
J.G ENTERTAINMENT GROUP
Begitulah nama tulisan yang tercetak besar tepat di atas gedung yang menjulang tinggi itu, Chloe mendongak menatap gedung pencakar langit di depannya usai turun dari taksi dan membayarnya. Sejenak kedua tangannya membenarkan tali ranselnya yang agak kendor.
Chloe merogoh saku jaket birunya, Tampak mengambil sesuatu dari sana. Setelah dapat tampak sebuah amplop putih berisi surat di dalamnya. Surat lamaran kerja, Yang diberikan Justin sebelumnya agar para Staff kantor percaya bahwa kedatangan Chloe ke gedung itu untuk melamar kerja. Padahal dia memang suruh Justin buat jadi agen mata-mata di kantor sang pemuda.
"Gedung ini sangat besar dan tinggi, Aku tidak bisa membayangkan gadung ini memiliki berapa lantai," Pikir Chloe kembali mendongak menatap gedung di depannya.
Sesaat dia menghela napas untuk menghilangkan rasa gugupnya, Kemudian kakinya mulai melangkah memasuki area dalam gedung tersebut.
TAP! TAP! TAP!
Suasana sekitar kantor itu agak sepi, Mungkin karna karyawannya masih kerja. Bahkan saat Chloe sudah masuk ke dalam gedung, Tak ada satupun terlihat karyawan yang lewat. Sesaat kakinya berhenti melangkah entah ini di Aula gedung atau bukan, Kepalanya menoleh kanan kiri mencari salah satu karyawan yang bekerja disana.
"Sepi banget, Karyawannya pada kemana ya? Pak Satpam yang jaga di pintu juga gak ada, Jangan-jangan masih pada kerja," Pikir Chloe heran, Sesaat menoleh pada pintu masuk gedung dimana Pak Satpam biasanya berjaga disana.
Sang gadis melihat jam tangannya, Berniat menghubungi Justin karna tak ada seorang pun yang bisa ditanyai di sekitarnya. Namun belum sempat menghubungi sang atasan, Seseorang tiba-tiba menepuk pelan pundak Chloe hingga membuat sang gadis agak tersentak.
"Dek, Ngapain disini? Ada yang bisa dibantu?"
Suara baritone yang agak berat itu membuat Chloe menoleh, Dan menemukan sosok lelaki yang kira-kira umurnya hanya selisih 6 tahun dari Chloe. Sesaat netra birunya melirik ID card yang terkalung di leher sang lelaki di depannya.
Ethan William
(General Manager)
"Dia menjabat sebagai G.M? Ah, Pangkatnya lebih tinggi dariku. Aku harus bersikap sopan," Pikir Chloe cepat, Menyadari bahwa lelaki di depannya memiliki pangkat yang lebih tinggi darinya.
"Ah, Ya. Kedatangan saya kesini ingin melamar pekerjaan,"
"Oh melamar pekerjaan, Kebetulan sekali kami memang sedang membutuhkan karyawan baru. Kalau begitu ayo ikuti saya, Kita bertemu dengan Tuan Ceo dulu," Ajak pria itu ramah, Berjalan mendahului Chloe menuju lift.
Sedangkan Chloe hanya mengikuti sang pria dengan patuh, Sesaat netra birunya kembali memperhatikan bagian dalam gedung tersebut.
Mereka sampai di lift, dan memasuki bagian dalan lift itu. Sang pria menekan tombol lantai 20 tepat di lift tersebut. Mereka berdiri bersebelahan, diam dalam hening tanpa ada satupun yang membuka suara.
"Ano Pak, Tadi kenapa di lantai bawah kosong ya? Gak ada siapa-siapa," Tanya Chloe memecah keheningan diantara mereka selagi menunggu lift sampai.
"Saat ini Tuan Ceo sedang melakukan rapat di Aula bersama karwayan lainnya di lantai 14, Jadi kita langsung ke ruangan beliau aja. Gak apa-apa kan kalau nunggu sebentar disana?"
"Oh sedang rapat ya," Chloe manggut-manggut kecil, Pantas saja di lantai bawah sepi banget. "Iya gak apa-apa Pak, Kalau bapak tadi ngapain di lantai bawah?"
"Saya tadi ngambil berkas yang ketinggalan aja di lantai bawah, Jadi keluar dari rapat sebentar," Jelas sang pria sambil tersenyum.
Chloe kembali mengangguk kecil, Sejujurnya Chloe perhatikan dari tadi, Pria disampingnya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sih. Mungkin bukan sang G.M pelakunya, Bisa jadi staff lain.
TING!
Tanpa terasa lift sampai di lantai paling atas alias lantai 20, Pintu lift terbuka lebar membiarkan Chloe dan sang pria melangkah keluar dari sana.
Terdapat dua ruangan super luas yang saling berdampingan di lantai itu, Mungkin ruangan satunya milik Justin dan ruangan satunya lagi mungkin milik si Road Manager alias milik Ezra. Pria disampingnya mengarahkan Chloe menuju salah satu ruangan tersebut.
Perlahan sang pria membuka pintu dan mempersilahkan Chloe duduk di salah satu sofa yang tersedia disana.
"Silakan duduk dulu, Sebentar lagi Tuan Ceo akan datang. Tunggulah disini, Kalau begitu saya permisi," Kata sang pria dengan senyum ramah sebelum pergi keluar dari ruangan itu.
"Iya, Makasih Pak udah nganterin saya," Balas Chloe sedikit berteriak agar sang pria mendengar suaranya. Kemudian sang gadis duduk di sofa yang sudah tersedia disana selagi menunggu Justin.
Tatanan ruangan milik Justin sama seperti kantor pada umumnya yang bersifat pribadi hanya saja ruangan itu lebih luas dan sisi ruangan itu dipenuhi kaca lebar dan besar hingga suasana jalanan kota bisa terlihat dari kaca bahkan Chloe bisa melihat ruang kerja Ezra yang bersebelahan dengan ruang kerja Justin dari jendela kaca. Sejujurnya ruangan itu terlihat keren namun terlalu terbuka menurut Chloe karna terlalu banyak kaca besar dan lebar yang mengelilingi sisi ruangan itu.
Dia juga gak bisa ngapain-ngapain disana selain hanya menunggu sampai sang pemilik ruangan itu datang. Sejenak Chloe mengutak-atik HP nya bermain game sekedar menghilangkan rasa bosan.
TIK! TOK! TIK! TOK!
__ADS_1
Waktu terus berjalan tanpa terasa matahari mulai condong ke arah barat, Sudah 15 menit berlalu namun orang yang ditunggu belum datang juga. Sesekali Chloe memperhatikan jam arlojinya yang menunjukkan pukul setengah 5. Dia mengetuk-ngetuk lantai dengan kakinya pelan, Merasa sebal karna Justin belum datang juga.
"Pak Justin kemana sih!? Kata Pak Manager sebentar lagi rapatnya selesai tapi kok belom muncul juga!?" Pikir sang gadis masih sebal, Menopang dagu dengan tangannya.
TIK! TOK! TIK! TOK!
Perlahan kelopak matanya itu mulai terpejam, Merasa ngantuk karna orang yang ditunggu belum muncul juga. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Itu artinya sudah 1 jam Chloe menunggu kedatangan sang pemuda. Sesaat Chloe menguap kecil.
"Huft...Lebih baik aku pulang saja deh, Lama sekali Pak Justin datang. Ngantuk lagi," Keluh sang gadis, Dia memakai ranselnya berniat pulang namun tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka menampakkan sosok yang ditunggu sejak tadi.
CKLEK!
BLAM!
"kau nunggu disini? Maaf, Tadi ada sedikit kesalahan saat rapat," Kata Justin dingin, Tanpa merasa bersalah melewati sang gadis menuju kursinya.
Rasanya Chloe ingin marah-marah sekarang, Dia udah rela menunggu lama sampai lumutan dan sekarang minta maaf Justin terdengar tak ikhlas tanpa merasa bersalah pula. Pengen Chloe tabok tuh muka si Justin, Namun karna ada masalah yang lebih penting sekarang jadi terpaksa Chloe menyingkirkan keinginannya tadi meski hatinya kini masih dongkol atas sikap Justin.
Langkah kakinya mengikuti Justin ke meja sang pemuda, Tak lama Justin duduk di kursinya dan Chloe yang berdiri dihadapan sang pemuda, Hanya meja itu yang menjadi penghalang bagi keduanya.
Justin menyandarkan tubuhnya, Menghela napas lelah sesaat. Terlihat seperti menyimpan beban besar.
"Lelah? Sepertinya Pak Justin perlu istirahat sekarang. Terlalu memaksakan diri juga tidak baik untuk kesehatan," Nasehat Chloe tenang, Yang sesaat membuat Justin mendongak.
"Perkataanmu mirip Ezra saja, Sejak tadi dia juga bilang begitu,"
"Bukannya hal itu wajar, Itu artinya Pak Ezra peduli pada Pak Justin bukan?" Kata Chloe heran, Mengangkat satu alisnya sesaat.
Seketika Justin terdiam agak ragu dengan perkataan Chloe. "Ya ada benarnya sih, Hanya saja kurasa rasa pedulinya itu agak berlebihan...Gimana ya...Maksudku...,"
Justin menjeda perkataannya, Melirik ruangan Ezra di samping ruangannya yang terlihat jelas lewat kaca. Dimana saat itu Ezra juga menatap tajam ke arah ruangannya, Entah apa yang ditatap Bodyguardnya itu.
Dia menghela napas sesaat. "Lupakan saja, Dia sedang menatap ke sini sekarang,"
Chloe melirik ruangan Ezra sesaat, Entah kenapa tiba-tiba bulu kuduknya meremang. "Pak Justin, Tanpa aku menoleh ke ruangan Pak Ezra pun. Aku sudah bisa merasakan tatapan tajamnya,"
"Sepertinya begitu, Pak Ezra pernah bilang tidak suka padaku," Lirih Chloe agar Ezra tidak mendengarnya, Dia tidak tahu ruangan Justin ini kedap suara atau tidak.
"Hm...Sekarang aku ingat dia pernah mengatakan hal itu sebelumnya," Justin mengusap rambutnya yang sedikit acak sambil menghela napas gusar.
"Pak Bisakah tutup kaca-kacanya agar Pak Ezra tidak menatapku terus? Aku merasa tidak nyaman," Pinta sang gadis agak mengusap lengannya.
Sesaat Justin menatap Ezra tepat di ruangan sampingnya. Lalu menekan sebuah tombol dimejanya. Tak lama tiba-tiba gorden-gorden di sekitar kaca mulai bergerak sendiri menutup pandangan orang-orang yang melihatnya dari luar.
Akhirnya kaca-kaca itu tertutup sepenuhnya dengan gorden membuat ruangan Justin agak gelap. Tak lama kemudian disusul suara seklar lampu yang ditekan, Hingga akhirnya ruangan itu kembali terang.
"Nah sekarang Ezra tidak akan bisa mendengarkan atau pun melihat pembicaraan pribadi kita, Kau lega kan sekarang?" Tanya Justin tersenyum tipis, Setelahnya dia meminum segelas teh yang berada di mejanya.
"Iya sih, Tapi apa gak membuat Pak Ezra marah ya?" Sejujurnya Chloe agak takut kalau akan membuat Ezra salah paham.
"Tenang saja, Ezra tidak akan menyakitimu kok. Dia juga bukan tipe orang yang gampang emosi, Jadi kurasa semuanya akan baik-baik saja,"
"Kuharap begitu," Cicit Chloe pelan, Dia menautkan jari-jarinya gugup.
Sesaat Justin berdehem pelan untuk menghilangkan suasana canggung di sekitar mereka. "Baiklah, Kembali ke topik. Ini adalah ID card mu. Pastikan jangan sampai hilang, Untuk seragam resmi nya masih dalam proses pembuatan jadi untuk sementara waktu kau pakai seragam OG lama dulu, Nanti bilang saja sama seniormu,"
Justin meletakkan ID card di mejanya menyodorkan pada Chloe, Yang langsung diterima sang gadis.
"Dan untuk misinya, Usahakan jangan sampai di curigai staff lain. Pelaku itu manipulatif, Dia bisa saja berakting seolah-olah bukan dia pelakunya," Tambah Justin serius.
"Tentu akan kuusahakan agar tidak dicurigai staff lain, Btw soal pelaku. Tadi dibawah aku bertemu dengan Pak G.M, Dia bilang sedang mengambil berkas makanya meninggalkan rapat sebentar," Jelas Chloe memberitahukan info yang didapatnya.
Justin mengangkat alisnya heran sesaat. "Pak G.M? Ethan William maksudmu?"
"Iya benar, Aku lupa namanya jadi kupanggil saja begitu,"
__ADS_1
"Oh itu, Aku memang memintanya mengambil berkas yang ketinggalan di lantai bawah. Jangan bilang kau mencurigai Ethan?"
"Curiga sih enggak, Soalnya kuperhatikan gelagatnya enggak ada yang aneh sih. Cuma heran aja, Dia bisa seenaknya masuk ke ruangan Pak Justin tanpa izin dulu saat mengantarku tadi. Dan harusnya kalau ngambil berkas kan langsung dikasih ke bapak, Apalagi Pak Justin tadi lagi rapat,"
Justin terdiam menyadari kejanggalan yang ada, Dia mengerutkan alisnya. "Sejak dulu aku tidak pernah membiarkan orang lain masuk ke ruanganku tanpa izin dariku kecuali aku sendiri yang memperbolehkan, Pantas saja tadi dia agak lama kembali ke ruang rapat,"
Sudah jelas ada yang tidak beres dengan si Pak G.M itu, Tapi Chloe menggeleng pelan. Mereka tidak bisa menuduh tanpa bukti yang jelas, Itu hanya sekedar kecurigaan.
"Kita tidak bisa menuduh sembarang meski merasa ganjil Pak, Untuk sementara kurasa aku akan mengawasi gerak-gerik Pak G.M. Sekaligus mencari pelaku sebenarnya,"
"Baiklah, kecurigaan kita sementara mengarah ke Ethan. Tetaplah berhati-hati, Kita tidak tahu siapa yang melakukan ini sebenarnya," Jelas Justin sambil menghela napas sesaat.
Chloe mengangguk kecil paham dengan situasi, Lalu dia menatap ID card di tangannya. Merasa kagum karna ID card itu mempunyai nama dan statusnya.
Chloe Amberly
(Office Girl)
"ID Card ini keren sekali," Pikir Chloe kagum.
Sesaat Chloe teringat dia lupa menanyakan sesuatu pada Justin.
"Pak, Sekarang dimana tempat ruangan para OG bekerja? Aku masih belum tahu seluk beluk kantormu,"
"Ada di lantai 8, Aku akan minta salah satu OG datang ke sini untuk jadi pembimbingmu. Sebentar,"
Justin mengambil telpon kantornya, Dia tampak menelpon seseorang di seberang sana. Tak lama dia kembali menutup telpon kantor itu.
"Tunggu saja, Sebentar lagi dia datang,"
Gadis bersurai biru itu hanya mengangguk kecil selagi menunggu dia menoleh memperhatikan desain ruang kerja Justin.
TOK! TOK! TOK!
"Pak Ceo, Ini saya OG yang anda minta datang kesini," Kata seseorang dari luar pintu ruangan Justin usai mengetuk.
"Masuklah,"
CKLEK!
Tak lama datanglah seorang perempuan cantik bersurai merah dengan kunciran twin tail di rambutnya, Memakai seragam OG hijau dengan ID card yang terkalung di lehernya.
"Ada yang bisa dibantu Pak Ceo?" Tanya perempuan itu ramah.
Justin mengalihkan perhatiannya pada Chloe yang menatap perempuan tersebut. "Ya, Bisakah kau antar OG baru ini ke ruangan Staff OG, Mulai sekarang dia akan bekerja disini,"
Perempuan itu ikut menoleh memandangi Chloe yang tersenyum kikuk, Tak lama perempuan bersurai merah itu tampak senang.
"Wah, Ada anak baru ya di bagian kami? Manis sekali~," Kata perempuan itu mencubit gemas pipi Chloe dengan senang.
sedangkan Chloe hanya bisa terbengong-bengong mendapat perlakuan yang tidak terduga dari cewek asing di depannya. Berbeda dengan Justin yang tersenyum tipis.
"Tolong awasi dia ya, Dia masih masa pelatihan disini," Pinta Justin kalem.
"Baik Pak Ceo," Cewek itu melepaskan cubitannya dan membungkuk pelan pada Justin.
"Kalian boleh pergi sekarang,"
"Baik, Kami permisi," Cewek itu menoleh pada Chloe. Mengajak sang gadis dengan senyum sumringah. "Ayo anak baru, Kita ke ruang Staff sekarang,"
"Iya, Kak,"
Mereka pun pergi keluar dari ruangan Justin setelah permisi pada si empunya ruangan, Sebelum pergi sesaat Chloe menoleh menatap ruangan disamping ruangan Justin dimana Ezra berada. Meski terhalang gorden sekarang, Entah kenapa Chloe masih bisa merasakan hawa tatapan tajam dan aura kebencian milik Ezra.
"Hiih, Mungkin ini hanya perasaanku," Pikir Chloe mengusap lengannya yang meremang, Mengikuti langkah cewek bersurai merah di depannya memasuki lift.
__ADS_1
TBC