System Prince Charming

System Prince Charming
Pesta Raizel 2


__ADS_3

"Berapa tinggi mu sekarang? 160 cm atau 165 cm. Tampaknya kau lebih tinggi sedikit di banding terakhir kali kita bertemu beberapa bulan lalu," Pria bernetra ungu tua itu terkekeh kecil, mengambil segelas jus jeruk yang tersedia.


Chloe mendengus kecil, Yah dia tahu kalau itu hanya pertanyaan basa-basi dari pria di depannya. Pria itu adalah Al, Salah satu dari anggota HE@VEN. Dan paling yang enggak ingin Chloe temui.


"Bulan ini tinggiku 165 cm, Jangan terlalu kepo dengan kehidupanku Al," Balas Chloe malas meladeni Al.


"Hehehe, Si nona kecil masih sama ya seperti beberapa bulan lalu," Al tersenyum kecil, Kemudian dia meminum jus jeruknya.


Chloe hanya diam tak menyahut, Nasib sial dia bertemu dengan si Al. Padahal setelah ini rencana nya dia mau kabur dari Pesta. Selagi Al masih memakan hidangan di meja, Netra biru Chloe melirik ke celah-celah para tamu undangan, Mencari pintu keluar yang paling dekat dengan tempatnya berdiri. Agak sulit mencari pintu keluar karna pandangannya terhalang oleh para tamu undangannya.


"Btw, Kenapa kau pakai dress? Apa kau tidak tahu kalau syarat dari undangan ini harus memakai pakaian formal?" Kata Al setelah menyadari gerak-gerik Chloe yang terlihat gelisah.


Mendengar pertanyaan Al sontak Chloe langsung menoleh pada sang pemuda.


"Tanyakan saja pada temanmu itu Si Raizel, Dia yang memaksaku datang ke acaranya. Sampai mengirim orang suruhan untuk merawatku," Sindir Chloe kesal.


Sesaat Al mengerutkan alis nya, Lalu tak lama tertawa kecil. Tidak menyangka Raizel akan melakukan hal nekat demi bisa mendekati Chloe.


"Hahaha, Ya ampun. Bisa-bisa nya dia terobsesi dengan mu. Pantas saja akhir-akhir ini saat kami latihan dance, Dia selalu melamun dan tidak fokus. Ternyata ada yang sedang kasmaraan rupanya," Al tertawa terbahak-bahak, Sesaat pemuda bersurai biru itu terbatuk karna terlalu banyak tertawa.


Chloe dan Holy hanya saling lirik, berpikir kalau Al sudah gila karna tertawa di keramaian. Usai tertawa puas, Al berdehem kecil untuk meredakan tawa nya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, Ayo temui Raizel. Dia pasti sudah menunggumu,"


Seketika Chloe tersentak, Kalau dia menemui Raizel. Habis sudah rencananya, Lagipula Chloe yakin pasti bukan hanya Al yang datang ke pesta ini, Pasti juga grup HE@VEN yang lain.


"Tunggu dulu! Memangnya kau datang sendiri ke pesta ini?" Kata Chloe mencoba mengulur waktu.


"Tidak, Aku datang bersama Revan, Ash, dan CEO kami Si Pak Justin. Kenapa memangnya? Kau ingin bertemu mereka juga ya?"


Chloe langsung diam mematung, Justin ada di pesta ini!? Itu artinya dia akan bertemu lagi dengan si CEO menyebalkan itu. Ah kalau begini, Chloe tidak bisa berlama-lama berada dalam pesta. Bagaimana pun nyawa nya bisa terancam.


Al hanya memandang heran wajah Chloe yang terlihat pucat pasi, Merasa aneh dengan ekspresi sang gadis. Kemudian Netra ungu tuanya melirik Revan yang berdiri tak jauh dari mereka, Revan terlihat tengah berfoto dengan para Fans HE@VEN.


"Hei, Nona kecil. Kau baik-baik saja?"


"Ah, iya aku baik-baik saja," Chloe menggigit bibir bawahnya, Cemas dengan situasinya sekarang.


"Chloe, Pura-pura saja pergi ke suatu tempat. Tadi kulihat Justin sedang bicara dengan Raizel tak jauh dari tempat kita sekarang," Bisik Holy ikut cemas.


Netra biru Chloe melirik sekitarnya, Benar saja. Chloe lihat Justin dan Raizel tengah membicarakan sesuatu, Tak jauh dari tempat mereka berada sekarang.


Chloe pun kembali fokus pada Al, Sang gadis tiba-tiba memegang perutnya, bertingkah seolah-olah sedang sakit perut. Memulai akting agar Al percaya.


"Aduh maaf Al, Tiba-tiba perutku jadi sakit! Aku gak tahu kenapa, Tapi sepertinya gara-gara kebanyakan makan kue coklat deh," Seru Chloe berbohong sambil memasang ekspresi kesakitan, Tak lupa memegangi perutnya. Padahal Chloe baru makan dua kue coklat.


"Lah, Kok bisa!?" Al kaget memandangi Chloe dengan heran, Mana mungkin makan kue coklat bisa bikin sakit perut. Menurut Al apa jangan-jangan jus jeruknya?


"Maaf Al, Aku udah gak tahan lagi. Nanti kita ngobrol lagi ya,"


"Eh!? Loh, Hei tunggu!"


Al ingin menahan pundak Chloe tapi terlambat, Chloe sudah berlari pergi dari hadapannya dengan tergesa-gesa. Al mengerutkan alis nya merasa aneh.


"Masa sih, makan kue coklat bikin sakit perut!? Ada-ada aja deh," Pikir Al bingung. Kemudian Netra ungu tua nya melirik kue coklat di meja.


Sang pemuda mencomot kue tersebut dan memakannya, Dia merasa tidak ada yang aneh dari kue nya.


"Hm...Mungkin dia udah sakit perut dari sana nya kali," Pikir sang pemuda masih memakan kue nya.


***********

__ADS_1


[Tempat Chloe]


Chloe sebisa mungkin menghindari para tamu undangan yang menghalangi jalannya, Dia hampir sampai di pintu keluar tapi sayangnya pintu keluar itu tertutup dan terdapat dua Bodyguard yang menjaga pintu itu.


"Sial! Pintu keluarnya di jaga sama Bodyguard Raizel," Kata Chloe dalam hati, Gadis bersurai bersurai biru itu langsung berhenti melangkah tanpa berani mendekati pintu keluar.


"Kita juga tidak bisa melewati pintu keluar karna banyak bodyguard Raizel yang berjaga di depan, Jalan satu-satu nya melewati pintu halaman belakang Mansion," Jelas Holy usai menerawang pintu depan Mansion, tempat dimana para bodyguard berjaga agar para tamu undangan tidak keluar masuk Mansion.


"Ternyata penjagaan di Mansion ini ketat juga," Bisik Chloe pelan, Netra biru nya memperhatikan para tamu undangan di sekitarnya. "Bagaimana dengan pintu halaman belakang?"


"Aman, Hanya dua bodyguard saja yang berjaga. Tapi masalahnya, Pintu belakang juga tertutup,"


Chloe diam sesaat, memikirkan langkah selanjutnya. Jika pintu depan di jaga oleh banyak bodyguard, Chloe tidak akan bisa lewat sana karena akan tertangkap jika nekat. Memang jalan satu-satu nya harus lewat pintu belakang, Dan untungnya Chloe teringat dengan satu mode yang pernah dia dapatkan dulu.


"Holy, Aktifkan mode teleport," Bisik Chloe pelan.


"Siap, mode teleport aktif. Hanya bisa berpindah sejauh 3 meter dari tempat berdiri sekarang,"


"Kok, gitu sih!? Jarak jangkau nya dekat sekali? Ini mana bisa langsung sampai rumah!" Protes Chloe tak terima.


"Emang batas nya sampai situ, Udah yang penting bisa keluar dari Mansion ini dulu. Langkah selanjutnya bisa kita pikirkan lagi,"


Walau agak gak terima karna jarak jangkaunya yang dekat, Chloe memutuskan untuk mengikuti saran Holy. Karna tidak ada salahnya mencoba.


Netra biru nya terpejam erat, membayangkan tempat tujuan yang ingin dia datangi.


"Halaman belakang Mansion Raizel," Gumam Chloe pelan.


Seketika Chloe merasa angin kencang menerpa tubuhnya, Tak sampai sedetik Chloe sudah berada di halaman belakang Mansion itu. Netra biru nya terbuka, Memandangi pintu besar tepat berada di hadapannya. Chloe berbalik ingin melihat Halaman belakang Mansion Raizel. Suasana Halaman belakang itu agak sepi, gelap dan suram saat malam.


"Apa penjagaan di depan aman?"


"Bagus,"


Samar-samar Chloe mendengar suara dua orang pria yang mendekat ke arah pintu, Dimana Chloe masih berdiri. Dua orang itu adalah penjaga pintu belakang.


Karna takut ketahuan, Chloe segera berlari pergi dari sana dengan tidak menimbulkan suara. Sang gadis berlari tanpa arah dalam suasana gelap.


Tak lama dia sampai berdekatan dengan sebuah gudang kecil mirip rumah, Chloe mengatur napas yang tak beraturan sesaat.


"Haduh, gimana nih Holy? Kita gak bisa keluar dari area Mansion ini karna dikelilingi tembok setinggi 3 meter. Pintu depan juga dijaga sama banyak nya penjaga Raizel," Kata Chloe yang sudah panik, Otak nya menjadi buntu karna tidak ada jalan keluar lagi untuk dia lari.


"Bukan hanya penjaga Raizel tapi juga penjaga Justin di pintu depan," Balas Holy ikut pasrah, Andai alur game nya tidak berubah pasti hidup Chloe tidak akan menderita seperti ini.


"Tolong! Siapa saja tolong aku hiks....!"


Seketika Chloe dan Holy saling pandang, Samar-samar mereka berdua bisa mendengar suara minta tolong seorang perempuan di dekat mereka.


"Apa kau mendengarnya Chloe?"


"Iya, aku dengar kok. Kayaknya suara itu berasal dari dalam gudang kecil ini," Chloe menoleh memperhatikan gudang kecil di dekatnya.


Dia mendekati gudang itu dan memeriksa pintunya, Holy ikut mendekat penasaran.


"Lihat, Pintunya di gembok. Tapi sepertinya orang yang menggembok pintu ini lupa menguncinya kembali," Tunjuk Holy pada gembok yang tidak terkunci.


"Mencurigakan sekali," Chloe menyipitkan matanya, Secara perlahan sang gadis membuka gembok yang tidak terkunci itu dan membuka pintunya.


KKRREEIITT!


"Hiks...Tolong jangan bunuh aku...hiks,"

__ADS_1


Suara perempuan itu semakin jelas saat Chloe membuka pintunya, Segera gadis bersurai biru itu mencari seklar lampu. Usai dapat dia segera menyalakannya.


CKLEK!


Chloe dan Holy langsung melotot tak percaya saat menemukan seorang gadis dengan luka lebam di sekujur tubuhnya, kepala gadis itu juga terlihat mengeluarkan darah. Bercak darah berada dimana-mana. Aroma amis dalam gudang itu juga itu tercium sangat pekat. Banyak benda-benda tajam seperti kapak, Gergaji, dan benda tajam lainnya di atas rak dalam gudang itu.


Chloe langsung menutup mulut dan hidungnya dengan kedua tangan, Napas nya terasa sesak dan perutnya juga merasa mual melihat kondisi dalam gudang itu. Sesaat Chloe merasa tubuhnya bergetar hebat.


Gadis yang tidak diketahui identitasnya, mendongak perlahan menatap Chloe yang berada di depannya. Kedua tangan gadis itu tampak terikat, Sudut bibirnya berdarah dengan wajah yang dipenuhi lebam biru. Mata sang gadis pun terlihat sayu dengan dipenuhi air mata.


"T-Tolong aku, Aku t-tidak ingin mati. A-Aku ingin bertemu ayah dan ibuku...hiks," Gadis itu menangis, bibir nya yang pucat agak bergetar.


Chloe berusaha menahan rasa mual di perutnya, mendekati perlahan gadis yang terikat itu. Sejujurnya Chloe merasa ngeri karna pakaian gadis itu dipenuhi bercak darah. Chloe duduk bersimpuh di samping sang gadis.


"Ada apa dengan mu? Siapa yang membuatmu seperti ini!?" Dengan panik Chloe berusaha melepaskan ikatan tersebut.


"K-Keluarga Freymon, Mereka membunuh orang agar bisa menjual organ dalam ke pasar gelap," Kata gadis asing itu terbata-bata.


Seketika Chloe merasa badannya membeku, tangannya sempat terhenti melepaskan ikatan itu. Holy pun juga terkejut saat mendengar berita yang tidak terduga.


"Chloe, Jangan-jangan selama ini berita tentang pembunuhan itu ulah keluarga Freymon!? Berarti bukan Justin pelakunya," Kata Holy kaget.


"Itu artinya Raizel juga turut menjadi pelaku kriminal!?" Chloe menggeleng pelan, merasa tak percaya. Dia tidak bisa menuduh sembarangan tanpa bukti.


"Tolong selamatkan aku, Aku tidak ingin mati disini," Gadis asing itu masih menangis.


"Bagaimana cara mereka membawamu? Apa yang mereka lakukan kepadamu sampai jadi begini?" Selagi mencoba membuka ikatan tali itu, Chloe berusaha mengorek informasi dari sang gadis asing.


"Mereka memakai wajah rupawan mereka untuk mengelabui ku, Lalu membawaku ke suatu tempat, Dan tiba-tiba saja mereka membekapku dengan obat bius dan membuatku pingsan. Saat bangun aku sudah berada di gudang ini, Mereka menyiksaku selama tiga hari, Aku melihat sendiri bagaimana mereka membunuh gadis-gadis lainnya sebelum aku,"


Gadis itu kembali meneteskan air matanya, tubuhnya bergetar hebat. "Aku sangat takut berada di sini,"


"Apa kau tahu siapa pelakunya di keluarga Freymon? Apakah Raizel Freymon?" Tanya Chloe penuh selidik, Sedikit lagi ikatan yang rumit itu akan terbuka dan terlepas dari tangan sang gadis asing.


"Itu...," Belum sempat gadis asing itu menyelesaikan kata-kata nya, Mata nya terlihat membelalak. Seperti melihat hantu di belakang Chloe.


"Cukup sampai disini wawancaranya nona Chloe Amberly!"


Tubuh Chloe seketika menegang saat mendengar suara seorang pria di belakangnya, Pria itu tampak menodongkan sebuah pisau tepat di leher Chloe dari belakang. Chloe bisa melihat dengan jelas pisau tersebut, begitu tajam dan sepertinya baru diasah hingga terlihat mengkilap.


Gadis bersurai biru itu perlahan berdiri, Pisau di tangan sang pria mengikuti pergerakan Chloe. Chloe tetap diam mematung, Tidak ingin melakukan hal yang gegabah karna bisa saja sedikit bergerak Pisau itu akan mengenai lehernya.


"Kau sudah melewati batas dengan memasuki daerah ini, Karna sekarang rahasia kami sudah ketahuan. Bagaimana kalau kau menjadi korban selanjutnya? Maaf nona Chloe tapi sepertinya perjalanan mu sampai disini saja," Bisik Pria itu dengan nada tajam dan menusuk.


Chloe menelan seliva nya susah payah, Sesaat sang gadis mengepalkan kedua tangannya erat.


"CHLOE!" Holy menatap khawatir dan cemas, Sang system ingin menangis saat melihat Chloe yang terpojok.


Chloe tersenyum kecil pada Holy seakan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, Lebih tepat nya tersenyum sedih.


"Maaf Holy, Sepertinya ini memang akhir dari perjalanan ku. Pada akhirnya Chloe Amberly akan tetap mati bagaimana pun juga," Balas Chloe sambil memasang senyum terakhirnya untuk Holy.


"Chloe," Holy menangis sejadi-jadi nya.


Merasa tidak ada tanggapan apa pun dari Chloe, Sang pria hanya menatap datar.


"Tidak ada pesan terakhir ya? Baiklah, Kalau begitu selamat tinggal,"


Pisau di tangan sang pria mendekat dengan cepat ke arah leher Chloe, Dan Chloe hanya diam tak bergeming sambil menutup matanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2