahan Al karna pria bersurai biru gelap itu juga tak mau.
Ivy pun panik dan langsung memberikannya ke tangan Azura yang membuat Azura heran.
"Untuk kak Azura, Soalnya kak Azura kan yang pernah pacaran,"
"Apa hubungannya?" Azura speecheles mendengar alasan Ivy, Namun tampaknya dilihat dari raut wajah si pria yang merengut. Tampaknya dia juga tak mau, Azura pun memberikannya ke Ash.
"Aku gak mau,"
"Kalian kenapa sih? Malah oper-operan bunga?" Ash sweetdrop, Dengan terpaksa menerima buket itu karna dioper padanya. Sejenak dia mengedarkan pandangannya menatap para saudaranya yang lain, Mereka semua terlihat menggeleng seolah mengatakan 'Aku tidak membutuhkan buket itu'.
Alhasil Ash menghembuskan napas kecil. "Ya sudah kalau tidak ada yang mau buket ini, Biar nanti ku pajang saja di vas bunga,"
Semuanya menghembuskan napas lega kecuali Ash, Kemudian pandangan Xavier tertuju pada Ray dan Eli yang sedang melakukan sesi foto pengantin.
"Sepertinya acaranya sudah selesai," Kata Xavier.
"Iya tuh, Beberapa tamu juga sudah pergi setelah salaman sama kak Ray dan kak Eli," Celetuk Vallen ikut memperhatikan sesi foto itu.
Chloe menoleh lalu menggandeng tangan Ezra, Membuat pria bernetra hijau itu menoleh sambil menatap heran.
"Ayo pak, Kita ikut salaman. Bapak pasti juga ingin pulang," Kata Chloe tersenyum lalu menarik Ezra untuk berjalan bersama menuju Ray dan Eli.
Ezra hanya pasrah ketika Chloe menariknya, Si pria memutuskan mengikuti langkah sang gadis.
Sedangkan Michelle dan Maximillian brother yang ditinggal hanya diam ditempat beberapa saat. Kenzo masih sempat-sempatnya memakan sepotong kue coklat.
"Seperti biasa, Selalu berdua," Kata Revan memutar bola matanya jengah.
"Ggggrrrr! Anak itu ya, Mengesalkan sekali!" Alex menatap tajam punggung Chloe.
Vallen hanya tersenyum lalu menepuk pundak adiknya itu. "Jangan begitu Alex, Biarkan saja. Lagian kau ini bukan ibunya si Ezra itu, Toh mereka juga terlihat serasi,"
"Your eyes! Tetap gak akan kurestui!" Alex menatap sebal Vallen, Dia bersidekap kesal sedangkan Vallen masih mempertahankan senyumannya.
"Apa kalian ada rencana untuk mereka berdua?" Rafael mendekat, Berdiri disamping Xavier sambil memandangi punggung Chloe dan Ezra.
"Tidak, Tapi kami masih tetap mengawasi mereka. Kurasa masih banyak yang perlu kita selidiki," Balas Xavier serius.
"Sampai kapan kita terus mengawasi mereka?" Azura ikut dalam obrolan itu.
"Tentunya sampai kita tahu siapa musuh yang akan mereka hadapi nanti, Mereka bilang punya musuhkan? Jadi sampai saat itu tiba, Kita akan terus mengawasi mereka," Celetuk Vallen tersenyum misterius.
Revan yang mendengar pembicaraan para kakak-kakaknya itu mulai berpikir. "Sampai hari itu tiba ya, Kalau begitu aku harus lebih dulu membawa bocah parasit itu kehadapan Vivian saat dia lengah. Aku juga penasaran, Apa yang sebenarnya mereka permasalahkan?"
"Kalian tidak mau salaman juga ke kak Ray dan kak Eli? Kita harus salaman dulu sama mereka,"
Suara Ivy menghentikan obrolan serius antara Michelle dan Maximillian brother bahkan membuat lamunan Revan buyar. Al pun nyeletuk sambil berjalan lebih dulu.
"Ya ayo salaman, Aku ingin cepat-cepat istirahat sekarang,"
Para Michelle dan Maximillian brother pun lantas bergegas mendekati Ray dan Eli lalu masing-masing dari mereka bersalaman pada kakak tertua mereka. Setelah acara selesai semua tamu undangan pun membubarkan diri.
__ADS_1
TBC